NovelToon NovelToon
My Beloved Sister

My Beloved Sister

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Aditya Dave Mahendra, di takdirkan menjadi pewaris yang akan memimpin beberapa perusahaan besar milik kedua orang tuanya.
Lahir dari kedua orang tua yang sama-sama menjadi anak tunggal dalam keluarga kaya raya, bisa di bayangkan berapa banyak aset-aset miliknya yang pasti tidak akan habis 7 turunan.

Pria tampan yang memiliki garis wajah tegas itu, menuruni sifat ayahnya. Aditya di kenal sangat tegas dan disiplin dalam segala hal. Dia juga terkenal dingin di perusahaan dan orang-orang sekitar. Kecuali pada keluarganya dan orang yang menurutnya spesial.

Aditya bahkan sangat over protective pada adik perempuannya, Aurelia. Sampai tidak ada laki-laki yang berani mendekati Aurelia meski kini gadis itu sudah berusia 18 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Melihat Aditya mengakhiri panggilan, Elia buru-buru menghampirinya dengan berdiri di belakang Aditya. Dia ingin meminta penjelasan dari Kakaknya itu karna merahasiakan hal itu darinya.

"Kakak kapan akan mengenalkan wanita itu padaku.?" Tanya Elia tiba-tiba, dan itu membuat Aditya sedikit tersentak kaget.

"Hobby sekali membuat orang kaget." Aditya mencubit gemas pipi adiknya yang sedikit chubby. Elia hanya menyengir karna cubitan Aditya hanya main-main.

"Wanita mana yang harus aku kenalkan padamu.?" Aditya balik bertanya, dia tau jika adiknya sedang salah paham dengan Milea.

"Milea, memangnya siapa lagi wanita yang bisa membuat Kakak menerima telfonnya." Jawab Elia cepat. Aditya terkekeh gemas, adiknya terlalu perhatian pada kehidupan pribadinya sampai tau kalau tidak sembarang wanita yang bisa bicara dengannya lewat sambungan telfon.

"Tanyakan saja pada Papa. Papa jauh lebih mengenalnya."

Elia malah mengerucutkan bibir lantaran jawaban Aditya tidak memuaskan dan malah menambah rasa penasarannya.

Aditya bilang, Papa mereka jauh lebih mengenal Milea. Elia jadi berfikir macam-macam pada kedua pria paling berarti dalam hidupnya itu.

"Kakak jadi membuatku berfikir buruk tentang Papa." Bibir Elia semakin mengerucut.

Dia jadi ingat kisah keluarga salah satu temannya ketika dia masih duduk di bangku SMA.

Papa temannya itu adalah seorang pengusaha, sama seperti Dave dan memimpin perusahaan juga. Papa temannya itu diam-diam memiliki selingkuhan yang usianya masih sangat muda.

Mengingat hal itu hanya membuat Elia mencemaskan rumah tangga orang tuanya. Dia takut sang Papa akan berbuat macam-macam di luar sana meski kelihatannya tidak mungkin.

"Bagaimana bisa kamu berfikir buruk pada Papa kita." Aditya mengacak gemas rambut Elia. Gadis cantik itu tersenyum kikuk dan sedikit merasa bersalah pada sang Papa.

"Kamu mau bicara apa sampai masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu dulu.?" Tanya Aditya lembut. Dia sudah tau kalau Elia pasti sedang menginginkan sesuatu ataupun sekedar ingin bicara dengannya jika sudah memasuki kamarnya.

Elia menyengir kuda karna Aditya sudah tau tujuannya.

"Pertama aku hanya ingin mengucapkan selamat." Ucap Elia dengan tatapan matanya yang berbinar dan polos.

"Selamat karna sudah menjabat sebagai pemimpin perusahaan. Kak Adit pasti sangat keren." Ucapnya penuh rasa bangga pada sang Kakak.

"Kedua, aku penasaran bagaimana perasaan Kakak yang akan memimpin banyak perusahaan besar milik Papa.?" Tanyanya antusias.

"Lalu seperti apa kesan pertama Kak Adit selama 1 hari menjadi pemimpin perusahaan.?" Elia menyerocos panjang lebar, membuat Aditya hampir menutup telinganya karna Elia terlalu banyak bicara dan membuat kupingnya sakit.

Adiknya itu benar-benar sangat cerewet.

"Kamu sangat cerewet,," Aditya menangkup gemas kedua pipi Elia dan sedikit menekannya, bibir merah muda Elia jadi mengerucut karna kedua pipinya di tekan.

Melihat itu, Aditya buru-buru menyingkirkan tangannya dari pipi Elia.

"Sebaiknya kita turun, Papa menunggu ku di bawah." Aditya masih sempat mengacak-acak pucuk kepala Elia sebelum beranjak dari sana.

Elia cemberut karna Aditya tidak menanggapi pertanyaannya, sekarang malah di tinggal begitu saja di kamar.

"Kak Adit tunggu,,! Kakak belum jawab pertanyaanku,," Teriaknya setengah merengek dan berlari menyusul Aditya.

...******...

"Aww,,! Sakit El,," Aditya meringis ngilu setelah dadanya di cubit Elia.

Gadis itu bicara panjang lebar memberikan protes.

"Kakak belum jawab pertanyaanku." Keluhan Elia di akhir kalimatnya yang panjang lebar.

Dave dan Davina hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah dua anaknya yang mirip seperti Tom and Jerry kalau sudah tinggal satu rumah lagi.

"Kalian bisa tidak sehari saja bersikap manis. Kalian tidak terlihat seperti kakak beradik, malah mirip seperti Tom and Jerry." Omel Davina main-main. Dia sebenarnya malah senang melihat interaksi kedua anaknya meski terkadang membuat suasana rumah menjadi gaduh.

Elia langsung duduk di tengah-tengah Dave dan Davina untuk mendapatkan dukungan dari mereka. Dia selalu mengeluarkan jurus andalan yang membuat kedua orang tuanya jadi gemas dan akan memihak padanya.

"Kenapa Kak Adit sangat jahil. Dia selalu membuatku kesal Mah, Pah,," Elia mengadu seraya memasang wajah sedihnya.

Aditya duduk santai di depan ketiganya dan tampak tidak takut mendengar aduan Elia pada orang tua mereka.

"Umurmu sudah 18 tahun Elia, masih saja suka mengadu." Ujar Aditya sengaja ingin membuat Elia semakin kesal.

"Tapi kenapa kalian masih memperlakukanku seperti bocah 8 tahun. Dekat dengan laki-laki saja tidak boleh,," Wajah Elia berubah murung. Jawaban tak terduga itu membuat semua mata tertuju pada Elia.

Davina yang pertama kali menghela nafas berat, dia menyadari bahwa putrinya bukan anak kecil lagi dan kini sudah beranjak dewasa. Pasti sudah memiliki ketertarikan dengan lawan jenis, dan dulu Davina juga seperti itu saat seusia dengan Elia.

Sebenarnya dia dan Dave tidak berniat merampas masa remaja Elia. Sebagai orang tua yang memiliki kekhawatiran pada putrinya, mereka hanya berusaha untuk melindungi Elia dari hal-hal buruk yang tidak mereka inginkan.

Mengingat pergaulan anak remaja saat ini, Devina dan Dave ngeri membayangkan kalau sampai putri mereka salah pergaulan.

"Jangan membantah selagi itu demi kebaikan kamu El." Tukas Aditya dengan tatapan teduh.

Dia sangat mendukung keputusan kedua orang tua mereka yang melarang Elia dekat dengan pria sebelum lulus kuliah.

"Ya, aku mengerti Kak." Jawab Elia pasrah. Mungkin memang sudah nasibnya seperti itu, membantah pun percuma saja.

...******...

"Wahh,, kenapa kamu baru mengatakan kalau Kakakmu membuka kafe disini." Komentar Mauren begitu turun dari mobil Elia. Mauren dan Viona di ajak Elia datang ke PIK selesai kuliah. Elia mengatakan akan mentraktir mereka di kafe milik sang Kakak dan kedua temannya.

”Kafenya di buka 2 minggu lalu, tapi aku baru sempat mengajak kalian ke sini." Tutur Elia.

"Ayo masuk,," Ajaknya dan berjalan memasuki kafe.

"Apa kamu akan mentraktir sepuasnya.?" Goda Viona seraya terkekeh. Dia akan senang kalau benar seperti itu.

"Boleh saja. Tapi aku rasa perut kalian tidak akan bisa menampung banyak makanan dan minuman," Elia terkekeh meledek. Sering makan bertiga dengan mereka, Elia tau sebanyak apa kemampuan mereka menampung makanan di dalam perut.

Paling banyak, mereka hanya menghabiskan 2 porsi makanan dan 2 gelas minuman.

"Kalau kamu memberitahuku tadi malam, mungkin aku akan mengosongkan perut sejak tadi pagi agar bisa makan sepuasnya." Protes Viona.

Elia dan Mauren terkekeh renyah mendengar celotehan receh Viona yang menggelikan.

"Seniat itu,," Balas Elia masih menahan tawa geli.

1
Reichan Muhammad
lanjut lagi donk chaa
jennie kim
menarik
Reichan Muhammad
lanjut lagi donk... pnasaran kisah milea kenzie juga
Jingga Pelangi
gak di lanjut lagi ini
Nova Han Hyora
Mau novel David atau Emily thorr 😍
Cahaya
d lanjut ngga thor
Cahaya
sampe lupa cerita ny.harus dari awal lagi ini mah
Yosa Wahyuna
lanjut
Yosa Wahyuna
lanjuuutt
Naufal Affiq
lanjut kak
Irma
hot hot hot lanjut besok adegan hot nya ya thor jangan diskip🤭🙏
Wiwie
main nyosor aj sc dit 😁
syahrizal siregar
😄😄😄
Hyeon0_0
lanjut lagi kak ceritanya
Wiwie
kak kok jrang up sc
rania rayyana
setelah sekian lama, akhirnya novel yg ini dilanjut juga kak. udah lama ga buka NT, tetiba dapat notif up krna masih di subscribe novel Adit Elia 😁
Hyeon0_0
senengnya karna ada kelanjutan ceritanya, suka banget sama jalan ceritanya.

makasih kak author, semangat buat lanjut ceritanya.
Rinlove
Ahhh senengnya ada kelanjutannya . Makasih thor
Eli Suryani
lupa lagi cerita na dah 2thun yg lalu kan ya
Kumala
kak lanjut lagi ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!