NovelToon NovelToon
Jodoh Kok Bikin Emosi

Jodoh Kok Bikin Emosi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Seranovelle

Hari pertama bekerja seharusnya menjadi awal yang sempurna bagi Naira Putri Prameswari. Namun semua rencananya berantakan ketika tanpa sengaja ia menumpahkan segelas kopi ke jas seorang pria asing yang dingin dan menyebalkan. Masalahnya, pria itu ternyata adalah Arga Mahendra Wijaya—CEO perusahaan tempat Naira baru diterima bekerja. Sejak saat itu, setiap pertemuan mereka selalu diwarnai adu mulut, sindiran, dan kekacauan yang mengundang tawa. Naira menganggap Arga terlalu kaku dan perfeksionis, sementara Arga merasa Naira adalah sumber masalah yang tak pernah habis. Takdir rupanya punya selera humor. Sebuah proyek penting memaksa mereka bekerja dalam satu tim. Semakin sering bersama, semakin banyak sisi lain yang mereka temukan. Di balik sikap dingin Arga tersimpan perhatian yang tulus, sementara di balik kecerobohan Naira ada hati yang hangat dan selalu membawa warna. Saat kebencian perlahan berubah menjadi rasa nyaman, masa lalu Arga datang menguji hubungan mereka. Mampukah mereka mengalahkan ego, atau justru kembali menjadi dua orang yang saling menyakiti? Karena terkadang, orang yang paling membuat kita emosi adalah orang yang paling sulit kita lepaskan. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seranovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 - Kalimat yang Salah Waktu

Hari Sabtu datang lebih cepat dari yang Nadira bayangkan.

Pagi itu ia langsung menuju rumah sakit sebelum ke kantor. Sesuai janji dokter, ayahnya sudah diperbolehkan pulang.

"Papa, pelan-pelan."

"Nggak usah dipapah terus. Papa belum setua itu."

Nadira mendengus pelan.

"Kalau belum tua, jangan bikin anak panik."

Ayahnya terkekeh.

"Iya, Bos."

Ibunya hanya menggeleng melihat mereka.

"Kalau lagi sehat, dua-duanya sama keras kepalanya."

Setelah semua administrasi selesai, Nadira membantu membawa tas pakaian ayahnya keluar.

Begitu sampai di lobi rumah sakit, sebuah mobil hitam berhenti di depan pintu masuk.

Kaca mobil terbuka.

"Pas banget."

Nadira menoleh.

"Arga?"

Pria itu keluar sambil tersenyum.

"Pagi, Om. Pagi, Tante."

Ayah Nadira tampak sedikit bingung.

"Kamu?"

"Saya Arga, teman kerja Nadira."

Teman kerja.

Entah kenapa, dua kata itu terdengar biasa saja. Tapi Nadira justru merasa ada sedikit kekecewaan yang tidak bisa dijelaskan.

Arga segera mengambil tas dari tangan Nadira.

"Sini saya bantu."

"Nggak usah."

"Berat."

"Aku kuat."

Arga mengangkat sebelah alis.

"Kemarin siapa yang hampir jatuh gara-gara paving?"

Nadira langsung terdiam.

Ayahnya tertawa kecil.

"Dir, sekali-sekali biarin dibantu."

Dengan enggan, Nadira menyerahkan tas itu.

---

Perjalanan menuju rumah berlangsung hangat.

Arga banyak mengobrol dengan ayah Nadira.

Tentang sepak bola.

Tentang kopi.

Tentang jalanan Jakarta yang semakin macet.

Yang membuat Nadira heran...

Ayahnya yang biasanya pendiam justru tampak nyaman berbincang dengan Arga.

Sesampainya di rumah, ibu Nadira mempersilakan Arga masuk.

"Nak Arga, makan siang dulu."

"Jangan merepotkan, Tante."

"Nggak repot."

Arga sempat menoleh kepada Nadira, seolah meminta izin.

Nadira mengangkat bahu.

"Terserah."

"Berarti boleh."

"Itu bukan jawaban iya."

"Tapi juga bukan tidak."

Nadira memutar bola mata.

Pria ini memang selalu punya cara memelintir kata.

---

Di meja makan, suasana jauh lebih hidup dari biasanya.

Ibu Nadira berkali-kali menambahkan lauk ke piring Arga.

"Coba ayamnya."

"Terima kasih, Tante."

"Nambah nasi?"

"Sedikit aja."

Ayah Nadira ikut menyela.

"Dir."

"Hm?"

"Kok kamu nggak pernah cerita punya teman kerja begini?"

Nadira hampir tersedak.

"Papa..."

"Apa?"

"Nggak usah macam-macam."

Arga menahan senyum sambil menunduk.

Ibu Nadira ikut menggoda.

"Orangnya sopan."

"Rajin bantu."

"Humoris juga."

"Ma..."

Nadira mulai salah tingkah.

"Aku malu."

"Malu kenapa?"

"Karena Mama ngomongnya seolah-olah lagi..."

Ibunya tersenyum jahil.

"...lagi menilai calon menantu?"

"Ma!"

Suara Nadira langsung meninggi.

Semua orang di meja makan tertawa.

Kecuali Nadira yang wajahnya sudah semerah tomat.

---

Sore harinya, setelah membantu membereskan meja makan, Arga berpamitan.

"Nadira."

"Hm?"

"Bisa antar sampai depan?"

"Aku?"

"Iya."

Dengan langkah malas, Nadira mengikutinya keluar.

Begitu pagar ditutup, Arga menyerahkan sebuah kantong kecil.

"Apa ini?"

"Bubur kacang hijau."

Nadira mengernyit.

"Buat siapa?"

"Buat Om."

"Tadi waktu ngobrol, Om bilang lagi pengin."

Nadira menatap kantong itu beberapa saat.

"Kamu sempat beli?"

"Tadi pas mampir."

Padahal...

Ia sama sekali tidak menyadarinya.

"Arga."

"Hm?"

"Makasih."

"Kali ini tulus?"

"Iya."

"Nggak terpaksa?"

"Nggak."

Arga tersenyum puas.

"Nah, gitu dong."

---

Malam harinya, Nadira sedang menyiram tanaman di depan rumah ketika seseorang memanggil dari sebelah.

"Dir."

Ia menoleh.

Mama Arga berdiri di balik pagar sambil membawa sepiring pisang goreng.

"Tante."

"Ini buat kamu."

"Aduh, Tante..."

"Jangan nolak."

Nadira akhirnya menerimanya.

"Makasih."

Mama Arga tersenyum hangat.

"Tadi Arga cerita."

Nadira langsung menoleh.

"Cerita apa?"

"Katanya ayah kamu sudah pulang."

"Iya."

"Alhamdulillah."

Beliau berhenti sejenak.

"Arga itu sebenarnya gampang sekali sayang sama orang."

Nadira terdiam.

"Tapi sejak kejadian beberapa tahun lalu..."

Senyum di wajah wanita itu perlahan memudar.

"...dia jadi hati-hati."

"Kejadian?"

Mama Arga menghela napas pelan.

"Waktu itu dia hampir menikah."

Nadira menelan ludah.

"Celine?"

Wanita itu tampak sedikit terkejut.

"Kamu tahu?"

"Sedikit."

"Mereka bukan putus karena sudah tidak saling cinta."

Nadira mengangkat kepala.

"Lalu?"

"Mereka sama-sama memilih jalan hidup yang berbeda."

"Tapi luka itu..."

Mama Arga tersenyum tipis.

"...masih membekas sampai sekarang."

---

Malam semakin larut.

Nadira masuk ke kamar sambil membawa banyak pikiran.

Ia membuka laptop, berniat menyelesaikan revisi proposal.

Namun pikirannya justru kembali pada percakapan sore tadi.

*"Mereka bukan putus karena tidak saling cinta."*

Kalimat itu terus terngiang.

Tanpa sadar ia membuka aplikasi pesan.

Nama Arga muncul di daftar paling atas.

Jarang sekali mereka mengobrol di luar urusan pekerjaan.

Setelah berpikir cukup lama, Nadira akhirnya mengetik.

> **Nadira:** *Terima kasih ya, hari ini.*

Tak sampai satu menit, balasan datang.

> **Arga:** *Sama-sama.*

Lalu muncul lagi.

> **Arga:** *Om udah tidur?*

> **Nadira:** *Udah.*

> **Arga:** *Syukurlah.*

Nadira tersenyum kecil.

Baru saja ia hendak meletakkan ponsel, sebuah pesan baru muncul.

> **Arga:** *Dir... boleh jujur nggak?*

Jantung Nadira berdetak sedikit lebih cepat.

> **Nadira:** *Apa?*

Tiga titik kecil di layar muncul cukup lama.

Seolah Arga sedang berpikir.

Lalu akhirnya sebuah kalimat terkirim.

> **Arga:** *Aku mulai nyaman sama kamu.*

Nadira membeku.

Belum sempat ia membalas, layar kembali menyala.

Pesan berikutnya masuk.

> **Arga:** *Eh... maaf. Harusnya pesan itu buat grup proyek. Salah kirim.*

Nadira mengernyit.

**Grup proyek?**

Kalimat seperti itu dikirim ke grup proyek?

Ia menatap layar ponselnya cukup lama.

Di sisi lain, Arga yang baru sadar telah salah mengetik hanya bisa memegangi kepalanya sendiri.

"Astaga..."

**Bersambung ke Episode 10...**

1
Dewi Sinta
lusa hari senin dong.. kan mau ngerayain ultahnya mamanya arga hari minggu mesti nya besok😂
Seranovelle: "Ya ampun, bener juga. 🤣 Untung ada Kakak, kalau enggak Arga ngerayain ulang tahun mamanya lompat hari. 😂"
total 1 replies
Dewi Sinta
ayah tiri ya thoor, krn di bab sebelumnya ayah arga udah meninggal
Seranovelle: Cobaa tebak kak, ayah arga sudah meninggal atau belum yaa kak?
total 1 replies
Dewi Sinta
perasaan masih pagi thoor 😂
Seranovelle: Perjalanan dangat jauh ni kak, waktu pagi terasa singkat.. dan tibatiba sudah masuk jam makan siang deh kaa 🤭
total 1 replies
Dewi Sinta
Gar.. apa itu thor.. sy kira arga.. mesti nya bilang Ar..😌
Seranovelle: Btw kak, Gar itu nama panggil argaa yaa kak 😬🤍
total 2 replies
Dewi Sinta
sudah bertemu 3 kali thoor 😂
Seranovelle: Author lagi kena efek butterfly. Pertemuan ketiga tiba-tiba menghilang. 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!