Vania Asteria, gadis delapan belas tahun.
yang tinggal bersama ibu tirinya. Sang ibu tiri menjual Aster untuk di jadikan istri kontrak putra dari miliader Mike Miller.
Kecelakaan tragis menimpa tuan muda dan istrinya tepat ketika mereka hendak berbulan madu keliling dunia.
Karena kecelakaan tersebut tuan muda Arlan harus kehilangan istri dan penglihatannya, ia juga mengalami cedera kaki hingga membuatnya semakin tak berdaya.
Aku terpaksa menandatangani kontrak nikah ini hanya untuk membayar hutang budi pada keluarga yang telah membesarkan ku.
" Dua puluh juta sebulan. Selama enam bulan akan ku transfer langsung ke rekening mu. Kau harus melayani dan mengurus putraku dengan baik, sampai ia sembuh setelah sembuh jangan pernah menampakkan batang hidungmu lagi di rumah ini."
Enam bulan aku harus mengurusi pria cacat yang begitu arogan dan sangat kejam. Aku berharap setelah terbebas dari kontrak nikah tersebut, aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi.
Namun takdir berkata lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan Pacar
Selama berhari-hari Vania mengistirahatkan tubuhnya. Setelah 6 bulan terpenjara dan tersiksa,kini ia bisa bernafas dengan lega dan menghirup udara dengan bebas.
Vania berolahraga pagi, setelah dua hari, ia tak keluar dari rumah. Karena begitu lelah, Vania belum memikirkan rencananya kedepannya.
Pernah terlintas di benaknya untuk mencari pekerjaan.Namun, semua ijazahnya ada di rumah Bu Lisa.
Ketika selesai berolahraga, Vania bermaksud berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari dan peralatan untuknya memasak.
Vania keluar dari kamarnya dengan pakaian santainya. Kaos dan celana panjang jeans.
Ketika berada di depan pintu pagar kost, motor Angga berpapasan dengan Vania.
"Mau kemana Van?"tanya Anton.
"Mau cari sarapan."
"Ya udah yuk, tadinya aku juga mau ajak kamu sarapan, mumpung aku masih disini."
Vania naik motor Anton, dan pergi dari tempat tersebut.
Anton berhenti di depan sebuah warung yang menjual sarapan pagi sambil menunggu pesanan mereka, keduanya ngobrol.
"Jadi rencana kamu selanjutnya apa Van?"tanya Anton.
"Aku mau kerja saja, tapi gak punya ijazah, ijazahku tertinggal di rumah."
"Kalau kamu mau, pak De ku buka warung nasi, kamu bisa bekerja di sana ya meskipun gajinya gak gede."
"Beneran Ton, gak apa kok, asal cukup untuk kebutuhan sehari-hari aku saja."
"Ya sudah selesai sarapan, kita ke warung beliau, kebetulan gak jauh dari sini kok."
"Iya Ton, terima kasih ya." Vania kembali bersemangat.
Setelah sarapan mereka langsung menuju warung pak De Anton.
Pak De Anton memang membuka warung nasi.
Setelah interview beberapa saat, Vania pun diterima dan mulai besok bekerja.
***
Bu Lisa dengan gelisah menanti-nanti kedatangan Vania, sejak beberapa hari ini.
Karena Vania tak kunjung datang, Ia pun menelpon nyonya wilhelmina.
"Halo ada apa lagi?" tanya Nyonya Wilhelmina dengan ketus.
"Maaf Nyonya, apa kontraknya diperpanjang, karena ini sudah masa kontrak Vania berakhir?"
"Eh anak kamu itu, sudah keluar dari rumah ini lebih dari seminggu yang lalu dan mulai sekarang kita tak ada urusan! jadi jangan tanya-tanya dia lagi."Nyonya Wilhelmina menutup telepon itu.
Bu Lisa meletakkan telepon tersebut di atas meja.
"Huh, Aku kira mereka akan memperpanjang masa kontraknya,"ucap Bu Lisa.
Salah seorang putrinya menghampiri Bu Lisa menghampirinya.
"Bu dedek lapar!"
"Lapar? Ya sudah makan celor ceplok dulu sana!"
"Gak mau Bu, mau makan ayam geprek yang di warung depan."
"Ibu lagi gak ada duit, jadi makan telur ceplok dulu sana!"
Putri bungsunya itu mulai mengerucutkan bibirnya.
Selama enam bulan ini mereka foya-foya makan dengan enak, bahkan Bu Lisa gak pernah masak.
"Duh Vania kemana sih? Kok gak balik lagi ke rumah ya. Mana uangku sudah habis lagi."
Sebenarnya Bu Lisa memiliki profesi sebagai wanita penjaja cinta.Namun karena umurnya tak lagi muda, bayaran yang ia terima ya gak seberapa. Hanya dua ratus ribu setiap melakukan service.
Itu juga gak setiap hari,jadi gak akan cukup untuk ketiga anak-anaknya. Apalagi Bu Lisa terbiasa hidup enak, meskipun dia bukan berasal dari keluarga kaya.
"Aku harus cari Vania, cuma dia yang bisa aku andalkan."
***
Mike berada di kamarnya sedang memintal dasi yang ia kenakan. Hari ini ia akan kembali bekerja mengambil alih perusahaan.
Mike turun dari lantai atas kamarnya menghampiri kedua orang tuanya.
"Wah Mike seperti kamu semangat sekali," cetus tuan John Arlan.
"Iya daddy, aku harus bangkit dari keterpurukan. Hidup itu indah jadi harus dinikmati."
Tuan John dan nyonya Wilhelmina saling melempar senyum.
"Daddy senang mendengarnya Mike, kau memang harus bangkit dari keterpurukan mu. Karena itulah Daddy secepat mencarikan jodoh untuk mu Mike. Daddy sudah tak sabar ingin memiliki cucu."
Mike mengunyah makanannya.
"Mommy, apa mommy menyimpan foto atau video pernikahan ku dengan Vania?" tanya Mike.
"Hah, gak ada. Lagipula untuk apa?"
"Jadi tak ada dokumentasi apa pun tentang pernikahan kami selain selembar kertas Mommy?"
"Iya, lagipula untuk apa menyimpan foto atau video pernikahan sementara kamu. Nanti setelah kamu menikah secara resmi baru kita buat dokumentasinya."
"Lagi pula kontrak antara kita dan Vania sudah selesai, jangan di ungkit ungkit lagi"
Mike pun kembali menghabiskan sarapannya.
Setelah itu ia menuju kantor.
Mobil mewah Mike tiba di halaman kantoran seseorang asisten membukakan pintu untuknya, Mike terlihat begitu gagah saat itu.
"Selamat pagi Tuan," ucap mereka semua yang berpapasan dengan Mike.
Mike tersenyum bahagia,ini seperti mimpi baginya karena setelah enam bulan ia merasakan kembali kenikmatan hidup.
Harta yang melimpah, wajah yang tampan dan bentuk tubuh yang proporsional, Mike kembali percaya diri.
Hanya satu hal yang belum ia miliki yaitu seorang pendamping hidup baginya.
Setelah berpisah dari Vania, Mike merasa ada yang kurang dalam hidupnya.Ia pun berniat mencari istri baru pengganti Vania.
Meski ia sendiri masih penasaran dengan wajah mantan istrinya tersebut. Mike membayangkan bagaimana wajah Vania sebenarnya.
Sebuah dering telepon mengagetkan Mike.
"Mishel."
Mike mengangkat sambungan telepon tersebut.
"Halo Mishel," sapa Mike.
"Halo Mike, aku dengar kau sudah mulai masuk kantor?"
"Iya aku berada di ruanganku saat ini."
"Oh, kalau begitu kebetulan sekali aku sudah ada di depan pintu ruangan mu."
Mike menutup teleponnya ketika mendengar suara langkah kaki yang menghampirinya.
"Hai Mike," sapa Mishel.
Mishe langsung menghampiri Mike dan mencium dua pipinya.
Ia langsung mendaratkan bokongnya di kursi yang ada di depan Mike.
Mike melihat misal dari atas sampai bawah terlihat sekali perubahan pada gadis itu.
Mishel semakin seksi dengan dua gumpalan padat di depan dan di belakangnya.
Meski begitu, entah kenapa Ia tak tertarik lagi dengan Mishel. Mishel seperti kebanyakan gadis Eropa yang bergaul dengan bebas, tentu saja sudah banyak pengalaman *** yang Mishel rasakan.
Mishel duduk di hadapan Mike.
"Mike apakah sudah mendengar tentang perjodohan kita?"tanya Mishel sambil membusungkan dadanya ke hadapan Mike.
"Ya, Daddy ku sudah bilang pada ku."
"Lalu apakah kau setuju dengan perjodohan itu?"
"Hmm entahlah, tapi aku memang belum mau menikah lagi."
"Kau benar Mike, Daddy ku juga demikian. Mereka ingin agar aku segera menikah."
"Untuk menikah jujur saja aku belum siap," ucap Mike memberi alasan.
"Aku juga begitu Mike, aku masih ingin bebas menikmati duniaku."
"Bagaimana kalau malam ini kita ke bar sambil merayakan kembalinya kau menjadi CEO di perusahaan," Saran Mishel.
"Baiklah aku juga sudah lama tidak ke sana."
***
Malam harinya Mike dan Mishel sudah berada di bar.
Dibanding Mike, Mishel mabuk berat saat itu. Mishel menghampiri Mike dengan jalan terhuyung.
"Mike, temani aku malam ini Mike, please," ucap Mishel dengan wajahnya yang sendu.
Mishel sudah terbakar gairah saat itu.
Karena Mike juga doyan jajan ia pun setuju, lagi pula sudah lama ia tak menikmati tubuh mantan pacarnya itu.
Mike membawa Mishel ke dalam sebuah kamar yang masih berada satu bangunan di gedung tersebut.
Mike membaringkan tubuh Mishel yang meliuk-liuk seperti cacing kepanasan itu.
"Ayo Mike, aku sudah tak tahan," lirih Mishel.
Mike segera mengenakan sarung untuk juniornya sebelum beradegan mesra dengan Mishel.
Sudah tiga ronde Mike dan Mishel beradegan panas. Namun Mike belum merasakan puas.
Tubuh Mike tumbang di samping tubuh Mishel. Perasaan lelah mendera sekujur tubuhnya. Keringat mengucur deras pada tubuh dan juga wajah Mike.
Mike cukup menikmati tubuh Mishel tapi tak mendapatkan kepuasan seperti saat bersama Vania.
"Kenapa ya, aku tak pernah merasa puas berhubungan dengan wanita selain dengan Vania."
Mike sudah sering melakukan hubungan dengan wanita bahkan sebelum dan sesudah menikahi Vania. Namun belum ada yang benar-benar membuatnya merasa puas selain istri kontraknya tersebut.
Mike pun semakin penasaran terhadap sosok mantan istrinya itu.
Bersambung dulu ya gengs jangan lupa like komennya terima kasih,🙏🥰😅