Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjamaah
Malam yang di nanti Vanya, ia telah bersiap-siap untuk menemui klien nya yang kali ini tidak melayani di sebuah bar melainkan apartement sesuai perjanjian klien tersebut dengan Vanya.
Setelah tiba di resepsionis, Vanya menanyai kamar yang di tempati tamu itu di apartemen.
"Ooh, kamar nomor 24 lantai 5, mbak bisa melewati lips yang ada di sana" ucap nya.
"Baik, terimakasih" ucap Vanya.
Vanya berjalan dengan ala model nya untuk melatih kepesonaan di depan klien. Sesekali rambut yang terhalang wajah nya reflek menyibak ke belakang agar terlihat hot girl di pandang.
Entah apa yang di rasuki dirinya, Vanya tersenyum-senyum membayangkan hal yang kotor di depan klien nya nanti.
Clipsss...
Lips otomatis terbuka dan tidak ada orang sama sekali di sana. Dengan cepat Vanya masuk lalu memencet tombol nya yang ada di sana.
Akan tetapi, tiba-tiba seseorang menerobos begitu saja membuat Vanya kaget dan untung nya tidak berteriak.
"Maaf" ucap pria itu.
Vanya hanya terdiam saja dan segera memberi luang untuk seorang pria itu. berharap dirinya cepat-cepat keluar dari Lips dan segera menemui klien yang ia nanti.
Setelah Lips itu terbuka, Vanya segera keluar dan tidak ingin berlama-lama bersama pria satu itu, karna takut bermacam-macam dalam kesempatan itu. Tetapi jika di pikir lagi, untuk apa takut bukan kah dirinya seorang PSK. fikir Vanya.
"Seksi sekali" batin nya. Tampak nya pria yang bersamaan di Lips itu, diam-diam memerhatikan body wanita itu, ia sangat tergiur dengan lekuk tubuh nya, rasanya ia ingin sekali mengambil kesempatan dalam sepi tadi untuk menerkam nya. Namun di sisi lain, dirinya tak ingin melecehkan wanita itu hanya karna dari segi pakaian yang menggodanya.
Ting tong... ting tong...
Terlihat pria kekar nan tinggi itu muncul di hadapan Vanya, sontak Vanya terbelalak melihat pria tersebut yang di luar ekspektasi nya.
"Ini benar klien yang di chat aku..." batin Vanya, ragu-ragu.
Melihat di segi kegamangan wanita cantik nan seksi di hadapan nya, si pria nan kekar itu tersenyum tipis dan ber basa basi kepadanya untuk mengajak masuk, karna tentu saja dirinya tidak sabar ingin bermain bersama wanita layanannya.
"Apa yang kau tunggu, baby? ayo masuk" ucap nya.
Tanpa berlama lagi, Vanya pun kembali dengan peran wanita nakal agar klien nya terpesona dengan skill nya.
"Iya babyh" ucap lembut. lalu berjalan dengan ala gaya nya agar membuat klien nya terpancing dengan tubuhnya.
Setiba nya di dalam, Vanya sekilas melirik ke seluruh ruangan itu cukup unik. Melihat pelayanan nya terkesima dengan seisi ruangan nya, tanpa ragu lagi si pria kekar itu memeluk nya dari belakang.
"Kamu tertegun dengan apartemen aku, hm?" ucap pria itu berbisik sembari menggigit daun telinga nya dengan lembut.
"Emhh... I-iya, karna baru kali ini aku ke apartemen kamu, sayang" ucap Vanya membalikkan badannya menghadap pria itu, lalu merangkul kedua tangan nya ke leher pria tersebut.
"Oooh~ manis sekali kami babyh" bergumam sembari mendekat wajahnya nya dan mengelus pipi nya.
"Ehem"
Tersentak keromantisan mereka terhenti, mendengar deheman berat. cukup di tebak ialah seorang pria yang muncul dari sana.
Tentu saja Vanya heran dan gugup, mengapa satu apartemen itu ada pria lain selain klien nya.
"By... kok ada pria lain disini?" ucap Vanya sesekali melirik ke pria itu.
"Gak aku aja sayang, yang kau layani. dia juga ingin bermain bersama, ya gak, men?" tersenyum tawa.
"Hahaha, iya dong, ternyata ga kalah ekspetasi, malah makin menggoda cewek yang lu pesan, bro! " tawa nya, dengan tatapan genit berjalan mendekati mereka berdua.
Vanya berubah pikiran. Dirinya seketika mundur dari pelukan pria itu dan hendak membatalkan niat nya daripada melayani seperti itu.
Akan tetapi, pria itu bersigap menarik nya cepat agar tidak lepas dari pelukan nya.
"Hey, kenapa? kamu takut?" ucap nya tersenyum iblis.
"Keknya kita batalin aja ya pertemuan ini, aku gak bisa layani kalian sekaligus" keluh nya.
"Hey manis, kau jangan sok mahal di depan kami. kamu kan ******, jadi gak ada salah nya dong layani lebih dari satu" ujar nya.
Vanya tersentak mendengar omongan pria usul itu, ia merasa dirinya terhina dari ucapan nya. akan tetapi ia berfikir juga nyatanya memang seperti itu. Akhirnya Vanya hanya bisa pasrah saja dan tak ingin meragukan klien nya kali ini. apalagi jika mereka sempat mengadu atas keluh kesah nya akibat keegoisan diri nya.
Vanya yang tengah di peluk erat oleh pria itu lalu merenggang untuk memberi kesempatan dengan teman satu nya.
Perlahan poni yang cukup tertutup di wajah Vanya di awasi oleh tangan pria usul itu. tanpa basa basi lagi, kecupan bibir nya mendarat cepat di bibir Vanya.
Dan pria klien kekar itu menyibakkan rook ketat mengangkat ke atas. kemudian mencium paha mulus Vanya sebelum melakukan inti di bagian sensitif nya.
"ENGGRHHH.... MMMHHH" desah Vanya.
Kedua pria tersebut membawakan tubuh Vanya bersamaan di atas ranjang itu, karna telah terhanyut hawa nafsunya, mereka melemparkan wanita itu dengan keras.
"Awhhh, pelan-pelan dong" keluh Vanya sedikit kesal.
Vanya dibanting dalam keadaan mengangkang, hal itu dengan mudah nya pria kekar tersebut mengobok-obok milik Vanya. Sedangkan pria satu itu mengeluarkan senjata miliknya dan menyodorkan ke wajah Vanya.
...
Tepat jam 3 subuh, Vanya dipaksa antar oleh kedua pria itu, karna tujuan mereka ingin mengetahui dimana tempat tinggal si wanita itu. Jelas saja mereka sangat ketagihan dengan tubuh si wanita layanannya, sehingga mereka ingin lebih memanfaatkan wanita itu sebagai pemuas nya.
Akan tetapi, Vanya tidak ingin diincar kepada kedua pria itu lagi, apalagi bertemu kedua kalinya. karna ia sudah kapok dengan permainan berjamaah bersama pria liar itu.
Demi kebaikan dirinya, Vanya terpaksa berhenti di sebuah rumah unik di tempat orang lain, kebetulan pintu pagar tidak terkunci di sana.
"Huh, ternyata bekerja begini aja serasa tubuh ku dikorbankan banyak pria" batin Vanya.
Ia berjalan kaki di tengah kesunyian itu sembari melihat ke arah langit di tebaran bintang di sana.
"Papa, mama, gimana ya disana" gumam nya. ia teringat dengan orang tua nya kembali, sejak kecil Vanya mengira bahwa Larenz ialah mamah nya. dan waktu itu Larenz sudah di ungkap kan yang sebenarnya, ia tampak kaget dan tak percaya bahwa dirinya bukan lah anak kandung nya. dan cukup syok nya lagi bahwa orangtua nya suda tiada di dunia sejak dirinya di dalam kandungan.
Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia
dan masih ada yang lainnya 😁🤗