NovelToon NovelToon
LARA

LARA

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Janda / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:240.7k
Nilai: 5
Nama Author: Gentra

Andara Aprilia kerap sekali mendapatkan perlakuan kasar dari Andika paradipta, bahkan berulang kali dia dikhianati suaminya.Akhirnya dia memutuskan untuk menggugat cerai suaminya, akan kah permintaan nya di kabul kan dan hak asuh anak jatuh ke tanganny?dengan semua bukti yang ada.

Dalam perjalanan hidupnya wanita itu bertemu dengan Alan ,Dia adalah seorang lelaki dewasa yang sedikit arogan tetapi selalu membuat Andara merasa tenang untuk berbagi semua keluh kesahnya
Hingga pada suatu hari terbongkar lah sebuah kebenaran.
Akankah kisah Andara berakhir bahagia atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

"Kamu sedang apa di sini?"tanya orang itu sambil menatap Dara dengan penuh Amarah.

" Kenal dia? "tanya Alan terhadap Dika.

Dika pun baru tersadar bahwa tujuan nya pada saat ini bukan urusan yang lain, melainkan bagai mana caranya bisa bekerja sama dengan perusahaan yang di pimpin Alan.

Sebisa mungkin di hadapan Alan akan bersikap seperti lelaki sempurna.

" Tidak! mungkin hanya mirip orang yang saya kenal "kata Dika, sambil menatap Dara dengan tatapan membunuh.

"Di siksa lahir batin itu sudah biasa, tetapi ketika tidak di akui di depan umum itu ternyata sangat menyakitkan"kata Dara dalam hati.

Dara yang sudah menangkap sinyal bahaya hanya menundukkan pandangan nya.

" Owhh... kenal kan dia sekretaris saya"kata Alan memperkenalkan Dara kepada Dika.

"Dara" ucap Dara sambil mengulurkan tangan nya terhadap Dika, dia berusaha tersenyum meskipun dalam hati menangis dan Dika pun menerima ukuran tangan Dara.

Mereka sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan, Alan pun memeriksakan berkas yang di serahkan oleh Alan.

Dara hanya menyimak perbincangan bisnis yang akan mereka lakukan di masa yang akan datang, Dara yang belum paham tentang semuanya hanya mampu menyimak.

Setelah beberapa saat pembicaraan bisnis pun sudah selesai dan Alan setuju untuk menanam saham di perusahaan yang di kelola Dika, ingin sekali rasanya Dara ngomong bahwa tidak usah di terima kerjasama dengan perusahaan itu. Namun, apalah daya Dara juga baru menjadi sekretaris Alan baru hari ini jadi dia tidak berani untuk bicara apapun.

Setelah beres acara pun di tutup dengan makan siang bersama, di saat makan entah kenapa Dara tersedak. Dengan reflek Alan menyodorkan segelas air putih untuk Dara"Makan itu pelan-pelan tidak usah seperti itu kaya di kejar kreta saha"minum dulu kata Alan.

Dara pun ragu untuk mengambil gelas tersebut, sebelum mengambil Dara pun melihat ke arah suaminya. Terlihat dengan jelas raut wajahnya yang di penuhi amarah.

"Terimakasih" ucap Dara sambil menerima uluran tangan dari Alan.

"Apa-apaan ini, kalau saja bukan demi kontrak kerjasama sudah pasti ku seret kamu Dara" ucap Dika,tetapi itu semua hanya mampu di ucapkan dalam batin. Tangan Dika pun mengepal di bawah meja.

Setelah beberapa saat makan siang pun telah selesai, Dika pulang dengan hasil yang sesuai dengan keinginan nya yaitu bisa kerjasama dengan perusahaan yang di kelola oleh Alan. Ternyata hasil yang di dapat tidak sesuai dengan keinginan, bukan nya merasa bahagia entah kenapa kemarahan nya mencapai ke ubun-ubun.

Alan berpamitan terlebih dahulu, dia akan segera kembali ke kantor di mana masih banyak pekerjaan yang menunggu nya di sanah.

Dara dan Alan pun segera keluar dari kafe dan langsung menuju parkiran, sopir pun sudah menunggu mereka.

Alan dan Dara sudah berada di dalam, kendaraan pun siap melaju dan meninggalkan area tersebut.

Setelah cukup lama di perjalanan akhirnya, sudah sampai kembali di perusahaan yang di pimpin Alan.

Alan dan Dara pun keluar dari kendaraan, lalu memasuki gedung tinggi yang menjulang tinggi yang ada di hadapannya.

Setelah sampai di depan ruangan Alan, dia langsung menempelkan akses untuk masuk ke ruangan tersebut.

Pintu sudah terbuka, Alan pun langsung menuju kursi kebesaran nya sedangkan Dara bingung mesti ngapain.

Seharusnya dia punya ruangan tersendiri tapi kenapa ini selalu di ajak masuk ke ruangan yang sama, Dara sempat berpikir bahwa dirinya bukan di jadikan sekretaris melainkan asisten pribadi yang selalu nempel ke manapun bos nya pergi.

"Pak, apa tidak ada ruangan atau meja kerja untuk saya? " Dara memberanikan diri untuk bertanya.

"Tunggu sebentar lagi ada orang yang datang, silahkan kamu duduk saja dulu di tempat yang ada! " perintah Alan terhadap Dara.

"Terimakasih" jawab Dara sambil menuju sofa yang ada di ruangan tersebut.

Dara duduk di sofa sambil memperhatikan kesetiaan sudut ruangan, entah kenapa dia merasa tidak nyaman berada di ruangan ini. Seharusnya merasa senang ketika mendapatkan pekerjaan yang tadinya selalu sibuk tetapi hari ini santai.

Setelah beberapa saat terdengar pintu ruangan di ketuk, dengan cepat Dara bangun dari duduk nya lalu membuka pintu.

Dara mempersilahkan orang tersebut untuk masuk, lalu orang itu berlaku begitu saja tanpa memperdulikan Dara yang berdiri di depan pintu.

"Siang Pak... ada hal penting apa yang perlu di bicarakan" kata Elva sambil mendekat ke arah meja kerja Alan.

"Silakan duduk dulu! " perintah Alan.

Elva pun duduk di kursi yang ada di hadapan Alan, dan pembicaraan di antara keduanya pun berlangsung.

Dara yang berada di ruangan yang sama pun bisa mendengar pembicaraan di antara keduanya.

"Baiklah, cuma itu? " ucap Elva di akhir percakapan kedua nya.

"Silahkan kerjakan tugas mu dengan baik, ajari dia sampai paham apa yang seharusnya di kerjakan! " kata Alan dengan nada bicara penuh penekanan, sambil melihat ke arah Dara yang sedang duduk di sofa.

"Lagian kenapa juga tidak menggunakan sekretaris yang lama saja! kasihan loh dia masa harus di pindah ke perusahaan cabang, bukan nya Pak wijaya juga sudah menyiapkan semuanya. Kenapa memilih dia? " tanya Elva terhadap Alan.

"Sudah jangan banyak bertanya, kerjakan saja apa yang menjadi tugas mu pada saat ini! " perintah Alan terhadap Elva.

"Baiklah! " jawab Elva dengan suara yang lembut, sebetulnya dia lebih berharap bahwa dirinya yang di angkat menjadi sekretaris Alan, tetapi nyatanya tidak. Alan lebih mencari sendiri yang entah apa tujuan nya, mengangkat Dara menjadi sekretaris nya.

Elva pun segera bangun dari duduknya, dan berjalan perlahan menuju di mana Dara sedang duduk. Lalu dia pun mengajak Dara untuk keluar dari ruangan tersebut, Dara mengikuti langkah nya Elva.

Hingga pada akhirnya mereka berhenti di depan ruangan Alan ,di sana terlihat kosong dan Elva memberi tahu bahwa ini adalah tempat kerja nya Dara.

Elva juga memberi tahu apa saja yang harus di kerjakan sekretaris pribadi itu, setelah cukup lama Elva sudah selesai menjelaskan semua. Dara juga bukan orang bodoh yang lambat untuk memahami semuanya, dan pada akhirnya Elva pun pamit pergi untuk segera kembali ke ruangan nya.

Setelah kepergian Elva,Dara pun duduk di kursi kerjanya sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.

Dara tidak menyangka bahwa dia akan berada di sini, harus mengurus semua keperluan CEO dan semua. Tidak pernah tersirat sebelum nya bahwa dia akan menjadi seperti ini. Dara sudah mencintai pekerjaan nya yang dulu meskipun gaji nya tidak terlalu besar seperti seorang sekretaris pribadi.

Mungkin ini rizki bagi Dara,dia yang sedang kesulitan keuangan untuk segera mencapai tujuan nya.

1
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
perasaan setiap bc sll ada kt setelah setelah
lucky gril
sakit loe buat sendiri,sekarang keadaan makin teepojok loe nyalahin suami🙄

kenapa ngga bertindak dr dulu,terlalu drama loe🤧
Siti Rahayu
kepo si Alan
Endeh Dedeh
Luar biasa
lucky gril
semoga cuma di NT
lucky gril
telat,semangat loe setelah tertindas😔
lucky gril
paling ngga gugat cerai neng🙄

loe diemin kayak gitu juga ngerusak mental anak loe,ngeliat mak dipukuli bpknya terus2an.

udah sih rezeki mah ada aja takut banget sih,trus y'Allah sumpah mak sampe istighfar ae dr bab 1😏
delesia
lebay deh 😂😂
delesia
boros amat PP naik mobil online 😁
Rahayu Setianingsih
keren
Puspa Trimulyani
hahaha hahaha si babang Alan kaciaaaannn...... belum minum kopi.... pantesan marah marah aja🤭
Puspa Trimulyani
hamil nih sepertinya 😅,hamil anaknya dika
Puspa Trimulyani
sakit ya???? halloooo......dimana perasaan mu waktu kamu dengan seenaknya masuk ke rumah itu dan bermesraan dg Dika , padahal Dika adalah suami sah dara,mereka sdh menikah,dan kamu....jalang lucknut tidak tahu malu.....sakit dibuang???? itu ga seberapa dibandingkan dg kejammu pada dara
Puspa Trimulyani
hahaha hahaha 🤣🤣🤣🤣🤣 yg bucin tingkat dewa
Puspa Trimulyani
wah Aep mah utk meli aja deh ....
Puspa Trimulyani
hmmmm .....ada udang di balik rempeyek nih ....🤭🤭
Puspa Trimulyani
jangan jangan aep belum menikah karena suka ke dara🤭🤭
Puspa Trimulyani
ngarep ya😏😏😏😏😏,pelihara tuh gengsi...karena gengsimu ada perasaan lelaki yg tersakiti
Puspa Trimulyani
karena kamu ibu yg egois!!! anakmu jadi sengsara
Puspa Trimulyani
kehilangan dara untuk kedua kalinya??? yg pertama nya kapan??
Puspa Trimulyani: oh iya kak .....maaf lupa ... .🙏🙏🙏🤗🤗🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!