NovelToon NovelToon
Main Hati With Iparku

Main Hati With Iparku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Faris

Apa jadinya bila mencintai seseorang yang tidak seharusnya? Perjalanan asmara gadis bernama Sacha Nessa yang jatuh cinta dengan kakak iparnya sendiri. Mengantarkan perempuan itu pada cinta yang salah pada Gama Hardiyoga.

Aku tahu hubungan ini salah, tapi untuk mengakhirinya pun tidak semudah itu.
Entah dipersatukan atau tidak
Entah rasa ini sampai kapan?
Entah hubungan ini sampai kapan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

Sakit itu ketika mencintai sendirian, dan parahnya orang yang dicintainya tidak mungkin dimiliki karena mempunyai cinta yang lain. Beginilah menginginkan yang tak seharusnya. Nyesek, memang harus diakhiri segera sebelum semuanya menjadi boomerang untuk keduanya.

Nessa memilik balik ke mejanya. Tidak menyusul Arka ataupun tidak makan siang penuh deg degan manja bersama Kak Gama. Karena pada kenyataannya, ia sadar bahwa keinginan hatinya tak mungkin menyelamatkan kehidupannya. Tidak ada yang ingin diposisi ini, sesungguhnya ia pun tak mau.

"Ness, nggak makan siang? Ditungguin Arka di kafe sebelah."

"Aku masih kenyang Mbak, nanti aku kabari lewat ponsel saja," ujar gadis itu basa-basi.

"Aku duluan ya?" pamit wanita berambut sebahu itu. Nessa hanya mengangguk sebagai respon.

Mendadak gadis itu tidak merasa lapar. Sibuk mengolah perasaannya yang entah. Hanya ingin menyelesaikan pekerjaannya hari ini tepat waktu, supaya bisa pulang cepat.

Tak pernah disangka, hari ini begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Bahkan Gama meminta Nessa untuk ikut lembur malam ini. Ada beberapa proyek iklan yang baru dan meminta cepat ditangani. Sehingga semua karyawan yang terlibat ikut sibuk.

Hingga menjelang malam, saat Nessa tengah menunggu ojek pesananya. Sebuah mobil yang tak asing baginya berhenti tepat di depannya. Padahal Nessa sudah mati-matian menghindar dengan menunggu agak berjarak dari gedung kantor, supaya Gama tak melihatnya. Entahlah, pria itu menemukan dirinya tepat dari arah belakang.

"Masuk, Ness!" seru Kak Gama menurunkan kaca mobilnya.

"Aku udah pesan ojol, Kak. Kakak duluan aja," tolak Nessa mati-matian. Berusaha membatasi diri agar tidak terlampau dekat adalah caranya mengikis perasaan yang semakin besar.

"Mama dan There udah menunggu di rumah. Ayo Ness, aku bakalan tunggu kamu di sini sampai kamu mau masuk!" ujar pria itu santai.

"Ya ampun ... cobaan apalagi ini. Pasti aku tersesat!" gumam Nessa tak ada pilihan. Masuk ke mobil kakak iparnya dengan perasaan tak karuan.

"Eh!" Nessa kaget saat pria itu tetiba mendekat lalu memasangkan sabuk pengaman untuknya.

"Pakai ini dulu, biar aman," bisik pria itu tersenyum. Jarak mereka yang terlampau dekat, bahkan wangi tubuhnya membuat Nessa termangu di tempat. Lagi-lagi jantungnya memompa dengan cepat.

Tanpa merasa bersalah sedikit pun, pria itu menarik diri dengan senyuman lembut mengulas pipinya. Seakan tindakan itu tak berefek apa pun baginya, pria itu begitu santai kembali menguasai bundaran stir.

"Aku dari tadi telepon kenapa nggak diangkat. Chat aku nggak dibalas?" tanya Gama gemas.

"Maaf, aku tidak dengar. Handphone aku silent tadi," ujar Nessa bohong. Memang sengaja mengabaikan semuanya setelah kejadian tadi siang.

"Kamu marah sama kakak? Kenapa menghindar?" tanya Gama mulai tak nyaman.

"Nggak kok, buat apa aku marah. Siapa bilang menghindar, ini buktinya kita semobil."

"Ya ... walaupun aku paksa!" ucap pria itu tanpa menoleh. Tetap fokus ke jalanan.

"There ada bilang sesuatu sama kamu?" selidik Gama. Kali ini menoleh sekilas, sebelum akhirnya fokus menatap lurus.

"Nggak ada, ngobrol biasa aja. Fokus kak, jangan lihatin ke samping entar nabrak!" seru Nessa salah tingkah.

"Kamu terlihat beda hari ini, apa kamu sengaja menarik perhatianku?" tuduh pria itu begitu saja. Sampai menepikan mobilnya.

"Apa kakak merasa tergoda, kalau iya berarti penglihatan kakak yang salah," sanggah Nessa melirik sebal.

"Aku tidak suka pakaian kamu yang terlalu pas, mungkin besok bisa ganti dengan style yang lebih longgar," kritik Kak Gama menelusuri lekuk tubuh adiknya itu.

"Kalau nggak suka nggak usah dilihat, sesimpel itu kan?" Nessa sedikit meradang. Ada apa dengannya, kenapa begitu cerewet. Perasaan tadi pagi tidak begini.

"Mungkin kamu benar, tapi bagiku tidak sesimpel itu. Mata pria lain Nessa," ucap Gama menatapnya serius.

"Iya Kak, be-besok aku ganti!" ucap Nessa gugup. Bagaimana tidak, pria itu malah sengaja tak membuat jarak.

"Jalan Kak, katanya sudah ditunggu mama dan Mbak There," ujar Nessa salting.

"Iya, tolong ingat itu Ness!" ucap pria itu menarik diri, lalu kembali menyalakan mobilnya.

Setelahnya keduanya hanya saling diam, sebenarnya Nessa ingin menanyakan perihal semalam, namun ia tak punya nyali setelah kejadian beberapa menit lalu. Bagaimana mata Kak Gama menatapnya. Sepertinya sebentar lagi Nessa akan benar-benar gila, terjebak perasaannya sendiri.

Nessa bernapas lega saat mobil sampai di pekarangan rumahnya. Rumah terlihat masih ramai, nampaknya tamunya ibu belum pulang.

"Nah ... itu yang ditunggu-tunggu pulang!" seru Mama Rianti begitu bersemangat.

Nessa yang baru datang disusul kak Gama di belakangnya nampak santun menyapa semua orang yang berada di ruang tamu.

"Malam Tante," sapa gadis itu menyalim punggung tangannya setelah sebelumnya salim dengan Ibu.

"Malam sayang, wah ... ini pasti Nessa ya?" ujar perempuan temannya ibu.

"Iya Tante," jawab gadis itu tersenyum.

"Kamu lebih cantik dari yang aku kira, baru pulang kerja?"

"Iya, Tan, Nessa permisi ke dalam dulu ya Tante," ujar perempuan itu pamit.

Saat melewati ruang tengah, mendapati kak Gama yang tengah sibuk disambut Mbak There. Nampak kakaknya itu tengah menuangkan minum untuk suaminya. Perpaduan yang pas setelah suami pulang kerja, memang seharusnya istri menyambutnya dan mengurusnya. Pandangan yang sangat jarang Nessa lihat, karena hampir dari penglihatannya, Mbak There jarang melakukan itu. Mungkin terlalu sibuk.

"Ness!" seru There menghentikan laju kakinya melangkah.

"Iya Mbak, kenapa?" Nessa harus pintar menguasai diri dan nampak bahagia luar biasa melihat dua sejoli itu.

"Aku bikin jus kebanyakan buat Mas Gama, kamu mau? Kalau mau ambil saja," ujar Mbak There menawarkan.

"Owh ... boleh Mbak, nanti aku minum, aku mandi dulu," ujar Nessa menekan rasa sabar. Tersenyum ramah dan manis.

Mbak There terlihat manja dan begitu telaten, entah sikapnya sengaja atau tidak, yang Nessa rasakan itu membuat dadanya sesak. Ditambah perlakuan Gama yang begitu perhatian membuatnya semakin tersiksa dengan perasaannya sendiri.

"Cinta, kenapa kamu harus singgah di tempat yang salah?"

1
Nurhasanah
parahh oeyyy 🤦
Nurhasanah
waduhh bahaya melanda, tp kok aku GK setuju y, seolah gak py harga diri y nesa 🤭
Linda Liddia
Tololnya Nessa ini
ayu cantik
suka
Nia Nara
Ini akibat kalau cuma nurutin hawa nafsu
Nia Nara
Karma itu ada, nessa
Nia Nara
Hamil
Nia Nara
Sayang ya nesa akhirnya jebol. Padahal sempet suka sama karakternya nesa, pengendalian dirinya kuat
Jamayah Tambi
Tq Athur Bagus ceritanya.Teruskan bekarya/Good//Good//Good//Good/
Jamayah Tambi
Hamil
Jamayah Tambi
Semoga tidak ada yg ganggu r/tangga kalin/Drool//Drool//Drool/
Jamayah Tambi
Malu klu meminta begini.Kenapa tak guna body contact saja/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Jamayah Tambi
Selamat kenjamu selera
Jamayah Tambi
Cepat sangat cemburu Nessa. Perempuanvsepert Ixvy tak patut buat kawan.Kaki adu domba.Tak sayang mulut/CoolGuy//CoolGuy//Sob//Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Sayang sekali,kenapa harus berhenti kerja.Oh ya Gama kan orang kaya./Sob//Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Bahagianya pengantin baru
Jamayah Tambi
Selamat Pengantin Baru
Jamayah Tambi
Alhamdulillah
Jamayah Tambi
Kalau ya YES
Jamayah Tambi
Jangan nak beralasan lagi Nessa./Sob//CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!