NovelToon NovelToon
Elvan

Elvan

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:327.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fira Anjelita

"Jangan deket-deket!" teriak Aleta galak saat mengetahui Elvan cowok genit yang kerap dipanggil pecinta banyak wanita itu hendak meraih tangannya.

"Hari ini lo boleh nolak gue. Tapi lihat aja cepat atau lambat lo bakalan ngejar-ngejar gue!" Elvan berkata dengan nada meremehkan lalu terkekeh pelan. "camkan itu!" lanjutnya sambil mendorong pelan kening Aleta dengan jari telunjuknya.

"Gak akan!"

"Berani apa?"

"Gue bakalan tembak lo di depan lapangan upacara kalau sampe gue suka sama lo!" kata Aleta penuh keyakinan.

"Fine. Gue bakalan putusin semua cewek gue kalau sampai gue suka sama lo!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Anjelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

013

013

Pendekatan 1

"Kalau ngomong sama gue jangan nunduk. Nanti mahkota lo jatuh."

.....

Setelah Aksa meninggalkan tempat turnamen, turnamen tersebut segera dimulai kembali. Dan kini telah memasuki babak ketiga di mana score sama 1 : 1. Para pendukung tetap bersorak ramai layaknya tak terjadi apa-apa. Dan kini Elvan dengan kukuh tetap mengikuti babak ini. Padahal Gavin dan anggota lainnya telah melarang cowok itu untuk ikut.

Cowok itu tersenyum sinis, menarik ujung bibirnya yang robek. Tak henti-hentinya dia menatap Hendra dengan tatapan mengejek. Point 20 : 15 untuk tim Elvan. Itu artinya 6 poin lagi SMA Angkasa Raya akan menang.

"Gak usah sombong. Lima poin itu mudah," kata Hendra yang tak terima diremehkan.

"Gue tau. Dan gue yang akan menang," sahut Elvan yang kini berhasil mencetak poin karena bola lolos dari tangkapan Hendra.

"Kalau gue yang menang lo gak boleh sedikitpun sentuh Aleta," ucap Hendra yang hanya ditanggapi seringai tajam dari Elvan.

Gavin sendiri kewalahan menangani bola, cowok itu sedikit malas melakukan pertandingan ini. Ia tak tahu jika Elvan menggunakan Aleta sebagai taruhan. Jika saja dia tahu dia tak akan ikut.

"Vin fokus!" kata Kavin kepada Gavin saat mereka melakukan pergantian posisi.

Kini bola melambung tepat ke arah Rio, cowok itu berhasil menanganinya membuat Hendra menggeram kesal.

Satu point lagi tim Elvan akan menang. Mereka bersorak, bersiap pada posisi masing-masing. Hendra sudah memasang muka marah membuat seluruh anggotanya bergidik takut. Kini sang pemegang bola siap melakukan servis, namun tangannya sedikit gemetar akibat pelototan tajam dari sang ketua.

Bola melambung tinggi membuat semua penonton bersorak ramai, ini penentuan. Jika tim SMA Angkasa Raya berhasil mencetak point, maka mereka akan menang.

Semua telah bersiap, tatapan matanya mengarah pada bola yang kini sedang melambung. Saat Gavin akan maju menangkap bola, ternyata semua sia-sia. Karena bola tersebut tak sampai, hanya menyentuh net daerah lawan. Mau tak mau pendukung tim Elvan bersorak ramai diiringi dengan tatapan sinis dari Hendra.

"Selamat, lo berhasil menang. Deketin Aleta. Kalau lo gak berhasil, dia buat gue," ucap Hendra tenang, memendam seluruh emosinya. Kini tangan besarnya telah terangkat mengajak Elvan untuk bersalaman.

"Wee santai. Gue bakalan dapetin dia persis seperti dapetin kemenangan ini," jawab Elvan yang berhasil membuat Hendra mendengus kesal.

"ELVAN! Selamat ya lo menang. Dan sorry karena Aksa lo jadi kaya begitu," ringis Aleta yang merasa bersalah.

"No problem. After all, just misunderstanding."

"Memang kalian salah paham soal apa?" tanya Aleta penasaran dan berhasil membuat Elvan gelagapan.

"Eh anu, itu masalah cowok. Lo gak perlu tahu," katanya dengan sedikit kaku.

"Van, kita pulang?" tanya Gavin dengan sedikit malas. Ia benar-benar malas melihat Elvan yang sedang pdkt dengan modal taruhan.

"Enak aja. Balapan dulu. Kita udah ditunggu dari 30 menit yang lalu," kata Elvan dengan sedikit marah karena Gavin itu pelupa.

"Kalian suka balapan?" tanya Aleta dengan polosnya. Dan hanya dijawab anggukan singkat oleh Gavin.

"Jadi bener ya berita itu?"

"Berita apa?" kini Elvan bertanya dengan nada penasaran. Suara beratnya berhasil membuat Aleta menoleh ke arahnya.

"Lo suka gonta-ganti cewek setiap balapan," kata Aleta dengan sedikit ketus. Ah ... kenapa dirinya sampai lupa jika yang di sebelahnya ini adalah si playboy kelas kakap.

"Ck." Elvan berdecak malas.

Cowok itu melangkah pelan mengikis jarak antara dirinya dan juga Aleta. Sedangkan Aleta hanya mampu mematung menatap mata cokelat susu milik Elvan. Cowok itu semakin dekat, bahkan kini jarak mereka tinggal beberapa senti saja. Sesuatu dalam dada Aleta mulai meledak-ledak. Jantungnya lagi-lagi berulah tanpa persetujuannya.

"Cemburu?" bisik Elvan pelan yang mampu membuat Aleta melotot tajam dan mendorongnya dengan kuat.

"Sembarangan! Mana ada," katanya dengan kedua pipi yang sudah merah. Ia tak pernah sedekat itu dengan laki-laki selain Aksa, Aksa saja hanya sekedar berpelukan tidak lebih.

"Whahaha," tawa Rio dan beberapa temannya menggelegar. Bahkan Elvan terkekeh geli. Mereka merasa lucu karena rona merah pada sisi wajah Aleta. Ternyata benar ketos mereka terlalu lugu.

"Ngapain ketawa?" tanya Gavin yang tak mengerti.

"Anak kecil gak perlu tau. Cabut guys! Area balap sekarang," ucap Elvan yang diangguki seluruh anggotanya.

"Lo mau ikut gue atau pulang?" tanya Elvan memiringkan kepalanya lucu.

"Pulang," jawabnya singkat lalu berlari sekencang mungkin menuju jalan raya. Cewek itu berniat memesan taksi.

"Gue anter," perintah Elvan yang kini menggenggam tangan Aleta lembut.

Aleta terdiam. Mata cewek itu terus tertuju pada tautan tangan mereka. Kenapa dia tidak menolak? Kenapa rasanya sulit untuk melepas begitu saja? Dan apa ini? Jantungnya berdegup cepat. Perutnya serasa digelitiki oleh ribuan kupu-kupu yang berterbangan. Bahkan kini senyum tulus mengembang dari bibirnya.

Aleta memukul kepalanya pelan saat menyadari dirinya sudah gila karena tautan tangan mereka. Cewek itu menggeleng kuat mencoba menghilangkan seluruh pikiran konyolnya.

"Kenapa geleng-geleng?" tanya Elvan yang kini telah melepas tautan tangan mereka.

"Tadi ada lalat," bohongnya.

Elvan menaikan alis kirinya tak percaya. "Di sini mana ada lalat?"

"Eh ... Anu itu tadi nyamuk, iya nyamuk."

"Ck. Terserah. Nih helmnya."

Aleta menerimanya dengan sedikit ragu. Dia sendiri masih bingung kenapa bisa begini. Jangan sampai dia suka sama cowok hama ini, dia tidak akan mau mempermalukan dirinya sendiri.

......

Aleta turun dari motor Elvan, cewek itu melepas helmnya pelan lalu ia berikan kepada si pemilik.

"Ma-kasih ya!" ucapnya pelan dengan kepala menunduk. Bukan karena malu, tapi cewek itu tidak ingin melihat manik mata cokelat susu milik Elvan. Ia takut terpesona dan justru jatuh semakin dalam.

"Ck." Elvan berdecak gemas, diraihnya dagu Aleta lembut agar cewek itu menatapnya. "kalau ngomong sama gue jangan nunduk. Nanti mahkota lo jatuh."

Harusnya Aleta marah, harusnya Aleta melotot tajam saat Elvan menyentuh dagunya. Namun, sayangnya Aleta justru terkunci pada sorotan mata Elvan yang tak pernah bisa ia baca. Ia hanya melihat pantulan dirinya dalam manik mata secokelat susu itu. Tanpa ada sorotan lainnya.

"Terpesona ya?" kata Elvan yang kini terkekeh geli. Entah kenapa cowok itu merasa aneh dengan dirinya sendiri. Sebelumnya ia tak pernah merasa segeli dan segemas ini kepada cewek yang terpesona pada dirinya.

Aleta memberengut malas. Lagi-lagi dirinya kalah.

"Hey tuan hama. Gue gak mungkin dong terpesona sama lo yang model playboy modal tampang?" katanya berkacak pinggang.

"Mana ada. Gue gak berniat jadi playboy tauk. Cuma ya kalau ada yang deketin, apalagi cantik gue gak nolak."

"Sama aja!" bentak Aleta gemas dengan cowok di depannya ini.

"Ck. Terserah dah ... Oiya jangan lupa besok pagi gue jemput," kata Elvan lalu pergi begitu saja meninggalkan Aleta yang membuka mulutnya lebar-lebar hendak menolak.

....

1
shimaizha
lanjutt dong Thor.. nanggung in critanya
Dinda
Luar biasa
Nurmalasari
ku kira nyium ahahaha
Nur Hayati
aku mampir thor 🥰
Ipulgita Ipul
ipul
Muna Maulina Maulina Muna
lnjut dong thorrrt
Neno
tukang bw besi kuningan😂😂😂
astaga thor,2X aku ngulang bc dialog ini baru ngeh maksudnya apa...
Lola banget kyknya aku😂😂😂😂
Agus Purnama
up up up up up up up
Agus Purnama
up upup up up
Nurwana
lnjut....
Elvandraa
mana lanjutanya
Tina Chu
like
Kirana
oke sipp
Naa
like
Naa
like
Biruuuu
Up terus thor.
Semangatt..
Jangan lupa mampir juga dicerita ku yaa🙏😉
Biruuuu
Semangat
Biruuuu
Hadir thor
Biruuuu
😍
Maryati Subur
ayah nya kok jahat banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!