Demi harta warisan, Gadhiata rela menikahi gadis cupu pilihan sang kakek. Pernikahan sandiwara yang akan mereka jalani apakah berjalan sesuai rencana? Apa Hanum sang calon istri akan diam saja saat mengetahui dia hanya dipakai sebagai alat? Bagaimana jika Hanum marah, apakah gadis cupu itu akan menjadi suhu? Hanya untuk membalas dendam pada perlakuan Arrogant Gadhiata selama ini padanya yang memandang sebelah mata.
Baca juga novel Sept yang lain :
Rahim Bayaran
Suami Satu Malam
Dinikahi Milyader
Suamiku Pria Tulen
Dea I love you
My boss my Husband
Pernikahan Tanpa rasa
Menikahi pria dewasa
Cinta yang terbelah
Wanita Pilihan CEO
The Lost Mafia Boy
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena
KANINA yang Ternoda
IG Sept_September2020
Fb Sept September
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelamat
Crazy Rich Bagian 13
Oleh Sept
Kesal karena sikap kaku dari ayah mertuanya, pemilik sekaligus yang membesarkan global Tourshine Groups selama ini, akhirnya Suha menarik diri. Ia kini pergi ke tempat kandang kuda. Di sana ia langsung bicara pada kudanya yang berwarna putih.
Sambil membelai Foni, nama kudanya. Suha kemudian memiliki ide cemerlang. Dengan jahil ia mendekati pelatih kuda milik kakek.
Tap tap tap
Pelan-pelan ia melangkah. Suha kemudian melepaskan gelang emas yang ia kenakan. Dengan melihat sekitar, ia masukkan gelang itu tepat di saku pelatih, orang yang bertanggung jawab atas kuda-kuda di sana.
"Apa ini, Nyonya?" tanya pelatih yang heran sambil mengeluarkan gelang dari dalam saku bajunya.
"Simpan itu, aku tahu putrimu butuh biaya banyak untuk masuk universitas. Tapi ... lakukan perintahkanku."
Sang pelatih kuda menatap ragu, antara mau atau menolak.
"Tapi Nyonya ...!"
"Jangan macan-macam, sidik jarimu sudah ada di benda itu. Kalau kau menolak, akan kulaporkan sebagai kasus pencurian!" ancam Suha sambil berbisik. Takut ada yang dengar rencana jahatnya.
Maju kena, mundur kena. Akhirnya mereka yang selalu di bawah selalu mejadi korban.
"Apa yang harus saya lakukan?"
Suha tersenyum jahat, wanita itu kemudian berbicara pelan.
Sedangkan pelatih kuda, mau menolak pun akan sangat sulit jadinya. Alhasil ia pun menuruti apa mau Suha, istri dari Akas tersebut.
***
Di ruang ganti, Hanum tampak mengenakan pakaian berkuda. Lengkap dengan sepatu boot warna senada. Madam Li dan beberapa pelayan yang mirip dayang-dayang sudah menyiapkan semua kebutuhan Hanum di dalam sana.
"Madam, aku tidak pernah berkuda sebelumnya," ucap Hanum jujur. Kalau sekedar berkelahi dia bisa. Tapi kalau berkuda, Hanum sama sekali tidak tahu caranya.
"Tidak apa-apa, nanti ada pelatih yang membantu."
Hanum hanya menghela napas panjang, ia kembali pasrah ketika madam mengatakan ini dan itu. Dan sekarang, karena semua sudah siap, mereka pun ke tempat pacuan kuda. Di sana Nyonya Suha sudah berputar terlebih dahulu dengan kuda putinya yang mahal tersebut.
Ya, mereka rela mengeluarkan ratusan bahkan milyaran uang hanya demi sebuah hobby. Begitulah kehidupan mereka semua yang bergelimangan harta. Sementara itu, Akas memilih duduk bersama Kakek Mahindra.
Meski ada ikatan darah yang ketal di antara mereka, keduanya seolah memiliki tembok pembatas yang transparan. Ada ketidaknyamanan pada diri kakek Mahindra saat dekat-dekat dengan putra keduanya itu. Semua dimulai ketika almrahum putra pertamanya naik tahta dalam kerajaan bisnis kakek.
Mungkin ada kecemburuan di antara kedua putranya itu. Apalagi sejak kemunculan Geni dalam keluarga besar Mahindra Prakash. Geni yang masih muda dan menawan itu, dulu seperti api yang perlahan membakar kedamaian keluarga besar Prakash.
Ternyata Kakek Mahindra mengendus affair yang tidak beres. Tapi itu dulu, saat mereka bertiga masih muda. Karena sepertinya Nyonya Geni sekarang sangat membenci Akas. Jadi sepertinya affair mereka sudah selesai. Tapi entahlah, kakek Mahindra tidak menjamin hubungan rumit antara almarhum Prakash, Geni dan Akas sudah berakhir atau masih berlanjut tanpa ia tahu.
"Kenapa harus gadis seperti itu?" tanya Akas membuat lamunan kakek Mahindra buyar.
Kakek Mahindra tersenyum getir.
"Urusi masalahmu sendiri, Akas!" ucap kakek sambil menyesap kopi.
"Gadhi pasti menolak, kalau Papa mau. Akas bisa carikan pasangan yang layak untuk Gadhi."
"Tidak usah mencampuri masalah Gadhi, aku dengan putramu kemarin harus mampir ke kantor polisi?" sindir Kakek.
Akas menelan ludah dengan kesal.
"Dia juga cucu Papa!" celetuk Akas.
"Ajari dia bekerja! Jangan hanya menghabiskan uang di club malam, bermain gadis dan anarkisss!" protes kakek Mahindra.
"Dan lagi ... jangan biarkan wajahnya muncul di kantor polisi!" tambah Kakek dengan wajah dingin sedingin es di kutub utara.
Akas mengepalkan tangan menahan kesal. Gara-gara Gradi, ia jadi tidak punya muka di depan papanya. Padahal Gradi hanya di kantor polisi 30 menit, sepertinya mata-mata papanya masih terpasang sempurna. Gradi yang mati-matian ia tutupi dengan segala cela tersebut, malah dengan mudah dilihat oleh Kakek Mahindra Prakash.
'Sepertinya aku harus memberikan pelajaran pada anak itu, bisa-bisanya dia membuatku malu di depan papa!' batin Akas jengkel.
"Satu lagi ..."
Akas kemudian menatap kakek Mahindra yang mau bicara padanya.
"Katakan pada istrimu, kalian memang kaya tapi sikapnya sangat berlebihan."
"Maksud Papa?"
"Kamu lebih paham maksud Papa!" ujar kakek Mahindra tegas.
Lagi-lagi Akas mati kutu, istrinya memang Keterlaluan. Hari ini sarapan di Hawaii, besok malam sudah dinner di Burj Khalifa, Dubai. Belum lagi sebulan bisa puluhan tas branded yang ia beli. Istrinya memang paling pintar menghabiskan uang, meski tidak habis-habis sih.
"Ehem ... ehem!" Akhirnya Akas hanya bisa berdehem. Sepertinya apapun itu selalu salah di mata sang papa.
***
Tempat Pacuan kuda
Hanum sudah menunggangi kuda, bahkan sudah mengitari satu putaran penuh. Awalnya biasa saja. Karena kudanya juga tidak lari kencang. Tapi, setelah Hanum diminta ganti kuda oleh sang pelatih, baru setengah putaran, Hanum merasakan sesuatu yang lain. Hanum semakin panik ketika kuda yang ia naiki tiba-tiba hilang kendali.
"Ada apa ini?" Hanum berpegang erat pada tali saat kuda itu bertingkah liar. Apalagi saat kuda itu melompat keluar jalur, Hanum yang panik hanya bisa merapatkan pegangan.
Kuda semakin berlari kencang, Hanum pun disusul banyak pengawal yang sejak tadi siaga di dalam sana. Sedangkan dari atas kuda putihnya, Nyonya Suha tersenyum jahat.
"Mampusss kau gadis udik!"
Tapi senyum kemenangan Suha perlahan sirna ketika ia melihat orang yang baru saja melewatinya.
Sebuah kuda coklat besar melesat, itu adakah Ramos, kuda paling cepat dan paling hebat di peternakan itu. Dulu itu adalah kuda Prakash, tapi sekarang dikendarai orang lain. Ya, kuda itu melaju dengan pemiliknya yang baru.
"Tuan Muda ... hati-hati! Di sana ada sungai cukup dalam!" teriak salah satu pengawal.
Tidak peduli, Ramos tetap melesat dengan gagahnya bersama sang pewaris global Tourshine Groups. BERSAMBUNG
IG Sept_September2020
eh, konspirasi..
.....
si sulung aku umur 8 th baru punya adek.
aku menyaksikan sendiri,walau bukan aku yg mengalami.ada keluarga yg boleh dikata mampu dan berkecukupan tapi masih juga resahndan ingin menguasai harta saudaranya yg lain.padahal sdh dibagi rata oleh orangtua mereka dulunya.sampai memutuskan tali silaturahmi dg saudara2nya yg lain.