mohon bijak 21+
cerita sederhana, tentang cinta yang butuh perjuangan, tentang wanita yang harus memilih antara cinta dan suaminya.
apa dia akan memilih cinta yang dia idamkan atau memilih cinta suaminya yang sudah bnyak memberinya luka, atau dia memilih jalan lain dari keduanya?
ini akan ada dua versi cerita, yang pertama Dila dan Andri, dan cerita kedua ada Diana dan Rusdy...
jadi simak ya gaes... karena ini tentang PIL yang di miliki oleh para wanita, meski tidak semua🤫🤫🤫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penasaran bayu.
Dila terlihat begitu sibuk di depan komputer, sedang Bu Tantri mengerjakan pekerjaan model kaos yang di pesan oleh beberapa klub sepeda motor.
terlihat semua sedang sibuk, dari lantai dua, Bayu melihat sosok Dila yang begitu kalem.
dari balik kaca bening itu, dia pun tersenyum melihatnya, "aku seperti begitu mengenalmu, terlebih pria yang mengilai mu itu kini makin stres setelah kamu menikah, dan aku sekarang tau kenapa dia bisa seperti itu, ternyata kamu seperti bunga indah, jadi aku penasaran apa bisa aku dekat dengan mu Dila," lirih bayu.
tring.. sebuah pesan masuk ke ponsel Bayu, ternyata itu adalah pesan yang dikirim oleh Andri.
ya pria itu sudah mulai bekerja lagi, dan sekarang Andri sedang memiliki tugas ke Kalimantan selama dua tahun.
"wah... lihatlah pria mu mengirim pesan," kata Bayu menyeringai.
Andri memang tak tau jika Dila pindah ke daerah Gresik, terlebih setelah kejadian terakhir Andri pun menerima penugasannya.
Bayu pun mengerjakan semua laporan yang di minta oleh Andri, dan dia juga mengatakan jika produksi cukup baik.
tak terasa istirahat makan siang, Dila di ajak Bu Tantri bersama teman yang lain untuk duduk lesehan di samping pabrik.
Dila pun tak keberatan, mereka pun mengeluarkan bekal masing-masing, "aduh mbak Dila makanannya sehat sekali," kata Vivi.
"iya mbak, ini tadi permintaan suami saya," jawab Dila.
"owalah tak kita mbak Dila belum menikah, ternyata sudah toh, habis masih muda dan cantik, dan lagi baru lulus SMK juga loh, terus suaminya kerja di mana?" tanya Iim.
"itu mbak, dia bekerja di pabrik makanan, sebagai tim quality control," jawab Dila.
"wah... hebat ya," jawab kedua wanita itu.
"sudah-sudah kalian ini, ayo makan terus istirahat jangan sampai waktu istirahat habis cuma buat ngobrol," tegur Bu Tantri.
"iya Bu, oh ya bagaimana cowok yang Deket kos Bu Tantri, aku hilang kontak nih Bu, terlebih satu bulan ini," kata Vivi nampak sedih.
"loh siapa mbak?" tanya Iim penasaran.
"itu loh mas Hendra, cowok ganteng yang tetangga Bu Tantri itu, dia kan sering godain kita kalau lewat atau main ke rumah Bu Tantri," jawab Vivi tertawa.
Dila pun langsung terbatuk-batuk mendengar itu, apa hendra suka menggoda wanita.
"kalian ini, dia sudah menikah, sudah jangan di bahas," marah Bu Tantri yang sedikit tak suka.
Dila pun nampak tersenyum paksa saat Bu Tantri menepuk bahunya, Dila hanya bisa bertanya masalah ini pada suaminya.
setelah makan, Dila pamit untuk sholat sebentar bersama Bu Tantri, dan dua teman mereka memilih tidur di pelataran pinggir pabrik itu.
selesai sholat dhuhur keduanya juga ikut beristirahat di samping iim dan Vivi yang sudah lelap tertidur.
Dila mengirimkan pesan pada suaminya itu, terlebih dia hanya ingin memastikan saja jika Hendra sudah makan.
"hen, ada pesan dari istrimu, gila langsung lima loh," ledek Sari teman satu tim dengan Hendra.
"kenapa iri, bilang bos," jawab Hendra merebut ponselnya dari tangan sari.
"alah buat apa iri, paling-paling istrimu itu item, jerawatan, kampungan dan juga norak, orang desa bos, ha-ha-ha," hina sari yang memang memiliki kulit putih tapi sedikit tonggos.
tapi Sari memiliki body yang aduhai, sering menjadi godaan bagi para teman prianya.
"kalau tak tau dan tak kenal gak usah sok menghina ya," kesal Hendra.
ternyata saat di membaca pesan Dila, istrinya itu hanya bertanya tentang istirahat dan mengingatkan Hendra untuk makan.
"cek ileh... yang pengantin baru, senyum aja lu lihatin tuh ponsel, sudah nanti bisa gila mendadak lagi," ledek Andi.
"biarin kenapa sih, istri-istri ku juga, kenapa Klin berdua yang repot, Ridwan mau sholat hak bareng yuk," ajak Hendra.
"ya Allah, ada apa dengan raja singa ini bisa mau sholat kesambet apa lu," kata Ridwan tak percaya
"udah deh, kebanyakan bacot lu, ayo sholat," ajak Hendra yang menyeret pria itu.
Ridwan pun sedikit senang dengan perubahan temannya itu, terlebih Hendra yang biasanya suka sekali menggoda bahkan berdekatan dengan wanita kini sedikit berubah.
setelah sholat, Hendra menelpon Dila meski tak lama, setidaknya dia bisa mengeratkan hubungan antara dirinya dan Dila.
pukul satu siang, semua pun kembali ke bagian masing-masing, tak terasa pekerjaan berjalan sangat lancar.
pukul lima sore Dila dan Bu Tantri sudah bisa pulang, karena tak jauh hanya butuh Lina belas menit untuk sampai di kos.
Dila langsung mandi karena belum sholat ashar, dan dia memeriksa ponselnya ternyata Hendra belum pulang.
tak lama saat Dila sedang bermain ponsel sebuah pesan masuk, ternyata Hendra yang mengirimkan lokasinya dan meminta Dila menjemputnya.
Hendra sedang berada di bengkel karena ulah teman-temannya. pasalnya tadi Sari dan Andi sengaja menyiramkan air ke mesin motor Hendra hingga mogok.
Ridwan sedikit marah begitupun Hendra karena bercandaan mereka keterlaluan, dan beruntung karena pabrik mereka dekat bengkel.
Dila sedikit bingung karena lokasi yang di kirimkan Hendra, dan dia pun berhasil setelah dua puluh menit berkendara, dan bertepatan dengan adzan magrib.
Ridwan heran melihat seorang gdis yang melihat ponselnya dan juga nama bengkel.
"ada yang bisa di bantu mbak?" tanya Ridwan.
"ini mas, saya mencari mas Hendra katanya motornya di bengkel sedang sejati, tapi kok gak ada orangnya?" tanya Dila.
"ow... kamu adiknya ya, tunggu saja dia sedang di kamar mandi, silahkan duduk di sini," kata Ridwan yang menunjuk sebuah kursi.
"terima kasih," jawab Dila.
kebetulan Hendra keluar dari kamar mandi, saat Dila ingin menghampiri suaminya itu, tak di duga dari datang dan langsung memeluk Hendra dengan mesra.
"lihar kan istrimu tak menjemput mu, pasti dia norak makanya kamu malu," kata sari yang tertawa meledek.
tanpa sadar air mata Dila menetes melihat itu, tapi gadis itu buru-buru menghapus air matanya.
"sari jangan keterlaluan, ada adik Hendra disini," kata Ridwan yang mengejutkan kedua orang itu.
Hendra reflek mendorong sari hingga jatuh saat melihat Dila yang tersenyum kearahnya.
"mas, katanya motornya rusak, ayo kita pulang, kebetulan aku belum sholat magrib," kata Dila.
"wah calon adik ipar ternyata, perkenalkan calon istri kedua Hendra," kata sari yang langsung merangkul tangan Hendra dan mencubitnya.
"maaf mbak, kebetulan saya tak ada keinginan untuk di madu, dan jika mas Hendra mau, dia harus memilih satu," jawab Dila yang langsung memberikan kunci motornya pada Hendra.
"terima kasih ya mas sudah menemani saya, saya permisi," kata Dila pada Ridwan yang hanya mengangguk.
sukses
semangat
mksh
udah tahan nafas nih bacanya dr tadiiii
hamil gak yaa dia???
tp klo fatin uda lupa ingat.an bkalan susah.
mending mahi sam husna ajj.
kasian husna nya sdah tdak perawan di tnggl calon nya meninggal