NovelToon NovelToon
SECOND LOVE

SECOND LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:360.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gibran Tanuwijaya Gilbert, duda anak satu yang harus merelakan kepergian istrinya disaat lagi sayang-sayangnya, cinta Gibran sangat besar terhadap almarhum istrinya sehingga membuat Gibran menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita manapun.

Kehadiran Livia yang merupakan guru sang anak mampu memporak-porandakan hatinya. Livia yang merupakan seorang janda tanpa anak itu sangat menyayangi anak Gibran begitu pun sebaliknya.

Akankah Gibran tetap menutup rapat hatinya atau akan menuruti keinginan anaknya yang sangat menginginkan seorang Ibu?

Supaya nyambung dan kalian tahu siapa Gibran, kalian baca dulu CINTA DOSEN GENIUS...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

💔

💔

💔

💔

💔

Gibran benar-benar sulit untuk didekati tapi Monica tidak mau menyerah, dia terus saja mencari cara untuk bisa merebut hati sang duda tampan itu.

"Aku yakin Pak Gibran akan jatuh kepelukanku, pria mana sih yang akan menolak kalau disuguhi tubuh seksi milikku. Dulu saja Damar dengan mudah bisa aku dapatkan, masa iya aku ga bisa dapatkan Pak Gibran," gumam Monica.

Monica pikir, Gibran sama dengan Damar yang akan tergoda dengan rayuannya. Jangankan Monica yang tidak ada apa-apanya, Nasya saja yang wajahnya mirip dengan sang istri tidak bisa meluluhkan hati Gibran.

Entah siapa wanita yang nantinya bisa mencairkan hati Gibran yang sudah terlanjur membeku itu.

Gibran dan Monica kembali ke hotel pas pukul 19.00, Gibran langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Monica, entah apa yang sedang dia bicarakan dengan Manager hotel itu.

Tidak lama kemudian Gibran pun selesai, Gibran hanya memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan kemudia Gibran pun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Saking kelelahannya, Gibran pun langsung tertidur dengan lelap.

"Sayang, kamu jangan terus memikirkan aku. Aku ingin kamu move on dan memulai hidup baru lagi, Gilsya butuh sosok seorang Ibu kamu harus membuka hatimu untuk wanita lain aku tidak apa-apa, aku tidak akan marah yang pastinya carilah kebahagiaanmu. Aku akan senang sekali kalau ada wanita yang mau menjadi Ibu sambung untuk Gilsya dan bisa mengurus kamu dan menemanimu."

Saat ini Gibran sedang bermimpi dan Gibran tertidur di pangkuan Alsya. Alsya begitu sangat cantik dengan membelai wajah Gibran penuh dengan kasih sayang.

"Tapi aku tidak mau menikah lagi sayang, dihatiku hanya ada kamu dan akan seperti itu untuk selamanya."

Alsya menggelengkan kepalanya. "Tidak sayang, Gilsya butuh sosok Ibu dan kamu juga butuh seseorang untuk menemanimu dan mengurusmu. Lihatlah, tubuh kamu sedikit kurus aku tidak mau kamu terus memikirkan aku karena aku sudah tenang jadi aku izinkan kamu menikah lagi dengan wanita pilihanmu."

Alsya terus mengusap pipi Gibran membuat Gibran tersenyum dan merasa nyaman, setelah sekian lama akhirnya Gibran merasakan lagi belaian dari istrinya.

Gibran memegang tangan yang dikiranya adalah tangan Alsya, tapi sebenarnya itu adalah tangan Monica.

Tadi Monica meminta kunci cadangan kepada Manager hotel dengan alasan yang sangat meyakinkan sehingga Manager hotel itu pun memberikan kunci cadangannya kepada Monica.

Saat Monica masuk ke kamar Gibran, Monica memakai baju tidur yang sangat seksi dan tipis sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Monica yakin, semua pria tidak akan menolak saat ada wanita seksi berada di hadapannya termasuk Gibran.

"Sayang, aku sangat merindukanmu," gumam Gibran dengan mata yang masih terpejam.

"Kamu sangat tampan," seru Monica.

Gibran langsung membuka matanya dan melihat di sampingnya sudah ada Monica dengan senyumannya yang dibuat menggoda. Gibran melihat tangan yang digenggamnya dan itu ternyata tangan Monica. Gibran langsung bangun dan menghempaskan tangan Monica.

"Ngapain kamu ada disini? kenapa kamu bisa masuk ke kamarku?" bentak Gibran.

"Pak Gibran aku menyukaimu dan aku bersedia menjadi Ibu sambung dari anakmu," seru Monica tidak tahu malu.

"Keluar dari kamarku!" bentak Gibran.

"Tapi---"

"Aku bilang keluar dari kamarku!" bentak Gibran menggema diseluruh sudut ruangan.

Gibran sudah sangat emosi dengan kelakuan anak dari rekan bisnisnya itu, Monica terlihat gemetar dia merasa takut dengan bentakan Gibran yang sangat kencang itu.

Akhirnya Monica pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar Gibran, tapi pada saat Monica ingin membuka pintu Gibran menghentikannya.

"Bilang kepada Pak Anjas, aku akan membatalkan proyek ini karena aku tidak suka dengan kelakuan anaknya yang terlihat sangat murahan," seru Gibran dingin.

"Ja--jangan Pak Gibran, aku mohon Papa bisa marah besar sama aku."

Monica kembali membalikan tubuhnya menatap wajah Gibran yang saat ini sudah sangat memerah menahan emosi.

Dengan cepat, Gibran menghampiri Monica dan mendorong tubuh Monica dengan kasarnya supaya keluar dari dalam kamarnya, setelah itu Gibran membanting pintu kamar dengan sangat kencang membuat Monica tersentak karena kaget.

Gibran segera menghubungi pihak hotel dan tidak lama kemudian Manager hotel pun datang.

"Selamat malam Tuan, apa ada yang bisa kami bantu?"

"Anda Manager hotel disini?" tanya Gibran dingin.

"Iya Tuan."

"Siapa yang sudah memberikan cardlock kamar ini kepada wanita yang bernama Monica?"

"Sa--saya Tuan."

Gibran menatap tajam kearah Manager hotel iti dan menghampirinya membuat sang Manager menundukan kepalanya tidak berani menatap Gibran. Gibran menarik kerah kemeja Manager itu dengan amarah yang dari tadi dia tahan.

"Kamu sudah bosan kerja disini? berani sekali kamu memberikan cardlock kamarku kepada orang lain."

"Ma--maaf Tuan, tapi dia sendiri yang memintanya kata dia Tuan adalah tunangannya dan dia ingin membujuk Tuan yang saat ini sedang marah kepadanya, dia mengancam saya kalau saya tidak memberikan cardlock itu."

"Saya tidak mengenal wanita itu dan dia bukan tunangan saya, pokoknya saya akan tuntut kamu karena sudah berani dengan lancangnya memberikan cardlock kamar saya tanpa izin dan itu sudah membuat saya tidak nyaman!" bentak Gibran.

"Jangan Tuan, saya mohon maafkan saya. Saya mengaku bersalah tapi wanita itu ucapannya sangat meyakinkan Tuan maka dari itu saya memberikannya."

Gibran melepaskannya cengkramannya. "Pergi kamu!"

"Ba---baik Tuan."

Manager hotel itu pun langsung meninggalkan kamar Gibran. Gibran pun mengusap wajahnya kasar. "Kurang ajar, dasar wanita murahan," gumam Gibran.

Keesokan harinya...

Pagi-pagi sekali Gibran sudah siap-siap, dia akan pulang ke Jakarta. Suasana hatinya sudah tidak enak dan moodnya pun sudah hancur gara-gara kelakuan Monica.

Gibran melihat ponselnya dan dua hari ini tidak ada pesan dari Guru Gilsya itu artinya Gilsya baik-baik saja. Gibran dua hari ini memang tidak sempat menghubungi mertuanya untuk menanyakan bagaimana kabarnya.

Setelah beberapa jam, akhirnya Gibran pun sampai di Jakarta. Gibran langsung menuju sekolahnya Gilsya hanya sekedar untuk melihat keadaan puterinya itu.

Disaat Gibran sampai di sekolahannya Gilsya, ternyata anak-anak sedang istirahat. Gibran bisa melihat Gilsya sedang berlari-larian dengan teman-temannya dan itu membuat Gibran tersenyum. Tawa Gilsya adalah kebahagiaan untuknya dan yang paling utama, tawa Gilsya itu sangat mirip dengan tawa Alsya.

Bruukkkk...

Gilsya terjatuh, Gibran ingin menghampiri puterinya itu tapi dilihatnya Livia segera berlari menghampiri Gilsya.

"Huawaaaa....hiks..hiks..hiks..."

"Ya Alloh Gilsya, kamu kenapa bisa sampai terjatuh?" seru Livia panik.

"Tadi kaki Gilsya tersandung batu, Bu."

Dilihatnya lutut Gilsya berdarah dan dengan cepat Livia menggendong Gilsya dan membawanya ke UKS. Gibran hanya memperhatikan keduanya dari jauh, tidak lama kemudian Livia pun muncul dengan masih menggendong Gilsya.

"Cup..cup..cup..sudah jangan menangis lagi, Gilsya kan anak yang kuat," seru Livia.

Gilsya terus saja menangis digendongan Livia, Gibran tahu puterinya itu kalau menangis akan lama akhirnya Gibran pun menghampiri Gilsya.

"Sayang, kamu kenapa?"

"Papi...hiks..hiks..hiks.."

Gibran mengambil alih Gilsya dari gendongan Livia.

"Lutut Gilsya sakit, hiks..hiks..hiks.."

"Sudah jangan nangis, puteri Papi kan jagoan masa segitu saja nangis."

"Papi, bawa oleh-oleh ga buat Gilsya?"

"Bawa dong, banyak banget tuh di dalam mobil."

"Kalau buat Bu Livia?"

Gibran menoleh sebentar ke arah Livia. "Ada, Papi juga bawakan oleh-oleh buat Bu Livia."

"Yeayyy...."

"Ya sudah, sekarang Gilsya masuk dulu yuk! sebentar lagi pulang kok," bujuk Livia.

"Iya Bu."

Gilsya pun turun dari gendongan Papinya. "Papi akan menunggu Gilsya sampai Gilsya pulang."

"Iya Pi."

Gilsya pun segera masuk ke dalam kelasnya. "Mari Tuan, saya masuk dulu."

Gibran hanya menganggukkan kepalanya, Gibran pun duduk di depan kelas Gilsya. Awalnya Gibran hanya fokus dengan ponselnya tapi pada akhirnya Gibran memperhatikan Livia yang sedang mengajar anak-anak.

Livia terlihat bersemangat, bahkan dia tidak sungkan-sungkan bernyanyi dan berjoged di hadapan anak-anak didiknya dan itu membuat Gibran tersenyum.

"Cantik...."

💔

💔

💔

💔

💔

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Milk banana
wahai damar Dajjal. mending Lo Ama Monica aja, soalnya sama ( sama-sama Dajjal!!! )
Patrick Khan
.monica buang kelaut aja
Milk banana: ya setuju, jika anda bosan dengan kelakuan Monica, lemparkan saja ke laut~
total 1 replies
Patrick Khan
.monica gk berubah blas ya😠
Patrick Khan
.anak kecil selalu jujur😁
Patrick Khan
wah gk bener ini damar nie😡😡
Lila Susanti: apakah yg namanya sugiona suka selingkuh ??/Silent/
total 1 replies
Patrick Khan
.pindah siniiii😊
we
alur cerita menarik seru semangat kakak
we
jailnya gilsya
Maria Magdalena Indarti
tengkyuu thor.
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Cerita Gilsya di judul "THE BEST COUPLE"
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
conggrat Livia & Gibran. rukun, setia, bahagia
Maria Magdalena Indarti
Gibran was was nih saingan sm anaknya
Lila Susanti: suka ma karakter bee , ceria bw energi postif
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
syukurlah Livia ktm ortu yg kaya raya
Maria Magdalena Indarti
jadi deh Livia n Gibran.
Monica emang ga waras mau membunuh bapak angkat nya.
ga waras, Gila
Lila Susanti: pantes neneknya demir benci bgt sama demir. anknya di bunuh monica, ud dr awal abis lahiran di tinggal , jd makin tambah benci ke monica. pelampiasannya ke demir
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Monica sdh gila
Maria Magdalena Indarti
kenapa ada orang jahat spt Monica. apa ga punya hati
Maria Magdalena Indarti
Livia sgt tulus
Maria Magdalena Indarti
semoga Livia n Gibran jodoh
Maria Magdalena Indarti
nasib Livia malang
Maria Magdalena Indarti
Livia termakan omongan monica. bodoh
Maria Magdalena Indarti
gilsya jail
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!