Maggie adalah seorang gadis kecil yang tidak pernah dianggap oleh daddynya karena ia terlahir dari rahim wanita yang tidak diinginkan yaitu rahim seorang gadis desa yang bekerja sebagai pembantu.
Gadis berusia 2 tahun ini mencoba mengambil hati daddynya dengan berbagai cara namun sia-sia. Sampai suatu saat ia lelah dan menerima tawaran mommynya untuk pergi ke tempat yang jauh disanalah mereka memulai hidup baru dan mengubah takdir hidup mereka, saat itulah gadis kecil ini perlahan-lahan mulai melupakan sosok daddy yang begitu ia idamkan.
Apakah mereka akan bertemu kembali? ikuti terus novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lala Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Australia
“Nak, apakah kamu mau ikut ayah ke Australia? Saat ini orang-orang dari mantan suami kamu lagi memantau kedai ini, dan kemungkinan esok atau lusa mereka akan datang menjemputmu kembali, tapi jujur ayah tidak akan melepaskanmu kembali menderita apalagi saat ini istri dari mantan suamimu sementara mengandung anak mereka.” Jelas tuan Devid
“Baik ayah, bawalah kami pergi sejauh mungkin agar mereka tidak menemukan kami lagi” ucap Mey dengan menahan sesak dihatinya
*****
semua persiapan beres dan sang sopir membawa barang-barang peting itu untuk menaruhnya di bagasi mobil, merekapun bergegas naik ke atas mobil setelah kedai ditutup.
mereka mampir ke rumah Novi untuk minta ijin agar bisa membawanya juga ke Australia. Awalnya kedua orangtua Novi tidak mengijinkan tapi rayuan Maggie yang tak tertandingi itu membuat kedua orang tua ini akhirnya mengiyakan.
"Paman, bibi... kenalkan ini ayah kandung Mey, selama ini beliau di luar negeri" ucap Mey memperkenalkan
"Pak, bu.. maaf aku ke sini meminta ijin buat anak pak dan ibu akan aku bawa ke Australia" ucap tuan Devid to the poin
"Hah?? maaf tuan tapi Novi nggak bisa pergi jauh-jauh" ucap ibu Nur
"Oma, tenapa ga tacih ijin ta Novi itut cama Ade?" siapa lagi kalau bukan Maggie yang bersuara kali ini
"Tapi nak, ka Novi kan tidak harus ikut ke sana, ka Novi cuma teman mommy kamu sayang. rumah ka Novi ada di sini" ucap bu Nur menjelaskan
"Ta Novi halus itut, ade mauna ta Novi titic" jurus menangis sambil banting-batingnya keluar
"Sudalah paman, bibi... Novi cuma ikut kita sampai Maggie betah di sana, setelah itu Novi balik lagi kog!" ucap Mey memohon
"Baiklah, kamu hati-hati. Memangnya kapan berangkat ke sana?" tanya ayah Novi
"Hampir subuh kita berangkat tapi malam ini kita pulang ke kota" jawab tuan Devid
"Paman, bibi... kalau ada yang bertanya soal Mey dan Maggie bilang aka nggak tau yah?"
"Iya nak, semoga setelah ini kebahagiaan menanti kamu" tambah ibu Nur
"Amin" jawab yang lain
Mereka akhirnya pamit setelah Novi mengambil beberapa baju untuk berganti sementara.
"Kami jalan dulu ya" ucap Mey sambil mencium punggung tangan dua orang tua itu di ikuti Novi dan Maggie
"Oma opa tami pelgi dulu ya? da bye" ucap Maggie sambil memberi kiss jauh
"Iya hati-hati nak, oma pasti rindu" ucap bu Nur berkaca-kaca
"Nanti ade vc bial oma ga cedih" ucap gadis lecil itu yang sudah menghilang dari balik pintu.
Rombongan inipun malam ini langsung pergi ke ke kota. Karena subuh nanti mereka harus berangkat dengan jet pribadinya tuan Devid.
mereka baru tiba di apartemen tuan Devid hampir jam 12 malam, semuanya langsung beristirahat karena esok harus berangkat subuh.
Malam ini terasa sangat lambat membuat suasana hati Mey kembali gelisah.
(Mas, selamat berbahagia dengan isteri dan calon anakmu. Memang sulit untuk menghapus rasa ini tapi aku bersyukur karena di pertemuan kita yang singkat ini, aku bisa memiliki kehidupan baru yaitu putriku. Aku berharap dengan meninggalkan negara ini? semua tentang kitapun berakhir, aku juga butuh bahagia mas, maafkan aku, i love u) gumam Mey yang menangis dalam diam, di saat semua oranh sudah terlelap.
Mengingat nasib percintaannya yang aneh, begitu banyak luka yang ia dapat bahkan tak sekalipun ada perhatian untuknya namun entah kenapa cinta bisa tumbuh secepat itu di hatinya.
menjelang subuh, semua bergegas bangun untuk bersiap tapi tidak dengan Maggie yang masih betah dibalik selimut tebal itu.
Agar tidak memakan waktu, Mey memilih membawanya meletakan Maggie dalam strollernya bayi beruntung semalam Mey sempat ingat untuk membawanya juga.
semuanya menuju bandara dan take off tepat jam 5 subuh.
*****
Pagi ini, baik Alfa maupun kedua orang tuanya mendatangi tempat yang ditempati oleh Mey dan Maggie.
Alfa tiba lebih dahulu karena ia berangkat lebih pagi apalagi perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam. Alfa baru tiba tepat pukul 10 pagi namun anehnya kedai itu tidak dibuka padahal hari sudah hampir siang. Melihat ada orang di sekitar situ Alfa datang untuk bertanya.
"Mas, kenapa kedai ini belum buka?" tanya Alfa
"Anu tuan, kemarin masih buka tapi katanya pemilik kedainya udah pindah semalam" ucap pria itu
"Hah?? pindah semalam? pindah ke mana mas"
"nggak tau mas, soalnya semalam ada yang melihat kalau mbaknya angkut barang malam-malam" jelas pria itu
Deg
(Apa Mey tahu kalau aku mau ke sini? kanapa semakin aku mengejar semakin kamu memjauh?) batin Alfa
Tidak yakin dengan ucapan pria tadi Alfa memilih mendobrak pintu kedai, setelah terbuka ia masuk dan tidak mendapati apa-apa hanya sebuah foto yang terletak di atas meja yang ada di dalam sebuah ruangan kecil.
di angkatnya sebuah bingkai foto, dari latarnya sudah dipastikan foto itu diambil saat mereka masih tinggal di mansion keluarga Adipaty.
Makin merasa bersalah Alfa melihat keceriaan gadis kecil di dalam foto itu. Namun saat ini egonya terlalu tinggi untuk mengakuinya.
Di saat yang bersamaan, orang tuanya tiba.
"Alfa? di mana menantu dan cucuku?" tanya mama Ratna
"Mereka pergi, katanya mereka sudah pindah semalam" ucap Alfa sedih
"Apa maksud kamu? ini semua gara-gara kamu. Dasar anak nggak tau diri" ucap mama Ratna yang marah besar.
Semangatnya untuk bertemu dengan cucu dan menantunya pupus.
"Udahlah mah, mereka pasti udah bahagia sekarang. Lagian sebentar lagi mama akan punya cucu dari Nina" ucap Alfa tanpa dosa
"Jangan harap aku akan menerima anak haram itu" suara mama Ratna meninggi
"Mah cukup... bagaimanapun dia tetap cucu mama anak kandungku, jangan karena wanitu itu lalu mama tidak mau menerima anakku yang lain" Bentak Alfa pada mamanya
"Jadi kamu yakin itu anakmu Alfa? jika dia lahir jangan pernah memberi nama Adipaty padanya,. karena papa tidak akan mengijinkanya kamu mengerti?" ucap papa Alberth yanh sudah tidak menahan emosinya apalagi Alfa sampai membentak isterinya.
Alfa yang marah pergi begitu saja setelah membanting bingkai foto tadi.
Mama Ratna mengambil selembar foto yg baru saja dibuang itu dan mengusapnya.
(Di manapun kamu berada, mama berharap kamu baik-baik saja dengan cucuku) batin mama Ratna
"Kita pulang mah," ucap papa Alberth
..."iya pah" jawab apa adanya...
...*Dibelahan bumi yang lain*...
Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya tiba juga mereka di bandara Australia. Di sana sudah ada beberapa mobil yang menjemput mereka. Karena kelelahan tidak ada seorangpun yang bersuara di dalam mobil. Maggie jangan ditanya lagi, gadis kecil ini kembali tepar di pangkuan mommynya.
(Selamat datang hidup baru) batin Mey
(Terima kasih Tuhan sudah mewujudkan impianku) bati Novi
*****
-Bersambung-