¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.13 Shoping
Kiran benar-benar masih marah dengan Andrian karena kejadian semalam. Sebenarnya Kiran malas melihat wajah Andrian, tetapi bagaimana lagi dia harus kerja. Dan pasti ada Andrian yang mengantarnya. Kalau tidak, dia bisa jenuh mendengar omelan mamanya.
"Mana itu sopir?" Kiran menggerutu sambil melihat jam ditangannya.
"Bi, bi inah!" Kiran berteriak memanggil bi Inah.
Bi Inah berlari tergopoh-gopoh dari dapur.
"Iya non, manggil bibi ada apa?"
"Mana sopir itu? Bisa telat aku." Ujar Kiran dengan wajah sebal.
"Bentar non saya panggil dulu." bi Inah berlari kebelakang memanggil Andrian.
Andrian sudah tampak rapi dan berjalan kedepan.
"Itu nak Andrian." Gumam bi Inah dalam hati.
"Ada apa bi, buru-buru gitu?" Andrian tampak heran.
"Itu nak, non sudah tidak sabar takut telat."
"Ohhh maaf bi, tadi saya sakit perut." Andrian mempercepat langkahnya dan meninggalkan bi Inah.
Bi Inah kembali kedapur, dan kembali mengerjakan pekerjaan rumah.
"Maaf non, saya telat." Andrian berusaha meminta maaf.
"Kebiasaan kamu, mau saya pecat?" Hardik Kiran sambil berlalu.
Rina hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya yang tidak pernah berubah.
"Semoga kamu sabar nak Andrian." Rina mengelus dada sambil berdiri memandangi Kiran dari jauh.
"Buka pintunya!" Perintah Kiran dengan nada keras.
Andrian melangkah dan membukakan pintu mobil.
"Silahkan non." Dengan sopan Andrian mempersilahkan.
Didalam mobil mereka tampak membisu, ada kemarahan diraut wajah Kiran. Andrian hanya terdiam, Sesekali Andrian melihat dikaca mobil menatap wajah Kiran, Andrian tersenyum.
"Cantik sih tapi sombongnya itu." Andrian diam sambil senyum-senyum sendiri.
Akhirnya tiba juga dikantor, seperti biasa Andrian menunggu diparkir bersama sopir-sopir yang lain.
"Pagi bu." Sapa karyawan Kiran.
"Pagi." Jawab Kiran jutek.
"Kenapa, bos kita itu akhir-akhir ini jutek sekali?" Bisik para karyawan.
Maya tengah lewat didepan karyawan dan mendengar bisik-bisik mereka.
"Husssstttttt. Maya memberi kode untuk mereka diam.
"Maya!" Kiran tampak teriak dari ruangannya.
Maya berlari keruangan Kiran.
"Iya bu ada apa?"
"Dimana berkas yang harus saya tanda tangani?" Ujar Kiran ketus.
"Itu bu, didepan ibu." Maya menyerahkan berkas berwarna merah.
"Oh sorry? Kiran tersenyun sinis.
"Ya sudah, kamu boleh keluar dan lanjutkan pekerjaanmu!"
"Iya bu." Maya berlalu dari hadapan Kiran. Rasa bingung menyelimuti pikirannya.
"Kenapa, akhir-akhir ini bu Kiran kasar ya. Segala pertanyaan muncul dibenak Maya.
Jam sudah menunjukkan waktu istirahat, Kiran tampak keluar dari ruangannya.
"Maya, kita makan sama-sama. Kiran tersenyum pada Maya.
"Iya bu!" Maya berjalan disamping Kiran.
Andrian melihat bosnya lalu bergegas pergi kemobil dan membuka pintu mobil.
"Silahkan non." Andrian mempersilahkan mereka secara bergantian.
"Sopir, Gagah sekali sopir bu Kiran." Maya terdiam memandangi Andrian sambil tersipu.
"Antar aku ke mall!" Perintah Kiran pada Andrian.
"Baik non." Andrian melajukan mobilnya.
Sesampai di mall, Kiran dan Maya asyik berbelanja. Kiran tertawa melupakan apa yang sudah terjadi. Maya bahagia melihat bosnya tampak bahagia.
"Mayapilih aja, aku yang bayarin."
"Iya bu." Maya terlihat senang.
Setelah puas berbelanja, mereka makan. Lalu bersiap untuk pulang. Kiran membawa begitu banyak belanjaan.
"Sopir bawa ini." Kiran memerintah Andrian untuk membawa belanjaan.
"Baik non." Andrian membawa semua belanjaan.
Tempat parkir jaraknya agak jauh, Andrianmembawa semua belanjaan. Maya sesekali melirik Andrian dan merasa kasihan.
Tiba-tiba dari kejauhan, anak buah papanya Andrian yang sudah keliling mencari Andrian melihat Andrian dimall.
"Loh itu seperti Den Andrian?" Ujar salah satu bodigar.
"Mana?" Ucap bodigar yang lain.
Gunawan mengutus 3 anak buahnya untuk mencari Andrian
"Iya benar itu Den Andrian! Bersama cewek cantik apakah itu pacarnya?" Ujar ketua bodigar itu.
"iya sepertinya bos? Sungguh mulia Den Andrian rela membawakan belanjaan pacarnya. Hahaha" merekapun tertawa senang.
"Ya sudah biarkan saja. Kita hanya cukup melapor pada tuan. Jika Den Andrian baik-baik saja." Kata ketua bodigar itu lalu, melajukan mobilnya.
Didalam mobil, Andrian tampak membisu. Sedangkan Kiran dan Maya asyik bercanda. Maya turun dikantor. Sedangkan Kiran dan Andrian langsung kerumah.
Sampai dirumah, Andrian membawakan belanjaannya. Bi Inah berlari membantu Andrian. Kiran tidak memperdulikan mereka lalu berlalu kekamarnya.
~ Jangan lupa selalu tinggalkan jejak ya, like komen dan votenya ya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...