NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Faelar menatap hidangan di depannya dengan pandangan tidak percaya.

Bentuknya sangat indah dan presisi layaknya karya seni patung dari marmer.

Elf itu mengambil pisau dan garpu perak dari samping piringnya.

Dia memotong ujung pastry itu dan terkejut karena dagingnya terpotong dengan sangat mudah.

Faelar memasukkan potongan daging beserta kulit renyah itu ke dalam mulutnya.

Mata Elf murni itu langsung membelalak sangat lebar seketika.

"Demi Dewi Hutan," seru Faelar dengan suara bergetar.

"Rasa mentega, jamur, dan daging ini menyatu secara absolut di atas lidahku."

Gimli yang tidak mau kalah langsung memotong bagian tengah dagingnya dalam potongan besar.

Kurcaci itu mengunyah dengan kasar dan matanya juga ikut membesar.

"Daging ini sangat empuk, hampir seperti meleleh begitu saja di mulutku," puji Gimli kegirangan.

"Saus asam manis ini benar-benar menyeimbangkan rasa gurihnya dengan sempurna."

Mereka berdua langsung makan dengan sangat lahap dan melupakan tata krama bangsawan mereka.

Suara dentingan pisau dan garpu terus terdengar tanpa henti di meja tersebut.

Reza hanya tersenyum tipis melihat dua orang sombong itu takluk oleh makanannya.

Dia tahu senjata paling ampuh untuk membungkam kesombongan adalah kualitas yang tak terbantahkan.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, kedua piring porselen itu sudah bersih tak bersisa.

Bahkan sisa saus anggur merah di piring itu dijilat bersih oleh sapuan roti milik Gimli.

Gimli bersandar di kursinya sambil mengelus perut gempalnya yang sangat kekenyangan.

Tiba-tiba, urat nadi di pelipis Kurcaci itu menonjol dan wajahnya memerah.

"Ada energi panas yang mengalir dari perutku menuju inti tanah di dadaku," ucap Gimli terkejut.

Faelar juga memejamkan matanya sambil memegang dadanya yang berdetak sangat kencang.

Cahaya hijau pucat perlahan berpendar dari seluruh permukaan kulit Elf tersebut.

"Kutukan pembusukan mana di jantungku perlahan menghilang," kata Faelar nyaris menangis.

"Sudah sepuluh tahun aku menderita karena sihir gelap ini, dan makanan ini menyucikannya seketika."

Hawa hitam pekat keluar dari mulut Faelar dan langsung hancur terbakar oleh energi cahaya hijau.

High Elf itu kini terlihat jauh lebih muda dan auranya kembali sangat murni.

Gimli juga berteriak pelan saat otot-otot di lengannya bertambah besar dan keras.

"Kekuatan fisikku meningkat tajam melampaui batas wajar rasku," gumam Gimli menatap tangannya.

"Manusia ini benar-benar menyajikan makanan para dewa."

Mereka berdua serempak berdiri dan membungkukkan badan mereka sangat rendah ke arah Reza.

"Tuan Koki yang Agung, tolong maafkan kekurangajaran kami tadi," ucap Faelar dengan nada penuh penyesalan.

"Kami terlalu buta untuk mengenali sosok malaikat penyembuh di depan kami."

Gimli juga menundukkan kepalanya hingga janggutnya menyentuh lantai kayu.

"Kami pantas dihukum karena sudah merendahkan pelayan sucimu, Tuan," tambah Gimli sungguh-sungguh.

"Tolong beri tahu kami berapa harga yang harus dibayar untuk keajaiban ini."

Reza berjalan keluar dari area dapurnya dengan langkah santai.

"Kalian cukup membayar harga dua porsi makanan itu saja," jawab Reza menunjuk ke arah meja.

"Dan aku harap kalian belajar untuk tidak menilai seseorang hanya dari rasnya."

Faelar mengangguk cepat dan merogoh kantong dimensi di balik jubahnya.

Dia mengeluarkan sebuah tongkat kayu kecil berwarna putih yang diukir dengan sangat rumit.

Gimli juga mengeluarkan sebuah kantong kulit berisi permata dari saku celananya.

Kurcaci itu mengambil satu bongkahan berlian biru seukuran telur ayam.

"Ini adalah tongkat penawar racun tingkat tinggi," ucap Faelar meletakkannya di meja.

"Dan ini adalah inti berlian es dari pegunungan utara," susul Gimli meletakkan permatanya.

"Kami harap benda-benda ini cukup untuk membalas budi baik Tuan."

Reza melangkah maju dan menyentuh kedua benda bercahaya tersebut.

Ting.

Suara otomatis Sistem langsung menggema di dalam pikiran Reza.

"Tongkat magis dan inti berlian es terdeteksi," lapor Sistem.

"Total nilai tukar kedua benda ini adalah tiga ribu Poin Sistem dan uang tunai tiga puluh juta rupiah."

Jantung Reza seakan berhenti berdetak sesaat mendengar angka yang fantastis tersebut.

Ini adalah bayaran paling mahal yang pernah dia dapatkan sejauh ini.

"Konversi semuanya," perintah Reza dalam hatinya tanpa ragu sedikit pun.

Kedua benda berharga itu langsung menghilang menjadi butiran cahaya emas yang sangat indah.

Faelar dan Gimli hanya bisa berdecak kagum melihat tingkatan sihir ruang yang ditunjukkan Reza.

"Bayaran kalian sudah diterima," kata Reza menyembunyikan senyum lebarnya.

"Kalian boleh pergi sekarang, pintuku selalu terbuka untuk tamu yang sopan."

Kedua orang dari ras murni itu kembali membungkuk sebelum berjalan mundur ke arah pintu.

Mereka berdua menyempatkan diri mengangguk hormat kepada Lyra sebelum benar-benar keluar.

Begitu pintu tertutup, Lyra langsung berlari mendekati Reza dengan mata berbinar.

"Bos Reza sungguh sangat luar biasa," puji Lyra melompat kegirangan.

"Saya belum pernah melihat High Elf dan Kurcaci kaya menunduk seperti itu pada manusia."

"Itu semua karena kualitas, Lyra," jawab Reza tersenyum lebar.

"Selama kita memberikan yang terbaik, siapa pun pasti akan menghargai kita."

Reza berjalan menuju meja kasir dan memeriksa total poin sistemnya saat ini.

Total poinnya kini telah mencapai angka tiga ribu tujuh ratus enam puluh poin.

'Jumlah ini sudah lebih dari cukup untuk merekrut satu asisten dapur yang hebat,' batin Reza.

'Aku harus mencari kandidat yang tepat nanti malam agar besok kita bisa bekerja lebih cepat.'

Hari itu kedai tidak terlalu ramai dikunjungi pelanggan dari dunia fantasi.

Hanya ada beberapa ksatria dan tabib hutan yang mampir untuk menikmati Beef Wellington buatan Reza.

Namun karena setiap pelanggan membayar menggunakan barang sihir berharga, poin Reza terus bertambah.

Dia sangat menikmati ketenangan hari ini setelah kelelahan yang luar biasa di Bumi kemarin.

Saat malam tiba, Sistem kembali mengumumkan penutupan jam operasional harian.

Reza mengunci pintu dan menyuruh Lyra untuk beristirahat di kamarnya.

Reza naik ke lantai dua dan duduk di pinggir tempat tidurnya.

"Sistem, tampilkan daftar rekrutmen asisten dapur sekarang," perintah Reza penuh harap.

Layar biru transparan langsung muncul memancarkan cahaya redup di kamarnya yang gelap.

Reza mulai melihat deretan siluet karakter baru yang memiliki keahlian khusus di bidang kuliner.

Dia bertekad memilih asisten terbaik agar bisnis kedainya ini bisa berkembang semakin pesat di semua dimensi.

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!