NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:82.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Sambal

"Kita ketahuan ini?" Tanya Gladys sambil melihat ke kanan dan kekiri sebelum ikut terkekeh bersama Ryu.

Entah mengapa, ia sama sekali tak merasa takut pada saat ketahuan seperti ini. Gladys bahkan bersikap santai, sama dengan Ryu yang juga terlihat santai. Pasangan suami - istri itu, justru cengengesan di balik topeng mereka.

Hanya dalam hitungan detik setelah lampu menyala, para penjaga pun berlarian masuk ke dalam dan langsung mengepung Ryu dan Gladys.

"Ada mantanmu, Dys." Ledek Ryu saat melihat Nolan yang memimpin para penjaga itu.

"Apaan sih Bang! Kayaknya Abang pingin banget liat aku deket sama Nolan." Bisik Gladys yang membuat Ryu berdecih.

"Boleh nih, aku deket sama dia?" Tanya Gladys yang justru meledek Ryu.

"Aku patahin lehernya kalau sampai kamu deket sama dia." Jawab Ryu.

"Kenapa leher dia yang di patahin? Kan aku yang mau deket." Kata Gladys.

"Jangan macem - macem ya, Dys. Kamu masih jadi istriku." Kata Ryu.

"Abang yang niup bara, kenapa Abang yang kepanasan." Ujar Gladys sambil terkekeh geli.

Keduanya masih terus berbicara sambil meledek sembari menatap lawan mereka dengan was - was.

"Siapa kalian?" Tanya Nolan dengan tatapan berang.

"Kamu gak perlu tau." Jawab Ryu yang berbicara menggunakan bahasa Jerman.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Nolan.

"Bersenang - senang." Jawab Ryu yang terus berbicara dengan menggunakan bahasa Jerman.

Saat Nolan bertanya, Ryu terus menjawab pertanyaan Nolan dengan Bahasa Jerman hingga membuat Nolan kesal. Sementara Gladys hanya terdiam karena jika ia berbicara sudah jelas Nolan akan mengenali suaranya.

"Bunuh mereka!" Perintah Nolan pada anak buahnya.

Mereka pun segera menyerang Ryu dan Gladys yang memang sudah bersiaga. Gladys memainkan Katana kembar dengan lincah. Sementara Ryu asyik memainkan double stick di tangan kanan dan kirinya.

Buughghhh!

Bughhh!

Ryu menyabetkan double stick ke dada dan perut lawan - lawannya. Hanya dengan satu sabetan, bisa membuat lawannya jatuh tersungkur.

Sementara itu, Gladys pun tak ragu menyabetkan Katana kembar di tangannya ke arah lawan hingga membuat mereka terluka.

Melihat anak buah yang mulai tumbang, Nolan pun mulai menyerang menggunakan senapan. Ia mengarahkan senapannya ke arah Ryu yang sedang menghajar anak buahnya.

Ryu yang sedang asyik menghajar lawannya, tentu tak sadar jika Nolan akan menembaknya dari jauh.

Gladys yang melihat hal itu, langsung berlari ke arah Ryu dan memeluk suaminya.

Doorrr!

Terdengar suara tembakan tepat saat Gladys memeluk tubuh Ryu. Menyadari jika ada yang menembaknya. Ryu langsung mengambil senapan dari balik mantelnya dan menembak dengan membabi buta sambil memeluk pinggang Gladys.

Tak hanya Ryu, Gladys segera memegang katana kembar dengan sebelah tangan, sementara sebelah tangannya lagi meraih senapan dan turut menembaki lawan mereka.

Melihat cara menembak Ryu dan Gladys, tentu saja Nolan tau jika mereka berdua bukan orang sembarangan dan bukan ingin mencuri senjata di Gudang.

Pasuka Nolan semakin bertambah dan kini mereka semua memegang senjata api. Ryu dan Gladys berusaha terus melawan sembari mencari celah untuk melarikan diri.

Tak mungkin mereka berdua melawan banyak orang yang semuanya memegang senjata api. Saat semakin terdesak, bantuan pun datang. Para body guard memancing lawan dengan menembak dari pintu masuk gudang.

Perhatian mereka semua teralih dan mulai terbagi. Saat itulah Ryu membawa Gladys pergi melalui jendela tempat mereka masuk.

Sementara itu, para Bodyguard yang mengalihkan perhatian itu, langsung menutup pintu gudang dan menguncinya dari luar setelah Ryu dan Gladys berhasil melarikan diri.

Boy dan rekan - rekannya menggunakan rantai juga gembok besar untuk mengunci pintu gudang yang merupakan akses keluar masuk gudang.

Tak hanya satu, mereka menggunakan tiga buah rantai dan juga tiga buah gembok untuk mengerjai anak buah Mister X.

"Kamu ada luka, Dys?" Tanya Ryu saat mereka sudah berada di perjalanan pulang.

"Gak Ada, Bang." Jawab Gladys.

"Bukannya kamu ketembak? Kamu kena tembak kan, tadi?" Tanya Ryu untuk memastikan.

"Enggak kok, Bang. Mungkin kena rompi." Jawab Gladys yang yakin jika ia tak mengalami luka tembak saat melindungi Ryu tadi.

Setelah sampai di Apartemen, mereka segera membersihkan diri dan beristirahat sembari melaporkan hasil misi mereka pada Atasan mereka.

"Kayaknya kita harus pindah dari Apartemen ini." Kata Ryuga.

"Kenapa?" Tanya Gladys.

"Sebentar lagi, keberadaan kita pasti akan terendus." Jawab Ryu.

"Atasan kita udah kasih persetujuan untuk pindah Apartemen. Kemungkinan, besok kita akan pindah dari sini." Kata Ryu sambil menunjukkan pesan dari Elno.

"Beres - beres, dong?" Tanya Gladys yang di jawab anggukan oleh Ryu.

"Astagaaa! Adek lelah, Bang." Keluh Gladys.

"Abang bantu packing, Dek. Gak usah khawatir." Kekeh Ryu sambil mengusap kepala Gladys.

Mereka berdua pun akhirnya menuju ke walk in closet untuk berkemas dan bersiap pindah ke Apartemen lain.

"Mau ikut, Dys?" Tanya Ryu setelah mereka selesai berkemas.

"Kemana?" Tanya Gladys.

"Nongkrong sama teman - temanku." Jawab Ryu.

"Ikut!" Jawab Gladys yang kemudian bersiap.

Mereka kemudian mengunjungi sebuah Diskotik yang berada cukup jauh dari Apartemen. Disana, mereka langsung masuk ke sebuah ruangan dimana teman - teman Ryu sudah berkumpul.

Tak hanya pria, disana juga ada beberapa wanita yang tampak akrab dengan Ryu. Mereka bahkan tanpa sungkan duduk mengapit Ryu seolah sengaja menjauhkan Ryu dari wanita yang datang bersamanya.

Ryu sendiri tampak santai mengobrol dengan teman - temannya. Hanya Gladys yang terasa seperti 'sambal' yang berada di pojokan.

Karena jengah melihat Ryu yang tampak santai saat di apit dua wanita yang merupakan temannya, Gladys pun memilih keluar dari ruangan menyesakkan itu tanpa berpamitan dengan Ryu.

Gladys duduk di sebuah kursi di hadapan seorang bartender. Ia sengaja memesan alkohol yang selama ini belum pernah ia coba.

Satu gelas...

Dua gelas...

Gladys meminum dengan santai alkohol yang ia pesan.

"Ch! Nyesel banget ikut kesini." Kata Gladys yang bermonolog.

"Ternyata, memang aku cuma orang asing. Aku kira, aku ini orang yang spesial." Kata Gladys sambil memutar - mutarkan jarinya di bibir gelas.

"Kamu salah, Dys! Kamu salah kali ini karena memberikan hatimu pada suami kontrakmu. Kamu terlalu berharap banyak pada pria itu." Ujar Gladys yang kemudian tertawa miris.

Gladys kembali menenggak minuman beralkohol itu dalam satu kali minum. Entah sudah berapa banyak alkohol yang ia habiskan hingga kini membuatnya mabuk.

Saat dalam kondisi mabuk, seorang pria menghampiri Gladys dan mengajaknya mengobrol. Tak hanya mengobrol, pria itu mulai mencoba menyentuh tangan dan perlahan merambat ke bagian lain.

"Jangan sentuh istriku!" Tegur Ryu sambil mencekal tangan pria yang hendak menyentuh paha Gladys.

Netranya memancarkan kemarahan, seolah hendak memangsa pria yang berani menyentuh istrinya.

1
Munas Tuti
emang yaa beda klo punya klg tajir melintir...biarpun istilahnya pinjem tp kan beda klo punya klg sendiri wek..wek...aq jg mau laah 🤣🤣
Munas Tuti
iseng2 berhadiah buat Ryu...ternyata terbongkar klg Mr X , yuuhuuuuy
💟노르 아스마💟
wahhhh abang dpt jackpot ...durian runtuh...menang lotre aahhh apalagi ya🤔
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💟노르 아스마💟
daun pisang ya bang???
kan lebih besar dan lebar 🤣🤣🤣🤣
Mini Amora
selalu suka sama ungkapan perasaan setiap judul novelmu thor...
manisss bgttt tanpa kepura² an....

love you author ku sayang🩷🩷🩷
Mini Amora
love you to abang ryu🩷
This Is Me
Kak, banyakin novel yg kaya gini ya.
Jangan per bopoan aja
Mini Amora
klo lagi masa awal² gini seru bgttt...

tp nanti klo Gladys n Ryu dah dalam tahap bucin... lebih seruuuuuu lagi pastinyaaa..

gak sabar mereka bucin🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
iya da Suzana ya bang Ryu bayar pakai daun 😅😅
Mini Amora
aw... aw... aw... sayang😍
Reni Setia
enak nya bayar apa apa pakai daun ya 🤣🤣
Mini Amora
aaahhhhhh kangen Fey n Gian...

eehhhh skrg dibikinin cerita ttg anak²nya
thanks bgttt ya author tersayang ku🩷🩷🩷
Reni Setia
keren ya,,, ingatan boleh lupa tapi kepandaian jangan hilang
Reni Setia
kalo kayak gini,,, cewek cewek pada antri untuk jadi istri Ryu
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ingatan Gladys blh hilang tp kemampuannya pasti akan tetap sama karna itu sdh jd kebiasaan sehari" Gladys sblm hilang ingatannya 😏🤗
Santi
instingnya tetap sama, hanya ingatannya yg terkunci, semoga cepet pulih ya gladys
Munas Tuti
cepet sehat Gladys biar bisa ikut misi lg
Dewi kunti
ketar ketir mister X ,menanti kemurkaan istri tua,dan ancaman2 yg lainnya
Tosari Agung
thor kurang sadis kenapa mister x gak koit kurang lah sadis dikit apa iseng tapi gak menunjukkan sisi psikopat
Santi
isengnya Ryu bener2 ya, mainan nya sama bom dong, ga kebayang nanti klau ada Ryu junior, perpaduan Ryu dan Gladys, kira2 mainan nya apa ya? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!