NovelToon NovelToon
CINTA PENGGANTI

CINTA PENGGANTI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:23M
Nilai: 4.8
Nama Author: laksmi 93

Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

Akhirnya jam makan siang pun tiba. Anel bersama yang lainnya memutuskan makan siang bersama di luar kantor. Mereka makan di cafe dekat dengan kantor supaya tidak terlalu banyak memakan waktu,mereka berempat turun ke lantai bawah sambil berbincang-bincang riang tanpa ada beban, tanpa mereka sadari ada yang menatap mereka dari kejauhan.

Itu adalah Nathan ia menatap Anel tidak suka, mata nya menyiratkan kebencian yang teramat dalam.Nathan manatap langkah gadis itu sampai menghilang di pintu loby.

.

Anel,Gio,Beni,dan juga Mela tiba di cafe dekat kantor. Mereka memilih meja bundar yang berisi empat kursi, sembari menunggu pesanan mereka datang, mereka mengobrol untuk menghilangkan bosan.

"Anel, nanti kamu pulang di jemput siapa?" tanya Beni cepat

"ohhh itu....aku naik taksi langganan." jawab Anel terlihat gugup

"Owhhh, boleh gak kalau aku mengantarkan kamu pulang?" tanya Beni lagi.

"Cie ada yang pedekate nichh." goda Mela.

"Kita ngontrak dehhh disini." ledek Gio

"Hussss mulut jomblo mah emang slalu pedasss." ucap Beni menyindir.

"Ehhhh lo juga jomblo kale, gak sadar diri." sinis Gio

"Cihhhh....baru pedekate aja sombong, di tolak tau rasa lo." imbuh Mela

"Sirik aja lo pada, gue lumurin cabe ntar tu mulut." ancam Beni

"Ihhh serem amat yak." ucap Gio bergidik

"Giama Nel?" tanya Beni lagi

"Maaf, aku hari ini gk langsung pulang karna ada janji dengan seseorang." tolak Anel

"Buahahahhaha, bener di tolak kan, makanya jangan sombong." ledej Gio sambil terus tertawa

"Plaakkkk."

"Diem lo oncom." kesal Beni

"Maaf ya Kak Beni." ucap Anel tak Enak hati

"Gak apa apa, aku ngerti kok. Mungkin lain kali bisa." ucap Beni cepat

Anel hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Beni tanpa bisa berjanji ataupun yang lainnya. Anel sadar, meskipun pernikahannya tidak di anggap, tapi Anel harus tetap setia. Karna bagaimanapun dia sudah sangat menjadi seorang istri.

Tak berselang lama, makanan yang mereka pesan pun akhirnya datang, mereka menyantap makan sambil sedikit bercanda. Melihat ketiga teman barunya begitu perhatian dengannya, itu membuat masalah yang Anel miliki sedikit berkurang.

Pukul 01.00

Mereka berempat kembali ke kantor. Kembali mengerjakan tugas mereka yang sangat menumpuk, belum lagi Anel harus mengulang persentasi yang di tolak oleh Nathan tadi.

*****

Waktu berlalu dengan cepat, tanpa terasa hari sudah semakin sore. Waktu untuk para kariawan pulang ke rumah mereka masing-masing.

"Ehhhh oncom lo bawa mobil gk?" tanya Mela pada Gio.

Gio melirik ke arah Mela. "Jangan bilang lo mau nebeng." ucap Gio penuh selidik

"Hehehehehe, tau aja lu oncom. Boleh ya babang ganteng, kan kita searah." rayu Mela memelas

"Ahhhh kebiasaan banget lo kutil. Ya udah, tapi buruan. Gue ada janji sama orang." ucap Gio sambil berjalan mendahului Mela

"Nel, kita duluan ya, lo hati hati di jalan, bayyyyy." cap Mela dan Gio Bersamaan

"Ok, kalian juga." balas Anel.

Setelah Mela dan Gio pergi, Beni mendekati meja Anel. Dia berdiri di depan meja dengan senyum merekah.

"Anel, kamu bener gk mau aku anter pulang." ucap Beni memastikan lagi. Berharap Anel tidak akan menolaknya kali ini.

"Gak usah Kak, aku ada urusan penting, jadi kakak duluan aja." tolak Anel dengan halus.

Wajah Beni terlihat kecewa, tapi itu tidak membuat Beni menyerah. Dia akan berusaha lain kali. "Ya udah, kalau gitu aku duluan ya." ucap Beni sambil melambaikan tangan ke Anel

"Iya Kak." jawab Anel sambil membalas lambaian Beni

Anel memang sengaja pulang paling akhir supaya tidak ada yang melihat nya di jemput mobil mewah.Anel berjalan ke arah lif khusus karyawan. Sampai di depan lif, Anel memencet tombol menuju ke lantai dasar. Setelah pintu lif terbuka Anel bergegas untuk masuk ke dalam lif. Tak lama pintu lif kembali terbuka, Anel bergegas keluar dan berjalan menuju ke arah loby kantor. Anel masih terus berjalan sampai ke belokan pertama, di sana ia melihat mobil yang di kendarai oleh mamang ujang sudah menunggunya.

Anel dengan cepat masuk ke dalam mobil tersebut.

"Sore Nona, apa kita langsung pulang Non?" tanya mamang ujang sebelum melajukan mobil.

"Iya mang, kita langsung pulang aja, saya sudah lelah mang." jawab Anel cepat

Mang ujang pun langsung melajukan mobilnya tanpa bertanya lagi. Mobil mewah itu melaju menuju ke kediaman Sanjaya, butuh waktu setengah jam dari kantor ke arah rumah. Dan itu di manfaatkan Anel dengan memejamkan matanya. Anel merasakan beban yang begitu Berat sedang berada di pundak nya, dan dia sangat butuh istirahat.

Tanpa terasa mobil yang membawa Anel masuk ke pintu gerbang rumah kediaman Sanjaya, Anel pun bergegas turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah itu. Anel menyeritkan dahi nya saat mendapati Nathan ada di ruang tv. Tapi Anel tak memperdulikannya ia melewati Nathan menuju ke kamar.

Anel membuka pintu kamar itu dan langsung masuk ke dalan kamar. Meletakan tas kecilnya di atas meja lalu segera mengambil handuk dan pakaian ganti di dalam koper. Anel sangat ingin cepat- cepat merendam tubuhnya yang lelah. Tapi saat Anel ingin masuk ke dalam kamar mandi, ia mendengar ada yang mengetuk pintu kamar nya.

Anel pun mengurungkan niatnya untum masuk ke dalam kamar mandi dan memilih untuk membuka pintu. Anel melihat bik yem sedang berdiri di depan pintu.

"Ada apa bik?" tanya Anel

"Itu_Non, Den Nathan memanggil nona ke bawah." ucap bik yem gugup.

"Ohhhh baik lah bik, sebentar lagi Anel turun." ucap Anel cepat

Setelah bik yem pergi Anel bergegas untuk mandi.Anel mengisi Batube dengan air hangat. setelah Penuh, Anel langsung merendam tubuhnya yang lelah.

Tidak butuh waktu lama kini Anel sudah selesai bersiap. Anel pun tidak membuang waktu, ia segera turun memenuhi panggilan Nathan. Anel menuruni Anak tangga dengan terburu buru. Sesampainya di lantai bawah Anel langsung mendekati ruang tv,disana Anel melihat Nathan masih tetap tanpa ekspresi. Anel memberanikan diri untuk mendekati Nathan dan duduk di sofa yang menghadap ke arah Nathan.

"Apa kamu memanggil ku?" tanya Anel cepat. Dia tidak ingin membuang waktunya. Karna Anel yakin jika Nathan sedang dalam mode tidak ramah.

Nathan menatap tajam ke arah Anel, seolah tatapan matanya itu ingin membunuh wanita yang ada di depan nya itu. Tanpa membuang waktu Nathan langsung melemparkan sebuah map coklat ke atas meja .

"Baca dan tandatangani." ucap Nathan dingin.

Anel mengambil map coklat itu perlahan Anel membuka dan mengeluarkan isi nya, Anel melihat ada dua lembar kertas putih di dalamnya. Salah satunya adalah surat perjanjian pranikah

"SURAT PERJANJIAN PERNIKAHAN"

Pihak pertama: Jonathan Sanjaya.

pihak kedua : Amelia Maharani

Membuat surah perjanjian pranikah dengan sangat sadar dan tanpa ada pemaksaan sama sekali .

1). Pernikahan ini hanya berjalan 1 tahun, tidak lebih, dan jika kurang itu lebih bagus.

2). Pihak pertama akan tetap bertanggung jawab memberi nafkah lahir, tapi tidak dengan nafkah batin.

3) Tidak ikut campur urusan satu sama lain dan tetap menjaga rahasia pernikahan agar tidak di ketahui siapa pun.

4). Setelah satu tahun pernikahan pihak kedua harus melayangkan gugatan kepengadilan terlebih dulu.

Anel mengerutkan dahinya saat membaca poin ke 4, Anel bukan gadis bodoh yang tidak mengerti apa maksud poin itu. Apa Nathan fikir dia sama sekali tidak punya harga diri.

Anel melemparkan surat itu ke atas meja, tanpa mengeluarkan kata kata apa pun Anel berdiri dari duduk nya, ia ingin beranjak pergi dari ruangan itu.Tapi suara Nathan yang menggema membuat Anel menghentikan langkahnya.

"Mau kemana kau wanita tak tau diri." ucap Nathan penuh Amarah.

Anel menghentikan langkahnya, dia berbalik, menatap Nathan yang menatapnya dengan rahang mengeras. Tapi Anel tidak takut, dia tidak salah sama sekali. Disini dia hanya korban, bukan tersangka.

"Sebenarnya apa mau mu?" tanya Anel cepat

"Cihhh." Nathan terlihat meremehkan. "Bukankah kau sudah membaca surat perjanjian itu, kenapa kau masih bertanya apa mauku." ucap Nathan sinis.

Anel kembali duduk, dia tidak ingin masalah ini berlarut jika dia pergi. Karna ini waktu yang baik untuk bisa bicara dengan Nathan.

"Jika aku tidak mau menandatangani surat perjanjian itu, lalu kau mau apa?" tantang Anel.

"Hahahha, benarkah. Kau serius." Nathan berdiri, lalu memutari kursi yang di duduki oleh Anel.

Nathan berhenti tepat di belakang Anel, lalu mencondongka wajahnya ke telinga Anel. "Jika kau tidak mau menandatangani surat itu, maka kluarga mulah taruhan nya." Bisik Nathan.

Mata Anel membola, dia tidak percaya jika Nathan adalah pria pengecut yang hanya berani mengancam saja.

"Jangan pernah kau berani menyentuh kluarga ku." Bentak Anel. Dia berbalik menatap Nathan tajam.

"Hahaha, ternyata kau berani sekali ya. Tapi tidak masalah. Kau tau siapa aku kan, aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku." ucap Nathan sinis

Anel mengepalkan tangannya, wajahnya terlihat memerah menahan amarah. Tapi apa dayanya, dia hanyalah debu di mata suaminya." Baiklah, aku akan menandatangani nya, tapi dengan syarat juga." ucap Anel cepat

"Hahahaha, kau masih berani meminta syarat padaku." ucap Nathan dengan tawa dan suara yang semakin meninggi.

"Kau memberi ku begitu banyak syarat, apa aku tidak boleh meminta nya juga." ucap Anel cepat

"Baik lah, apa syarat mu?" tanya Nathan dengan wajah serius.

"Aku menolak syarat yang ke empat. Jika kau yang ingin berpisah, kenapa tidak kau saja yang melayangkan gugatan itu." ucap Anel cepat

"Hahahaha." tawa Nathan menggelegar di Dalam ruangan itu. Bukan tawa bahagia, tapi tawa yang sangat mengerikan, hingga membuat bulu roma Anel berdiri mantap.

"Apa menurutmu aku akan melakukan hal yang bodoh, dengan menggugatmu terlebih dulu hahhh." suara Nathan semakin meninggi. "Jangan pernah berharap terlalu banyak, cepat tandatangani surat itu ." ucap Nathan

"Tidak, aku tidak mau." kekeh Anel.

Nathan menyeringai, dia tidak akan pernah kalah."Baiklah, kau punya adik perempuan bukan. Jadi mana yang kau pilih? adikmu atau tandatangan itu?"

Deg.....!

Ani." fikir Anel

Anel tidak bisa apa apa, kali ini Anel pasrah. Jika ia melawan maka Ani akan menjadi taruhan nya.Tanpa terasa air mata Anel turun beriringan dengan tanda tangan di atas surat perjanjian terkutuk itu,Anel tidak pernah menyangka jika pengorbanan yang ia lakukan tidak ada artinya di depan laki laki angkuh yang ada di depan nya itu.

.

.

[Bersambung]

1
Angelica James
sudah jadi Ayah kali...
Puryani
Lebih baik kaya gini gak terlalu panjang.
dari pada panjang dan nunggu"
Milasari
dari awal nama tokoh ceweknya udah ketuker, jd bingung,
tp msh pnasaran
arfan
up
Berlian Sihombing
cocok ya visual danu yg jd Nathan 😀😀
Haetsuki
mampir
putri gemini
hmmmmmn kyk nya dr sini emng ada yg ketuker buodta nya, pemeran utama nya Amel apa anel thor?
Pratiwi Khairin
mantap ceritanya makin asyik aja jadi ga mauberhenti bacanya
Zoana
mampir Thor
Dewi Kijang
lanjut
Dewi Kijang
bagus
Dewi Kijang
masih nyimak dulu ya
Dewi Kijang
lanjut
Laksmi93
Terimakasih untuk ya sudah berkenan Hadir. Mohon permakluman jika masih banyak kekurangan dalam penulisan maupun alur cerita.

Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
cica
yang ketabrak awalnya amel
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?
Indra utama Indra
.
Sundary Selle
om
Shine Yoon
ceritanya bagus, tapi ada kurangnya. seharusnya disetiap konflik diksih penjelsan yg lbih detail, agar lbih jelas, dan soal penulisan contoh : kata " brow" lbih baik gak ditambahi w, lbih enak "bro"... dan juga kata " kau" lbih enak pake "kamu" atau "lo" aja... semangat thor, klau bisa semoga ceritanya bisa direvisi agar lbih baik lagi thor.... tapi keseluruhan cerita bagus kok thor
Masye Tambajong
mantap
Nalendra Bagus
aku nangis thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!