Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Pembunuhan Tanpa Jejak
Kera Lengan Baja itu mengangkat lengannya yang besar dengan sisa-sisa tenaga terakhir yang masih tersisa di dalam jaringan otot raksasanya. Di bawah tatapan penuh kengerian dari Zhao Kun, lengan sekeras lempengan besi baja tersebut langsung meluncur turun membelah udara pagi.
Hantaman brutal itu mendarat tepat pada bagian paha kanan Zhao Kun hingga mengeluarkan suara patahan yang sangat keras dan memuakkan. Tuan Muda kedua dari Klan Zhao tersebut menjerit histeris karena seluruh struktur tulang kakinya langsung hancur menjadi serpihan kecil-kecil.
Tepat pada saat perhatian dari kera raksasa itu teralih sepenuhnya untuk menyiksa korbannya, sekelebat bayangan hitam melesat dari balik semak-semak belukar. Lin Tian melompat dengan kecepatan penuh dari atas dahan pohon beringin kuno tanpa memancarkan hawa keberadaan sedikit pun dari pori-pori kulitnya.
Pisau belati kecil di tangan kanannya telah dilapisi oleh aliran energi iblis berwarna merah tua yang tampak sangat pekat dan mematikan. Target utamanya bukanlah tubuh Zhao Kun yang sedang sekarat, melainkan sebuah titik lemah di leher Kera Lengan Baja yang sebelumnya telah terkena luka bakar.
Jari-jari kaki Lin Tian bertumpu pada dahan pohon rendah untuk memberikan dorongan momentum yang jauh lebih kuat bagi daya luncur tubuhnya. Dengan satu gerakan yang sangat akurat, dia menusukkan bilah belati tersebut jauh ke dalam jaringan arteri leher sang siluman kera.
Energi iblis murni yang melekat pada ujung belati langsung meledak di dalam pembuluh darah utama makhluk raksasa tersebut tanpa ampun. Kera Lengan Baja itu bahkan tidak sempat mengeluarkan suara raungan saat sistem saraf pusat otaknya langsung hancur secara instan.
Tubuh raksasa setinggi empat meter itu limbung ke arah samping sebelum akhirnya tumbang menghantam permukaan tanah batu dengan benturan yang sangat keras. Debu-debu tanah dan daun-daun kering di sekitar area kliring langsung berterbangan akibat hempasan berat dari bangkai siluman tersebut.
Lin Tian mendarat dengan sangat mulus dan seimbang di atas permukaan tanah tepat di samping kepala kera yang sudah tidak bergerak lagi. Pandangan matanya yang sangat dingin langsung beralih sepenuhnya kepada sosok Zhao Kun yang sedang merangkak kesakitan di dekatnya.
Zhao Kun yang seluruh wajahnya telah dipenuhi oleh cucuran keringat dingin perlahan-lahan mendongak untuk menatap sosok penyelamat misterius di depannya. Sepasang matanya membelalak lebar dengan pupil yang mengecil saat dia berhasil mengenali wajah pemuda berbaju kain kasar yang sangat familiar itu.
“Lin Tian, bagaimana mungkin seorang sampah tidak berguna sepertimu bisa memiliki kekuatan gila untuk berada di tempat mematikan ini?” tanya Zhao Kun dengan nada suara yang bergetar hebat akibat perpaduan rasa tidak percaya dan ketakutan.
Meskipun berada di dalam kondisi fisik yang sangat sekarat, sifat angkuh yang melekat sejak kecil membuat dirinya secara refleks mencoba menekan Lin Tian. “Cepat bantu aku berdiri dan berikan obat pemulih terbaikmu, klan keluargaku pasti akan memberikan hadiah koin emas yang sangat banyak untukmu.”
Lin Tian sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk menanggapi ucapan tidak berguna yang keluar dari mulut tuan muda yang sial tersebut. Sifat realistis yang tertanam kuat di dalam dirinya membuat dia tahu bahwa memberikan kesempatan bicara bagi musuh hanya akan membuang-buang waktu.
Tanpa ada dialog heroik yang bertele-tele atau ekspresi ragu-ragu di wajahnya, tangan kanan Lin Tian bergerak laksana kilatan petir di malam hari. Pisau belati yang masih berlumuran darah hitam milik siluman kera itu langsung diayunkan secara horizontal dengan kecepatan penuh memotong tenggorokan musuhnya.
Semburan darah segar berwarna merah cerah langsung menyembur keluar dengan deras dari leher Zhao Kun seiring dengan putusnya jalur pernapasan secara total. Sepasang mata tuan muda itu melotot tajam menatap Lin Tian dengan sisa-sisa rasa tidak percaya sebelum akhirnya kehilangan seluruh cahaya kehidupan.
Lin Tian segera berlutut di samping mayat Zhao Kun tanpa memedulikan genangan darah segar yang mulai membasahi permukaan tanah batu di bawah lututnya. Dengan gerakan tangan yang sangat terampil, dia menarik paksa sebuah cincin perak kuno yang melekat erat di jari manis tangan kanan milik korban.
Cincin perak itu bukanlah perhiasan biasa melainkan sebuah cincin penyimpanan spasial berharga tinggi yang hanya bisa dimiliki oleh para petinggi klan besar. Lin Tian tersenyum konyol saat merasakan adanya lapisan pelindung jiwa yang sudah melemah pada permukaan cincin tersebut.
Dengan mengalirkan sedikit energi dari Seni Iblis Penelan Surga, dia dengan sangat mudah menghancurkan sisa-sisa jejak kesadaran roh milik Zhao Kun yang telah tewas. Indra spiritual Lin Tian segera merasuk masuk untuk memeriksa seluruh isi dari bagian dalam ruang dimensi cincin penyimpan yang cukup luas itu.
Di dalam ruangan penyimpanan hampa udara itu, terdapat tumpukan ratusan koin emas berkilau, puluhan batu spiritual tingkat rendah, dan beberapa botol porselen berisi pil pemulih. Namun, perhatian utama dari Lin Tian langsung tertuju pada sebuah benda berukuran raksasa berwarna hitam pekat yang tergeletak diam di sudut ruangan.
Benda tersebut adalah sebuah Pedang Berat Hitam yang memancarkan aura bobot yang sangat masif meskipun tidak dialiri oleh energi spiritual apa pun saat ini. Lin Tian menahan kegembiraan hatinya untuk tidak mengeluarkan senjata besar itu sekarang karena situasi lingkungan sekitar hutan masih sangat berbahaya.
“Wah, Tuan Muda Zhao Kun ini benar-benar seorang kurir yang sangat baik hati karena telah membawakan senjata sebagus ini untukku,” batin Lin Tian sambil terkekeh geli di dalam pusat kesadarannya.
Dia kemudian bergerak dengan langkah-langkah yang sangat cepat menuju ke arah mayat-mayat para pengawal Klan Zhao yang berserakan di sekitar area tersebut. Menggunakan prinsip hidupnya yang tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia mulai menjarah setiap kantong uang dan alat penyimpanan luar yang menempel pada zirah perak mereka.
Dari tubuh sang kapten pengawal senior yang memiliki kultivasi tertinggi, Lin Tian berhasil mengamankan sebuah belati perak berkualitas tinggi dan beberapa lembar uang kertas kekaisaran. Total nilai rampasan yang didapatkannya dari kelompok sial ini benar-benar sebuah rezeki nomplok yang sangat luar biasa besar untuk modal perkembangannya.
Setelah selesai menjarah seluruh barang berharga milik manusia, Lin Tian kembali berjalan mendekati bangkai Kera Lengan Baja yang sudah mulai mendingin. Pisau belati kecilnya langsung merobek bagian tengah dada kera raksasa itu dengan satu gerakan memutar yang sangat terlatih dan presisi.
Tangannya yang kekar merasuk masuk ke dalam tumpukan jaringan daging tebal dan mengeluarkan sebuah bola kristal berukuran sebesar kepalan tangan berwarna cokelat keruh. Bola kristal itu adalah inti energi bumi milik siluman kera yang mengandung esensi spiritual murni dalam jumlah yang sangat masif.
‘Bocah bermuka tebal, tindakan penjarahan massal yang kamu lakukan ini benar-benar sangat bersih dan tidak menyisakan sedikit pun ruang bagi lalat untuk makan,’ puji Yue Chan dengan nada suara yang dipenuhi oleh seringai sinis dari balik mutiara. Wanita iblis kuno itu merasa sangat terhibur melihat betapa kejam dan realistisnya tabiat asli yang dimiliki oleh murid bimbingannya ini.
Lin Tian memasukkan inti siluman bumi itu ke dalam cincin penyimpanan spasial barunya dengan satu gerakan tangan yang sangat konstan dan teratur. ‘Yue Chan yang cantik, di dalam dunia kultivasi yang penuh dengan kanibalisme ini, tidak meninggalkan jejak bukti fisik adalah kunci utama untuk berumur panjang.’
Dia kemudian mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berwarna hijau tua dari dalam saku tersembunyi jubah kain kasarnya yang penuh noda darah. Botol kaca tersebut berisi cairan korosif tingkat tinggi yang sangat berbahaya yang dikenal sebagai cairan racun pelebur tulang kuno.
Ramuan racun beracun ini dibuat secara khusus oleh Lin Tian dari bimbingan Yue Chan semalam, dan juga hasil fermentasi kelenjar bisa ular hutan yang dicampur dengan ekstrak tumbuhan beracun. Lin Tian membuka sumbat kayu botol tersebut lalu meneteskan beberapa tetes cairan pekat berwarna hijau itu ke atas mayat Zhao Kun dan seluruh pengawalnya.
Ketika cairan hijau pekat itu menyentuh permukaan jaringan kulit dan baju zirah besi manusia, suara desisan yang sangat tajam langsung terdengar menggema berulang-ulang. Asap putih tebal dengan bau yang sangat menyengat mulai mengepul ke atas langit seiring dengan melelehnya daging dan tulang belulang mereka menjadi cairan hitam kental.
Hanya dalam waktu kurang dari dua menit saja, mayat Tuan Muda Zhao Kun beserta seluruh pengawal setianya telah lenyap sepenuhnya dari permukaan bumi tanpa menyisakan sepotong tulang pun. Cairan hitam hasil lelehan kimia beracun itu perlahan-lahan meresap masuk ke dalam lapisan tanah batu, menghilangkan seluruh bukti fisik tentang pembunuhan massal ini.
Lin Tian menarik napas panjang untuk membersihkan sisa-sisa bau racun korosif yang sempat terhirup oleh indra penciumannya yang kini menjadi semakin tajam. Tiba-tiba, telinga kirinya kembali menangkap adanya suara langkah-langkah kaki manusia yang sangat tergesa-gesa datang dari arah luar area kliring hutan.
Suara gesekan ranting pohon yang patah dan dedaunan kering terdengar semakin jelas dan mendekat, menandakan jumlah orang yang datang kali ini jauh lebih banyak. ‘Bocah, sepertinya rombongan besar dari faksi utama Klan Zhao yang sedang melakukan patroli rutin di hutan ini telah mendengar suara ledakan pertempuran tadi,’ ucap Yue Chan memberikan analisisnya.
Aura spiritual yang dipancarkan oleh pemimpin dari rombongan baru tersebut terasa sangat kuat dan menekan, setidaknya berada di tingkat kedelapan ranah pengumpulan Qi. Lin Tian langsung membunyikan tanda bahaya maut yang sangat pekat di dalam pusat kesadarannya yang paling dalam.
Dia tahu betul bahwa jika dirinya sampai tertangkap di area tempat hilangnya Tuan Muda Kedua mereka, dia tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk melarikan diri dengan selamat. Tanpa ada rasa ragu-ragu sedikit pun di dalam hatinya, Lin Tian langsung memutar tubuh tegapnya dan melesat maju ke arah wilayah hutan yang paling dalam dan gelap.
Langkah kaki Lin Tian bergerak dengan sangat taktis melewati celah-celah pohon pinus hitam yang rapat untuk meminimalkan jejak kaki di atas permukaan tanah berlumut tebal. Pelatihan neraka yang dijalaninya selama beberapa hari terakhir membuat kekuatan fisik otot kakinya mampu beradaptasi dengan medan hutan yang sangat ekstrem dan terjal ini.
Di belakang arah pelariannya, suara teriakan-teriakan penuh amarah dari para penjaga Klan Zhao yang baru tiba di lokasi mulai terdengar menggema memecah kesunyian wilayah perbatasan hutan. Pertempuran berikutnya dipastikan akan menjadi jauh lebih sulit dan menantang bagi nyawanya, namun Lin Tian sudah siap untuk menggunakan cara kotor apa pun demi mempertahankan kelangsungan hidupnya.
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍