Sebelumnya ia berpamitan untuk pergi ke toko membeli keperluan kedua putra kembar kami. Tetapi ia tidak kunjung kembali dan aku sangat khawatir.
Berbagai cara aku lakukan untuk mencarinya baik lewat jalur udara maupun laut. Hingga bertahun tahun lamanya.
Aku berpikir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sampai aku melihatnya dengan pria lain di Instagram. Seketika hatiku hancur, kaki ku terasa lumpuh. Istriku tega mengkhianatiku dan meninggalkan kedua putra kembar kami.
Aku menyimpan rahasia ini sendirian tanpa memberitahu kedua putra kembar ku, dan memutuskan untuk merawat dan membesarkannya.
Sampai suatu hari, aku terpaksa menikahi seorang gadis salah satu pasien rumah sakit jiwa.
Hay kakak semua, ada novel baru nih yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada rasa
Setelah sekian lama di tinggalkan istri pertamanya. Ken tidak pernah tidur pulas di malam hari. Namun malam ini berbeda, niat hati cuma menenangkan Tianyfa dan menemaninya sampai tertidur. Ken malahan ikut tertidur pulas di samping Tianyfa.
Saking pulasnya, Ken tidak menyadari kalau kepalanya di jadikan guling oleh Tianyfa. Bahkan kaki gadis itu menimpa tubuh Ken.
Detik berlalu, menit berganti. Gelap berangsur pagi. Ken mulai merasa kedinginan karena tidak menggunakan selimut, tangannya meraih selimut dengan mata terpejam untuk menutupi tubuhnya.
Hingga pagi menjelang, Ken mulai membuka mata karena wajahnya tersapu hembusan angin yang berasal dari hidung Tianyfa. Mata Ken melebar, ia baru menyadari kalau sepanjang malam tertidur pulas di samping Tianyfa. Perlahan ia memindahkan tubuh Tianyfa supaya menjauh darinya, namun Tianyfa semakin mengeratkan pelukannya hingga Ken kesulitan bernapas karena wajahnya tertutup dada Tianyfa.
Ken berusaha memindahkan tubuh gadis itu dan akhirnya berhasil. Ken bangun lalu duduk di samping gadis itu. Memperhatikan wajah cantik Tianyfa. Perlahan tangan Ken terulur, menyibakkan rambut di wajah gadis itu. Ken tersenyum, mengusap lembut pipinya.
"Mungkinkah yang di katakan Gerhana itu benar? jika memang benar adanya seperti itu, aku harus melindunginya dan mencari tahu asal usul Tianyfa." Gumam Ken pelan.
Perlahan Ken mendekatkan wajahnya, memberanikan diri mencium kening gadis itu. Kemudian ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Setelah itu, turun dari atas tempat tidur. Memperhatikan wajah Tianyfa cukup lama. Setelah sekian lama hatinya membeku, pagi ini hati Ken mulai mencair setelah ia merasakan kenyamanan tidur semalaman di samping Tianyfa. Setelah puas menatap wajah Tianyfa, Ken beranjak pergi ke kamar mandi.
Satu jam berlalu, Ken telah selesai dengan dirinya. Kemeja berwarna biru langit di padukan celana hitam. Serasi dengan warna kulitnya yang putih. Ken memperhatikan pantulan wajahnya di cermin lalu balik badan. Ia terkejut melihat Tianyfa sudah berdiri di hadapannya dengan senyum mengembang, lalu mengacungkan dua jempolnya.
"Maksudmu, aku tampan?" tanya Ken, tersenyum tipis.
Tianyfa menganggukkan kepala seraya tertawa kecil.
"Kau suka?" tanya Ken lagi.
Lagi lagi gadis itu menganggukkan kepalanya, lalu tiba tiba memeluknya dengan erat.
"Hei, kau kenapa?" tanya Ken.
Namun Tianyfa hanya menggelengkan kepala, tersenyum lebar menatap wajah Ken.
"Kau menyukaiku?"
"Iya!" sahut Tianyfa dengan polos.
Ken tertawa lebar, mencubit hidung gadis itu. "Sekarang kau mandi, selesai mandi jangan kemana mana. Diam saja di kamarku sampai aku kembali. Kau paham?" pesan Ken.
Tianyfa menganggukkan kepalanya.
"Anak baik." Ken mengusap puncak kepala Tianyfa lalu mencium keningnya. "Aku pergi bekerja dulu, kau baik baik di rumah ya?"
"Iya!" sahut Tianyfa.
Ken tersenyum, melepas pelukan Tianyfa. Lalu beranjak pergi keluar dari kamarnya menemui Sukro, salah satu asisten rumah tangga untuk mengantarkan sarapan pagi dan mengawasi Tianyfa dari jauh. Setelah itu Ken menemui orang tuanya di meja makan. Tidak ada perbincangan, Aldara dan Bagaskoro masih dongkol hatinya karena Ken membangkang lagi seperti dulu.
"Gerhana, Galaksi, ayah tidak bisa mengantarkan kalian ke sekolah. Mang Sarip yang akan mengantarkan kalian." Pesan Ken, lalu berdiri dan berpamitan untuk pergi bekerja.
Hari ini, ada pertemuan penting. Menyangkut kelangsungan perusahaan yang Ken pimpin. Satu perusahaan besar dan sudah berkembang di belahan Negara lain, hendak menjalin kerjasama dengan perusahaan Ken. Tentu saja kesempatan emas itu tidak, Ken lewati. Ada banyak perusahaan yang mencoba menjalin kerjasama dengan perusahaan raksasa tersebut. Namun keberuntungan berpihak pada Ken. Perusahaan besar tersebut, mau menjalin kerjasama tanpa Ken minta.
lope lope bwat mereka semua....peluk onlen bwat othornya...Makasiiih untuk ceritanya.
jgn lupa kasih extra part ya😘😘😘😘
Salam dri " Reinkarnasi untuk Balas dendam "
Hhhhh
lanjut makk,mngatt