Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TENTANG CINTA
Bintang bertebaran menghiasi langit malam, bulan purnama telah menampakkan wajah indahnya.
Pemandangan malam yang setia menemani hati Asyifa, saat dia di landa keraguan dan kegundahan..
" Syifa... Kenapa malam malam kamu ada di sini?" tanya Arka.
Asyifa menoleh dan tersenyum pada suaminya yang datang membawa semangkuk potongan buah.
Alih alih menjawab pertanyaan Arka, Asyifa malah kembali menatap langit, yang mana di malam itu terlihat bersih dari gumpalan awan.
" Sebatas mana rasa mas terhadapku?" Tanya Asyifa.
Arka mengerutkan kening tanda tidak paham dengan apa yang di sampaikan istrinya.
" Jelaskan padaku syifa... Apa maksud pertanyaanmu.." jawab Arka.
dua tahun rumah tangga mereka berjalan, tetapi tidak 1 kata pun pernah terucap ungkapan cinta dari Arka.
Wajar jika Asyifa meragu... Bukankah wanita membutuhkan ungkapan yang bisa di dengar...
Arka tidak pernah mangkir dari kewajibannya, nafkah lahir dan batin selalu Asyifa dapatkan.
tetapi... Tidak sekalipun Asyifa mendengar Arka mengucapkan cinta, apa lagi rindu.
Bahkan... setiap kali selesai berhubungan, Arka hanya mengucapkan terimakasih dan berlalu ke kamar mandi.
" Apakah rasa itu masih juga. belum tumbuh di hatimu mas?" tanya Asyifa.
Arka terdiam saat dia selalu di suguhkan pada pertanyaan ini.
Sungguh... Bukan kemauan dia jika rasa itu tidak hadir. Sekuat hati dia berusaha melupakan masa lalu dan menumbuhkan cinta, tetapi.... Sia sia.
Saat ini... bagi Arka yang terpenting dia berdiri dengan setia, memperlakukan istrinya dengan baik dan bertanggung jawab, cinta bukanlah hal yang penting baginya.
" Jika mas Arka belum mendapatkan cinta itu, Ayo kita bercerai mas. Bahkan hingga saat ini aku belum memiliki anak darimu. Mungkin karena cinta itu tidak ada, jadi dia tidak ingin hadir di rahimku" Asyifa berkata dengan lugas dan jelas.
Arka menghela nafas... lalu bersandar menatap gelapnya langit.
" Sudah ku katakan berkali kali Asyifa, aku tidak akan pernah menceraikanmu ataupun menikah lagi" tegas Arka.
Lalu Arka berjalan kembali ke dalam rumah. Hati Arka sesak... Wanita yang dia nikahi secara sah selalu menginginkan perceraian hanya karena ucapan cinta.
" hingga detik inipun kamu masih menyimpan fotonya mas... Aku tahu... Tetapi... Kenapa kamu menolak bercerai denganku..." gumam Asyifa.
Sebenarnya semua foto sudah Arka buang, hanya 1 foto kecil terselip di balik pigura foto Arka yang ada di dinding.
Asyifa menemukannya saat membersihkan semua hiasan dinding beberapa waktu lalu.
Sedangkan di dalam kamar... Arka memendam rasa seorang diri.
" Cinta... Bahkan aku tidak pernah lagi merasakannya... apakah masih kurang perhatianku selama ini Fa.... Aku memegang teguh janji setiaku, tidak selangkah pun aku menghianatimu." ucap Arka ketika Asyifa memasuki kamar mereka.
Asyifa segera menutup pintu kamar, tidak ingin pembicaraannya dengan Arka di dengar adik adiknya.
" Tapi mas... itu demi kebaikan kita, kita bersama hanya saling menyakiti" jawab Asyifa.
" Menyakiti yang seperti apa syifa?, aku tidak pernah menghianatimu, bahkan hidupku ini kuserahkan padamu" kata Arka dengan berapi api.
"Aku memiliki seluruh hidupmu mas, tetapi aku tidak memiliki hatimu, buat apa?, bahkan di setiap tidurmu kamu mengigau menyebut namanya, lalu salahkan aku jika ingin membebaskanmu!" Asyifa tidak mau kalah.
Arka tertawa sumbang menertawakan dirinya sendiri.
" siapa yang bisa mengusir mimpi Syifa?, siapa yang bisa membungkam mulutku agar tidak mengigau? , semua di luar kendaliku saat aku tertidur..." Arka seolah sudah frustasi dengan permintaan Asyifa.
" Dan itu menyiksaku mas, menghadirkan rasa bersalah di hatiku, bahkan... Aku merasa tidak pantas untukmu" jawab sendu Asyifa.
"lalu apa mau kamu? Kamu mau pisah?? Ayo!!! " Arka kehilangan kendali atas dirinya sendiri"
Lalu Arka keluar rumah dengan sedikit membanting pintu.
Asyifa menangis tersedu sedu di dalam kamar. Sungguh...diapun tidak ingin berpisah... Cinta di hatinya sudah tertancap sejak jaman putih abu abu.
Tetapi... Asyifa tidak ingin egois, anak adalah hal utama dalam pernikahan, anak bisa sebagai pengikat sebuah pernikahan, tetapi... Hingga detik ini belum dia dapatkan, bahkan dia seolah sudah tidak tahan dengan semua cacian dan hinaan.
Arka mengendarai mobilnya keliling kota tanpa tujuan. Dia tidak ingin berbagi cerita masalah rumah tangganya dengan siapapun.
Lalu... Dia berhenti di sebuah Masjid Agung di tengah kota.
Mengambil air wudlu.... Lalu memasuki aula dan melakukan sholat.
Arka bersimpuh dengan menengadahkan tangan, memohon petunjuk pada Sang Maha Pencipta. Memohon ketenangan dalam berpikir dan mengambil keputusan..
Hingga larut malam... Arka belum kembali, Asyifa mondar mandir dengan cemas.
Adik adiknya sudah tertidur, di tandai tidak terdengar canda tawa mereka.
" Kemana mas Arka..." gumam Asyifa dalam hati.
" Maaf mas... Maaf. bagiku cintamu sangat penting untukku... Tetapi jika ini membuatmu tertekan, aku tidak akan bertanya lagi. Tolong... Pulanglah... aku sangat mengkhawatirkanmu" sent.... Asyifa mengirimkan pesan.
Ting...
Arka yang masih berada di mobil menerima pesan dan langsung membacanya. Tetapi tidak di balas. Dia lebih memilih fokus menyetir.
Asyifa menatap layar ponsel dengan kecewa dan air mata, Arka... Hanya membaca...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sabar ya manteman... kalian tim nya siapa? Arka atau Asyifa...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya....
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔