follow IG aku ya zayang di : harumini_12
Kecewa, sedih, patah hati, itulah yang dirasakan oleh seorang istri jika di khianati oleh suami yang sangat dicintainya.
Begitupun dengan Sela Maharani, yang di khianati sang suami tapi di kagumi pria lain.
Bagaimana kisah ini akan berlanjut?
Apakah Sela akan memaafkan sang suami dan kembali padanya?
Atau lebih memilih pergi bersama pria yang mengaguminya selama ini dan melupakan sang suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13 Soto
Sela langsung mengerutkan keningnya sambil menatap ke sebuah meja yang terdapat sepasang pasangan yang begitu mesra sambil menikmati makan siang, yang jaraknya terlalu jauh dari Sela yang baru masuk ke dalam restoran tersebut, dengan tangan yang masih dipegang oleh Kai, Sela yang menyadari tangannya masih dipegang oleh Kai langsung melepasnya. Kemudian memejamkan matanya, saat dirinya mengenali siapa pria yang baru saja dirinya lihat.
"Ya Tuhan katakan padaku aku salah melihat, tidak mungkin itu mas Harza. Aku tahu siapa mas Harza tidak mungkin dia mengkhianati ku dan bermesraan dengan wanita lain," gumam Sela dalam hati sambil memejamkan matanya.
"Benar apa yang kamu katakan Sela itu bukan mas Harza. Kamu tahu sendiri bukan, suamimu sedang berada di luar kota," gumam Sela lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri, kemudian Sela membuka matanya dan menatap meja yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya. Dan Sela langsung mengerutkan kedua alisnya pasalnya meja yang menjadi pusat perhatiannya sudah tidak berpenghuni lagi.
"Apa kamu akan terus berdiri disini dan menyia nyiakan waktuku yang berharga. Dan menambah ganti rugi untukmu?" tanya Kai pada Sela yang masih menyusuri seluruh penjuru restoran tersebut.
"Maaf," ucap Sela yang langsung duduk di kursi yang tidak jauh darinya.
"Apa aku menyuruhmu untuk duduk di situ?" tanya Kai lagi sambil menarik tangan Sela menuju meja makan lain, dan Sela pun hanya pasrah saat dirinya masih terus mengingat apa yang dirinya lihat meskipun dia percaya itu bukan suaminya, tapi entah mengapa hatinya menjadi tidak karuan. "Silakan," ucap Kai sambil menarik kursi mempersilakan Sela untuk duduk.
"Terima kasih," jawab Sela sambil menatap Kai dan juga meja bergantian saat meja tersebut sudah penuh dengan makanan. Dan Sela yang sedang menatap meja tersebut langsung menatap Kai kembali yang sudah duduk di kursi tepat di hadapannya.
"Kenapa kamu menatapku begitu. Ini semua makanan kesukaanmu bukan?" tanya Kai membuat Sela langsung mengangkat kedua alisnya mendengar pertanyaan Kai.
"Bagaimana kamu bisa…"
"Tentu saja aku tahu. Setiap wanita pasti menyukai makanan yang berkuah seperti ini semua," sambung Kai memotong perkataan Sela sambil menunjuk berbagai soto dari berbagai daerah yang memang Kai tahu, Sela menyukai makanan tersebut. "Dan sekarang makankah, jangan bicara lagi,"
"Terus bagaimana dengan anda?" tanya Sela saat di meja tersebut hanya ada berbagai macam Soto dengan satu piring nasi, satu gelas jus jeruk dan juga satu botol air mineral di depan Sela.
"Pesananku belum datang. Kamu makan saja dulu," bohong Kai pasalnya dirinya tidak memesan apapun lagi.
Dan Sela pun yang memang sudah merasakan lapar karena pagi tadi belum sarapan langsung menyantap makanan yang berada di hadapannya apalagi makanan tersebut adalah makanan kesukaan Sela. Tanpa menyadari jika Kai terus tersenyum sambil menatap intens Sela yang sedang menyantap makanannya.
"Sepertinya itu enak," ucap Kai sambil menyambar mangkok soto daging khas Madura dari hadapan Sela, salah satu soto yang menjadi favorit dari berbagai macam soto lainnya.
Kemudian Kai memakan soto tersebut tanpa peduli dengan Sela yang menatapnya kesal. Kemudian Sela yang tidak ingin berdebat dengan pria yang ada di hadapannya, langsung berganti pada mangkok lainnya yang berisi coto Makassar. Dan belum juga Sela menghabiskan setengahnya Kai langsung menyambar mangkok tersebut, dan begitu seterusnya yang dilakukan Kai.
"Rasakan itu tuan Kaindra Maraja," gumam Sela sambil tersenyum sinis saat soto yang kelima kalinya dia coba telah dirinya masukan sambal yang begitu banyak karena Sela tahu pasti Kai akan mengambil soto tersebut darinya.
Semantara itu tidak jauh dari tempat Sela dan juga Kai berada. Harza yang memang terlebih dahulu berada di restoran tersebut langsung mengabadikan foto-foto sang istri sambil tersenyum.
"Mas apa yang Mas lakukan, aku sudah lapar dan kita cari restoran lain. Biarkan saja tadi Sela melihat kita berdua. Biar dia tahu," ucap Rani sambil menarik tangan Harza.
"Tidak bisa begitu. Kalau papa tahu aku menghianatinya bisa-bisa aku tidak dapat sepeserpun harta papa. Dengan bukti ini aku sudah bisa menunjukan siapa Sela pada papa, dan aku tidak usah menyuruh Hendri mendekati Sela lagi," jelas Harza yang langsung menggandeng tangan Rani menuju mobilnya.
"Baguslah setidaknya kita tidak harus menutupi hubungan kita," ujar Rani sambil tersenyum senang.
Bersambung..................
Ceritanya tak terduga dgn konflik yg menguras emosi drama rmh tangga 😆 tp saya suka karna memotivasi IRT utk kluar dr hubungan toxic & move on dgn membangun mental yg kuat.
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Semangat utk karya2 barunya 💪🏻🥰
mendingan cari suami baru