NovelToon NovelToon
The Love Story Princess And Prince Mafia

The Love Story Princess And Prince Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Nikahmuda / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:156.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aninda Peto

Sekuel dari Suamiku Ternyata Boss Mafia

Auliani Devano Jonas adalah putri dari raja Iblis dan pembunuh bayaran ternama, dirinya yang sedari kecil menaruh hati pada pria yang selalu ada untuknya. Pria bernama Tio adalah salah satu anggota Black Wolf anak buah Tuan Wijaya yang merupakan kakek dari Aulia.

Tio yang di kirim oleh raja Iblis untuk melakukan misi ke Meksiko membuat hubungan Aulia dan Tio terhalang oleh ruang dan waktu. Aulia meyakini dirinya bahwa Tio masih mencintainya pun memutuskan untuk menyusul Tio ke Meksiko. Padahal dirinya tahu bahwa pria yang ia cintai kini telah memiliki kekasih namun rasa cinta yang begitu besar membuatnya buta akan kenyataan.

Akankah sesampainya di Meksiko Aulia akan menyerah? atau malah berhasil meraih cintanya pada pria yang sudah dewasa, yang terlampau jauh usianya dengannya.

Penasaran dengan ceritanya yuk ikuti terus setiap episodenya.


.
.
.

Karya ini di terbitkan atas izin Novelthoon Aninda Peto. Isi konten hanyalah padangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili Novelthoon itu sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aninda Peto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Membuntuti

Happy reading 🤗

Beri Vote dan likenya dong kak 🙏🙏🤗❤️

.

.

.

.

.

.

Sebuah mobil sedan bermerek Bugatti Veyron grand sport berwarna coklat itu berhenti di sebuah bangunan rumah minimalis yang memiliki dua lantai. Interior rumah ini menunjukkan rumah minimalis dengan bentuk kotak, memiliki lahan yang tidak cukup besar, bahkan gerbang rumahnya hanya berjarak satu setengah meter dari rumah tersebut. Ada beberapa pot bunga yang tertata rapi di atas lantai juga bergantung di atas plafon samping kiri dan kanan.

Perpaduan warna cat putih dan coklat menambah kesan anggunnya dalam bangunan tersebut, ada dua sisi jendela di sebelah kiri juga kanan. Aulia menatap suka bangunan di depan matanya.

"Uncle Jo memang hebat! ahh, kalau Daddy yang memilih rumah pasti yang paling besar... Lia kan sangat bosan jika tinggal di rumah besar seperti Mansion, ah betapa senangnya bisa hidup bebas!!" pekik Aulia merentangkan tangannya membuat Jonathan memundurkan kepalanya ke samping bagian jendela. Hampir kepalan tangan Aulia mengenai kepalanya.

"Uncle memang the best. Cepat mana kuncinya Lia tidak sabar untuk masuk ke dalam" Aulia mengulurkan tangannya ke depan Jonathan membuat pria itu hanya menghela napas.

"Tuan putri, Uncle juga mau masuk jadi ayo kita keluar"

"No! Uncle pulang saja dan berikan kunci rumahnya, Lia masih ingin sendiri. Uncle harus jaga rahasia Lia yah tentang masalah tadi jangan sampai Daddy atau Mommy tahu." Ujar Aulia dengan tangan terulur ke depan menatap wajah Jonathan dengan senyum jenaka.

"Tadi saja nangis sampai beberapa jam bahkan matanya... astaga! seperti tidak berbentuk mata, dan sekarang malah tersenyum senang" batin Jonathan geleng-geleng kepala. Ia lalu memberikan kunci rumah sahabatnya yang memang akan di jual untuknya.

"Uncle belikan Lia motor sport yah... yang paling mahal juga kecepatannya harus mantap... ingat rahasianya tidak boleh bocor atau Uncle yang akan mendapat akibatnya!" ancamnya dengan senyum jailnya membuat pria itu tidak bisa melakukan apa-apa kecuali meratapi nasibnya yang selalu di permainkan oleh Tuan putrinya.

"Memang anak Tuan muda, ngeselinnya minta ampun" gerutunya dalam hati. Ia hanya bisa mengelus dada dan berdoa agar di beri umur panjang untuk dirinya jika tidak maka pasti ia akan mati awal akibat stress berlebihan.

"Baiklah Tuan putri. Cepat turun agar Uncle bisa memesan motor sport untukmu" ketus Jonathan membuat Aulia terbahak-bahak. Menjahili seseorang di saat hati sedang sakit Sepertinya sangat efektif, membuat orang lain menderita agar dirinya mempunyai teman dengan nasib yang sama.

"Baiklah, thank you Uncle Jo... nih cinta Lia untuk Uncle" tuturnya dengan jari tangannya membentuk love membuat pria di jok kemudi hanya mencebikkan bibirnya kesal.

"Uncle tidak butuh! silahkan Nona keluar bukankah Nona akan menangis lagi kan"

"Hey! air mataku ada batasnya, lagian air mataku juga sangat berharga, dirinya akan keluar hanya untuk orang yang berharga bukan pengemis" ketus Aulia yang langsung turun dari mobil dengan perasaan kesal. Menutup pintunya kasar membuat Jonathan tersenyum lebar. Aulia lalu membuka pintu jok belakang mengambil kopernya.

"Makasih Uncle sudah membantu Lia" ucap Aulia tulus.

"Semangat! jangan menangis lagi orang baik seperti Tuan putri tidak pantas menangisi pria sepertinya" jelas Jonathan memberikan kepalan tangannya sebagai tanda semangat. Aulia tertawa kecil.

"Tenang saja Uncle, Lia sudah tidak mencintai dia lagi... Lia masuk dulu, Uncle hati-hati di jalan" jawab Aulia berjalan masuk ke arah rumah minimalis modern. Meraih gembok pada gerbang rumah tersebut dan membukanya. Lagi-lagi bibir itu melengkung tipis melihat teras rumah yang bersih walaupun tidak di tempati tapi masih sangat indah. Hal itu membuat gadis itu kembali bersemangat.

"Lia akan membiasakan hidup sendiri... kamu harus bisa Lia, semangat!!" katanya sedikit terkekeh. Aulia kemudian memasukan kunci di pintu rumah memutarnya perlahan sampai terdengar bunyi akibat gesekan. Hingga pintu rumah itupun terbuka.

"Wow eksterior yang begitu indah" gumam Aulia tersenyum tipis. Sedang di tempat lain seseorang tengah menatap rumah minimalis bercorak putih dan coklat terlihat sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis.

Ada rasa lega ketika melihat seorang gadis di sana baik-baik saja. "Syukurlah kalau kamu tinggal di sini semoga kamu bahagia" batinnya masih memandang rumah minimalis.

"Aku akan menjadi tetanggamu Nona" tuturnya dengan senyum lebar. Ia kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan tempat persembunyiannya.

.

.

.

.

.

.

Di negara Amerika serikat seorang gadis dengan pakaian seragamnya, rok pendek kotak-kotak berwarna biru dan putih yang panjangnya hanya sebatas lutut, juga blazer berwarna putih dengan kemeja berwarna putih dan dasi kotak-kotak bercorak sama dengan rokoknya yang bertengger di kerah bajunya. Gadis itu berkacak pinggang sembari menggerutu kesal, teman-teman yang lainnya sudah pada pulang sedangkan dia masih berdiri di luar gerbang sekolah apalagi sinar matahari yang begitu menyengat kulit membuatnya makin kesal.

"Kenapa lama sekali sih, mana mataharinya panas banget... udah sejam aku di sini tapi kok abang belum jemput juga" gerutu gadis yang berusia 15 tahun menjalan 16 tahun itu. Menghentak-hentakkan kakinya di atas aspal.

"Ponselku mati lagi, aku sangat lelah juga sangat lapar... abang cepatlah jangan sampai aku mati dan hantuku akan bergentayangan" bisiknya dalam hati. Menjatuhkan bokongnya di atas tanah dengan kaki terulur ke depan. Wajahnya menunduk melihat rumput-rumput kecil berwarna hijau kekuningan.

Hingga sebuah mobil sedan putih berhenti di depan gadis tersebut. Namun tidak di gubrisnya ia buru-buru menutup matanya dan tidak bergerak.

"Rasain! biar aku kasih pelajaran" batinnya tersenyum licik. Seorang pria dengan pakaian casual turun dari mobil menepuk bahu gadis itu.

"Lexa bangun! hey jangan di tidur di sini!!" ujar pria tersebut yang tidak lain adalah Hamas. Pria itu mengangkat kepala Alexa menatapnya penuh intens.

"Tidak mungkin dia pingsan karena dehidrasi kan?." Gumam Hamas yang langsung menggendong Alexa ala bridal style dan kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Alexa. Gadis itu menggigit kuat dagu Hamas membuat pria itu memekik kaget.

"Aaakkkkkk" teriak Hamas yang langsung menurunkan Alexa. "Kamu gila yah sakit tahu!" bentak Hamas menatap tajam, tangannya menyentuh bekas gigitan yang berubah menjadi warna merah juga tanda gigitan yang terlihat jelas.

Alexa tertawa puas ia tidak peduli dan langsung masuk ke dalam mobil duduk di jok depan. "Heh! makanya jangan macam-macam sama aku... hihihi rasain sakit kan!" batin Alexa tersenyum puas.

Hamas kemudian ikut masuk menjatuhkan bokongnya di jok kemudi, menarik spion di depannya menatap datar luka yang tengah berdarah itu. Alexa yang melihat itu terbelalak.

"Abang! dagunya berdarah apakah itu karena aku menggigitnya?" tanya Alexa dengan wajah takut.

"Kamu sudah makan?" tanya Hamas tanpa menjawab pertanyaan gadis di sampingnya. Mengambil tisu lalu menghapus darahnya yang bersarang di dagu kemudian membuang tisu bernoda itu di tempat sampah yang sudah tersedia di dalam mobil.

"Belum Abang, maaf yah dagu abang jadi luka gara-gara aku..." tuturnya merasa bersalah, memainkan jari-jari tangannya.

Hamas terkekeh menyentuh kepala Alexa gemas. "Tidak apa-apa, sekarang mau makan dulu atau langsung pulang?" tanya Hamas melajukan mobilnya.

"Pulang saja Abang" jawab Alexa dan Hamas mengangguk mengerti.

Hingga mobil sedan putih berhenti di salah satu Apartemen mewah. Hamas membuka safety beltnya, lalu hendak membuka pintu mobil. "Ayo turun" ajaknya namun tidak di gubris oleh Alexa. Membuat Hamas menghela napas kasar.

Pria tinggi itu buru-buru turun berjalan mengitari mobil hingga berhenti di samping jendela yang di duduki Alexa. Menarik gagang pintu dan membukanya.

"Ayo turun Lexa! abang mau ke kampus juga waktu abang tidak banyak" ujar Hamas dengan sabarnya.

"Gendong" tutur Alexa dengan wajah imutnya tangannya sudah merentang ke depan.

"Lexa kamu tuh udah besar gak perlu di gendong tahu, abang udah gak kuat lagi" ceramah Hamas namun tetap meraih tubuh Alexa yang berisi menggendongnya seperti bayi koala. Gadis itu tersenyum lebar menatap wajah Hamas yang terlihat tampan di matanya.

Cup

Alexa mencium bibir Hamas membuat pria itu menatap tajam.

"Jangan macam-macam Lexa, kamu sudah besar gak boleh seperti itu lagi" peringat Hamas.

"Bodoh!" jawab Alexa dalam hati. Terkekeh kecil.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung

1
Aninda Peto
permisi, Author mau promosi karya nih, barangkali ada yang berminat... judulnya Dark Romance, jika berkenan mampir yah guys
Dair Kasma
semangat kak Anin
Dair Kasma
Thank you author udah kembali up sering" update dong Thor udah lama banget nih
💞 Lily Biru 💞
semangat nugas kak ninnn
Nimas Ayu
la kok tamat... trus kelanjutannya bagaimna....
Aninda Peto: belum tamat kak, saya izin hiatus dlu soalnya lagi fokus sama skripsi, maaf yah kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Ani Matital Waiitauw
Author ya suka sekali mempermainkan tuan farhan lagi...enak² di atas awan eeee d hempas ke dasar jurang oleh kedua cucu cecurutnya itu...
Ani Matital Waiitauw
aduh yg neng Alexa di bawah santai aja bang hamasx 😅😅
Ani Matital Waiitauw
kenapa dulu Hamas sifatnya tidak seperti Aditya ya thor...🥰🥰🥰🥰
Dair Kasma
semangat Thor
Larra
wahhh
Dair Kasma
enak banget jadi horang kaya, bisa ke luar negeri sepuasnya wkwkw
Dair Kasma
lanjut lanjutkan woeee
Aninda Peto: makasih kak Dair, udah setia banget baca novelku, min saran kritikan nya kak agar ceritanya lebih baik lagi
total 1 replies
Dair Kasma
hebat thor
Aninda Peto: Terima kasih kak Dair🤭
total 1 replies
Dair Kasma
mangat thor yuk lanjut lagi
Aninda Peto: asyiaaap kak
total 1 replies
Dair Kasma
asik thor wkwkkw
Dair Kasma
semangat author makasih juga udah update kak
Aninda Peto: makasih yah kak
total 1 replies
Dair Kasma
alhamdulillah akhirnya anak dan ibu bertemu juga, makasih thor
Nison
ceritanya bagus
Boy
lanjut
Sani
mangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!