Ini adalah kisah dimana seorang pengembala kambing yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan dahsyat.
Lei Yu adalah seorang pengembala kambing, dia tiba-tiba mendapatkan kekuatan dahsyat dari petir hitam yang menyambarnya. Lei Yu mengira kekuatannya akan sangat bagus untuk dirinya, namun dengan kekuatan dahsyat yang berada di tubuhnya Lei Yu harus menanggung tugas yang sangat berat, dimulai dari mencari kunci portal sampai-sampai dia tidak sengaja menyinggung bangsa iblis yang akan merenggut orang-orang yang dia sayang.
Cuplikan:
Para serigala yang tadinya mundur maju kembali ke arah Lei Yu, tapi sekarang serigala itu mendekat dengan cara menerkam Lei Yu
"Groarrdd!".
"Habislah sudah, aku akan mati disini......".
Lei Yu berpikir dirinya akan mati tapi takdir berkehendak lain, petir hitam tiba-tiba menyambar ke arah Lei Yu juga ke arah ke 4 serigala.
"Jlegeerrrrrrrerrrrerrr!".
Para kambing berlarian ketakutan, sedangkan Lei Yu dan ke 4 serigala gosong tersambar petir. Bagimana cerita selanjutnya? Yuk simak ceritanya di novel Dewa Petir Kegelapan.
Jangan lupa Like, Komen, favorit, dan vote nya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riffky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memecahkan Teka-teki II
"Silakan Yang Mulia Pangeran Song, biar saya tunjukan".
**
Sesampainya di sana Song Yu dan lainnya terkejut melihat 2 mayat pelayan yang mati dengan cara mengenaskan.
"Siapa yang melakukan ini? Beraninya membunuh pelayan ku!" Ucap Song Yu marah.
"Sepertinya firasat mu benar Lei Yu, ada penyusup disini" Ucap Song Yuan.
"Cepat kumpulkan prajurit/pengawal dan para pelayan yang menghuni rumahku!" Perintah Song Yu.
Para prajurit/pengawal menuruti perkataan Song Yu, mereka mengumpulkan semua orang-orang yang diperintahkan Song Yu.
(Note; Sebenarnya prajurit sama pengawal tuh memiliki arti dan orang yang sama mereka sama-sama menjaga keamanan Song Yu dan menjaga kediaman Song Yu mungkin untuk beberapa chapter ke depan kita bakal sebut saja prajurit).
Semua yang di perintahkan Song Yu berkumpul di halaman rumah yang luas mereka semua bertanya-tanya kenapa mereka di suruh berkumpul disini. Orang-orang yang berkumpul terdiri dari 100 prajurit, 40 pelayan, dan 20 juru masak (Koki).
"Pasti kalian bertanya-tanya kenapa kalian harus berkumpul disini" Ucap Song Yu tegas.
Tidak ada yang berani menjawab perkataan Song Yu, mereka hanya menunduk.
"Berikan daftar nama pekerja yang ada disini!".
Salah satu prajurit memberikan sebuah buku catatan kepada Song Ini Yang Mulia
"Ini Yang Mulia".
"Di buku ini tertulis nama-nama pelayan, prajurit bahkan sampai juru masak, dan aku akan menyebutkan satu persatu nama kalian".
"Jika ada saja nama kalian yang tidak ada disini kalian akan dianggap penyusup" Ucap dingin Song Yu.
Kemudian Song Yu menyebutkan satu persatu nama yang tertulis di buku itu semua nama yang Song Yu sebutkan ada di dalam buku catatan itu.
"Baiklah tinggal dua nama lagi yang tersisa aku akan menyebutkannya, Ning Ning..........".
"Sa...... Saya Yang Mulia" Salah satu pelayan mengacungkan jarinya.
"Apa benar kau Ning Ning?" Tanya dingin Song Yu.
"Benar Yang Mulia, saya Ning Ning".
"PEMBOHONG! CEPAT BAWA DIA KEHADAPAN KU!".
Salah satu prajurit membawa pelayan yang mengaku Ning Ning ke hadapan Song Yu.
"Sekali lagi ku tanya, apa benar kau bernama Ning Ning?".
"Sa........ Saya Ning Ning Yang Mulia".
"Masih berbohong ya......." Song Yu mengeluarkan tekanan tenaga dalamnya ke arah pelayan yang mengaku Ning Ning itu.
Pelayan itu berlutut kesakitan seperti sedang memikul sebuah gunung besar, keringat mengucur deras, seluruh tubuhnya gemetaran, air matanya menetes karena ketakutan.
"Sekarang katakan siapa kau sebenarnya!".
"Sa....... Saya Ning Ning Yang Mulia" Ucap pelayan itu menangis.
"Kau masih berani berbohong?" Ucap Song Yu melotot.
"Ning Ning yang ku sebutkan namanya sudah mati dengan cara mengenaskan! Apa kau yang membunuh sekaligus penyusup nya?".
"Ba.....Ba.... Baiklah saya akan mengaku sebenarnya saya hanya di suruh unt-.......".
Belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba-tiba pisau kecil menancap di kepala pelayan yang mengaku Ning Ning itu.
Pelayan yang mengaku Ning Ning itu mati ditempat membuat Song Yu geram karena informasi satu-satunya telah mati.
"Tch! Dasar tidak berguna" Suara seorang gadis terdengar diantara sekumpulan pelayan.
Para pelayan yang tahu pembuhnuh nya ada di tempat mereka langsung berlarian ketakutan. Sementara itu gadis yang membunuh pelayan yang mengaku Ning Ning hendak kabur tapi Song Yu mengejarnya.
"Hey! Jangan kabur kau!" Teriak Song Yu sembari mengejar gadis itu.
Gadis itu yang merasa dirinya akan tertangkap melesat ke arah salah satu pelayan dan menyandra pelayan tersebut
"Berhenti! Atau akan ku bunuh dia!".
Song Yu seketika berhenti, Song Yu sangat marah dengan tindakan licik penyusup itu dia sangat ingin mencabik-cabik nya, tapi mau bagaimana lagi jika dirinya maju pelayan yang disandera akan mati.
"Bagus, sebaiknya kau berhenti atau pelayan ini terbunuh" Ucap gadis itu tersenyum licik.
Song Yuan sangat kesal dengan tindakan penyusup itu
"Lei Yu apa kau memliki rencana? Aku sangat ingin mencabik-cabik nya" Ucap Song Yuan kesal.
Lei Yu yang ditanyai tidak menjawab, Lei Yu hanya diam berkonsentrasi memusatkan pikirannya
"Sedikit lagi........" Gumam Lei Yu.
Tubuh Lei Yu tiba-tiba menghilang dan berpindah kebelakang penyusup itu. Penyusup itu tidak menyadari bahwa Lei Yu sudah berada di belakang nya.
"Hey, jika kau tidak ingin mati lepaskan pelayan itu!" Ucap Lei Yu sembari meletakan tangannya yang sudah di lapisi petir hitam di leher gadis itu (penyusup).
Song Yu dan semua orang yang berada disitu terkejut dengan apa uang Lei Yu lakukan, mereka kebingungan karena tadi Lei Yu berada di dekat Song Yuan tapi sekarang tubuhnya sudah ada di belakang gadis penyusup itu.
Gadis penyusup itu juga terkejut
"Sejak kapan kau ada dibelakang ku?".
"Jangan banyak tanya cepat lepaskan pelayan itu atau kau akan mati di tanganku!".
"Kau pikir aku akan menurut padamu?" Gadis itu tanpa rasa takut berkata seperti itu.
"Jadi kau tidak takut mati?" Tanya Lei Yu dingin.
"Tentu saja tidak Hahahahahah........" Gadis itu tertawa keras.
"Hei, jika aku mati kau juga harus mati! Hahahahahaha........" Setelah mengatakan itu gadis itu hendak meledakan dirinya, tubuhnya perlahan muncul retakan-retakan.
"Duarrrrrrd!!!!!!!!!!!".
Suara ledakan terdengar semua orang berlarian menjauhi ledakan itu. Sedangkan Song Yu melapisi tubuhnya dengan tenaga dalam, tubuhnya dilapisi oleh petir hitam.
Gadis itu dan pelayan yang disandera nya mati bersama, jika saja Lei Yu tidak segera melapisi tubuhnya dengan tenaga dalam berbentuk petir hitam mungkin dia juga akan ikut mati.
Seusai ledakan itu terjadi munculah kabut putih menyelimuti tempat gadis itu dan Song Yu berada. Song Yu keluar dari lapisan kabut putih dengan raut wajah kecewa dan sangat menyesal.
"Lei Yu apa kau tidak apa-apa?" Tanya Song Yuan.
"Aku tidak apa-apa Putri Song, tapi aku tidak bisa menyelamatkan pelayan yang di sandera" Ucap Lei Yu menyesal.
Selain penyesalannya gagal menyelamatkan pelayan yang disandera Lei Yu juga sangat menyesal karena tidak bisa menggali informasi dari gadis penyusup itu.
"Sialan lagi-lagi aku gagal menemukan siapa yang berencana membunuh Pangeran Song dan Putri Song" Gumam Lei Yu kecewa.
"Sudahlah, karena teka-teki penyusup ini sudah selesai sebaiknya kita istirahat karena hari sudah malam, oh ya dan untuk kalian para prajurit ku perketat lah penjagaan jangan sampai kejadian penyusup ini terulang!".
"Baik Yang Mulia" Ucap Prajurit bersamaan.
"Baiklah, kalian boleh bubar".
Semua orang pun bubar, Song Yu, Song Yuan, dan Lei Yu kembali ke kamarnya masing-masing.
**
Dikamar Lei Yu
"Selamat kau berhasil menyelesaikan misi mu untuk menyelamatkan Pangeran dan Putri Kekaisaran Tang" Suara pria itu terdengar.
"Berhasil kepala mu, aku tidak bisa menemukan siapa yang berencana membunuh Pangeran Song dan Putri Song kau bilang aku berhasil?".
"Tapi kau berhasil mencegah pembunuhan terjadi kan? Itu berarti kau berhasil".
"Sudahlah, beri tahu aku apa tujuan mu kesini".
"Baiklah, aku akan langsung pada intinya, tapi sebelum itu bagaimana dengan kemampuan teleportasi yang kuberikan?".
"Yah itu bagus tapi itu tidak berguna sama sekali karena aku gagal menyelamatkan pelayan itu dan kemampuan ini membuat ku lemas".
"Yah itu bukan salahku kalau kau gagal menyelamatkan pelayan itu".
"Jangan banyak bicara lagi! Cepat katakan apa tujuan mu kemari".
"Baiklah aku akan katakan tujuan ku kesini".
***
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA NOVEL INI
TERIMAKASIH JUGA YANG SUDAH LIKE, KOMEN, RATING, APA LAGI YANG SUDAH NGASIH HADIAH DI NOVEL INI.
JANGAN LUPA FAVORITIN NOVEL INI JUGA BIAR ADA NOTIFIKASI UPDATE DARI NOVEL INI DAN TERIMA KASIH YANG SUDAH NGEFAVORITIN NOVEL INI.