NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Beranak 3

Menikahi Duda Beranak 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vivi NurC.

Bagaimana bila dirimu terjebak dengan orang yang baru kau kenal dan sayangnya dia menganggap dirimu itu adalah kekasihnya. Lebih mengejutkannya lagi, dia ingin segera menikahimu dengan statusnya yang adalah seorang duda beranak 3.

Kira kira bakalan diterima atau ditolak olehmu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vivi NurC., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Lamaran Diterima

Keadaan saat ini terasa campur aduk. Suasana yang melingkupi keenam orang dewasa disana terasa canggung. Namun hal itu  berbanding terbalik dengan keadaan anak-anak yang sangat gembira. Sebab mereka melihat banyak makanan yang ada di depan mereka dan lebih menggembirakannya lagi, makanan itu boleh mereka makan.

Saat ini pun mereka tengah memakan makanan yang telah dibawa oleh Venson dan keluarganya itu. Sejujurnya kedatangan Venson kemari itu untuk bersilaturahmi, sekaligus mengutarakan niatnya untuk melamar Jasmine pada ibu atau wali dari Jasmine itu sendiri.

Jasmine menelan makanannya dengan susah payah. Dia tidak menyangka bahkan dan tidak menduga kalau Venson dan ketiga anaknya itu akan berkunjung ke rumahnya.

Padahal beberapa hari yang lalu setelah kejadian di pesta waktu itu, Venson tampak marah padanya. Tapi saat ini, dia terlihat tidak marah sama sekali padanya. Malahan datang kemari dan membawa serta ketiga anaknya itu.

Selesai makan, Bu Lia menyuruh anak-anak untuk belajar didalam kamar mereka masing-masing dan meninggalkan kelima orang dewasa ini di ruang tamu.

"Sejujurnya saya ingin bertanya, atas dasar apa Anda ini berkunjung kemari?" Pertanyaan itu membuka obrolan sekaligus mengurangi suasana canggung yang sempat terjadi.

Venson berdehem sebentar, "Saya kesini ingin bersilaturahmi kepada keluarga Jasmine sekaligus mengutarakan niat saya untuk melamar Jasmine."

Raut terkejut tertampang di wajah Bu Lia. Dirinya tidak menyangka kalau Jasmine sedang dilamar saat ini. Jasmine sendiri sudah menduga, kalau cepat ataupun lambat, Venson pasti akan melamarnya secara langsung.

Tapi dia tidak menyangka kalau waktunya itu akan secepat ini. Dirinya belum ada jawaban bila ibunya itu bertanya mengenai hal ini padanya.

Jawaban apa yang sekiranya bisa dia ucapkan untuk menjawab kebingungan dari ibunya itu. Bahkan saat ini ibunya itu tengah menantapnya, seolah memberi kode apa maksud dari ucapan pria ini.

Dan di benak Bu Lia, kenapa Jasmine tidak cerita padanya dan terlebih lagi siapakah tiga orang yang duduk di samping pria itu. Seakan tahu arti tatapan ibunya Jasmine ini, Venson lantas kembali buka suara.

"Oh, ya. Perkenalkan nama saya  Stevenson Stevens Alexandre Klein ini adalah putra-putri saya." Jawaban itu membuat Bu Lia shyok ditempat. Dirinya tidak menyangka kalau pria yang tengah melamar putrinya itu sudah memiliki anak.

Dan faktanya bukan hanya satu melainkan tiga anak sekaligus.

Mengerti akan keterkejutan ibunya itu membuat Jasmine meringis pelan. Pasti setelah ini, ibunya akan menanyakan banyak hal padanya. Dan Jasmine mencoba mencari alasan yang logis dari pertanyaan - pertanyaan ibunya nanti itu.

"Ibu belum kenal mereka bertiga, kan? Itu yang duduk disana bernama Jackson. Sedangkan ini Aurora dan di sebelahnya ada adiknya yang bernama Wilson."  ujar Jasmine sambil menunjuk kearah sang pemilik nama.

Sedangkan Bu Lia hanya mengangguk dan memberikan senyum khasnya kepada ketiganya. Respon ketiganya hanya mengangguk pelan.

"Jadi, Anda ingin melamar putri saja, Jasmine?" Venson mengangguk. "Apa Anda serius?" Bu Lia menanyakan hal itu untuk melihat apakah pria di depannya itu serius atau hanya main - main saja.

Venson menatap serius kearah Bu Lia dan Jasmine yang duduk di sebelah wanita paruh baya itu. "Saya sangat serius untuk melamar Jasmine. Saya berjanji tidak akan menyakiti Jasmin dan akan menjaganya sepenuh hati saya."

Bu Lia mengangguk pelan. Dia bisa melihat raut keseriusan diwajah Venson itu. Dan jangan lupakan tatapan kesungguhan yang terpancar dari matanya itu.

"Semua keputusan ada ditangan Jasmine. Saya tidak bisa memaksakan kehendak saya atas hidup Jasmine." ucapnya sambil menatap Jasmine lembut.

Kini tatapan kelima orang disana tertuju pada Jasmine. Sedangkan Jasmine yang awalnya menatap ibunya, kini berganti menatap kearah Venson.

Bisa dia lihat tatapan kesungguhan dari pancaran bola matanya itu. Tapi dirinya ragu untuk menjawabnya. Semua ini didasari kesalahpahaman. Dan Jasmine tidak ingin meneruskan kesalahpahaman ini.

Diarahkan pandangan kearah Jackson yang beberapa detik lalu bertatapan dengannya. Namun Jackson langsung buang muka. Sedangkan Aurora menatap Jasmine penuh permusuhan.

Jasmine menghela napas berat melihat tatapan yang dilayankan padanya itu. Belum lagi perkataan Aurora di pesta waktu itu yang masih terngiang - ngiang dibenak Jasmine.

Tatapannya bergulir kearah Wilson yang bahkan tak mau menatapnya. Entah kenapa keraguan itu semakin besar membuat dada Jasmine sesak.

Dipejamkan matanya sebentar belum menghela napa panjang. Dirasa cukup lega, Jasmine langsung membuka matanya. "Bisakah kamu memberiku sedikit waktu?"

Tepat setelah perkataannya selesai, Jasmine bisa melihat setitik kekecewaan dimata Venson. Dan entah kenapa itu sedikit menganggunya. Belum lagi rasa bersalah yang tiba - tiba menyusupi relung hati Jasmine.

"Baiklah, kau bisa memikirkannya. Aku akan menunggu jawabanmu 3 hari lagi."

Tak ada yang menginterupsi perkataan Venson barusan. Kecanggungan yang dirasakan oleh Jasmine membuatnya tetap bungkam.

Menyadari hal itu, Venson mencoba tersenyum tipis. "Baiklah, karena sudah malam. Kami pamit undur diri." ucapnya sambil berdiri membuat ketiga anaknya juga ikut berdiri.

Bu Lia dan Jasmine juga ikut berdiri. Keduanya mengantar tamu mereka sampai teras. Sebelum berlalu, Venson sempat menatap lembut kearah Jasmine. Tapi Jasmine tak berani membalas tatapan itu. Dirinya hanya berusaha memgalihkan pandangannya kearah lain.

Melihat respon Jasmine malah semakin membuat hati Venson tidak nyaman. Berusaha menepis perasaan itu, Venson langsung pergi, tentunya setelah berpamitan dengan keduanya.

Melihat mobil itu telah berlalu pergi, membuat Jasmine menghembuskan napas panjang. Rasanya ada yang aneh dengan perasaannya. Jasmine akui, Venson itu sangat baik padanya. Bahkan perlakuannya itu sangat manis dan lembut.

Dan Jasmine yakin banyak wanita di luaran sana akan tergila - gila pada Venson. Belum lagi kasih sayang yang diberikan untuk Jasmine, mampu membuat Jasmine tersipu malu.     

...❇  🍁  ❇...

3 hari telah berlalu. Dan kini Jasmine tengah menunggu kedatangan Venson yang tengah menuju kemari untuk menemuinya.

Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 17.29 P.M. padahal janjian mereka itu pukul 17.00 P.M. itu artinya, Jasmine sudah menunggu selama hampir 30 menit, tapi Venson belum datang juga.

Rasa gelisah tiba - tiba muncul di benak Jasmine. Dirinya takut terjadi hal - hal buruk pada Venson. Belum lagi, chat darinya belum dibaca sama sekali.

Baru saja dirinya berniat mengirim pesan pada Venson. Bunyi lonceng yang ada diatas pintu terdengar. Jasmine langsung menoleh menatap siapa yang baru saja masuk kedalam kafe ini.

Tepat disana, Jasmine melihat kedatangan orang yang ditungguinya itu. Tampak penampilan Venson terlihat sedikit berantakan dari biasanya. Hal itu menimbulkan tanda tanya di benak Jasmine.

"Maaf, aku telat datangnya." ucapnya begitu duduk didepan Jasmine. Anggukan kecil diberikan Jasmine atas ucapan Venson tadi.

"Mau ku pesankan minum?" tawar Jasmine yang kini memperhatikan Venson yang tengah mengatur napasnya itu.

Anggukan yang diberikan oleh Venson membuat Jasmine segera memundurkan kursinya untuk memesan minuman. Setelah selesai memesan minuman dan makanan, Jasmine kembali duduk ditempatnya tadi.

Venson menatap lurus kearahnya, membuat Jasmine sedikit gugup. "Kau pasti menunggu lama, ya?" Gelengan kecil diberikan oleh Jasmine sebagai respon. 

"Maaf, tadi aku mendadak ada meeting. Jadi baru kesini setelah meeting selesai." Jelasnya sambil menatap kearah Jasmine.

Jasmine tersenyum maklum begitu mendengar penjelasan itu. Lagipula Jasmine juga tahu kalau Venson itu adalah orang sibuk.

"Jadi apa jawabanmu dari pertanyaanku waktu itu?"

Ucapan itu membuat Jasmine yang berniat minum jadi tidak jadi. Dan kembali meletakkan gelasnya itu di meja. Dihirupnya udara sekitar yang terasa mengcengkat dilehernya.

Baru saja Jasmine siap untuk memberi jawaban. Tapi tiba - tiba pelayan di kafe ini datang disertai membawa makanan yang tadi di pesan oleh Jasmine.

Sedikit menghela napas, "Terimakasih." Jasmine berujar sambil tersenyum. Untung saja pelayan kali ini adalah perempuan. Jadi Jasmine bebas tersenyum tanpa dicemburui oleh Venson lagi.

"Kita makan dulu, ya." Keduanya makan dengan tenang dan menunda pembicaraan mereka untuk sementara.

Selesai makan, Venson menatap kearah Jasmine. Sedangkan yang di tatap mulai mengalihkan pandangan sejenak. "Sekarang bisakah kau jawab pertanyaanku tadi?"

Jasmine mulai memantapkan pilihannya walaupun dirinya sempat ragu sejenak. Tentu saja Venson tahu kalau Jasmine ragu untuk menjawab. Karena itulah dirinya mulai kembali bicara.

"Apapun jawabanmu nanti, aku akan terima dengan lapang dada. Jadi jangan merasa terbebani." Dengan berkata seperti itu, malah semakin membuat Jasmine berat dengan pilihannya itu.

"Aku---"

Venson mendengarnya dengan tenang, tapi perasaannya sungguh tidaklah sama.

..."Menerima lamaranmu."...

...Deg!...

..."Really?" tanyanya yang tak percaya akan jawaban dari Jasmine itu....

Jasmine mengangguk yakin sambil tersenyum manis. Lagipula sepertinya ini memang takdir dari Tuhan untuknya ini. Walaupun awalnya hanya berdasarkan salah paham, tapi Jasmine ingin menjalani dengan keikhlasan hati. Dan tentunya dengan mencoba mencintai Venson dengan sepenuh hati.

"Terimakasih, aku sangat bahagia!" Serunya yang tak pandang tempat, membuat beberapa pasang mata menatap kearah mereka.

Jasmine tersenyum malu melihat

respon Venson terlalulu berlebihan menurutnya. "Jangan seperti itu." gumamnya sambil menatap Venson pelan.

Venson tak bisa menghentikan senyumannya begitu lamarannya di iyakan oleh Jasmine. Rasanya kebahagiaannya sangat besar saat ini. Padahal waktu itu, dia kira kalau Jasmine akan menolak lamarannya. Tapi keadaan berbanding terbalik dari apa yang dia pikirkan itu.

...🍁 ❇ 🍁...

1
Bunda Puput
Luar biasa
Bu Dewi
Yach....
knp Wilson GK jodoh dg Syifa Thor
😢
Bu Dewi
baru dipart ini aku benar2 nangis Thor.
knp Jasmin bodoh banget sih klo GK bisa ngejelasin semua mending pergi saja😭
Ririn Nursisminingsih
ini ceo kok bodoh banget...ya diselidikilah
Ririn Nursisminingsih
udahlah jasmin klau kmu ndak dihargai mending pergi aja
Ririn Nursisminingsih
iyaa neh jasmin kok ndak bertindak tauwilson di bully kok ndak greget gituyaa
Irene
suka ceritanya
Vitamincyu
...
Vitamincyu
..
Khoerun Nisa
novel bikin Gedeg sbnrnya di cerita ini mengisahkan apa ko GK jelas bgt
Khoerun Nisa
teka teki tp GK di kasih jwban
Khoerun Nisa
bukan nya Daddy knp JD ayah
Khoerun Nisa
knp pula JD bdoh jad bilang aja ank2 yg memaksa mentdtangi kontraknya
Khoerun Nisa
aku GK suka sikap ibu tirinya keliatan sabodoan BKN nya nyelsein mslh mlh ikut2n nyembunyiin cari ke orng yg suka bully itu laporin ke guru toh udh kenal ini eh mlh ikut diem gmn mau ngambil hati anak2 klu lmbek gtu
Khoerun Nisa
mnghdpu orng ky gtu harus di bikin tegas tor jngn lebay gtu
Khoerun Nisa
kurang cocok harusnya JD Mak tiri yg tegas buat anak tiri yg congkak gtu
Imelda Sipayung
seru ceritanya
AR Althafunisa
entahlah.. mungkin Venson punya sesuatu rencana, tapi rencana itu malah nyakitin istri, secara ibu hamil ga boleh banyak pikiran. sama aja, membunuh secara perlahan kamu mah Version Version, udah taunya nyari duit doang. permasalahan anak-anaknya main diserahin kenistri, dia kagak mau tau. 😏
AR Althafunisa
knp ya nyeseknya sampe tangan tuh rasanya ada aliran listrik. perihhh
AR Althafunisa
semakin berat permasalahannya.. 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!