NovelToon NovelToon
Always Love You

Always Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:598.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Abil Rahma

Kisah cinta tak akan selalu mulus jalannya, seperti yang Ayesha rasakan. Setelah lama hatinya kosong, tiba-tiba ada seseorang yang datang mengisi hari-harinya. Berpetualang bersama, mereka berdua memiliki mimpi membangun rumah tangga yang harmonis, tapi nasib berkata lain, setelah menikah sesuatu terjadi pada rumah tangga mereka. Ayesha harus melupakan mimpi-mimpi tersebut dengan mimpi yang lain yang belum pernah terfikirkan sebelumnya. Akankah Ayesha bisa melewati semuanya atau ia harus menyerah dengan semua yang terjadi di kehidupannya?


Angkasa sudah berhenti mencari tahu di mana keberadaan perempuan yang ia cintai sejak lama bahkan perempuan itu adalah cinta pertamanya. Semenjak gadis itu menghilang Angkasa selalu mencari di mana keberadaannya, namun selalu nihil hasilnya. Di saat sudah berhenti mencari informasi tentang gadis itu, saat itu ia justru mendapatkan alamat dimana gadis itu tinggal, tapi kenyataan membuatnya kecewa dan memilih untuk melupakan gadis pujaan hatinya. Tapi takdir berkehendak lain, saat ia sudah berhasil melupakannya. Takdir apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ALY 13

Rangga

Sungguh tak pernah menyangka, jika ia bisa memiliki Yesha dengan mudah, gadis yang akhir-akhir ini mengusik hati dan pikirannya, kini sudah berada di dalam pelukannya. Terlelap dengan nyaman seperti tak terusik saat ia sengaja mengecup puncak kepala gadis itu berulang kali. Tadinya ia yang mengantuk karena semalam tak tidur dengan baik, tapi nyatanya ia baru memejamkan mata belum ada tiga puluh menit, sudah terbangun. Sedangkan Yesha masih terlelap dengan tenang, mungkin karena semalam juga tidak bisa tidur seperti dirinya.

"Aku adalah lelaki paling beruntung karena bisa memiliki kamu, aku janji akan selalu ada di sisimu hingga maut memisahkan kita, love you sayang," gumamnya, lalu mendaratkan kecupan di kening Yesha, masih saja gadis itu tak terusik sedikit pun.

Melihat jam, ternyata sebentar lagi waktu dhuhur, ia pun bangkit meninggalkan Yesha yang masih terlelap, biarlah istrinya itu butuh istirahat. Ia berniat untuk sholat terlebih dahulu, setelah itu menyiapkan makan siang untuk mereka. Karena ia memang sengaja menolak ajakan Papa mertuanya untuk makan siang bersama.

Saat ia sedang sibuk di dapur, tiba-tiba suara Yesha mengejutkannya.

"Kak, aku pulang dulu ya, mau sholat, di sini enggak ada mukena, kan?" tanya Yesha, ia berdiri di antara dapur dan ruang tengah.

"Kamu udah bangun?" bukannya menjawab, ia justru balik bertanya.

Yesha mengangguk, lalu ia berjalan ke arahnya yang masih sibuk berkutat dengan spatula dan teflon.

"Kak Rangga masak? Di apartemenku banyak makanan lho Kak, tadi pagi aku sama Mami sengaja masak lumayan banyak," celetuk Yesha saat melihat apa yang Rangga lakukan.

"Enggak apa-apa, aku pengen aja masak untuk makan siang kita," timpalnya.

Yesha tersenyum, "Biar ku bantu," tawarnya.

"Enggak usah, kamu sholat aja, nanti kembali ke sini, kita makan siang bareng," tolaknya.

Yesha menyetujui permintaan Rangga, ia pun pulang ke apartemen untuk melaksanakan sholat dhuhur, sebelum waktunya habis.

*****

Tak lama mereka berdua sudah duduk di meja makan, Rangga sudah mempersiapkan semuanya dan Yesha hanya tinggal menikmati makan siang spesial kali ini. Kenapa spesial? Karena untuk pertama kalinya mereka makan siang dengan status sebagai suami istri.

"Enak enggak?" tanya Rangga saat melihat Yesha menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.

Yesha mengangguk, lalu mengacungkan jempolnya. "Enak," jawabnya singkat, karena mulutnya masih penuh dengan makanan.

"Yaudah, makan lagi, ngobrolnya nanti," ucap Rangga.

Mereka berdua makan dalam keadaan hening, sesekali Rangga melirik Yesha yang sedang menikmati makanan. Bahagia menyelimutinya, saat melihat wanita yang ia cintai makan dengan lahap tanpa protes sedikit pun. Biasanya ia tak seberani itu, takut jika Yesha merasa risi dengan perbuatannya, tapi kini ia tak merasa takut, bahkan merasa bahagia apalagi saat tatapan mereka bertemu, membuat Yesha tersipu malu.

Mungkin jika ia melakukan itu sebelum mereka menikah, Yesha akan langsung menjauhinya dan hal yang paling buruk tidak mau bertemu dengannya. Untung saja dulu ia bisa mengendalikan keinginannya, jika tidak, mungkin mereka tidak akan menikah seperti saat ini.

Setelah makan, Yesha membersihkan bekas makanan mereka, mencuci piring dan yang lainnya. Padahal Rangga sudah melarang, tapi Yesha tetap melakukannya.

Setelah selesai semua, Yesha tampak bingung harus melakukan apa, ia masih canggung dengan keadaan seperti ini. Akhirnya ia pun menyusul Rangga yang sedang menonton televisi, meski sebenarnya merasa canggung tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja. Ia sengaja duduk sedikit jauh dari Rangga, masih malu jika harus berdekatan terus menerus.

Ia terkejut ketika Rangga menjatuhkan kepala di pangkuannya, ia tak menyangka Rangga akan melakukan itu, di tambah kini Rangga memeluk pinggangnya, dengan kepala menghadap ke arah perut, seperti masih berusaha mencari tempat yang paling nyaman.

"Ih geli Kak," protesnya karena Rangga tidak bisa diam.

Bukannya menghentikan aksinya, Rangga justru menggelitik pinggang Yesha, membuat gadis itu tertawa sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan Rangga, tapi sama sekali tak berhasil. Ia justru semakin terperangkap dalam kungkungan Rangga yang masih menggelitik pinggangnya.

"Percaya yang pengantin baru, ck. Kalau mau mesra-mesraan di kamar kan lebih enak, biar gue yang jomlo ini enggak liat," tiba-tiba saja Laura sudah masuk ke dalam apartemen tersebut tanpa mereka sadari.

Bahkan di belakang Laura ada Papa dan Mama Rangga, membuat Yesha malu karena tadi ia tertawa terbahak-bahak pasti mereka mendengar tawanya, apalagi posisi mereka berdua, di mana Rangga berada di atas tubuhnya. Seketika ia pun mendorong tubuh Rangga, lalu memperbaiki posisi duduknya.

"Ganggu aja," sungut Rangga, "Ayo ke kamar Ay." Rangga menarik tangan Yesha, tapi gadis itu tidak mau beranjak.

"Ada Mama sama Papa, enggak enak Kak, kita temenin mereka," ucapnya, lalu menarik Rangga supaya duduk di sisinya.

Rangga pun akhirnya duduk, menemani kedua orang tuanya yang besok akan kembali ke Indonesia karena banyak pekerjaan yang sudah menunggu.

"Ajak Ayesha ke rumah Oma, Oma pengen ketemu sama Yesha," ucap Mama ketika mereka akan pulang ke rumah Omanya.

"Minggu depan Ma, kalau bukan hari libur enggak bisa kayaknya, aku sibuk dia juga sibuk," timpal Rangga yang mengantar kedua orang tuanya sampai ke basment apartemen.

"Iya, yang penting perkenalkan istri kamu ke keluarga kita, mereka pasti penasaran," ucap Mama lagi sebelum masuk mobil Laura.

"Siap Ma,"

Setelah mobil yang di kendarai Laura berlalu, ia pun kembali ke apartemen, tapi kali ini ia mengetuk apartemen Yesha di mana kedua orang tua Yesha masih berada di sana.

Bukan Yesha yang membukakan pintu melainkan Elsa, "Masuk Kak, Kia ada di dalam," ucapnya setelah membuka pintu.

"Nak Rangga, sini duduk. Biasa Yesha kaya gini kalau mau di tinggal pulang, padahal dulu sebelum ke sini dia tidak semanja ini, mungkin karena jarang bertemu jadi gini," ucap Mami Nayla, sambil mengelus punggung putrinya yang sedang memeluk erat dirinya.

"Mami katanya mau seminggu di sini? Biarkan Papi pulang sendiri Mam, nanti Arga suruh jemput Mami aja, ya," Yesha berusaha membujuk sang Mami, tapi Mami tetap tidak bisa memenuhi keinginan anak pertamanya itu.

Mami menggeleng, "Enggak bisa sayang, Mami enggak tega ninggalin Papi kamu, lagian Arga lagi banyak kerjaan di kantor, belum juga skripsinya," ucapnya.

"Udah, emang enggak malu sama Rangga?" Mami melepaskan pelukannya, membuat Yesha menyerah dan ikut melepaskan pelukannya.

"Yaudah, Mami mau beres-beres dulu, biar besok bisa langsung pulang," Mami beranjak dari duduknya, meninggalkan mereka berdua.

"Mau jalan-jalan enggak?" tawar Rangga setelah Mami masuk ke dalam.

"Kemana Kak?"

"Ke suatu tempat, gimana? Kayaknya belum terlalu sore, kita pulang nanti setelah makan malam," jawab Rangga sambil melihat jam di pergelangan tangannya.

"Berdua?" tanya Yesha, karena ia belum terbiasa jika harus jalan berdua.

"Kalau mau ajak Elsa juga enggak apa-apa," ucap Rangga tidak tulus dari hati, karena sebenarnya ia ingin jalan berdua saja dengan Yesha.

"Kalian berdua aja, gue enggak mau ganggu pengantin baru!" seru Elsa dari arah dalam, sepertinya gadis itu mendengar pembicaraan mereka berdua.

"Nguping Lo ya!" tuduh Yesha.

Sedangkan Rangga tersenyum penuh kemenangan, ternyata Elsa baik juga memberi kesempatan mereka untuk berdua.

"Yaudah aku siap-siap dulu Kak, setengah jam cukuplah, ah lima belas menit juga cukup," ucap Yesha.

"Iya, aku juga mau ganti baju dulu, lima belas menit lagi aku ke sini," Rangga beranjak dari duduknya.

Yesha pun mengikuti di belakang, sampai depan pintu.

Cup

Rangga mengecup salah satu pipi Yesha, membuat gadis itu tersipu malu, "Kak Rangga, kalau Elsa liat gimana?" sungutnya.

"Enggak akan, yaudah aku ganti baju dulu, kamu jangan lama-lama, oke," Rangga mengedipkan sebelah matanya, lalu meninggalkan Yesha yang tersenyum malu-malu.

.

.

.

1
Febby fadila
alhamdllah ya semua bahgia, terutama buat angkasa yg sellu setia menunggu cintax sama sang istri Ayesha 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Febby fadila
makax jova jangan sok kamu udah dihamilin gitu malah di campkan
Febby fadila
lanjut siapa ya🤔
Febby fadila
jangan tamat dulu ya kak, ada extra part nya kan
Febby fadila
semoga bumil sellu bahagia dan sehat sellu sampai lahiran
Febby fadila
makax bunda jangan main asal benci aja cari tau duluaslaahnua seperti apa
Febby fadila
ya elah aku kira aku doang yg tidur di bawah ketiak suami 🤣🤣🤣,,, jadi klw suami sdah dinas serasa rindu banget karena nggak bisa tidur
Febby fadila
Semoga nggak ada pelakor ya
Febby fadila
semoga aja Ayesha lagi hamil anakx angkasa
Febby fadila
gassss poooooollll ya angkasa jangan kasih kendor 🤣🤣🤣🤣 biar Fabian punya adik baru lagi
Febby fadila
tentang Aufa duku aja Thor tp di bikinseru ya
Febby fadila
Alhamdulillah semoga selalu bahagia terus ya moga aja Fabian akan punya Dede lagi
Febby fadila
lanjut biasanya dibcerita lain tu musti tunggu siap dulu baru mulai malam pertama nya
Febby fadila
sah selamat ya semoga kali ini samawa sampai til Jannah nya allah
Febby fadila
sedih aku tiap kali yesha mengingat rangga
Febby fadila
kangen Rangga juga ya, semoga tenang dan bahagia ya kamu Rangga 😭😭😭
Febby fadila
semoga ini awal untuk kebahagiaan kalian berdua
Febby fadila
sungguh kisah cintanya Ayesha sama angkasa nggak pernah mulus banget
Febby fadila
gimana reaksi bunda ayu ya, semoga bunda ayu nggak julid sama mantunya nanti
Febby fadila
waduuu Aufa kok suka sama sepupu sendiri siii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!