Merupakan lanjutan dari Novel Ustadz Idaman, yang akan menceritakan kehidupan Kakak Adik yang memiliki sifat yang sangat berbanding terbalik, dimana Akhtar yang mewarisi sifat Abinya yang kaku, dingin, dan datar, sedangkan Afkar mewarisi sifat Mommynya yang pecicilan dan tidak bisa diam.
Serta menceritakan bagaimana kehidupan mereka setelah pernikahan, apakah mereka mampu mempertahankan pernikahan mereka walaupun banyak godaan yang datang atau mungkin malah sebaliknya ?
PENASARAN.....?
yuk langsung di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 13
Sementara di kediaman Afkar dan Ila, Afkar sudah 3 hari bekerja dirumah karena sedang sakit, berulang kali Ila mengajak untuk periksa ke dokter tapi Afkar selalu menolak dengan alasan dia baik-baik saja.
" Sayang tolong pijitin kepala aku yaa, sumpah nihh kepala udah kayak mau pecah " kata Afkar lemas, sehingga membuat Ila langsung mendekat kearah Afkar.
" Apa nggak sebaiknya kita ke dokter ? ini udah 3 hari loh " kata Ila khawatir.
" Im okay baby, ini cuman sakit kepala biasa kok " kata Afkar lemah.
" Yasudah kalau kamu nggak mau ke rumah sakit biar aku yang telepon dokter untuk datang kesini " kata Ila.
" Sayang suami mu ini nggak papa " kata Afkar.
Baru saja Ila ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti karena Afkar tiba-tiba mual dan langsung berlarih kearah kamar mandi yang diikuti oleh Ila.
" Tuhhh kann keadaan kamu lagi nggak baik-baik saja, kita kedokter yaaa " kata Ila sambil memijit tengkuk Afkar.
" Aku nggak papa " kata Afkar yang hampir terjatuh dikamar mandi, namun langsung ditahan oleh Ila.
" Tuhh kan hampir aja, aku nggak mau tau aku panggil dokter sekarang " kata Ila sambil menuntun Afkar berjalan kearah kasur, kemudian membantu Afkar berbaring.
" daripada telepon dokter mending telepon Abi aja " kata Afkar sambil menahan tangan Ila.
" Okee aku telepon dokter dulu abis itu telepon Abi " kata Ila.
" Ilaa bisa nggak sih kamu nurut aja sama aku, aku bilang telepon Abi bukan dokter " kata Afkar meninggikan suaranya namun masih terdengar lemah, sehingga membuat Ila kaget pasalnya baru kali ini Afkar membentaknya.
" Baiklah " kata Ila berkaca-kaca, namun tetap menuruti perintah Afkar.
" Assalamu'alaikum sayang, kalian nggak papa kan ? udah satu minggu lo kalian nggak main kesini " kata Fiah dibalik telepon tersebut.
" Wa'alaikumsalam Mommy Fiah, maaf yaa Mom soalnya Mas Afkar lagi sakit jadi ki..." kata Ila terpotong karena ucapan Fiah.
" Hahhh Afkar sakit ? sakit apa Nak ? " kata Fiah khawatir.
" Afkar demam Mom dan sekarang Afkar pengen banget ketemu Mommy sama Abi, kalau nggak keberatan Mommy sama Abi bisa kesini kan ? " kata Ila sopan.
" Iya sayang Abi sama Mommy segera kesana " kata Fiah dibalik telepon tersebut.
" Makasih Mommy, assalamu'alaikum " kata Ila mengakhiri panggilan tersebut sambil mendekat kerah Afkar.
" Mommy sama Abi udah mau kesini, sekarang Mas Afkar makan dulu yaa " kata Ila sambil duduk dipinggir kasur.
" Kalau aku makan nanti aku akan muntah lagi, nanti aja yaa " kata Afkar lemah.
" Tapi kan perut kamu harus di isi Mas " kata Ila.
" Kenapa sih dari tadi kamu maksa-maksa aku terus, kamu senang liat aku mual dan muntah-muntah setelah makan, iyaaa ? " kata Afkar sambil menjatuhkan piring yang di pegang Ila bertepatan dengan datangnya Gus Fauzan dan Fiah.
" Ahhhhh " teriak Ila kaget.
" Ada apa ini ? " kata Gus Fauzan.
" Mommy, Abi " kata Ila yang langsung menyalimi tangan kedua mertuanya.
" Maaf yaa Mommy, Abi, kamarnya berantakan " kata Ila yang langsung membereskan pecahan piring tersebut, namun langsung di cegah oleh Fiah.
" Jangan kamu yang bersihin Sayang, biar Mbak aja " kata Fiah.
" Yaudah kalau gitu Abi sama Mommy ngobrol aja dulu, biar Ila panggil Mbak Intan buat bersihin " kata Ila sambil berjalan keluar, karena sudah tidak bisa menahan air matanya.
" Mommy, Abi, Afkar kangen " kata Afkar lemah.
" Apa-apaan kamu Kar, begini cara kamu memperlakukan istri kamu ? " kata Gus Fauzan datar.
" Afkar kesal Bi, dari tadi Ila selalu maksa-maksa Afkar buat makan sama periksa ke dokter " kata Afkar.
" Itu semua demi kebaikan kamu Afkar " kata Gus Fauzan menimpali.
" Apa kamu nggak mikirin perasaan Ila ? dia pasti sedih banget kamu perlakukan dia seperti itu " kata Fiah menimpali.
" Astagfirullah, apa yang sudah aku lakukan ? " kata Afkar tersadar saat mendengar ucapan Fiah.
" Ila mana Mom ? " kata Afkar yang ingin bangun namun keadaannya masih sangat lemah.
Baru saja Fiah ingin menimpali ucapan Afkar, namun terhenti karena kedatangan Ila bersama asisten rumah tangga.
" Sayang " kata Afkar lemah, sehingga membuat Ila langsung mendekat kearah Afkar.
" Iya ada apa ? Mas Afkar butuh sesuatu ? " kata Ila.
" Maaf aku udah kasar sama kamu " kata Afkar sambil memeluk Ila.
" Aku ngerti kok mungkin kamu sedikit sensitif karena sedang sakit, aku yang seharusnya minta maaf karena belum bisa merawat kamu dengan baik " kata Ila.
" Nggak kamu yang terbaik sayang " kata Afkar.
" Udahh ahhh malu ada Mommy sama Abi " bisik Ila.
" Udahhh nggak usah malu sayang, mereka nggak akan iri mereka kan bukan kaum jomblo " kata Afkar sambil melepaskan pelukannya.
" Untung aja Ila anaknya pengertian, kalau Mommy yang di gituin udah nggak Mommy urusin kamu Afkar " kata Fiah sambil duduk dekat kepala Afkar.
" Untungnya Ila nggak kayak Mommy " kata Afkar.
" Sebenarnya kamu sakit apa sih Kar ? " kata Gus Fauzan.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
ehh lgsg tamat.