Edelweiss Javanica adalah seorang gadis cantik keturunan Jawa Eropa. El memiliki mata hazel sama seperti ibunya sehingga membuat banyak orang terhipnotis oleh tatapannya.
El juga seorang primadona kampus. Siapapun pasti mengenal si gadis cantik, pintar, kaya, ramah dan baik. Apalagi dia juga mempunyai kekasih yang tampan. Sungguh hidupnya terlihat begitu sempurna hingga banyak gadis yang iri padanya. Bahkan mereka memimpikan hidup seperti dirinya.
Namun ternyata hidupnya tak sesempurna yang terlihat. Kekasih tampannya sering membentak bahkan memukulnya jika ada pria lain yang menatap kagum padanya.
Akankah Edelweiss bertahan dengan kekasih posesif nya? Atau dia akan menemukan tempat bersandar yang baru dan lebih nyaman?
Baca kisah selengkapnya di SORRY, But I Love You.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tren Aneh
Kennan dan Sean sudah berada di dalam mobil yang sedang berjalan menuju kediaman Mallory untuk mengantar Kennan pulang.
"Apa kita masih memiliki kerja sama dengan Mr Yohan, selain pembangunan Rumah Sakit?" tanya Kennan dan berhasil memecah keheningan di dalam mobil.
"Tidak tuan, karna pembangunan Rumah Sakit telah selesai. Itu artinya kontrak kerja sama kita dengan Mr Yohan juga sudah selesai."
"Bagus kalau begitu. Kalau Mr Yohan mengundang kita untuk jamuan makan malam di rumahnya lagi tolong kamu urus. Aku sudah tidak mau lagi datang ke rumahnya. Apa lagi bertemu wanita tadi."
"Maksud anda nona Tania?"
"Iya siapa lagi," sahut Kennan dengan nada ketusnya. Dia masih kesal saat mengingat Tania yang mencari perhatian darinya. Dia tidak suka jika ada perempuan lain mendekatinya, karna bagi Kennan cukup Megan yang ada di hati dan pikirannya.
Drtt... drtt.. drtt..
Suara dering ponsel Kennan kembali memecah keheningan di dalam mobil. Kennan mengambil ponsel yang berada di saku jasnya.
Sebuah senyum terbit di wajahnya saat melihat siapa yang menelpon. Dia langsung mengeser tombol hijau dan menempelkan ponselnya di telinga.
"Hallo honey. Where are you?"
"Aku di apartemen. Kamu dimana? Tadi disini lampu padam cukup lama . Aku takut sendirian disini. Honey bisakah kamu kesini menemaiku?"
"Baiklah aku akan kesana. Tunggu aku. See you honey. Love you." Kennan mematika panggilan teleponnya dan kembali memasukan ponselnya ke saku jasnya.
"Antar ke apartemenku saja pak," ucap Kennan pada sopir pribadinya.
"Baik tuan."
Kini Sean terlihat kesal. Dia memang tidak menyukai Megan kekasih tuannya. Karna jika kekasih tuannya itu datang ke perusahaan dia akan berlaku seolah-olah sudah menjadi nyonya Mallory. Bahkan tidak segan-segan memarahi karyawan disana dengan alasan yang tidak jelas.
Namun Megan akan berubah 180 derajat jika sudah bertemu dengan tuan dan nyonya Mallory. Dia akan berubah menjadi gadis yang sangat ramah dan sopan. Dan Kennan tidak pernah tau kelakuan asli kekasihnya itu, karna megan juga akan berperilaku sangat baik di depan Kennan. Bahkan dia akan memutar balikan fakta jika ada yang berani mengadu pada Kennan. Apalagi cinta Kennan pada Megan membuatnya seakan buta akan sifat asli kekasihnya.
Mobil berhenti tepat di depan lobby sebuah apartemen dengan bangunan tertinggi di antara bangunan lain disekitarnya. Gedung ini terdiri dari 70 lantai.
Kennan sendiri memiliki 2 buah apartemen di sini. Apartemen yang kadang dia tempati berada di lantai 65. Dia biasanya akan tidur di apartemennya hingga beberapa hari jika sedang ada masalah dengan Daddy nya. Sedangkan satu apartemnnya lagi berada di lantai 30 yang kini ditempati kekasihnya Megan.
Kennan keluar dari mobil dan bergegas naik ke lantai dimana kekasihnya tinggal. Setelah memasukan pasword, pintu terbuka dan di lihat kekasihnya duduk di sofa ruang tamu dan sedang tersenyum begitu manis kepadanya. Megan mengenakan baju tidur model mini dress dengan bagian dada rendah dan tali spaghetti. Walau dada Megan terlihat tak terlalu besar namun berhasil membuat Kennan menelan salivanya dengan susah payah.
Kennan melangkah mendekati kekasihnya dan langsung merengkuh pinggang Megan. Dia memberi kecupan ringan di bibir sang kekasih. Megan melingkarkan tangannya di leher Kennan membuat jarak antara keduannya semakin dekat.
Mereka saling berpandangan hingga Kennan kembali menyambar bibir kekasihnya. Namun kali ini bukan hanya sekedar kecupan, Kennan memagut bibir bawah Megan lalu beralih ke bibir atasnya. Dia mel**at, meng**um, dan menghi**p bibir kekasihnya. Ketika jari-jari lentik Megan mulai membuka satu persatu kancing kemejanya, Kennan langsung menghentikan aktivitasnya.
Kini Megan menatap Kennan dengan wajah bingungnya. Sedangkan Kennan membalas dengan tersenyum hangat.
"Jangan sekarang. Kita hanya akan melakukannya saat kamu sudah menjadi istriku." Kennan mendudukan Megan di pangkuannya. Dia mengusap rambut kekasihnya dengan lembut.
"Tapi kenapa? Apa aku tidak menarik?"
"No honey. Aku hanya tidak ingin merusakmu. Kita pasti akan melakukannya saat sudah menikah. Dan sebelum menikah aku tidak ingin kita melakukannya."
Megan mengigit bibir bawahnya. Muncul perasaan takut pada dirinya, bagaimana jika Kennan tau dia pernah melakukannya dengan pria lain. Apakah Kennan tetap mau menerimanya. Atau Kennan akan langsung membuangnya?
"Honey ada apa denganmu? Kenapa melamun?" tanya Kennan yang kini sedang menatap wajah kekasihnya.
Megan hanya tersenyum kaku.
Kennan pasti menerimaku walau sudah tidak perawan lagi. Dia begitu mencintaiku. Dia tidak akan mungkin meninggalkanku saat tau dia bukan yang pertaman untukku.
"Kalau begitu tidurlah dikamarmu. Aku akan mandi dikamar sebelah dan tidur disana," ucap Kennan lalu memberikan kecupan di kening Megan.
"Baiklah. Good night honey." Megan berdiri dan melangkahkan kaki menuju kamarnya.
***
El sudah memakai stelan kerjanya. Dia menuruni tangga dengan sedikit tergesa-gesa karna tadi Bu Asih memberi tahunya jika Leo sudah datang dan menunggu di ruang tamu.
"Bee.. udah lama nunggunya?" tanya El saat sudah sampai di ruang tamu.
"Gak juga sih. Mungkin aku yang ke pagian kesininya, abis aku udah kangen banget sama kamu." Leo menghampiri El dan mencium kening kekasihnya. Bluss... wajah El langsung merah merona.
Ya ampun pagi-pagi aku udah dapet mood booster aja. Coba tiap hari begini, mau di perusahaan ada sejuta Kennan juga aku jabanin.
"Kamu udah sarapan bee?" tanya El dengan wajah yang masih merah merona.
"Belum bee. Orang kesini buru-buru. Mana sempet aku sarapan dulu."
"Ya udah kita sarapan dulu aja yuk bee. Ini juga masih terlalu pagi. Tadi kayaknya Bu Asih udah bikin sarapan."
Mereka berdua berjalan menuju meja makan dengan El yang melingkarkan tangannya di lengan Leo. Dimeja makan sudah terlihat ada scramble egg yang dicampur dengan waffle yang dilapisi dengan mentega almond.
Ini termasuk makanan kesukaan El. Dulu mendiang ibunya sering membuatkan untuk sarapan. Bahkan Bu Asih belajar membuat menu ini dari ibunya sehingga rasanya pun hampir sama persis.
Bu asih sendiri pernah ikut kelas memasak western food dan korean food atas perintah Aditya. Karna Aditya mengetahui dari Bu Asih jika putrinya sering memesan makanan itu via online.
"Maaf nona, saya lihat setiap berangkat kerja nona memakai kaca mata. Apa ada masalah dengan penglihatan nona sekarang?" tanya Bu Asih, dia merasa khawatir dengan putri tuannya yang bahkan sudah dia anggap seperti putrinya sendiri.
"Tidak bu, tidak ada masalah dengan penglihatanku," ucap El tersenyum melihat Bu Asih.
"Saya juga merasa ada yang berbeda dengan penampilan nona, padahal nona seperti biasa saja sudah sangat cantik. Tapi sekarang malah di buat aneh-aneh begini. Apa sekarang lagi tren ya non penampilan seperti ini."
El langsung menatap ke arah kekasihnya yang terlihat sangat kesal mendengar pertanyaan yang di lontatarkan Bu Asih.
"Bu Asih bisa lanjutkan pekerjaannya. Nanti kalau sudah selesai sarapannya El panggil," ucap El yang sudah mengalihkan pandangannya pada Bu Asih.
"Baik non saya permisi." Bu Asih langsung melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Bee habiskan sarapannya. Kita sudah hampir terlambat," ucap El dengan suara lembut.
"Hemmm..." sahut Leo singkat.
Setelah menyelesaikan sarapan, Leo mengantarkan El menuju tempat kerjanya.
gimn Megan thort