Aqila dan Arga adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah. Ini adalah keinginan dari Sherly sahabat dan juga calon istri dari Arga.
"Kumohon ini adalah permintaan terakhirku." Kata kata itu yang membuat mereka bersatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa untuk menikah. namun lama kelamaan meraka merasa nyaman satu sama lain.
Apakah mereka akan selalu bahagia? Bagaimana jika Sherly kembali? Siapa yang akan di pilih Arga pada akhirnya?
Yuk simak cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhila dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 12
Sesampainya di vila Aqila langsung menuju kamarnya. Disusul Arga di belakangnya.
"Mas.. aku mandi duluan ya.. lengket banget badan aku." katanya.
"Ga mandi berdua aja sayang." goda Arga sambil mendekatkan tubuhnya ke Aqila.
"Jangan mesum kamu mas." jawab Aqila.
Arga terus melangkahkan kakinya mendekati Aqila. sontak membuat Aqila mundur menjauhi Arga. Aqila tersentak saat bagian belakang badannya menyentuh tembok dinding. dengan segera Arga melingkarkan kedua tangan nya di pinggang sang istri. Arga semakin mempererat pelukannya saat Aqila berusaha membuka pelukan Arga.
"Mas lepasin aku mau mandi." ucap Aqila.
"Cium dulu baru aku lepasin" jawab Arga
"Mas kok jadi mesum gini sih.. minta cium terus." balas Aqila.
"Pilihan kamu cuma 2. mandi bareng aku atau cium aku seperti tadi pagi aku mencium mu." Goda Arga membuat mata Aqila terbelalak. " cium disini.. disini..disini.." sambil menunjuk semua area mukanya.
"itu ga menguntungkan sama sekali buat aku mas.. lepas mas.. aku mau mandi.. trus aku juga harus masak buat makan malem kita." ungkap Aqila.
"kalo mau cepet ya pilih antara dua pilihan yang tadi." ujar Arga.
Lalu Aqila memegang muka Arga dengan kedua tangannya. dengan cepat ia mencium semua area yang di tunjuk Arga. Saat ia mengecup bibir Arga, dengan segera Arga meraih tengkuk Aqila dan membalas ******* bibir Aqila. Saat pagutan bibirnya terlepas. Aqila segera berlari menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi Aqila keluar kamar mandi dengan malu malu. Sedangkan Arga hanya tersenyum melihat tingkah Aqila yang malu malu. Aqila segera menyiapkan pakaian tidur Arga dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk memasak makan malam mereka.
Saat sedang memasak tiba tiba tangan Arga melingkar di pinggang Aqila. membuat Aqila tersentak kaget.
"Ya Tuhan.. mas.. ngagetin aja sih.. untung penggorengannya ga jatoh.. kalo sampe jatoh kita ga akan bisa makan malam ini." ucap Aqila..
"Hehehe.. maaf sayang.. entah kenapa aku ga mau jauh dari kamu." jawab Arga.
Blush... seketika rona merah menghampiri pipi Aqila. Saat hendak menyimpan masakannya ke atas meja. Otomatis membuat Aqila membalik badannya
"Mas bisa geser badan nya? aku mau nyimpen ini di atas meja." ucap Aqila tertunduk malu. melihat rona merah di pipi Aqila ia segera meraih dagu Aqila dengan jari telunjuknya. kemudian ia mengecup rona pipi Aqila dan menuju meja makan. di susul Aqila di belakangnya.
Sesampainya mereka di meja makan, Aqila menyiapkan makan untuk Arga lalu ia mengambil makan untuk dirinya sendiri.
"Maaf ya mas makan malam kita cuma sama ikan kalengan aja. soalnya persediaan di kulkas juga udah abis. aku lupa belum belanja lagi." ucap Aqila.
"ga apa apa sayang.. ga usah di pikirin.. semua masakan kamu pasti aku makan kok." jawab Arga. "bahkan jika hanya ceplok telor pun pasti aku makan. aku bukan orang yang pilihan terhadap makanan. jadi kamu tenang aja. ok sayang." lanjutnya sambil mengusap kepala Aqila. Aqila hanya menjawabnya dengan senyuman dan sebuah anggukan.
Setelah selesai makan malam Aqila membersihkan meja makan dan mencuci piring dan beberapa alat kotor. sedangkan Arga pergi ke ruang nonton. Saat Aqila selesai dan hendak menuju kamar tiba tiba Arga memanggilnya dan menyuruh Aqila duduk di samping Arga.
"Ada apa mas? tumben nonton tv biasanya langsung tidur." tanya Aqila.
"Gpp dong sayang. aku juga kan bosen di kamar terus." jawabnya. tiba tiba Arga tiduran di pangkuan Aqila. tubuh Aqila menegang seketika.
"Mas aku mau tanya.. tapi kamu jangan tersinggung ya." ucap Aqila.
"tanya aja. kalo aku tersinggung berarti kamu harus bujuk aku." jawab Arga.
"Aku cuma heran aja mas. semenjak kita pergi ke vila kelakuan mas sedikit aneh ke aku. mas mulai manggil aku sayang. mas mulai coba buat deket banget sama aku. emang mas udah bisa lupain Sherly?" tanya Aqila sambil menggigit bibir bawahnya.
Tiba tiba Arga terduduk. ia menatap Aqila dalam dan Memegang pundak Aqila. "Dengerin aku ya sayang. Memang tidak semudah itu aku bisa melupakan Sherly. Tapi dia hanya masa lalu aku. memang dia pernah ada di hidupku malah jauh sebelum kamu mengenal aku. Tapi sekarang aku hanya ingin fokus ke masa depan dan masa depan ku itu kamu Qila. kamu masa depanku dan kamu duniaku untuk saat ini dan seterusnya. karena aku mau pernikahan ku hanya sekali untuk seumur hidupku. yaitu bersama kamu. memang awalnya aku terpaksa menikah denganmu. tapi lama kelamaan aku menjadi nyaman dan mulai terbiasa berada di dekatmu. udah yah ga usah bahas dia lagi. aku lagi mencoba agar hanya kamu satu satunya di hidupku untuk sekarang dan seterusnya." jelas Arga
Mendengar perkataan Arga tiba tiba Aqila menghambur ke pelukan Arga. Dan tanpa terasa air mata mulai menetes di pipinya. hingga lama kelamaan menjadi sebuah isakan.
"kok nangis sih sayang.. aku salah ucap.. apa kamu ga suka dengan cara aku?" tanya Arga
"Aku hanya terharu mas.. ternyata mas memikirkan hubungan kita sampai sejauh itu. aku gak nyangka aja mas." jawabnya sambil tersenyum. "Tapi maaf mas aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu. malah aku belum memberikan apa yang seharusnya jadi milik kamu. maaf mas.. tapi aku belum siap.. aku ingin kita perkenalan dulu mas. aku ingin merasakan pacaran dulu. ya meskipun kita sudah menikah. kamu tau kan kamu itu laki laki pertama yang masuk di hidup aku. segala nya pertama buat aku mas. makanya aku ingin melakukan segala nya secara perlahan mas." lanjutnya sambil menundukan kepalanya.
"Aku ngerti kok sayang. aku juga ga bakal paksa kamu. aku ingin kita berdua sama sama sudah siap. tanpa ada paksaan." balas Arga.
Arga mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Aqila. di cium nya kedua mata Aqila yang mengeluarkan air mata."ciuman ini biar kamu gak nangis lagi" ucapnya. lalu ia mencium bibir Aqila "dan ciuman ini biar kamu ga tanya yang aneh aneh lagi." lalu Arga kembali mencium kening sang istri "dan ciuman ini sebagai bukti bahwa aku sudah menerimamu Qila. Aku sayang kamu Aqila." bisiknya di telinga Aqila. Membuat Aqila mematung.
Lalu Arga menidurkan kembali kepalanya di pangkuan Aqila. "mana tangan kamu sayang?" ucap Arga sambil menuntun tangan Aqila menuju kepalanya dan membuat tangan Aqila mengusap lembut kepala Arga.
"Nah gininkan nyaman banget jadinya." ucap Arga lagi. dan hanya di balas senyuman yang sangat manis dari Aqila. "Sayang kalo ke orang lain kamu gak boleh senyum kaya gitu yah.. senyuman kayak gitu cuma buat aku." ucap Arga sambil menenggelamkan wajahnya ke perut Aqila dan menghirup dalam dalam wangi tubuh istrinya ini.
"Mas kalo besok kita ke rumah ibu mau gak mas? kata ibu sih tadi sore ibu udah nyampe rumah." tanya Aqila ragu ragu. "tapi kalo kamu gak mau juga ga apa apa kok mas. kita di vila saja." lanjutnya.
"Aku belum jawab loh sayang.. kok malah kamu yang jawab sendiri." ucap Arga. "besok kita ke rumah ibu kalo perlu kita menginap saja disana. jadi kita pulang ke rumah dari rumah ibu. gimana sayang kamu mau?" lanjutnya.
Pertanyaan Arga hanya di balas sebuah anggukan dan senyuman. tiba tiba Aqila mencium kening Arga saking senangnya.
"Eh maaf mas.. aku terlalu senang." ucap Aqila malu malu.
"kok malah minta maaf sih sayang. itu kan wajar. kita udah sah sayang." ucap Arga.
Mereka melanjutkan acara menonton tv. tanpa terasa Aqila tertidur di sofa dengan bersenderan ke sandaran kursi. sedangkan Arga masih menonton acara di tv dengan posisi yang sama yaitu tidur di pangkuan Aqila. Arga sesekali memberikan komentar atas acara yang ia tonton bersama Aqila. pada awalnya Aqila menanggapi semua perkataan Arga. tapi lama kelamaan dia hanya terdiam. saat Arga melihat ke arah Aqila ternyata ia telah tertidur.
Arga segera mematikan tv dan menggendong Aqila menuju kamar mereka. sesampainya di kamar Arga menidurkan Aqila dan Arga pun ikut merebahkan diri di samping Aqila. Arga membawa Aqila ke dalam pelukannya dan ikut tertidur untuk menyambut hari esok.
cuman kurang greget ceritany,tp tetap semangat ya thor,dan semoga banyak yg baca ceritamu 😊😊😊
pahit ditengah
ending yg maies