Aska seorang CEO tampan, dan juga cerdas. Sifatnya yang dingin dan juga datar membuat dia susah di dekati, apalagi sama yang namanya wanita.
Aska juga tidak pernah tersenyum, kecuali sama keluarga dan sahabat terdekatnya.
Akankah ada yang wanita yang bisa mendekati dan membuat dia tersenyum?
Yuk langsung kepo in.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 12
Selesai makan siang, Aska dan asistennya langsung pergi menuju bandara. Mereka akan pergi ke kota J, untuk melihat proyek pembangunan hotel.
Mereka sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta. Aska dan asistennya langsung menuju jet pribadi milik keluarganya. Ya tadi sebelum berangkat ke bandara Aska sudah memberi tau pihak bandara untuk menyiapkan semuanya.
Sesampainya di pesawat jet, Aska dan asistennya di sambut sama pilot dan juga pramugari. Aska masuk kedalam pesawat, diikuti sang asisten di belakang.
Pesawat jet pun lepas landas meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta. Karena perjalanan dari Jakarta ke kota J dua jam, Aska dan asistennya memutuskan untuk istirahat.
🌷🌷🌷
Fira dan sahabatnya sudah sampai di kantor. Mereka berdua langsung menuju ruang kerja. Mereka berjalan menuju lift, karena masih jam istirahat jadi mereka tidak perlu mengantre untuk masuk ke dalam lift.
Ting.
Pintu lift terbuka, Fira dan kedua sahabatnya keluar dari lift kemudian berjalan menuju ruang kerja mereka. Sesampainya di ruang kerja, Fira mengambil piring untuk dia dan sahabatnya.
Setelah itu mereka berdua mulai menyantap nasi Padang yang mereka beli tadi. Fira sangat lahap memakan nasi Padang itu. Tak berselang lama sebungkus nasi Padang sudah berpindah ke dalam perutnya.
Fira meneguk segelas air putih yang ada di hadapannya. Sekarang perutnya sudah terasa kenyang. Nggak salah pilihan dia memilih nasi Padang di warung tadi.
" Kapan-kapan kita ajak team makan di warung itu" kata Fira setelah membersihkan piring bekas makannya tadi.
" Boleh, pasti tambah seru makan rame-rame"
" Setelah peluncuran produk parfum ini berhasil, maka kita akan pergi makan-makan di warung itu" kata Fira.
" Setuju"
Jam istirahat pun telah selesai, karyawan kantor kembali ke ruang kerja mereka masing-masing. Fira dan sahabatnya sudah berada di meja kerja mereka.
Karyawan di divisi marketing kaget, karena manager mereka sudah berada di ruang kerjanya. Mereka merasa segan, karena bos lebih dulu datang dari mereka.
" Ibuk nggak makan siang?" tanya salah satu bawahan Fira.
" Sudah, lagi pula ini sudah jam kerja" kata Fira sambil tersenyum.
" Syukurlah kalau ibuk sudah makan"
Fira sangat beruntung memiliki team yang baik dan juga ramah-ramah. Bahkan lebih ramah dari teamnya yang dulu. Fira bersyukur di kelilingi oleh orang-orang baik.
Semua team divisi marketing, harus cepat menyelesaikan pekerjaan mereka. Karena CEO memberikan mereka waktu cuma 3 hari. Jadi mereka harus tancap gas.
Sore hari.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Para karyawan bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, tak terkecuali Fira dan juga Willa.
Setelah membereskan meja kerjanya, barulah Fira dan Willa melangkahkan kaki ke luar ruangan, dan menuju lift, yang tidak jauh dari ruangannya itu.
Fira dan Willa berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya yang terparkir cantik di sana. Sesampainya di parkiran Fira dan sahabatnya pun berpisah, karena mereka akan menuju rumah masing-masing.
" Duluan ya Fir"
" Ok, hati-hati"
Setelah mobil sahabatnya pergi, barulah Fira melajukan mobilnya menuju rumahnya. Fira ingin segera sampai di rumah, dan membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.
Butuh waktu 15 menit untuk Fira sampai di rumahnya. Sampai di lampu merah Fira harus menghentikan laju mobilnya. Mata Fira terbelalak melihat sosok yang sangat dia kenal sedang asyik berciuman di dalam mobil.
Mobil itu tidak jauh dari mobil Fira, jadi dia bisa melihat dengan jelas. Marah, kecewa, sedih bercampur jadi satu. Saat Fira akan menghampiri mobil itu, lampu berubah menjadi hijau. Fira terpaksa melajukan mobilnya, karena kalau tidak, pengendara lain pasti akan marah.
Fira sampai di rumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya, Fira masuk kedalam rumahnya.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, kamu sudah pulang Nak?" tanya sang Ayah.
" Iya, Apa adek sudah pulang Yah?"
" Belum, adek kamu bilang dia akan menginap di rumah temannya"
" Nginap di rumah teman?"
" Iya, dia bilang ada tugas kuliah"
Seketika Fira ingat kejadian di lampu merah tadi. Fira langsung menghubungi nomor adiknya itu. Dia tidak ingin adeknya itu melakukan hal yang salah.
Tut..tut..
Bunyi telpon tersambung.
" Ayo Kanaya, angkat telponnya"
Tidak ada jawaban, Fira mencoba kembali menghubungi nomor adiknya. Tapi hasilnya tetap sama, bahkan sekarang nomor adiknya itu tidak aktif.
Fira tidak ingin berburuk sangka dulu. Dia yakin adiknya itu tidak akan pernah melakukan hal menjijikkan seperti itu sebelum menikah. Mata Fira tertuju pada sosok yang sedang tersenyum kepadanya.
Air mata Fira lolos begitu saja dari matanya. Fira memang anak yang kuat, tapi jika itu menyangkut sang ayah, dia akan berubah menjadi cengeng.
Sang ayah langsung menghampiri putrinya. Dia tidak tau kenapa putrinya itu tiba-tiba menangis.
" Fir, kamu kenapa sayang?" tanya sang ayah.
Fira makin terisak. Sang ayah pun memeluk putrinya itu. Dia menepuk pelan punggung putrinya, untuk menenangkan sang putri.
Setelah putrinya sudah mulai tenang, barulah sang ayah melepaskan pelukannya.
" Coba ceritakan sama ayah, ada apa?"
" Nggak ada apa-apa kok Yah, Fira cuma kangen bunda saja"
Sang Ayah tau bukan itu yang membuat putrinya itu sedih. Tapi dia juga tidak bisa memaksa putrinya bercerita.
" Kenapa putri ayah bau asem sekali"
Sontak Fira mencium aroma tubuhnya. Benar apa yang di bilang sama Ayahnya. " Fira mandi dulu ya Yah"
Sang ayah menganggukkan kepalanya. Setelah berpamitan sama sang ayah. Fira langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar, Fira tidak langsung ke kamar mandi. Dia menghubungi nomor adiknya kembali. Tapi hasilnya tetap sama, nomor adiknya tidak bisa di hubungi.
Fira mengambil handuk, kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Fira hanya bisa berdoa untuk adiknya, mudah-mudahan sang adik tidak pernah melakukan hal yang di pikirkan itu.
Setelah 10 Fira keluar dari kamar mandi. Kemudian dia berjalan menuju lemari, untuk mengambil pakaiannya.
Selesai memakai pakaian dan menyisir rambutnya. Fira pergi ke dapur untuk memasak makan malam untuk dia dan sang ayah, karena adiknya tidak akan ikut makan malam bersama dia dan sang ayah.
Sampai di dapur, Fira langsung mengambil bahan yang akan dia masak. Setelah mendapatkan bahan yang akan dia masak, Fira segera memulai acara masaknya.
Aroma wangi dari masakan Fira sudah mulai tercium. Sebentar lagi masakannya sudah jadi dan siap di hidangkan di atas meja makan.
Ayah Fira datang tepat di saat Fira sedang menata masakannya di atas meja. Sang Ayah menatap kagum pada putri sulungnya itu. Walaupun lelah tapi putrinya itu masih menyempatkan diri untuk memasak.
" Eh ayah" kaget Fira.
" Maaf sudah mengagetkan putri cantik ayah ini"
" Duduk Yah, kita makan " tawar Fira.
Fira menarik kursi untuk Sanga ayah. Setelah ayahnya duduk, barulah Fira mengambilkan nasi serta lauk untuk sang ayah.
Ayah dan anak itu mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka. Sang ayah tersenyum saat suapan pertama masuk kedalam mulutnya. Masakan putrinya memang selalu enak.
Fira sangat senang melihat ayahnya makan dengan lahap. Jadi usaha dia tidak sia-sia, karena sang ayah begitu menikmati masakan yang dia buat.
To be continue..
Happy Reading 😚😚