Ini adalah kisah seorang pengusaha sukses yang bernama Aryan Bram Wijaya, yang menyamar sebagai pelayan Restoran untuk mengejar cinta seorang wanita cantik.
Karena ia ingin mencari wanita yang benar benar tulus mencintainya, bukan cinta dengan hartanya saja.
Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan wanita karir yang cantik yang bernama Calista Mahendra, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Wanita itu sangat mencintai Aryan tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai pelayan.
Tapi disisi lain Louis Mahendra ayah Calista sangat tidak menyukai pelayan tersebut, dia tidak mau kalau anaknya hidup susah dengan lelaki yang tidak tepat.
Akankah cinta mereka berakhir bahagia? ikuti terus ceritanya ya.
mohon dukungannya semua.🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencintai dia apa adanya
"Tuan, kenapa kita ke restoran pagi pagi begini?". Tanya Thomas kepada Aryan sambil mengemudi.
Aryan masih fokus pada ponselnya, yang ternyata sedang memandangi foto Calista. "Aku hanya ingin melihat bidadariku".
"Tuan, apakah tuan tidak bicara yang sebenarnya saja pada nona Calista?".
Aryan menutup ponselnya. "Aku sedang mencari waktu yang tepat, untuk aku memberitahunya"
"Thom apa kamu tahu, tempat yang romantis dan sederhana?, aku mau mengajaknya Dating". Tanya Aryan.
"Hemm bagaimana kalo di taman?, Atau dekat danau saja? ".
"Kamu carikan saja lah tempat yang indah, tapi jangan terlalu mewah ya, nanti kalo sudah siap semua kamu kirim alamatnya ke saya. "
"Iya siap tuan, saya akan siapkan semua".
Mereka pun sampai di halaman mall, Thomas langsung turun dan membukakan pintu belakang.
"Silahkan tuan kita sudah sampai".Ucap Thomas dengan hormat dan membukakan pintu mobil.
"Ya sudah kamu cepat pergi sana, nanti calista lihat".
"Iya baik tuan saya permisi dulu".
"Hmmm dasar main usir usir saja".Gumam Thomas dalam hati, dan langsung masuk ke mobil, lalu pergi meninggalkan halaman mall.
Calista boutique
Calista baru sampai di butik dan langsung masuk ke ruangannya, jenita pun menyusul calista karena dia yang super kepo itu, melihat calista senyum senyum sendiri dan terlihat sedang bahagia.
"Hayy Calistaa". Jenita langsung masuk ke ruangan Calista tanpa mengetuk pintu dahulu.
"Aduhh Jenita bkin kaget aja, kenapa gak ketuk pintu dulu?"
"Kaya nya ada yang lagi bahagia nih, cieee". Jenita menghampiri calista di meja kerjanya, dan langsuk mencolek colek lengan Calista.
"Hehehe kamu tau aja dehh," Calista pun tersipu malu.
"Ada apa Lis crita dong??"
"Nanti malem aryan ngajak aku dating!!, Aaaaaa aku seneng banget jen!! ". Calista berdiri dari duduknya dan memegang kedua tangan jenita, sambil kegirangan.
"Hahhh serius??, ehhh biasanya tuh ya kalo cowo ngajak dating dadakan kaya gini, pasti ada sesuatu yang mau di ungkapkan, jangan jngan Aryan mau nyatain perasaan sama kamu lis!".
"Duhh aku jadi deg degan gini yaa". Sambil memegangi dadanya.
"Tapi lis apa kamu beneran suka sama dia??, kamu tau gak sih, bnyak pegawai disini yang ngomongin kamu. Katanya, masaa wanita cantik sukses kaya kamu deketnya sama pelayan".
"Jen, jujur ya aku emang suka sama dia, dan aku gak pernah liat dia dari penampilan , harta, dan derajatnya, menurut aku semua orang itu sama. Buat apa bnyak harta kalo cuma bisa nyakitin dan gak bikin bahagia, kebanyakan kalo cowo yang bergelimang harta tuh kadang malah memanfaatkan nya untuk mempermainkan hati perempuan. Aku malah suka sama cowo yang sederhana kaya Aryan". Ucap Calista panjang lebar.
"Iya juga sihh, ya udah lis kalo emng itu yang terbaik buat kamu aku akan dukung kok, pokoknya teman aku harus bahagia okee". Jenita pun memeluk Calista.
Di restoran, terlihat aryan sedang mengobrol bersama jery di dapur restoran.
"Jer, nanti saya pinjam motor kamu lagi ya?"
"Iya tuan,silahkan pinjam saja, tapi apakah tuan tidak malu ya kalo mengendarai motor punya saya?, kan motornya sudah butut sekali tuan. Tapi kok nona Calista yang cantik seperti itu mau ya di bonceng dengan motor buluk".
"Hhahaa kenapa harus malu Jer, saya tidak malu sama sekali, dan itu lah yang membuat saya suka dengan Calista, dia tidak pernah memandang seseorang dari penampilannya".
"Mmm tapi tuan, apakah nanti jika nona Calista tau yang sebenarnya dia tidak akan marah? "
"Itu lah saya bingung, harus menjelaskan nya bagaimana". Sambil garuk2 kepala kebingungan
"Tuan sih ada ada saja, kenapa gak dari awal tuan kasih tau, siapa tuan sebenarnya".
"Sudahlah Jer, akan saya pikirkan nanti". Aryan pun pergi meninggalkan Jery, dan menuju ke ruangannya.
Si ganteng babang Aryan.😍