NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily tak mengingat kejadian yang lalu. Akankah keduanya bersatu lagi merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Leon dan beberapa orang pengawal mendatangi kediaman Antonio. Kehadiran mereka disambut si pemilik rumah dengan ramah dan senyuman.

"Tuan, kenapa ke sini lagi? Apa Emily melakukan kesalahan?" tanya Antonio terbata-bata.

"Kau sudah berani membohongiku!" jawab Leon menatap marah.

"Bohong? Apa yang telah saya lakukan? Kenapa Tuan menuduh saya berbohong?" tanya Antonio lagi dengan nada suara yang sama.

"Dia bukan putri kandung kalian, 'kan?" Leon balik bertanya secara lantang.

Tubuh Antonio gemetaran, kakinya mundur selangkah ke belakang. Caroline gegas memegang tangan suaminya agar tak ambruk.

"Di mana putri kandung kalian?" Leon mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Belinda.

"Kami belum menemukannya, Tuan!" sahut Caroline dengan mimik wajah ketakutan.

"Sepertinya kalian memang ingin bermain-main denganku!" ucap Leon menurunkan intonasi suaranya namun terlihat dingin dan tegas.

Antonio berlutut dan berkata, "Maafkan kami, Tuan. Saya tidak punya pilihan lagi. Saya hanya ingin memenuhi janji kepada Tuan."

"Aku tidak terima alasan!" kata Leon. "Charles, bawa dia. Berikan hukuman setimpal kepadanya!" ia lalu memberikan perintah asistennya.

Dua orang pria memegang kedua lengan Antonio dan memaksanya berdiri.

"Tuan, saya mohon jangan hukum dia. Apa yang harus kami lakukan agar Tuan sudi membebaskan kami!" Caroline berlutut di dekat kursi rodanya Leon sembari mengatupkan kedua tangannya.

"Bayar utang kalian beserta bunganya. Aku tunggu dalam waktu seminggu!" kata Leon.

"Baik, Tuan. Kami akan membayarnya. Tolong, lepaskan suami saya!" pinta Caroline.

"Sebelum melunasinya dan putri kalian berlutut meminta maaf. Maka, jangan harap kau dapat melihat suamimu lagi!" ucap Leon menatap wanita paruh baya dihadapannya itu.

Leon memutar kursinya dan Charles sigap bantu mendorongnya.

Antonio dibawa paksa oleh anak buahnya Leon tak peduli teriakan dan tangisan Caroline yang memohon.

Antonio Cassano terlilit utang dengan Leon Anderson yang cukup besar. Sebagai ganti pembayaran utang tersebut Leon meminta salah satu putri Antonio untuk dijadikan istri.

Leon meminta Belinda sebagai calon istrinya karena tuntutan kedua orang tuanya yang menginginkan menantu dan cucu. Alasan memilih Belinda sebab wanita itu dinilai mampu mengimbangi dirinya yang dikenal sebagai mafia.

Antonio pun setuju menjadikan Belinda sebagai pelunas utangnya. Namun, Belinda menolak keputusan kedua orang tuanya itu. Dia tak mau dinikahkan dengan pria kejam dan lumpuh. Berbagai rayuan dan bujukan Antonio dan istrinya lakukan agar putrinya bersedia dinikahkan. Tetapi Belinda tetap bersikeras dengan keputusannya.

Hari-hari menjelang pernikahan, Antonio menyuruh putrinya kabur dari rumah dan mengatakan siap menghadapi Leon. Sebagai pengganti putrinya, Antonio lalu menyodorkan Emily.

Bayi perempuan yang diambil secara paksa dari kedua orang tuanya yang miskin. Ketika itu, ibunya Emily tak sanggup membayar tagihan biaya rumah sakit dan ayahnya Emily bekerja sebagai pelayan di rumahnya orang tuanya Antonio. Ayah kandung Emily memohon kepada Antonio agar bersedia membantunya. Antonio pun menyanggupi permintaannya. Setelah semua ditanggung, Antonio menyuruh orang tuanya Emily pergi dari kota mereka. Ditengah perjalanan, mobil yang ditumpangi orang tuanya Emily dicegat oleh beberapa orang tak dikenal. Emily yang berada dalam gendongan sang ayah diambil dan kedua orang tuanya lalu didorong ke bawah jurang.

Emily pun berpikir jika Antonio dan Caroline adalah kedua orang tua kandungnya meskipun sejak kecil ia sudah merasakan ada perbedaan kasih sayang antara dirinya dan Belinda.

Leon kembali ke rumahnya, ia menuju kamarnya. Emily bergegas turun dari ranjangnya dan menghampiri suaminya

"Bantu aku ke ranjang!" Leon mencondongkan badannya, kedua tangannya memegang sandaran kursi.

Emily yang berdiri berhadapan memegang tangan kiri Leon dan satu tangannya merangkul pinggang. Sekuat tenaganya, ia membantu suaminya bangkit.

Keduanya sejenak saling berpelukan dan memandang, jarak keduanya sangat dekat. Emily dapat merasakan aroma tubuh suaminya yang begitu menyegarkan.

Emily cepat tersadar dan mendudukkan Leon dengan hati-hati ke sisi ranjang. Mengangkat kedua kaki suaminya dan meluruskannya ke depan.

"Apa Tuan ingin aku pijat kakinya?" Emily menawarkan dirinya.

Leon mengangguk pelan.

Emily memutari ranjang dan naik ke atas, ia duduk tepat di dekat kaki suaminya. Perlahan tangannya mulai memijat.

Leon hanya diam memperhatikan Emily yang memijat kakinya. Tak ada obrolan diantara keduanya. Hening.

"Apa Tuan ingin tidur?"

Lagi-lagi Leon cuma mengangguk pelan mengiyakan.

Emily mengambil bantal di samping suaminya dan meletakkan tepat sejajar posisi dengan kepala. Leon meletakkan kepalanya dan Emily kembali memijat.

Tanpa terasa rasa kantuk menyerang, Leon pun tertidur. Emily tetap terus memijat meskipun tangannya mulai pegal.

Menit berikutnya Emily juga merasa mengantuk, ia akhirnya tertidur dengan posisi duduk.

Sejam berlalu, Leon terbangun dan melihat istrinya duduk dengan mata terpejam. Ia pun berdecih dan menarik tangan kanan Emily yang menopang dagu.

Emily tersentak dan hampir saja tersungkur. Tersadar cepat, ia bergegas memperbaiki posisi tubuhnya.

"Siapa yang menyuruhmu tidur?"

"Maaf, Tuan." Emily menundukkan kepalanya.

"Turunlah!" titah Leon dengan nada rendah namun tegas.

Emily pun turun.

Leon menurunkan kedua kakinya dari ranjang. Emily tanpa diperintah dan diminta lantas mendekat lalu berkata, "Biar saya bantu!" ia memegang kedua lengan suaminya.

Leon melirik tangan Emily yang menyentuh lengannya di sebelah kiri.

Emily menarik kedua tangannya, menundukkan kepalanya lalu berucap, "Maaf, saya hanya membantu."

"Lakukan sesuai perintahku saja. Jangan mencoba menarik perhatianku, karena aku sama sekali tak tertarik padamu!" kesal Leon.

"Baiklah, Tuan. Saya sangat lancang!" Emily mengakui kesalahannya.

Leon coba berdiri, tangan kanannya ia ulurkan untuk menarik kursi roda. Tetapi karena terlalu jauh, tangannya tak dapat menggapai kursi ia akhirnya terjatuh ke lantai.

"Tuan!" pekik Emily, ia jongkok hendak membantu suaminya bangkit.

Leon mendorong Emily dengan kasar. "Kau ingin menghina, 'kan?" tudingnya.

Emily dengan cepat menggelengkan kepalanya.

Leon coba bangkit, kakinya masih sangat lemah hingga tak sanggup berdiri. Tanpa titah dan tak peduli Leon akan marah. Emily tetap memaksa membantu Leon berdiri. Ia mengapit kedua tangannya seperti orang berpelukan dan mengangkatnya walaupun tubuh suaminya sangat berat.

Emily sekuat tenaganya mendudukkan Leon ke kursi roda. Ia juga memperbaiki posisi kaki suaminya.

Setelah melakukan itu Emily menghela napas panjang untuk menghilangkan rasa capeknya.

Leon menggerakkan kursi rodanya sendirian tanpa perlu dibantu oleh orang lain buat mendorongnya. Ia kemudian meninggalkan kamarnya tanpa ucapan terima kasih.

-

Malam harinya, Leon menikmati makan malamnya bersama Emily. Suasana ruangan hening, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu.

Emily makan secara pelan-pelan dan penuh kehati-hatian, padahal dirinya sangat kelaparan. Rasanya ia ingin menyantap semua hidangan yang tersaji dengan santai tanpa terkekang.

Leon terlebih dahulu mengakhiri makan malamnya, selanjutnya Emily meninggalkan ruang makan.

Emily lalu ke kamarnya, sedangkan Leon menuju ruang kerjanya.

Di ruang kerjanya, Charles menyatakan bahwa senjata yang mereka pesan dari luar negeri seminggu lagi akan tiba.

"Aku tidak mau ada orang yang mencurigai kita dan mengetahui kabar ini. Jika bocor, pastikan orang yang mengkhianati kita mendapatkan hukumannya!"

"Lalu bagaimana dengan Tuan Antonio, Tuan?" Charles meminta saran.

"Tetap tahan dia di penjara bawah tanah. Bebaskan kalau dia mampu mengembalikan uang kita dan membawa putrinya memohon ampun kepadaku!"

Charles menganggukkan kepalanya, ia telah paham dengan tugas yang diberikan.

Charles lalu membalikkan badannya dan melangkah keluar ruangan. Ketika pintu terbuka, ia melihat sosok seseorang sedang berlari menjauh. Tak mau disalahkan dan menambah masalah, Charles lalu mengejar bayangan itu.

Tak butuh waktu lama hanya beberapa detik saja, Charles berhasil mendapatkan sosok yang mencurigakan. "Nona, mau ke mana?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!