NovelToon NovelToon
Engkaulah Taqdirku.

Engkaulah Taqdirku.

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Spiritual / Tamat
Popularitas:660.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: najwa aini

Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.

Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.

Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.

Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.

Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..

Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Engkaulah Taqdirku 12

Ibrahim Adlan kembali melajukan motornya ke arah toko buku,kendati Najwa sudah menolak.

"Saya tidak punya alasan untuk membatalkan keinginanmu"demikian ucapannya yang membuat Najwa Aulia akhirnya setuju.

Tak butuh waktu lama,hanya sekitar lima belas menit,mereka tlah tiba di toko buku yang cukup besar dan memiliki dua lantai itu.

Najwa Aulia masih sejenak memperhatikan toko itu begitu turun dari motor.

"Menurut informasi,untuk buku -buku terjemahan dari kitab Tafsir ada di lantai dua" Ibrahim Adlan tlah berdiri tak jauh di sampingnya,seraya menatap toko itu juga.

Gadis itu mengangguk

"Jadi kali ini ,Tafsir apa yang kau pilih untuk referensi ketiga?".

"Seketemunya saja".

Jawaban Najwa itu membuat Adlan tersenyum tipis, dan kembali tanpa menatap lawan bicaranya pemuda tampan itu berkata.

"Tadi kamu bilang,referensi yang sudah ada, Tafsir Jalalain dan Al maraghi?""

"Ia,"

"Menurut sepengetahuan saya,dalam tanda kutip ya,bisa jadi pengetahuan saya belum tepat..kalau Jalalain itu lebih cenderung ke Fiqih,sedangkan kalau Al Maraghi lebih cenderung ke Tashawuf"..

Najwa Aulia tersenyum berbinar dengan penjelasan itu merasa dapat pengetahuan baru.

"Kalau saya boleh kasih saran..."

"Tentu boleh Ra"..sahut gadis itu cepat

"Carilah tafsir yang menjadi penyeimbang di antara keduanya.Dengan demikian referensi yang kau pakai menjadi lengkap...misal..Tafsir Al Misbah.."

"Ah iya..." Najwa terlonjak"Saya juga suka baca tafsir Al mishbah."

"Kamu punya"?

"Ada.tapi cuma buku satu dan dua"..Najwa berkata lirih.

"Kenapa gak beli semua?"

"Terlalu mahal..untuk ukuran dompet saya.."

Ibrahim Adlan menatap Najwa sekilas dan tersenyum.

"Masuklah!! saya tunggu di sini."

Najwa mengangguk dan segera bergegas.Namun baru sepuluh menit ia sudah kembali lagi.

"Lho?". Adlan menatapnya heran

"Ra..jennengan pulang saja..tidak perlu menunggu saya.Tadi saya dapat info dari salah satu penjaga toko.Katanya ada taxi angkutan umum ke Al Mufti sampai jam delapan malam"

"Jadi kamu mau pulang sendiri?".

"Ia..tidak sendiri juga ..Karna katanya taxi itu akan berangkat bila penumpangnya sudah terisi lebih dari separuh..Jadi saya kan tidak sendirian nanti"..

"Kamu yaqin?". Ibrahim Adlan menatapnya.

". .". Najwa mengangguk."Jennengan perlu istirahat..perlu minum obat..biar lukanya cepat kering".

Ibrahim Adlan sejenak diam berfikir,lalu ia menghela nafas."Tapi kamu jangan terlalu lama disini"..

"Saya hanya butuh setengah jam untuk mencatat ,setelah itu saya langsung pulang".

"Baiklah..ongkos taxi nya ada?".

Najwa mengangguk dengan senyum.

"Baiklah..saya pulang dulu.." Najwa tersenyum dan segera bergegas ke dalam toko lagi.

Tak butuh waktu lama ia sudah menemukan apa yang di cari.Dengan cekatan ia segera mencatat apa yang ia perlukan setelah lebih dulu membacanya dengan teliti.

Tinggal sedikit lagi setelah melewati waktu hampir dua puluh menit,gadis itu begitu terburu,karna ia ingin memanfaatkan waktu sebaik baiknya.Setidaknya jam tuju ia sudah ada di dalam taxi dan kembali ke Al Mufti.

Namun pekerjaannya harus terganggu ketika pulpent yang di pegangnya terjatuh dan menggelinding begitu saja ke arah seorang laki laki tinggi tegap, yang berdiri di depan rak buku sambil membuka lembar lembar buku tebal yang di pegangnya.

"Permisi pak.." Najwa menghampiri.

Laki -laki itu menoleh.Ternyata masih muda,usia sekitar dua puluh delapan tahun.Berpenampilan rapi.Memakai celana bahan, kemeja lengan panjang

dan berwajah tampan.

"Ada apa mbak?"

"Ee saya mau ambil pulpent saya yang jatuh di dekatnya smean.."

"Oo ya" laki laki itu segera menyisih.

"Ada?" Dia bertanya.Setelah dilihatnya Najwa masih tetap duduk jongkok mencari pulpentnya.

"Ada.Tapi nyangkut di bawah rak ini.Gak bisa di ambil".

Najwa menegakkan tubuhnya kembali seraya mendesah dengan raut wajah kecewa.

Laki-laki muda itu tersenyum ,meraih sebuah pulpent di saku kemejanya.

"Pakai ini"!menyerahkan pada Najwa.Najwa terhenyak.Namun segera ia mengambil pulpent itu karna dirinya memang sangat butuh.

"Tapi..saya mungkin masih agak lama untuk menulis.."

"Pakai saja tidak apa -apa,saya masih ada yang lain".

"Ehh terima kasih pakk..". Najwa tersenyum sumringah.

"Nama saya Irfan Zidni.panggil saja Irfan". dia tersenyum lembut.

"Eehh ia..saya Najwa Aulia..terima kasih Mas Irfan"

Najwa sedikit membungkukkan badannya.Karna merasa sangat terbantu dengan kebaikan pemuda tampan berpostur tinggi tegap di depannya itu.

Irfan Zidni tersenyum sambil mengangguk.Sesaat masih menatap gadis berparas ayu di depannya itu.

"Saya duluan ya..Assalamu alaikum"..ujarnya .dan segera berlalu setelah meletakkan buku yang di pegangnya di atas rak kembali.

Najwa Aulia melanjutkan lagi tulisannya.Sementara hatinya sangat mensyukuri Allah yang telah mempertemukannya dengan orang baik yang tampan itu, yang telah menolongnya di saat genting.

Tak lupa ia mendoakan kebaikan untuk Irfan Zidni dalam hatinya.

Sesaat kemudian.Seraut wajah tampan bermain-main dalam pikirannya.ra adlan..gadis itu berdesis lirih.

beliau juga begitu baik..batinnya.

Najwa bergegas mengakhiri tulisannya.Ia merasa harus segera tiba di Al Mufti..dan bertanya pada Ust Fadil tentang kondisi putra Kyai Umar Fanani itu.

Setiba di halaman toko,Najwa Aulia terkejut heran melihat pemuda yang tengah di cemaskannya itu,

tengah duduk santai di atas kursi kayu seraya fokus menatap layar telpon pintarnya.Dan sepeda motornya masih terparkir damai tak jauh darinya.

"Ra Adlan...!" Najwa segera menghampiri.

"Sudah selesai?". Pemuda tampan itu segera meletakkan ponselnya ke dalam saku baju dan segera berdiri.Tanpa memperdulikan tatapan heran dari Najwa.

"Anda belum pulang?".

"Ia..seperti yang kau lihat.."

"Saya bisa pulang sendiri Ra"..

"Dengan jalan kaki ke Al Mufti?". Ibrahim Adlan menatapnya tajam.Najwa merasakan jantungnya berdetak dengan tatapan itu,ia buru buru menunduk.

"Saya tadi memang sudah mau pulang.Tapi saya mampir dulu ke tempat pangkalan taxi di pertigaan sana!". Ibrahim Adlan menunjuk ke jalan raya.

"Kata mereka memang benar,ada taxi ke Al Mufti sampai jam delapan malam,tapi itu hanya khusus hari jum'at dan hari selasa.Karna itu hari libur kegiatan pesantren sehingga banyak wali santri yang berkunjung menemui putra putrinya di pesantren".

Ibrahim Adlan menjeda ucapannya sejenak.

"Sedangkan untuk hari yang lain,taxi hanya sampai jam lima sore.Sekarang hari apa?"

"Hari rabu"..Najwa masih menunduk.

"Kalau cari informasi itu yang lengkap!".

Pemuda tampan itu bergegas ke arah motornya.

Najwa Aulia mendesah seraya memejamkan mata.

Sadar sudah membuat kesalahan besar.Apa jadinya jika Ibrahim Adlan tidak mengorek keterangan itu lebih lanjut..Bisa jadi ia harus jalan kaki seorang diri,malam-malam lagi.Gadis ayu itu bergidik.

Ibrahim Adlan menghampiri dengan motornya.

"Ra. saya mohon maaf...". Najwa memutus kalimatnya begitu saja,padahal masih ada hal yang ingin di ucapkan.

"Sudahlah..tidak apa-apa..ayo lekas naik!".

Kali ini.Ibrahim Adlan melajukan motornya dengan kecepatan cukup tinggi.Mungkin ia segera ingin sampai ke Al Mufti.Karna ia harus pulang ke Al Falah setelah mengantar Najwa.

Di dekat gerbang Al Mufti yang masih terbuka itu.Najwa Aulia membenahi khimarnya yang sedikit tidak rapi setelah dihempas angin dalam perjalanan tadi.

"Terima kasih Ra..untuk semuanya". Gadis itu berusaha menatap Ibrahim Adlan yang tetap duduk di atas motornya."Mohon maaf juga,karna saya sudah banyak merepotkan".Najwa menunduk

"Saya yang memutuskan untuk membantu,bukan kamu yang minta,jadi tidak perlu merasa tidak nyaman.". Adlan berkata tegas.

"Jadi sudah di dapat apa yang kamu butuhkan"?ia bertanya sesaat kemudian.

"Ia"..

"Tidak ada yang ketinggalan?"

"Tidak ada."

"Baiklah..saya langsung pulang ke Al Falah".Ibrahim Adlan menghidupkan mesin motornya.

"Tapi anda baik baik saja Ra?" Najwa bertanya cepat.

"Kenapa?"

"Anda tidak merasa pusing?". lukanya tadi banyak keluar darah..seharusnya anda istirahat,tapi sekarang anda masih nyetir lagi ke Al Falah.padahal dari sini ke Al Falah butuh waktu satu jam." Gadis ayu itu menampakkan raut kekawatiran di wajahnya.

"Ternyata kamu banyak bicara juga ya"..Ibrahim Adlan tertawa kecil.Najwa menunduk dengan salah tingkah.

"Terima kasih sudah menghawatirkan saya.."pemuda tampan itu tersenyum.

"Doakan saja..supaya saya selamat sampai di Al Falah.Assalamu alaikum".

Dan motor besar itupun melaju.Membawa tubuh tegap tuannya membelah jalanan yang sedikit lengang.

1
Fajra N Nadifa
/Heart/
Malik
autor orang mana kok pinter bahasa madura
Najwa Aini: Saya orang Jember kak
total 1 replies
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
Srirejeki Gabus
keren kak...dpt pelajaran baru😊
Fitri Bahri
fahri disini memperjuangkan nama dalam doa, nama nafsa kahh 🥰
Fitri Bahri
2023 baca ini, kenapa baru tau ada karya sebaguss iniii 🥰🥰
nangiss bombay malam2 😭😭
Najwa Aini: Masyaallah..subhanallahh...
makasih banyak ya kk
total 1 replies
kurnia rahayu
Luar biasa
Indarsih Sudarno
kenapayaa.. aku merasa sebagian besar dari kisah *kaulah takdirku* adalah kisah dari mk othor "najwa aini" 😍😍.. kalo memang benar dugaanku.. pasti mbk najwa aini oarngnya cantik banget.. sampek seorang laora adlan begitu cintanyaa zama mbk najwa.. 💓💓💓
Najwa Aini: Kakk bisa aja deh...
btw terima kasih banyak ya kk
total 1 replies
Indarsih Sudarno
Luar biasa.. sangat menyentuh... seneng banget sama karya2 mbk najwa.. 😍😍😍
Zahwa Putri Bunda
kamu benar Revan...mungkin emang hanya dgn cara seperti itu untuk bisa mengembalikan kewarasan Aisah lagi....
Zahwa Putri Bunda
cerita ini bagus banget...sumpah kak...aku padamu kak Najwa... meskipun aki telat mengetahui novel² kak Najwa ,tapi akan aku baca semua novel mu kak... insyaallah...
Najwa Aini: Alhamdulillah.. Terima kasih, Bunda
total 1 replies
Zahwa Putri Bunda
aku suka dgn karakter Ibrahim Adlan....👍🏻👍🏻👍🏻
Zahwa Putri Bunda
anak pemilik pondok tetapi kenapa keras kepala seperti itu demi seorang lelaki...aku tau novel.ini sudah tamat..tapi kok aku gemes ya dgn Aisyah an ibunya itu...tdk mencerminkan sekali sebagai anggota keluarga seorang pemilik pondok/kyai...
Zahwa Putri Bunda
Bu nyai itu kan istri seorang kyai ya..tapi kok berpikiran dangkal yg memaksakan kehendak dgn cara apapun hanya demi kebahagiaan putrinya semata,tanpa peduli dgn perasaan orang yg bersangkutan....
Rubiyanti
😍
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
joss
Rubiyanti
semangat
Rubiyanti
mas fattan
Rubiyanti
mas catatan🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!