NovelToon NovelToon
Terjebak Pesona Sahabat Ayahku

Terjebak Pesona Sahabat Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sugar daddy
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: A.J Lim

​"Bagi dunia, aku anak dari sahabatnya. Bagi hatiku, dia pria yang harus kumiliki."
​Aluna (20 tahun) menyembunyikan cinta rahasia pada Marko Janitra (45 tahun), sahabat karib ayahnya sekaligus CEO dingin Janitra Group. Demi mendekat, Aluna nekat magang di kantor Marko.
​Marko membentengi diri rapat-rapat demi etika dan persahabatan. Namun di antara perbedaan usia 25 tahun dan godaan manis sang anak sahabat, sanggupkah benteng dingin sang CEO bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.J Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Suara deru motor sport Kenan

kembali terdengar riuh di depan gerbang rumah keluarga Raharja. Pagi itu, Luna

keluar dengan pakaian kantor yang rapi, menyunggingkan senyum tipis saat

melihat Kenan sudah bersiap menyodorkan helm cadangan.

"Pagi, Pren! Siap

meluncur?" sapa Kenan ramah, matanya berbinar menatap Luna.

"Pagi, Ken. Makasih ya udah

rutin jemput," balas Luna halus seraya menerima helm itu dan memakainya.

Hubungan Luna dan Kenan memang makin

dekat dalam dua minggu terakhir. Kenan dengan setia mengantar dan menjemput

Luna bekerja, mengajak makan siang, hingga mendengarkan keluh kesahnya. Luna

mencoba menikmati momen kebersamaan ini, berusaha membuka hatinya selebar

mungkin untuk pemuda itu.

Namun, jauh di lubuk hatinya yang

paling dalam, ada satu nama yang tetap bertengger kokoh dan tak tergoyahkan:

Marko Janitra. Setiap kali Kenan menggenggam tangannya, bayangan tatapan dingin

dan tegas milik Marko justru yang selalu berkelebat di benaknya.

Sementara itu, di Semarang, udara

sore terasa hangat. Marko baru saja menyelesaikan rapat koordinasi ekspansi

cabang baru Janitra Group. Pria matang itu melangkah masuk ke lobi hotel

bintang lima tempatnya menginap, berniat untuk langsung beristirahat.

Namun, langkah kakinya terhenti

begitu sosok wanita bergaun merah glamor berdiri anggun di dekat resepsionis,

menyambutnya dengan senyum merekah.

Jessi.

"Surprise, Marko!" sapa

Jessi manja, langsung mendekat dan melingkarkan tangannya di lengan kekar

Marko.

Marko berkerut dahi, refleks

menghentikan langkahnya. "Jessi? Kamu ngapain di Semarang?"

Jessi terkekeh pelan, makin

mempererat rangkulannya. "Kan produk kecantikan yang menjadikan gue brand

ambassador lagi ada acara promosi gede-gedean di mall Semarang malam ini!

Pas banget kan? Sekalian gue nyusul lu ke sini biar kita bisa makan malam bareng."

Marko menghela napas panjang,

mencoba menepis pelan tangan Jessi dari jalurnya. "Saya ke sini buat

urusan pekerjaan, Jessi. Bukan buat liburan."

"Ayolah, Ko... cuma makan malam

sebentar setelah acara gue selesai. Masa lu tega nolak gue yang udah jauh-jauh

ke sini?" bujuk Jessi dengan nada merayu yang kian berani.

Marko menatap wanita itu datar. Akal

sehatnya kembali berbisik kasar—memintanya memanfaatkan kehadiran Jessi agar ia

bisa benar-benar membunuh rasa sayangnya pada Luna. "Terserah kamu,"

balas Marko dingin pada akhirnya.

Malam harinya, di ruang keluarga

rumah Raharja, suasana terasa hangat. Ardi duduk santai di sofa sambil menonton

berita bisnis, sementara Sinta sibuk merajut di sampingnya. Luna yang baru saja

turun dari lantai dua berniat mengambil air minum di dapur.

"Oiya, Ma," panggil Ardi

mendadak, mengalihkan pandangan dari televisi. "Si Marko lagi di Semarang

dari kemarin."

Sinta menoleh, menaruh rajutannya.

"Oh ya? Sendirian dia ke sana, Mas?"

"Tadinya sama tim

direksi," jawab Ardi terkekeh pelan. "Tapi tadi sore Marko telepon

Papa, katanya Jessi nyusul ke sana. Ada acara promosi produk di Semarang juga

sekalian nemenin Marko."

Langkah kaki Luna yang baru sampai

di ambang ruang keluarga mendadak membeku seketika. Tangannya yang memegang gelas

kosong mengepal kaku.

"Wah, serius kamu, Mas?"

ujar Sinta dengan raut wajah berbinar senang. "Ya ampun, Mama ikut senang

denger kabar itu! Mudah-mudahan Marko beneran bisa membuka hatinya buat Jessi

ya. Kasihan dia, udah bertahun-tahun sendiri sejak almarhumah istrinya

meninggal."

"Iya, Ma. Papa juga berharap

gitu," sahut Ardi mengangguk setuju. "Jessi itu cantik, matang, dan

kelihatan telaten banget ngejar-ngejar Marko. Sudah saatnya Marko punya

pendamping hidup lagi. Nggak baik membujang terus di usia empat puluh lima

tahun."

"Bener banget, Mas. Moga-moga

pulang dari Semarang ada kabar baik dari mereka berdua," tambah Sinta

tersenyum hangat.

Setiap kata yang meluncur dari mulut

kedua orang tuanya bagaikan sembilu tajam yang menghantam dada Luna bertubi-tubi.

Sesak, panas, dan menyakitkan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun atau

melangkah ke dapur, Luna berbalik cepat dan setengah berlari menaiki tangga

menuju kamarnya.

Brak!

Luna menutup pintu kamarnya

rapat-rapat, lalu menguncinya dari dalam. Gadis itu melempar tubuhnya ke atas

tempat tidur, menyembunyikan wajahnya di balik bantal.

Rasa cemburu yang membakar hebat

mendadak menguasai seluruh tubuhnya. Usahanya selama dua minggu ini bersama

Kenan seolah runtuh tak berbekas hanya karena mendengar nama Marko dan Jessi

pergi bersama ke luar kota.

Dengan tangan gemetaran, Luna

menyambar ponsel pintarnya di atas meja. Tangannya refleks membuka aplikasi

media sosial dan mencari akun pribadi milik Jessi.

Hanya butuh beberapa detik sampai

postingan terbaru Jessi muncul di paling atas linimasa.

Sebuah foto berkualitas tinggi

diunggah sepuluh menit yang lalu. Di dalam foto itu, Jessi dan Marko tampak

duduk berhadapan di sebuah restoran rooftop mewah dengan latar belakang

gemerlap lampu kota Semarang. Jessi tersenyum sangat manis ke arah kamera

sambil memegang gelas anggur, sementara Marko—meski raut wajahnya tetap

kaku—duduk tegap dengan setelan kemeja yang kancing atasnya terbuka santai.

Keterangan foto (caption)

yang ditulis Jessi makin memperkeruh suasana:

"Romantic dinner after work in

Semarang with my favorite man @MarkoJanitra. Thank you for always being there

for me ❤️"

Crak!

Luna meremas ponselnya kuat-kuat.

Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya menetes deras membasahi pipinya.

Dada Luna naik turun menahan isak tangisnya yang pecah dalam keheningan kamar.

"Kenapa harus sesakit

ini..." bisik Luna lirih dan parau, mengusap air matanya kasar.

"Kenapa gue nggak bisa hapus nama dia dari hati gue?!"

Rasa cemburu yang berlipat-lipat

membuat emosi Luna membuncah tak terkendali. Ia tak sanggup lagi berpura-pura

tenang. Luna membuka aplikasi pesan singkat, mencari nama kontak yang sangat

jarang ia hubungi secara pribadi.

Om Marko.

Dengan jemari yang gemetar hebat

akibat terbakar emosi dan cemburu, Luna mengetik sebuah pesan tajam lalu

menekan tombol kirim tanpa berpikir panjang:

[Selamat menikmati makan malam

romantisnya di Semarang sama Mbak Jessi ya, Om. Semoga cepat meresmikan

hubungannya biar satu kantor nggak penasaran lagi.]

Hanya dalam hitungan detik, dua centang

di samping pesan itu mendadak berubah menjadi biru.

Tanda bahwa Marko yang jauh di

Semarang sana... baru saja membaca pesannya secara langsung.

Tiba-tiba, layar ponsel Luna menyala

terang. Panggilan video (video call) masuk secara langsung dari nama Om

Marko.

Jantung Luna seketika berhenti

berdetak.

 

1
sundusiyah86
minta kompensasi thor 1bln aja wkwkkw biar langsung nikah..tambah bab thor
papoy: tahan yaa kak hehe..
total 1 replies
sundusiyah86
ko jadi gini siih thor... kenapa papa n mmh nya Aluna ngak setuju aja siih .. iiihh pengen cepet" romantis ..
sundusiyah86
lanjut thor nambah bab
sundusiyah86
lanjut thor tinggal romantis ny aja 🤭
papoy: terimakasih kaka, di spill dikit tinggal satu ujian lagi dpt restu apa ngga dari ayah nya luna 🤭
total 1 replies
Adiba Adisa
visual om marko, ganteng banget 😍
Adiba Adisa
om marko tipe om om greenflag yaa 😍
Emily
Marko jgn mengingkari perasaan mu
Emily
, wkwkwk Marco mau menjerit gak mungkin bisa jatoh harga dirimu
Emily
gimana Skrang perasaanmu marko
papoy: marko menyesal dengan apa yg udh dia lakukan hehe..
total 1 replies
Emily
bang Marko datang lun😁
Emily
hampir saja wkwkwk
Emily
lha ngomong OPO Kowe Marco😁
Adiba Adisa
marko galau berat
Adiba Adisa
pak Ardi, gak ngeh marko lagi ngode tuh
Adiba Adisa
blak blakan banget ngomong nya pak 🤣
Adiba Adisa
ada ada aja nih pak tua 😄
Adiba Adisa
kayanya akal akalan marko aja, biar acara nembak kenan gagal 😄
Adiba Adisa
pasti nyesek banget tuh aluna
papoy
ditunggu kelanjutannya yaa kak
Reni Anjarwani
doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!