Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.
Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.
Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.
Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Bab 11
Setelah selesai makan malam, Rara kembali ke kamarnya. Ia meraih ponselnya diatas nakas dan duduk dipinggir kasur.
Ia membuka aplikasi pesan. Terlihat sebuah nama grup yang beranggotakan dirinya, Alisha, Susan, Indri dan adminnya Stevan. Didalamnya penuh dengan pembahasan kegiatan mereka di kelab malam. Bahkan mereka juga menceritakan pengalaman masing-masing setelah membuat kontrak temu.
Belum selesai ia menyimak grup pesan, sebuah notifikasi muncul berbarengan dengan getaran. Sekilas muncul nama Mas Rudi. Ia memilih untuk mengabaikannya. Namun, tidak lama kemudian notifikasi pesan kembali muncul, lagi-lagi itu pesan dari orang yang sama.
"kenapa sih, Mas Rudi ini," gumam Rara.
Ia memutuskan keluar sebentar dari grup pesan dan beralih membaca pesan dari pria itu. Pesan itu langsung berada diurutan paling atas. Masih ada tanda kalau pesan itu belum ia sentuh dan dibuka.
Rudi mengirimkan 3 pesan. Pesan pertama isinya lumayan panjang. Pesan kedua dan ketiga tidak terlalu panjang tapi ada nada ancaman disitu.
Pesan 1.
Kamu pikir, dengan kamu pindah, aku nggak bisa tahu dimana kamu ? Gampang, apa sih yang nggak bisa bagi Rudi. Maupun kamu pindah ke ujung dunia, aku pasti bakal nemuin kamu. Jangan pikir kamu bisa lepas gitu aja. Kamu masih terikat kontrak denganku, jadi lebih baik kamu temui aku atau kamu bayar bunganya. Aku pastikan kamu bebas dan tidak akan aku seret kedalam masalah ku.
Pesan 2.
Mudah kok bawa kamu terlibat dimasalahku. Didepan penyidik, aku akan bilang namamu dan pernah terima uangku.
Pesan 3.
Ingat ya. Sebelum bunganya kamu bayar. Aku akan buat tidur kamu tidak tenang.
Setelah Rara membaca pesan yang dikirimkan Rudi, seketika muncul perasaan khawatir terhadap ancaman pria itu. Ia tahu betul pria yang menurutnya pria brengsek ini adalah orang yang nekat. Ia pasti akan melakukan apapun sampai tujuannya tercapai. Pria itu tidak peduli dengan kebahagiannya, ia hanya mementingkan diri sendiri.
Saat ini pikiran Rara terasa mulai tertekan, stres menghadapi ancaman. Ia lalu membuka aplikasi mobile banking untuk mengecek sisa saldo rekeningnya.
Ia menatap saldonya yang tinggal 4 juta. Saldo seimut itu belum tentu cukup untuk satu bulan. Kini ia merasa terbebani. Ia merebahkan tubuhnya ke belakang dan menatap langit kamar.
Ia memikirkan, bagaimana ia bisa menghadapi ancaman dari pria bernama Rudi. Kalau ia turuti permintaannya, ia bingung untuk memenuhi kehidupannya sebulan gimana. Apalagi ia tidak ada pemasukan setelah memutus kontrak sepihak dengannya. Namun, kalau ia lebih memilih cuek, pasti pria itu akan terus menekan dan mengancam.
Uangnya yang ia kembalikan ke rudi, merupakan semua uang imbalan yang ia terima setelah membuat kontrak temu dengannya. Malam kemarin saat ia berkonflik dengannya, merupakan pertemuan yang ke 16.
Hasil dari kontrak dengan Rudi, ia menerima apartemen yang biaya sewanya dibayarkan oleh pria itu dan uang imbalan yang nominalnya cukup besar.
Sebelum menjalin kontrak dengannya, Rara membuat kontrak temu dengan pria lain. Namun ia tak sekaya Rudi. Ia hanya mendapat imbalan uang dan tidak ada barang mewah yang ia peroleh.
Uang yang ia transfer pagi ini, merupakan uang imbalan yang ia terima dari 6 pertemuan bersama Rudi, ditambah dengan uangnya, agar genap nominalnya sesuai imbalan selama 16 kali ketemuan.
Setelah ia hitung-hitung, memang uang yang ia terima dari pria itu di rekeningnya, tinggal jumlah uang pertemuan 6 kali. Sedangkan jika ia kembalikan semua uang imbalan yang pernah diberikannya, sudah pasti akan menyisakan saldo yang untuk sebulan aja belum tentu cukup. Hal ini lah yang ia pertimbangkan sebelum mengembalikan semua uang dan apartemen ke Rudi, tadi pagi. Walaupun berat, tapi ia berharap bisa memutus rantai masalah yang ditimbulkan pria itu.
Kini Rara semakin merasa frustasi, stres dan tertekan. Ia sangat menyayangkan kenapa Rudi harus terlibat dalam masalah keluarga yang rumit. Seandainya masalah itu tidak ada, pasti saat ini ia akan tidur nyenyak di kamar apartemen.