NovelToon NovelToon
Its You

Its You

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: tatitu

Berjuang dari nol di Paris, Jungkook dan Taehyung mendirikan studio game independen bernama HexaVerse. Di tengah kerja keras membesarkan bisnis tersebut, adik Taehyung, Mira, tiba di Paris untuk kuliah.
​Jungkook yang membantu Mira beradaptasi perlahan jatuh cinta pada gadis yang kini tumbuh mandiri dan cerdas itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tatitu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kesal

Pagi harinya, uap dingin khas musim dingin Paris kembali menyelimuti kaca jendela apartemen. Di meja makan, suasana terasa luar biasa canggung.

​Mira duduk diam seraya mengaduk-aduk sup instan di mangkuknya tanpa minat. Sikapnya dingin, mengabaikan kehadiran Taehyung yang sejak tadi berusaha mencairkan suasana dengan ocehan-ocehan lucunya. Rasa kecewa dan ganjalan di dada Mira akibat kabar keberangkatan sang kakak ke Seoul lusa nanti masih membeku sempurna.

​"Mira-ya, cobalah croissant ini. Oppa sengaja membelinya hangat-hangat dari bakery bawah," rayu Taehyung, menggeser piring ke dekat adiknya.

​"Aku kenyang, Oppa," balas Mira pendek tanpa mendongak sedikit pun.

​Taehyung menghela napas panjang, mengacak rambutnya frustrasi. Usahanya merayu sang adik membentur dinding tebal.

​Pintu depan apartemen mendadak terbuka, memecah ketegangan di ruang tengah. Jungkook melangkah masuk dengan wajah lelah dan lingkaran hitam tipis di bawah matanya. Pria itu baru saja pulang setelah begadang semalaman di studio untuk menyelesaikan draf revisi proyek.

​"Kau baru pulang, Kook?" tanya Taehyung.

​Jungkook hanya mengangguk pelan, melepas mantel tebalnya dan menggantungnya di dekat pintu. Begitu pandangannya beredar ke meja makan, sensor peka Jungkook seketika menangkap atmosfer tegang di antara dua saudara itu, melihat raut muram Mira dan wajah serba salah Taehyung.

​Tanpa mengeluarkannya dalam bentuk pertanyaan yang bisa memperkeruh suasana, Jungkook berjalan tenang menuju dapur. Ia menyalakan pemanas air, lalu merogoh kabinet atas dan mengambil sebuah cangkir keramik.

​Jungkook mencelupkan kantong teh herbal aroma chamomile dan sedikit madu, minuman penenang yang biasa ia buat jika seseorang sedang tertekan atau tidak enak badan, lalu menuangkan air panas ke dalamnya.

​Dengan langkah perlahan, Jungkook membawa cangkir beruap hangat itu ke meja makan. Bukan diletakkan di hadapan Taehyung, melainkan digeser dengan sangat lembut tepat di samping tangan Mira.

​"Minumlah ini," ujar Jungkook halus, suara beratnya yang parau karena lelah terasa begitu menenangkan. "Teh chamomile bagus untuk menenangkan perut dan membuat pikiran lebih rileks."

​Mira tersentak pelan. Ia mendongak, menatap cangkir teh hangat tersebut lalu beralih menatap Jungkook. Ada kehangatan tulus di mata pria itu yang membuat pertahanan dingin Mira sedikit goyah.

​"Terima kasih, Oppa," bisik Mira pelan, hampir tak terdengar.

​Jungkook kemudian menatap Taehyung, lalu menepuk bahu sahabatnya itu pelan. "Tae, biarkan dia bernapas dulu. Jangan dipaksa."

​Taehyung menghela napas pasrah lalu mengangguk pelan. "Ya... kau benar."

​Jungkook menarik kursi dan duduk di sebelah Mira, meraih cangkir kopinya sendiri. Sikap peka dan perhatian tersembunyi yang ditunjukkan Jungkook membuat dada Mira bergejolak hebat. Di satu sisi, perhatian kecil pria itu selalu berhasil meluluhkan hatinya. Namun di sisi lain, benak Mira kembali dipaksa teringat pada kenyataan pahit semalam, bahwa semua perhatian manis ini mungkin hanyalah bentuk kebaikan seorang 'kakak' kepada adiknya, ditambah rasa penasarannya yang belum tuntas pada sosok nuna yang menelpon Jungkook kemarin malam dan jepit rambut yang tertinggal didalam kamar Jungkook.

​Mira menggenggam cangkir teh hangat pemberian Jungkook erat-erat, mencoba menyerap kehangatannya di tengah dinginnya suasana pagi itu.

Untuk mengalihkan rasa cemas Mira sekaligus mencairkan suasana yang sempat membeku, Taehyung memutuskan untuk mengantar adiknya mengurus sisa berkas administrasi dan Orientasi Kampus di Université Paris-Sorbonne.

Mengingat hari itu adalah hari terakhirnya sebelum terbang ke Seoul, Taehyung juga mengajak Jungkook untuk ikut serta.

"Sekalian kau lihat-lihat lingkungan kampusnya, Kook," ujar Taehyung seraya membenarkan kerah mantelnya di dalam gerbong Métro. "Biar kau tahu area mana saja yang aman kalau nanti harus menjemput Mira."

Jungkook hanya bergumam pelan seraya menyandarkan tubuh tegapnya pada tiang gerbong, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel hitam panjangnya. Matanya sesekali melirik Mira yang berdiri tak jauh darinya, tampak anggun dengan syal rajut merah marun dan rambut yang dibiarkan terurai.

Gedung berarsitektur neoklasik Sorbonne berdiri megah di bawah langit Paris yang cerah namun dingin. Ratusan mahasiswa dari berbagai belakangan dunia berlalu-lalang di pelataran kampus yang luas.

Setelah menyelesaikan urusan di kantor administrasi, Mira melangkah keluar menuju pelataran tengah kampus seraya memegang beberapa lembar dokumen dan jadwal kuliah. Wajahnya berbinar penuh semangat, impiannya selama bertahun-tahun akhirnya berada tepat di depan mata.

Namun, penampilan Mira yang menawan dengan paras khas Asia yang manis tak lantas luput dari perhatian. Saat ia berdiri menunggu Taehyung dan Jungkook yang sedang membeli minuman hangat di café sudut kampus, dua orang mahasiswa lokal berpenampilan modis menghampirinya.

"Bonjour! Tu es nouvelle ici?" (Halo! Apakah kau mahasiswa baru di sini?) sapa salah satu pemuda berambut pirang dengan senyum ramah yang dibuat-buat.

Mira tersentak pelan, mengangguk canggung. "Ah, oui... Je suis nouvelle." (Ah, ya... saya mahasiswa baru.)

"C'est génial!" Pria itu tersenyum makin lebar, melangkah mendekat seraya mengulurkan ponselnya. "Aku Pierre dari jurusan Seni Rupa. Kalau kau butuh pemandu untuk keliling kampus atau kota Paris, boleh aku minta nomor WhatsApp-mu?"

Belum sempat Mira menjawab, dua bayangan tinggi tegap mendadak melangkah cepat dari arah belakang, berdiri tegap memagari tubuh mungil Mira dari kedua sisi.

Taehyung berdiri di sisi kiri Mira dengan tatapan tajam dan berkacak pinggang, sementara Jungkook berdiri di sisi kanan dengan aura dingin yang teramat intimidatif. Kedua pria berkemeja rapi dan bermantel mahal itu tampak seperti dua bodyguard pribadi yang siap menerkam.

"Ada masalah di sini, Bro?" tanya Taehyung dalam bahasa Inggris dengan nada suara yang sengaja dibikin berat, memicingkan matanya penuh selidik.

Jungkook tidak banyak bicara. Pria itu hanya menatap pemuda pirang tersebut dari atas ke bawah dengan pandangan tajam yang seolah berkata, 'Langkah selanjutnya dan kau akan menyesal'.

Kedua mahasiswa lokal itu seketika tersentak mundur, menelan ludah melihat dua pria dewasa yang tampak begitu protektif, dan jujur saja, agak mengerikan, di samping gadis yang baru saja ingin mereka ajak berkenalan.

"Ah, non... PARDON!" sahut Pierre terbata-bata seraya mengangkat kedua tangannya, lalu buru-buru mengajak temannya pergi menghilang di balik kerumunan.

Mira menghela napas panjang, memutar bolanya gemas melihat tingkah kedua pria di sampingnya.

"Oppa! Kenapa kalian berdua bertingkah seperti itu? Mereka kan hanya mau menyapa!"

"Menyapa dari mana?" sungut Taehyung tidak terima, menyerahkan secangkir hot chocolate ke tangan Mira. "Pria seperti itu tujuannya sudah jelas! Kau harus hati-hati di lingkungan kampus, paham?"

"Juga, jangan sembarangan memberikan nomor ponsel pada orang asing," tambah Jungkook tenang namun sangat tegas, membetulkan letak syal di leher Mira agar menutupi lehernya dari angin dingin, sebuah gerakan refleks protektif yang teramat halus.

Mira terpaku. Sentuhan jemari Jungkook yang menyapu ujung dagunya saat membetulkan syal membuat dadanya kembali berdebar tak karuan.

Meskipun kesal dengan mode overprotective berlebihan dari kakaknya dan Jungkook, sebuah hangat yang tak terlukiskan perlahan menyusup ke dasar hati Mira. Dikelilingi dan dilindungi oleh dua pria seperti mereka membuat rasa asing di kota Paris ini perlahan menguap tanpa sisa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!