NovelToon NovelToon
Veterinary Love

Veterinary Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Inayusrina

Farra dan Barra adalah murid kelas 3 SMK Kesehatan Hewan dari dua keluarga penguasa industri kesehatan hewan Indonesia—keluarga Barra pemilik Saputra Pet Hospitals (rumah sakit hewan terbesar), sedangkan keluarga Farra pemilik Aurelie Vet Medicine (produsen obat hewan terbesar).

​Dua bulan sebelum Ujian Nasional, hidup mereka berubah total saat dipaksa menikah demi memenuhi janji masa lalu Opa dan Oma mereka. Enggan memicu skandal dan demi fokus lulus UN, keduanya sepakat menikah diam-diam dengan dua aturan ketat: menjadi suami-istri di rumah, tetapi berpura-pura asing saat di sekolah.

​Tinggal serumah sambil menyembunyikan status pernikahan dari teman-teman sekolah ternyata memicu berbagai canggung, kecemburuan, dan drama praktik lapangan. Di tengah tekanan Ujian Nasional dan ego masing-masing, persaingan dingin di antara mereka perlahan berganti menjadi benih cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inayusrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Selesai mengelilingi pusat perbelanjaan, Ben tiba-tiba mengusulkan untuk mengakhiri sore itu dengan menonton film horor terbaru yang sedang naik daun. Usulan itu langsung disetujui oleh Gabriella dan Amelia yang memang haus akan hiburan pemicu adrenalin. Namun, urusan pembagian kursi bioskop mendadak menjadi ajang pertarungan taktik.

​Barra, yang memegang kendali atas pemesanan tiket studio VVIP berkonsep premiere, tanpa ragu memilih dua kursi pasangan (sweet box) di barisan paling atas dan paling ujung sudut studio.

​"Gak usah protes," potong Barra cepat sebelum Ben sempat membuka mulut saat melihat denah layar pemesanan. "Aku sama Farra di atas. Kalian terserah mau duduk di mana."

​Amelia memutar matanya jengah sembari menarik lengan Gabriella dan Farraz. "Bagus deh! Kita bertiga plus Ben duduk di barisan tengah aja. Lagian siapa juga yang mau duduk sebelah pasangan kasmaran yang dunia serasa milik berdua? Bisa-bisa bukan takut gara-gara hantunya, tapi mual gara-gara kelakuan kalian."

​Begitu melangkah masuk ke dalam studio VVIP yang minim pencahayaan, suasana dingin dan sofa empuk berukuran luas menyambut mereka. Gabriella, Amelia, Farraz, dan Ben langsung mengambil posisi nyaman di barisan tengah, sementara Barra menuntun Farra naik menuju barisan teratas yang jauh dari jangkauan pandangan teman-teman mereka.

​Barra membukakan selimut tebal bawaan bioskop dan menyelimuti tubuh Farra. Begitu lampu studio sepenuhnya dipadamkan dan ketegangan film dimulai, Barra tak menyia-nyiakan kesempatan dari ruangan yang remang tersebut. Ia mengangkat pembatas lengan sofa, mengikis jarak, lalu merangkul tubuh Farra hingga bersandar rapat di dada bidangnya.

​Setiap kali adegan jumpscare muncul dan efek suara keras bergemuruh, Farra refleks menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Barra sembari meremas kemeja suaminya. Barra hanya terkekeh pelan di balik kegelapan, mendaratkan kecupan-kecupan hangat di puncak kepala dan pelipis Farra untuk menenangkannya.

​"Takut, hm?" bisik Barra rendah tepat di samping telinga Farra, jemarinya menyusup menyatukan buku-buku jari mereka di balik selimut tebal.

​Farra mengangguk pelan dalam kegelapan, menghirup aroma parfum khas Barra yang menenangkan. Di barisan tengah, teman-teman mereka sibuk menjerit dan menutupi mata karena jalan cerita film yang makin mencekam, sepenuhnya tak menyadari bahwa di barisan paling atas, Barra sedang menikmati momen kebersamaan yang begitu intim dan hangat bersama istri rahasianya.

Begitu lampu studio bioskop menyala terang menandakan film telah usai, rombongan mereka berenam melangkah keluar menuju area lobby. Gabriella, Amelia, Farraz, dan Ben tampak masih seru berdebat menyoroti jalan cerita film horor tadi. Namun, fokus Barra sepenuhnya sudah tidak berada di sana. Tatapannya terus tertuju pada Farra yang berdiri di sampingnya—wajah istrinya yang memerah akibat hembusan AC bioskop dan sisa rasa takut benar-benar menguji batas kesabaran Barra.

​"Oke guys, kita pisah di sini ya. Aku sama Farra duluan," potong Barra cepat, memutus perdebatan Farraz dan Ben tanpa memberi ruang untuk negosiasi.

​"Yee si bucin, terburu-buru banget mau menguasai pacar!" cerceh Ben sambil menggelengkan kepala, sementara Amelia dan Gabriella hanya melambaikan tangan pasrah membiarkan sejoli itu berlalu lebih dulu.

​Barra menggenggam jemari Farra erat-erat, menuntunnya setengah berlari menuju basement parkir. Begitu pintu SUV hitam tertutup rapat, Barra langsung menarik napas dalam-dalam dan melajukan mobilnya membelah kemacetan malam Jakarta.

​Farra yang menyadari arah jalan mobil agak asing mulai celingukan. "Barra... ini bukan jalan ke apartemen kita, kan? Kita mau ke mana?"

​Barra tidak langsung menjawab. Ia hanya menyunggingkan senyum miring yang dalam, lalu menoleh sekilas sembari mengusap pelan paha Farra. "Aku udah gak tahan, Farra. Kalau ke apartemen kejauhan, macetnya parah."

​Hanya butuh waktu sepuluh menit sampai mobil Barra berhenti di area drop-off sebuah hotel bintang lima termewah di dekat pusat perbelanjaan tersebut. Barra menyerahkan kunci mobil pada petugas valet, lalu menuntun Farra masuk menuju resepsionis. Tanpa ragu, Barra langsung memesan kamar terbaik kelas Presidential Suite untuk malam itu.

​Pintu smart lock kamar suite yang megah itu baru saja tertutup rapat saat Barra langsung membalikkan tubuh Farra, merapatkannya ke daun pintu, dan mendaratkan ciuman yang begitu intens, hangat, dan lapar. Suasana kamar yang dingin bercampur pendar lampu temaram kota dari balik jendela raksasa seketika berubah panas oleh deru napas mereka yang makin beradu.

​"Barra... kamu... beneran sekebelet ini?" bisik Farra terengah-engah di sela-sela kecupan Barra, matanya berbinar dalam kepasrahan.

​"Salah kamu sendiri kenapa makin manis seharian ini," balas Barra serak di leher Farra. Tanpa membuang waktu lagi, Barra menggendong Farra secara bridal style melintasi karpet tebal menuju ranjang berukuran king-size, menyegel malam itu dalam gelora gairah yang jauh lebih panas dan intim dari sebelumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!