NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12 - Papa Lyra

Sheyra mengelus rambut Lyra yang sedang tertidur di pangkuannya. Waktu menunjukkan pukul 18.30 namun orang tua Lyra tak kunjung datang menjemput. Gadis kecil itu menguap beberapa kali hingga akhirnya tertidur. Sheyra tersenyum melihat wajah Lyra yang polos saat tertidur. Bahkan saat tertidur pun, Lyra tetap terlihat manis.

Daycare sudah terlihat sepi karena hampir semua anak-anak dan guru sudah pulang. Hanya tinggal Sheyra, Lyra dan 2 orang di kelas sebelah. Tiga puluh menit lagi adalah jam tutup daycare. Sheyra berharap agar orang tua Lyra segera datang.

Suara pintu diketuk, terdengar suara berat dari balik pintu “Lyra, Papa datang!”

Mendengar suara yang dikenal, Lyra langsung terbangun dari tidur lelapnya. Gadis kecil itu langsung duduk sambil mengucek matanya berkali-kali. Ia sesekali menguap. “Papa?” tanyanya pelan.

Sheyra memperhatikan ke arah pintu hingga akhirnya seorang pria muncul dengan kaos pendek berwarna hitam dengan celana pendek warna serupa.

“Hah?” Sheyra membelalakkan matanya ketika memastikan bahwa pria yang sedang berdiri di pintu adalah Alvaro, seseorang yang ia kenal. Sheyra menatap Alvaro dan Lyra dengan tatapan bingung. Ia tidak bisa menutupi rasa keterkejutannya. Dalam kepalanya timbul banyak sekali pertanyaan. Pertanyaan yang belum ia dapatkan jawabannya.

Apakah Alvaro adalah orang tua Lyra? Apakah benar rumor yang ia dengar beberapa hari yang lalu di kampus? Jadi Alvaro sudah menikah? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu berputar di kepala Sheyra.

Lyra tersenyum senang ketika melihat Papanya datang menjemputnya. Sejak tadi ia sudah menunggu kedatangan Papanya. Dengan riang Lyra berlari ke arah Alvaro. Memeluk pria itu dengan erat.

Melihat kehangatan yang ditunjukkan putrinya, Alvaro langsung membalas pelukan Lyra kemudian menggendong gadis kecil itu. “Anak Papa pasti menunggu lama ya? Maaf sayang.” katanya dengan suaranya yang berat. Ia membelai rambut Lyra lembut.

Kemudian pandangan Alvaro berganti kepada seorang gadis yang tengah duduk mematung dengan ekspresi bingung. Sebenarnya Alvaro juga terkejut dengan keberadaan Sheyra di sini. Ia tidak menyangka akan bertemu teman sekelasnya di daycare. Alvaro berpikir dunia memang sempit.

Alvaro tau pasti Sheyra bingung dan shock dengan pemandangan yang saat ini dilihatnya. Wajar saja seperti itu. Karena sebenarnya semua orang di kampus tidak ada yang tahu bahwa Alvaro sudah menikah dan memiliki anak. Hal tersebut dikarenakan Alvaro memang tidak punya teman dekat untuk berbagi cerita dan dia juga tidak suka menceritakan kehidupan pribadinya kepada orang lain. Bahkan di sosial medianya pun ia tidak pernah membagikan foto dirinya. Isi sosial medianya hanya dipenuhi oleh foto lukisan yang ia buat atau pemandangan indah yang ia potret.

Alvaro terlihat kikuk dan bingung. Ia tidak pandai memulai obrolan apapun atau menyapa. Bagaimana cara bicara dengan gadis yang sedang terkejut di depannya? Bagaimana cara menjelaskan situasinya? Alvaro bertanya dalam pikirannya.

Beberapa menit suasana begitu hening. Tidak ada obrolan apapun. Yang ada hanyalah dua orang dewasa yang saling memandang dan bergelut dengan pikirannya masing-masing.

“Papa! Ini kak ei.” suara Lyra memecah keheningan.

Alvaro dan Sheyra langsung tersadar dari lamunannya. Dengan perlahan Sheyra berjalan mendekati Lyra.

“Kak ei yang Ira selalu ceritain?” tanya Alvaro memastikan.

Lyra mengangguk antusias. “Kak ei kasih ini.” Lyra menunjukkan gantungan kunci bebek yang Sheyra berikan hari ini. Gadis kecil itu memeluk boneka bebek itu dengan erat. Ia terlihat sangat senang.

Melihat ekspresi Lyra yang bahagia membuat senyum terbentuk di sudut bibir Alvaro. Perasaannya terasa sangat hangat.

Alvaro memandang ke arah Sheyra, “Terima kasih.” ucapnya sambil tersenyum manis.

Deg! Ekspresi yang tidak pernah Alvaro perlihatkan kepada siapapun di kampus. Ekspresi yang pertama kali Sheyra lihat. Jantungnya kembali berdebar. Ah, perasaan ini.

“Al?” gumam Sheyra pelan. “Ah iya, sama-sama.” kata Sheyra dengan cepat.

Sheyra memalingkan wajahnya dari Alvaro. Gadis itu terlihat gugup. Ia berganti menatap Lyra yang berada di gendongan Alvaro, “Kak Shey senang kalau Lyra suka.” ucapnya sambil tersenyum manis.

“Kita pulang yuk.” ajak Alvaro kepada anaknya lalu dibalas anggukan oleh Lyra. “Kita ambil tas Ira dulu yaa.” Alvaro berjalan ke dalam kelas meninggalkan Sheyra yang lagi-lagi berdiri mematung. Alvaro merapikan barang-barang Lyra dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah selesai merapikan, Alvaro langsung membawanya.

Alvaro kembali menghampiri Sheyra. “Makasih banyak udah jagain Ira.”

“Iya, itu sudah menjadi tugas saya. Lagipula saya sangat senang menjaga anak semanis Lyra.” ucap Sheyra. Ia heran karena Alvaro yang ia temui sekarang benar-benar berbeda 360 derajat dari Alvaro yang selama ini ia kenal. Di sini Alvaro sangat hangat dan ramah. Tanpa sadar Sheyra pun memakai kata ‘saya’ daripada memakai kata ‘lo-gue’ seperti biasanya.

“Papa, tar Kak ei ulang.” (Papa, antar Kak Shey pulang)

“Ira mau Papa antar Kakak?” tanya Alvaro memastikan. Lalu dibalas anggukan sambil tersenyum oleh Lyra.

Alvaro menghela nafas bangga. Ternyata anaknya tumbuh dengan sangat hangat dan baik. Alvaro menatap ke arah Sheyra. “Rumah lo di daerah mana? Yuk ikut biar gue antar.” tawar Alvaro.

Sheyra segera menggeleng, “ah engga perlu. Makasih. Aku bisa pulang sendiri.”

“Tapi ini udah malam. Ga baik juga cewek pulang malam-malam. Gapapa ikut ajak.” jelas Alvaro.

Sheyra hendak menolak tapi Lyra langsung menyentuh tangan Sheyra. Ia menatap Sheyra dengan tatapan memohon agar Sheyra ikut pulang bersamanya.

Sheyra tidak bisa menolak tatapan Lyra yang memohon. Namun ia juga tidak ingin merepotkan Alvaro. Sheyra bingung namun karena paksaan dari Lyra dan Alvaro akhirnya membuatnya menyerah. Dengan tidak enak hati, ia langsung mengiyakan.

“Gue tunggu di depan ya.” ucap Alvaro sebelum pergi meninggalkan Sheyra sendirian di dalam ruang kelas.

Setelah kepergian Lyra dan Alvaro, kaki Sheyra merasa lemas. Ia langsung terduduk sambil menyentuh kepalanya. “Ah, apa-apaan ini? Apa yang sedang terjadi?” gumamnya.

Sheyra masih bingung dan tidak menyangka. Tidak ada dalam pikirannya bahwa Alvaro sudah menikah. Sheyra tiba-tiba merasakan nyeri di dalam hatinya. Rasa sakit yang muncul langsung memvalidasi perasaannya. Tanpa Sheyra sadari ternyata ia telah jatuh cinta kepada Alvaro. Sheyra tidak tahu kapan tepatnya perasaan ini tumbuh di dalam hatinya. Mungkin sejak awal bertemu? Sheyra tidak tahu.

Sheyra merapikan barang-barangnya. Ia tidak bisa menahan dirinya yang sedang merasa terluka. Rasa sakit karena mengetahui orang yang ia suka ternyata adalah suami orang lain. Perasaan yang harus segera ia bunuh. Ia tidak boleh menyimpan perasaan yang salah seperti ini. Ia tidak boleh mencintai suami orang. Sheyra berusaha mempertahankan kewarasannya.

Banyak hal yang ingin Sheyra tanyakan. Tapi pada akhirnya ia memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh. Kejadian hari ini sudah cukup untuk menjadi alasan menghapus Alvaro dari dalam hatinya.

Setelah selesai dengan barang-barangnya, Sheyra berjalan keluar ruang kelas. Menutup pintu kelas dan menguncinya. Ia memperhatikan sekeliling yang sudah sepi tanpa ada satupun orang lain selain dirinya. Ternyata dia pulang paling terakhir hari ini.

Setelah keluar dari daycare, Sheyra mendapati Alvaro yang sedang menunggunya. Alvaro berdiri bersandar di depan mobilnya yang berwarna hitam. Sheyra langsung menundukkan pandangan. Ia menahan diri agar tidak terpesona lagi dengan Alvaro. Jika tidak karena Lyra yang memintanya, Sheyra tidak ingin pulang bersama Alvaro.

Alvaro segera mempersilahkan Sheyra untuk masuk ke dalam mobilnya. Tanpa berkomentar apapun, Sheyra langsung membuka pintu belakang mobil.

“Duduk di depan. Samping gue.” perintah Alvaro.

Sheyra menatap Alvaro bingung, “Hah?”

“Gue bukan supir.” jawab Alvaro.

Mendengar ucapan Alvaro membuat Sheyra langsung menurut. Sheyra membuka pintu depan dan masuk ke dalamnya. Ia duduk di depan Alvaro. Sedangkan Lyra duduk di child car seat tepat di belakang mereka.

^^^Bersambung…^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!