NovelToon NovelToon
Istri Mafia Memilih Taubat

Istri Mafia Memilih Taubat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Mafia
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Rara, seorang gadis yang gemar membaca kisah pria tampan, tiba-tiba terbangun di dalam novel yang baru saja dibacanya. Namun, bukan sebagai pemeran utama yang baik hati, ia justru menjadi Zelara Sabiru, istri arogan, sombong, dan kejam dari seorang bos mafia bernama Bashkar Deluca. Dalam cerita asli, Zelara selalu membenci Bashkar dan ikut keluarganya menuduh sang suami sebagai dalang di balik kematian kedua orang tuanya. Bahkan, Zelara berakhir dengan nasib tragis. Namun Rara mengetahui satu rahasia yang tidak diketahui siapa pun Bashkar tidak pernah membunuh orang tuanya. Semua tuduhan itu hanyalah fitnah. Berbekal pengetahuan tentang alur cerita, Rara memutuskan mengubah takdir Zelara. Ia meninggalkan sifat buruk sang istri, memilih untuk bertaubat, dan mulai membela Bashkar yang selama ini hidup dalam kesepian serta penuh kecurigaan. Tetapi semakin Rara berusaha mengubah akhir cerita, semakin banyak rahasia keluarga Deluca yang terbongkar. Dan yang paling membuatnya bingung… Mengapa sang mafia dingin yang seharusnya membencinya justru mulai melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

"Misi pertama... gagal total," gumam Zela menghela napas pasrah begitu pintu kamar Bashkar tertutup rapat di belakang punggungnya.

Ia berjalan gontai menuju kamarnya sendiri, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur empuk. Zela menatap langit-langit kamar dengan kening berkerut. Otaknya berputar keras memikirkan strategi berikutnya. Wajar saja jika Bashkar sangat curiga dan membenteng diri begitu tebal; selama dua tahun ini, sosok Zelara Sabiru asli adalah ancaman terbesar dalam hidupnya.

"Gimana caranya bikin pria sedingin kutub utara itu mau terbuka sama gue, ya?" pikir Zela seraya memeluk bantal. "Tembok pertahanannya tebal banget. Tapi gue nggak boleh menyerah. Pria kesepian kayak dia tuh sebenarnya cuma butuh satu orang yang bener-bener tulus berdiri di pihak dia."

Saat Zela sibuk memutar otak, ponsel mahal berbalut casing bertatahkan kristal yang tergeletak di sampingnya mendadak berdering nyaring. Layar ponsel memancarkan nama kontak bertuliskan 'My Prince' lengkap dengan emotikon hati merah.

Zela mengernyitkan alisnya, meraih ponsel tersebut, lalu membaca nama panggilan di layarnya. Dalam ingatan Zelara, nama pria itu adalah Reno.

"Ahh... ini kan Reno," bisik Zela menepuk jidatnya sendiri saat memori pemilik tubuh aslinya membanjiri ingatan. "Kekasih maksudnya, pria playboy kelas teri yang dikejar-kejar banget sama Zelara dulu."

Reno adalah sosok pria parasit berparas lumayan yang memanfaatkan kepolosan dan kehaluan Zelara Sabiru. Dulu, Zelara sampai rela merendahkan dirinya, mengejar-ngejar Reno meski tahu pria itu playboy berat, bahkan rela meloloskan berbagai jebakan demi mendapatkan perhatian pria tak berguna ini.

Zela menggeser tombol hijau pada layar, lalu menempelkan ponselnya di telinga.

"Halo, Zelara?" suara seorang pria bernada condong meremehkan dan arogan langsung terdengar dari seberang telepon. "Akhirnya dipanggil juga. Kau tahu kan aku ini sibuk?"

"Kenapa?" jawab Zela singkat, suaranya sangat datar dan dingin.

Reno di ujung telepon sempat terdiam sejenak, terkejut mendengar nada bicara Zela yang tidak meletup-letup manja seperti biasanya. Namun, menyadari betapa 'butuh'-nya Zelara pada dirinya selama ini, Reno segera mengabaikan rasa heran itu dan kembali ke niat utamanya.

"Langsung saja ya, Zela. Aku sedang butuh dana segar. Kirimkan aku uang dua miliar rupiah sekarang," ucap Reno tanpa rasa malu sedikit pun, terdengar sangat santai seolah meminta uang jajan lima puluh ribu. "Kalau kau langsung mentransfernya detik ini juga, aku akan mempertimbangkan untuk menemanimu makan malam romantis nanti malam. Bagaimana? Deal?"

Mendengar permintaan absurd dan nada percaya diri yang kelewat batas dari seberang telepon, Zela sempat membeku seketika. Namun tak lama kemudian, tawa renyah dan penuh keheranan meledak dari bibirnya.

"Pfft... Hahaha! Aduh, perut gue sakit!" tawa Zela pecah, bahkan sampai memegangi perutnya di atas kasur.

"Zelara! Kenapa kau malah tertawa?! Kau mendengarkanku tidak?!" sentak Reno di seberang sana, merasa tersinggung oleh respon yang sama sekali di luar perkiraannya.

Zela menghentikan tawanya, mengubah posisinya menjadi duduk tegak dengan raut wajah yang berubah menjadi amat dingin dan geli secara bersamaan.

"Dua miliar? Cuma demi bisa makan malam sama cowok modelan kayak elo?" desis Zela tajam. "Dasar mokondo! Kagak tahu diri banget lu ya!"

"A-apa kau bilang?! Mokondo?!" peking Reno syok mendengar kosa kata kasar nan asing yang dilontarkan Zelara. "Zelara, kau sudah gila ya?! Kau berani berkata begitu padaku? Lupa siapa yang selama ini kau kejar-kejar sampai mengemis perhatian?!"

Zela terkekeh sinis, menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang seraya memainkan kuku-kukunya yang terawat rapi.

"Denger ya, Reno. Itu kan dulu," celetuk Zela penuh penekanan dan nada ejekan yang sangat kental. "Masa lalu waktu mata gue masih katarak! Sekarang mata gue udah sembuh total, dan baru sadar kalau elo tuh cuma parasit yang kebetulan berwujud manusia."

"Kau...!"

"Gue perjelas ya, biar otak lu yang dangkal itu paham," potong Zela cepat, tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi Reno untuk menyela. "Elo tuh sama sekali nggak ada harganya. Dari dulu sampai sekarang, elo tuh cuma sekadar mainan aja buat gue kalau gue lagi bosan! Nggak usah keagungan merasa sok berharga deh."

Reno tertahan di seberang sana, suaranya terdengar memburu menahan emosi. "Kalau aku cuma mainan, kenapa dulu kau mau menikah dengan mafia itu, hah?! Kau sengaja mau memanas-manasiku, kan?!"

Zela tertawa hambar mendengar kepedean tingkat dewa dari pria di seberang telepon.

"Pede amat lu! Ya jelaslah gue milih sama suami gue!" seru Zela seraya menyunggingkan senyum kemenangan. "Suami gue itu kaya raya, tampan berkarisma, punya kekuasaan yang sanggup ngerataain tempat tinggal lu dalam hitungan detik! Makanya elo gue permainkan, karena lu itu cuma remahan rengginang dibanding suami gue! Paham?!"

"Zelara Sabiru! Kau akan menyesal sudah membicarakan aku seperti ini!" ancam Reno penuh amarah yang meluap-luap.

"Nyesel? Nyesel pernah kenal sama cacing tanah kayak elo? Jelas nyesel banget!" balas Zela cepat. "Udah ya, jangan pernah telepon gue lagi buat minta-minta uang. Kalau butuh kerjaan, tuh cari di koran, jangan modal muka pas-pasan doang mau minta dua miliar! Bye, mokondo!"

TUT!

Zela mematikan sambungan telepon secara sepihak tanpa ragu, lalu dengan cepat memblokir nomor Reno dari kontak ponselnya. Ia melempar ponselnya kembali ke atas tempat tidur dengan perasaan yang sangat puas.

"Puas banget rasanya ngemaki cowok parasit begitu," gumam Zela tersenyum puas. "Sekarang tinggal fokus sama misi utama: naklukin hati suami mafia gue yang super ganteng itu!"

1
N. Siti 12mplb_ukk
lnjut💪
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 💪
Azura75
pisah aja lah.. toh kamu juga nggak hamil. pindah ke luar negri. mulai semua dr awal hidup baru & dgn identitas baru. drpd makan hati dgn suami kyk gitu.
anonim
double up please?🙏
Pelangi Jingga
di tunggu kelanjutannya tor
Apis
ini sebenarnya temanya apa yathor di indo pa di barat, ko manggilnya mas mb tp ada musim saljunya
Gustinur Arofah
karya baru semangat💪💪💪, sdh vote, like, komen, bunga dan kopi biar makin semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!