NovelToon NovelToon
BUKAN ISTRI LEMAH MU LAGI

BUKAN ISTRI LEMAH MU LAGI

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Rumah Tangga / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Saat Askar ada di rumah, Bu Surya selalu bersikap lembut dan memuji Miska.

Bu Surya: "Miska rajin sekali,ya. Penurut juga."

"Aku kan bilang Ibu pasti sayang dia. Miska, jangan banyak pikiran."

Tapi begitu Askar berangkat kerja, topeng itu langsung dilepas. Bu Surya memaki dan menghina Miska tanpa henti.

Bu Surya: "Dasar anak orang miskin beruntung! Cari makan di sini ya? Cepat kerja!"
Miska: "Bu, saya sudah selesaikan semua pekerjaan..."
Bu Surya: "Banyak alasan! Tak tahu diri!"

Miska akhirnya memberanikan diri mengadu, tapi yang ia dapat malah kemarahan suami.

Miska: "Mas, Ibu selalu memaki saya saat kau tak ada..."
Askar: "Berani kau menfitnah Ibu? Dia begitu baik padamu! Jangan cari masalah!"

Kesabaran Miska diuji tiap hari, sampai hadir Rara — cinta lama Askar yang kini jadi sekretarisnya. Kedekatan keduanya membuat Miska mulai curiga, tapi Bu Surya malah membela habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Miska baru saja hendak berbalik untuk melangkah keluar, hatinya masih terasa perih mendengar kata-kata suaminya sendiri. Namun baru beberapa langkah, tubuhnya menabrak seseorang yang berdiri tegak tepat di belakangnya.

"Aduh—!" Miska terhuyung sedikit, LALU segera membungkuk dengan wajah pucat pasi.

"Maaf! Saya sungguh minta maaf, Pak! Saya tidak sengaja, saya tidak melihat ke depan..."

Tangannya bahkan gemetar, ia siap menerima omelan atau tatapan jijik seperti yang selalu ia dapatkan di rumah. Namun alih-alih bentakan, sebuah tangan kokoh menahan bahunya dengan lembut, mencegahnya membungkuk terlalu dalam.

"Tidak apa-apa. Tidak perlu meminta maaf seperti itu " terdengar suara berat dan tenang, tanpa nada sedikit pun kesal.

Miska mendongak perlahan. Di hadapannya berdiri seorang pria dengan penampilan sangat rapi, wajahnya tegas namun sorot matanya lembut, seolah ia bisa melihat kesedihan yang sedang berusaha Miska sembunyikan.

"Saya tadi berdiri di sini, memang saya yang kurang memberi jarak," ucap pria itu lagi. "mbak... sedang apa sendirian di lobi kantor ini?"

Pertanyaan itu sederhana, namun lidah Miska terasa kaku. Awalnya ia hendak menjawab dengan jujur — saya mengantar berkas suami saya — namun kalimat Askar tadi tiba-tiba bergema di telinganya: malu dilihat orang, lihat penampilanmu itu. Rasa rendah diri langsung menyergap. Ia menelan ludah, memaksakan senyum tipis.

"Saya... saya hanya kebetulan lewat di depan, Pak. Hanya mampir sebentar untuk bertanya arah, sekarang saya mau pergi," jawabnya pelan, berusaha secepat mungkin berpamitan. "Maaf sekali lagi, Pak. Permisi."

Tanpa menunggu jawaban, Miska bergegas melangkah keluar menuju pintu utama, meninggalkan aroma kesederhanaan yang menyentuh hati. Arfan hanya berdiri diam, menatap punggung wanita itu yang perlahan menjauh hingga hilang di balik pintu kaca. Ada sesuatu di mata wanita itu — kesabaran yang penuh luka — yang membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangan. Namun ia segera mengatur ekspresi, melangkah masuk ke dalam kantor.

Begitu Arfan melangkah masuk, seluruh ruangan langsung hening seketika. Para staf yang sibuk tadi kini berdiri berjejer di lorong, menyambut kedatangannya dengan hormat. Askar dan Rara bergegas keluar dari ruangan Askar, berjalan mendekat dengan senyum yang dipersiapkan sebaik mungkin.

"Selamat datang, pak Arfan! Terima kasih atas kunjungan Anda ke kantor cabang kami!" ucap Askar dengan nada penuh semangat dan hormat, tangannya terulur untuk bersalaman.

"Selamat datang, Tuan Arfan. Semoga perjalanan Anda lancar," tambah Rara, berdiri tepat di samping Askar, senyumnya manis dan penampilannya sangat rapi, seolah ia adalah nyonya rumah di tempat itu.

Arfan menyambut salaman Askar dengan singkat, lalu melirik sekilas ke arah Rara sebelum kembali menatap Askar. "Mari kita masuk ke ruang rapat. Waktu saya tidak banyak, saya ingin melihat laporan kinerja dan keuangan secara langsung."

"Baik, pak! Silakan lewat di sini!" Askar memberi isyarat, hatinya berdebar — bukan karena takut rapatnya gagal, melainkan karena ia berharap tidak ada yang tahu apa yang baru saja terjadi di ruangannya sebelum Miska datang.

Rapat berlangsung cukup lama. Arfan bertanya dengan tajam dan teliti, Askar menjawab dengan lancar dibantu oleh Rara yang sesekali menyisipkan penjelasan, membuat mereka tampak sangat kompak. Para karyawan lain hanya diam memperhatikan, mengagumi betapa hebatnya kerjasama Kepala Bagian dan Sekretaris itu. Tak ada yang menyadari bahwa keakraban itu sudah melampaui batas profesionalisme.

Sementara di kantor rapat berjalan serius, di rumah suasana tidak kalah menekan. Begitu Miska melangkah masuk, suara melengking ibu mertuanya langsung menyambut.

"Dari mana saja kamu?! Lama sekali! Aku dari tadi menunggu di kursi, leherku sakit menunggumu! Cepat buatkan aku susu hangat, gula dua sendok! Jangan terlalu encer, jangan terlalu kental!" bentak Bu Ratih tanpa menoleh, matanya tetap terpaku pada layar televisi.

Miska menutup pintu pelan, menghela napas panjang yang tidak sampai ke dada. "Iya, Bu. Sebentar lagi saya buatkan."

Ia bergegas ke dapur, menyiapkan susu dengan hati-hati, takut salah takaran. Saat menyodorkan gelas, Bu Ratih langsung menyambar, lalu mencemooh. "Hah, begini saja susunya! Kamu memang tidak pernah bisa diandalkan. Kalau bukan karena aku yang merawat anakku, pasti rumah ini sudah berantakan karena istrinya cuma tahu diam saja. Dasar istri tidak berguna!"

Miska hanya menunduk, menerima setiap kata hinaan itu tanpa membalas. "Maaf, Bu. Kalau kurang pas, biar saya buatkan ulang."

"nggak usah! Pergi sana, jangan merusak suasana!" Bu Ratih melambaikan tangan dengan jijik, seolah Miska adalah sampah di hadapannya.

Miska berbalik perlahan menuju kamar. Begitu pintu tertutup, ia menyandarkan punggungnya di balik pintu, baru kemudian membiarkan air matanya jatuh sebentar sebelum dihapus dengan cepat. Ia mengambil ponsel jadulnya yang layarnya sudah agak kusam.

Saat membuka aplikasi toko daring, matanya langsung membelalak. Notifikasi pesanan masuk bertubi-tubi. Ia mulai menghitung pelan-pelan, senyum tipis perlahan tumbuh di bibirnya. Sudah sebulan sejak tetangga sebelah membantunya membuka toko. Keuntungan bersih yang terkumpul — ia menghitung lagi — satu juta seratus ribu rupiah. Hatinya menghangat. Belum ada yang tahu, belum ada rekening atas namanya jadi uang itu masih tersimpan di saldo aplikasi. Ia belum berani mencairkannya, ini rahasia kecil yang membuatnya merasa berharga.

Seminggu lagi, batinnya. Besok saya pergi ke kantor BRI Link di ujung jalan, daftar rekening atau tarik lewat DANA, untuk tabungan sendiri.

Seminggu berlalu dengan cepat. Sore itu langit mulai menggelap, angin berhembus kencang membawa awan kelabu. Miska berjalan menuju BRI Link, hatinya sedikit lebih ringan dari biasanya. Namun saat berjalan melewati jalan utama, langkahnya tiba-tiba terhenti.

Di tepi jalan, sebuah mobil berhenti. Pintu terbuka — Askar keluar, tampak rapi dan wangi. Di belakangnya, turun seorang wanita yang tersenyum lebar sambil merangkul lengan Askar erat-erat. Itu Rara.

Mata Miska terpaku. Mereka berjalan berdampingan, menuju pintu putar sebuah bangunan megah. Di atas pintu utama, tulisan itu terlihat jelas meski agak jauh — HOTEL GRAND PALACE.

Jantung Miska berdegup kencang seakan mau melompat keluar dari dada. Kakinya terasa berat, napasnya tercekat. Ia melihat Askar tersenyum lebar pada Rara, lalu keduanya masuk bersama ke dalam gedung itu, menghilang di balik pintu kaca yang berkilauan.

Miska berdiri terpaku di pinggir jalan, di bawah langit yang mulai turun hujan gerimis. Di tangannya masih tergenggam ponsel jadulnya, tempat di mana harapan kecilnya tersimpan — namun di depannya, kenyataan pahit sedang menamparnya tanpa ampun.

1
Ilfa Yarni
Happy ending aku suka
Ilfa Yarni
asyiiiiiiik miska mau menikah dgn arrangements syukuri kau askar hancur kay skr hahahah
Nuna_Pena: 😭😭😭🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
akhirnya,,,,,,, happy ending 😍😍😍
Nuna_Pena: hehhe.. makasi sudah selalu mampir say.
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
lihat Miska tersenyum sama laki-laki lain kamu marah,apa kabar kamu yg udah tidur dgn Rara di hotel berkali-kali, waras kau Askar??
Ilfa Yarni
semangat miska trus maju menggapai sukses
Nuna_Pena: semangat miska, semangat author smangat para pembaca hihihi..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
Nuna_Pena: aamiin...
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
setuju bu Diti 👍👍
Nuna_Pena: alhamdulillah..
total 7 replies
Ilfa Yarni
bersenang2lah dulu kalian skr sebelum karma menghampiri apa yg kau tanam itu yg akan kalian tuai tunggu aja jika Saat itu dtg aku akan tertawa
Nuna_Pena: 🤭🤭🤭... setiap perbuatan pasti akan ada hasil mau itu baik atau buruk... di tunggu bab bab berikutnya..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
gk sabar lihat keberhasilan Miska, buat nampar wajah Askar dan ibunya
Nuna_Pena: sabar lah. kalau langsung berhasil cerita nya pendek dong.. 🤭..
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
good job Miska 👍👍👍
buktikan dengan keberhasilan mu sendiri 💪💪💪
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Nuna_Pena: aamiin,,, makasi sudah selalu mampir
total 1 replies
Ilfa Yarni
bagus aku Kira km msh terap bertahan drmh neraka itu mulai skr bahagia kan dirimu sendiri giatlah ber usaha Tuhan pasti akan ksh km Jln yg terbaik menuju kesuksesan awali harimu dgn bismillahTuhan tidak tidur apa yg ditanam itu yg akan kita tuai
Nuna_Pena: aamiin.. 🤭🤭..
total 1 replies
Ilfa Yarni
lah KNP msh tinggal Disana sin. KNP ga pergi AJ miska km kan udah. bisa usaha sendiri cari kosan kek.knp jg msh tinggal disitu
Nuna_Pena: balas dendam nya dengan cara lain🤭🤭🤭
total 3 replies
Heni Setiyaningsih
kpn up lg Thor
Nuna_Pena: udah up dua bab say.. hehe makasi sudah bertahan
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
maaf Thor,klo bisa Up nya setiap hari
Ade Chubi
awal cerita yg bagus walaupun tema cerita nya hampir sama dg cerita lain nya yg bertemakan perselingkuhan, tp cerita ini ada sisi yg bikin penasaran
Heny
Nama nya bisa suryati jd ratih
Ilfa Yarni
bagus miska truslah kembangkan dirimu sampe km sukses dari kehidupan askar dan rara di bawahmu buktikan km bis berdiri diatas kakimu sendiri mulai skr jgn lg km kerja kan pekerjaan rmh
Ade Chubi: readers itu lengah bangeut jika tokoh utama perempuan nya tidak menye menye😁
total 2 replies
Ilfa Yarni
wah lega skali Thor puas aku nah gitu dong miskajadilah wanita just Dan hebat aku suka miska yg begini lanjut
Nuna_Pena: kasihan askar bisa2 masa depannya metong
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Nuna_Pena: aamiin... makasi selalu setia mengikuti 😁😁
total 1 replies
Ilfa Yarni
hadeh msh berharap aja semoga dgn kau melihat perbuatan suami km km sadarvtidak lg jadi perempuan bodoh jgn lupa kn foto in a tau videoin apa yg suami km lakukan udah beli hp bars blom km miska itu nanti buat bukti km lho
Ade Chubi: harap maklum readers kebanyakan gak sabaran 😁😂
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!