NovelToon NovelToon
DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN

DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:725
Nilai: 5
Nama Author: AME author

menceritakan Akira Riyuma seseorang siswa SMA yang pindah sekolah dan pergi dari rumahnya karena rumah lamanya sudah tidak sehangat dulu.
Dia anak pendiam. Dunianya yang terasa sepi.
Sampai dia bertemu Riyumi Asuma.
Gadis yang ceria dan suaranya bikin tenang, tapi entah kenapa... membuat hari-hari Akira jadi ramai.
Di antara hujan, tawa, dan tatapan yang tidak pernah Akira mengerti,
muncul satu pertanyaan di kepalanya:
apa arti sebuah keluarga,rasa yang belum pernah dia rasakan.

akira yang sudah banyak kehilangan seseorang yang berharga di hiduupnya.

apakah akira bisa menemukan kebahagiaan itu ?
apakah akira juga bisa berubah menjadi yang lebih baik dengan bantuan riyumi asuma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANJI DI TAMAN

Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, membiaskan cahaya jingga yang hangat di sepanjang tepian sungai. Angin sore berembus pelan, membelai dedaunan dan membawa kesegaran setelah penatnya ujian akhir yang baru saja usai.

Di jalan setapak itu, Akira dan Yuki berjalan bersisian. Senyum lega terpancar dari wajah mereka-sebuah pemandangan yang membuat siapa saja yang melihatnya, termasuk Nana dan Yashiro, ikut merasa lega. Hubungan mereka yang sempat merenggang kini telah kembali membaik, bahkan jauh lebih hangat.

"Yuki... aku dan ibuku sudah berbaikan," ujar Akira memecah keheningan. Suaranya terdengar lega dan tulus.

Yuki menghentikan langkahnya sejenak. Matanya berbinar menatap Akira dengan tatapan yang begitu lembut. Rasa syukur membuncah di dadanya, mengetahui Akira tidak lagi merasa kesepian dan tak perlu tinggal sendirian lagi.

Saat itu, senyuman Yuki mengembang dengan sangat indah sebuah senyuman manis yang bahkan sanggup mengalahkan pesona jingga di langit senja.

"Aku pulang!" seru Yuki saat melangkah masuk ke rumahnya.

"Selamat datang," sahut ibunya dari arah dapur. Melihat binar bahagia dan senyum-senyum sendiri di wajah putrinya, sang ibu langsung menggoda, "Eh, tumben... pulang-pulang senyum sendiri begitu?"

Pipi Yuki mendadak merona. Dengan canggung dan malu-malu, ia segera berlari menuju kamarnya di lantai atas, meninggalkan ibunya yang tertawa pelan melihat tingkah menggemaskan sang anak.

Tak lama setelah membaringkan tubuhnya di kasur, ponsel Yuki berdering. Sebuah pesan dari manajernya masuk, mengabarkan bahwa besok ia memiliki jadwal sesi pemotretan.

Kebahagiaan Yuki serasa berlipat ganda. Tanpa berpikir panjang, ia langsung memencet nomor Akira.

"Haloo, Akira! Besok aku ada photoshoot, kamu mau temani aku, kan?" tanya Yuki cepat, suaranya penuh antusias.

"Eh? Memangnya tidak apa-apa kalau aku ikut?" sahut Akira ragu.

"Pokoknya harus ikut! Temani aku dan gak boleh jawab tidak!" tegas Yuki manja.

"Iya, iya... aku ikut," jawab Akira tertawa kecil di ujung telepon.

"Dah, sampai ketemu besok di stasiun. Selamat malam, Akira!"

Yuki menutup teleponnya. Ia berguling-guling di atas kasurnya dengan wajah memerah, bertingkah menggemaskan karena membayangkan besok Akira akan mendampinginya.

_'Apakah ini bisa disebut kencan? Habis foto aku harus ajak dia jalan-jalan, hihihi...'_ batinnya melayang dalam kehaluan yang manis.

Sementara itu di rumahnya, Akira mengetuk pintu kamar ibunya. "Mama, besok aku keluar ya..."

"Keluar ke mana, sayang?"

"Mau temani... teman keluar besok."

Ibunya yang paham betul siapa "teman" yang dimaksud langsung menggoda Akira habis-habisan, membuat pemuda itu salah tingkah dan buru-buru masuk ke kamarnya sendiri.

Malam itu, baik Yuki maupun Akira sama-sama tidak bisa memejamkan mata terbayang indahnya momen berdua yang menanti mereka keesokan hari.

Keesokan harinya, riuh suasana stasiun kalah riuh oleh detak jantung dua sejoli itu.

Yuki berdiri menunggu di dekat tiang stasiun, mengenakan dress putih anggun yang mempercantik rambut ikalnya, sementara pipinya dihiasi rona merah alami.

Akira yang baru tiba langsung terpaku. Keindahan Yuki pagi itu benar-benar menghentikan kata-katanya. Karena terlalu terpesona dan malu, Akira sampai harus memalingkan wajahnya, bingung harus menatap ke mana.

"Gimana, Akira? Bagus tidak bajuku?" goda Yuki sambil tersenyum manis mendekatinya.

"Can... cantik. Sangat cocok untukmu," jawab Akira terbata-bata tanpa berani menatap mata Yuki secara langsung.

Sesampainya di taman lokasi pemotretan, manajer Yuki segera menyambut dan memintanya bersiap-siap mengganti pakaian.

Akira sempat ragu dan bertanya pada sang manajer, "Tidak apa-apa kalau aku menunggu di sini?"

"Tentu saja tidak apa-apa! Malahan bagus ditemani pacarnya, bisa bikin Yuki tambah semangat," jawab manajer sambil tertawa.

"Kami belum pacaran..." sela Akira cepat dengan cengiran canggung.

Sesi pemotretan pun dimulai. Yuki berdiri di tengah taman bunga yang mekar indah. Gaun putih panjangnya melambai lembut tertiup angin, rambut indahnya diurai lepas.

"Oke Yuki, coba jalan pelan ke arah air mancur. Tatap ke kamera dan senyum natural ya!" perintah sang fotografer.

Yuki mengangguk profesional. Ia berjalan anggun sambil memutar sedikit gaunnya. Angin mengibaskan rambutnya, dan shutter kamera terus membidik setiap gerakan menawannya.

Dari bangku taman yang tak jauh dari sana, Akira duduk memegang botol minuman. Tatapannya tak pernah lepas dari Yuki. Hatinya terasa berbunga-bunga melihat betapa cantiknya gadis itu saat bekerja.

Saat sesi foto berakhir, Yuki langsung berlari kecil menuju ke arah Akira sambil melambaikan tangan dengan senyum paling mekar. Akira pun membalas lambaian tangan itu.

"Nih, minum dulu. Pasti capek, apalagi cuacanya agak panas," ujar Akira menyodorkan botol air.

"Terima kasih!" Yuki meminumnya dengan sangat lahap dan gembira.

"Ini pertama kalinya aku melihatmu bekerja secara langsung," ucap Akira jujur.

"Aku sudah agak lama tidak photoshoot, jadi rasanya masih agak kaku," sahut Yuki menyeka bibirnya.

Lalu dengan nada lembut dan menggebu godaan, ia mendekatkan wajahnya, "Habis ini kita mau ke mana, Akira? Jalan-jalan? Ke kafe? Nonton? Atau... ke hotel?"

Pipi Akira langsung membara. Untuk menutupi rasa malunya yang membuncah, ia buru-buru mengalihkan pembicaraan dan mengajak Yuki mencari tempat makan. Yuki hanya tertawa geli melihat kepanikan Akira.

Setelah menikmati santapan di kafe, mereka berjalan berdua menyusuri trotoar kota. Gemerlap lampu-lampu jalan menyinari langkah mereka yang diiringi canda dan tawa.

Namun, ada satu rasa yang mengganjal di dada Yuki. Mengumpulkan keberaniannya, Yuki menarik pelan lengan baju Akira dan mengarahkannya ke sebuah taman kota yang lebih sunyi.

Di bawah pendar lampu taman yang berkilau lembut dan remang suasana malam, Yuki memberanikan diri.

"Anu... Akira. Aku... aku suka kamu," bisik Yuki pelan, namun cukup jelas untuk menghentikan detak waktu di sekitar mereka.

Akira tertegun. Jantungnya berdegup kencang mendengarnya. Ia menghela napas pelan, mengumpulkan seluruh keteguhan hatinya, lalu menatap manik mata Yuki dengan penuh keseriusan.

"Yuki... aku juga senang sama kamu. Jujur, aku juga suka," aku Akira tulus.

Wajah Yuki makin memerah dipenuhi kebahagiaan. Namun, Akira melanjutkan perkataannya.

"Tapi... aku tidak mau hubungan kita cuma sekadar pacaran biasa. Aku mau kita sama-sama mengejar mimpi dulu. Kamu jadi model terkenal, dan aku harus membuktikan diriku agar aku benar-benar layak berada di sisimu."

Akira tersenyum tipis, lalu menggenggam jemari Yuki dengan erat dan hangat.

"Jadi... saat itu terjadi, kita harus tetap bersama. Seperti ini. Saling dukung, saling menemani. Tapi jangan pacaran dulu, ya? Nanti, kalau kita sudah berhasil mencapai impian masing-masing... baru kita menikah. Gimana? Kamu mau menunggu aku?"

Mendengar kata-kata itu, air mata bahagia hampir menetes di pelupuk mata Yuki. Meski perasaannya belum diresmikan dalam ikatan pacaran, jawaban Akira jauh lebih berharga dan dalam dari sekadar status.

"Baiklah! Aku akan jadi model terkenal dan membuktikannya padamu," jawab Yuki tegas namun penuh kehangatan. "Saat kita berdua sudah sukses nanti, kamu harus tepati janjimu! Aku akan terus menunggu, terus mendukungmu, dan akan terus berada di sampingmu."

Keberanian dan kesetiaan Yuki melelehkan seluruh keraguan Akira. Dengan penuh rasa sayang, Akira menarik Yuki ke dalam pelukannya.

Yuki pun membalas pelukan hangat itu erat-erat di bawah naungan cahaya lampu taman, mengunci janji masa depan mereka.

Pelukan hangat di bawah pendar lampu taman itu perlahan terlepas. Meski malam makin larut dan dingin mulai mengikis udara sore tadi, hangat di dada mereka tak jua memudar. Sepanjang perjalanan pulang di dalam kereta, mereka tak banyak bicara, namun jemari yang saling bertaut erat sudah cukup menjadi saksi atas janji masa depan yang baru saja terukir.

Sesampainya di depan rumah masing-masing, ukiran senyum masih enggan beranjak dari bibir mereka.

Akira melangkah masuk ke rumahnya dan disambut oleh ibunya yang sedang menyeduh teh hangat di meja makan.

"Bagaimana jalannya hari ini, Akira?" tanya sang ibu dengan tatapan lembut dan godaan halus.

Akira hanya tersenyum tipis kali ini tanpa rasa malu yang berlebihan, melainkan senyuman penuh keyakinan. "Menyenangkan, Ma. Aku... sudah menentukan jalan yang mau kuambil."

Sang ibu tersenyum lega melihat kedewasaan yang perlahan tumbuh di mata putranya.

Sementara itu di kamarnya, Yuki melempar tubuhnya ke atas kasur empuk. Ia menatap langit-langit kamar sambil memeluk bantal erat-erat, membayangkan kembali setiap detik pemotretan hingga kata-kata janji dari Akira di taman kota.

Ponselnya bergetar, menampilkan satu pesan singkat dari Akira: "Istirahat yang cukup ya, Model Terkenalku. Sampai ketemu besok."

Yuki tertawa kecil membaca pesan itu, lalu mengetik balasan dengan binar mata yang memancarkan tekad baru. Bab kehidupan mereka yang penuh keraguan telah usai; kini, babak baru untuk saling menuntun dan mengejar impian resmi dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!