Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Di kediaman Dita, Mama Rika merasakan perut nya yang lapar, dia pergi ke dapur tapi tidak menemukan makanan di meja makan.
"Dita gimana sih?" Masa tidak ada makan malam!" Guman Mama Rika dengan geram.
Mama Rika langsung pergi dai dapur, kebetulan di tangga di melihat Dita yang baru saja turun dari lantai atas.
"Dita, Mama lapar, di meja makan tidak ada makanan sama sekali!" Mama Rika berkata pada Dita sambil memasang wajah masam.
"Di kulkas semua bahan makanan masih lengkap, jika Mama mau makan silahkan masak sendiri. Atau jika Mama tidak mau ribet masak, silahkan pesan makanan dari luar!" Jawab Dita dengan santai.
"Dita, kamu gak sopan banget ya! Masa Mama di suruh masak!" Semprot Mama Rika.
"Jadi maksud Mama, aku yang harus masak gitu?" Tanya Dita sambil melipat tangan di dada.
"Ya kamu lah, memang nya siapa lagi? Tidak mungkin kan Mama, Mama udah tua!" Ujar Mama Rika lagi.
"Ma ingat, kalian di rumah ini cuma numpang. Jadi kalau numpang itu tahu diri, jangan bersikap seperti Nyonya rumah!" Balas Dita.
"Dita, kamu,,,,!" Mama Rika menghentikan ucapan nya sambil menunjuk wajah Dita.
"Kenapa Ma? Tidak suka? Jika Mama tidak suka silahkan pergi rumah ku, susul anak dan menantu Mama!" Dita mengusir Mama Rika.
Pada saat Dita dan Mama Rika sedang berdebat, Dimas keluar dari dalam kamar tamu yamg sebelum nya di tempati oleh Cika dan Alvin.
"Dimas, lihat lah Dita. Dia berani mengusir Mama dari rumah ini!" Mama Rika mulai mengadu pad Dimas.
"Mas, aku cuma ingatkan Mama mu. Bahwa di rumah ini tidak ada pembantu, aku sudah siap kan bahan makanan di kulkas. Jika kalian ingin makan, silahkan masak sendiri!" Dita berkata dengan nada ketus.
"Tapi Dit,,,!" Dimas ingin membela Mama nya.
"Ingat mas, kalian di rumah ini cuma numpang. Jadi jangan coba - coba untuk memberi perintah pada ku!" Dita berkata dengan tegas.
Mama Rika dan Dimas langsung terdiam, kini hidup mereka benar - benar berantakan setelah Raisya memutuskan untuk mundur sebagai donatur keluarga mereka.
Tok, tok, tok
Pintu depan di ketuk dari luar sehingga perdebatan di antara mereka langsung berhenti. Dita bergegas berjalan ke arah pintu, dia akan membuka pintu.
Ceklek.
Pintu di buka oleh Dita, dan betapa terkejut nya Dita saat melihat ada banyak warga dan juga pak Rt di depan rumah nya.
"Pak Rt, ada apa ini? Kenapa malam - malam datang ke rumah saya?" Tanya Dita heran.
"Bu Dita, kami mendapatkan laporan bahwa bu Dita membawa laki - laki lain tinggal di rumah ini. Bu Dita kan tahu sendiri, bahwa ada peraturan di komplek kita yang melarang laki - laki yang bukan muhrim tinggal di bawah satu atap!" Pak Rt berkata pada Dita.
Belum sempat Dita menjawab nya, Dimas sudah datang karena dia mendengar suara gaduh di depan rumah.
"Ada apa ini? Kenapa datang rame - rame?" Tanya Dimas heran.
"Nah ini dia orang nya pak Rt, orang yang bikin kompleks kita jadi tercemar!" Salah satu warga berkata sambil menunjuk pada Dimas.
"Usir saja mereka dari sini, karena mereka telah membuat kompleks kita tercemar!" Timpal warga yang lain nya.
Wajah Dita langsung berubah menjadi pucat, karena memang di komplek tempat tinggal nya begitu ketat dalam menegak kan aturan nya.
"Kami tidak tinggal berdua saja, ada ibu nya juga di sini!" Ucap Dita dengan suara bergetar.
"Kami tidak perduli, jika kau masih tinggal satu atap bersama laki - laki yang bukan suami mu. Maka kau harus siap dengan segala konsekuensi nya, usir dia dari sini!" Warga yang lain nya ikut berkata.
Dimas terkejut mendengar ucapan mereka semua, karena saat ini Dimas sendiri tidak punya tempat tinggal. Untuk kembali tinggal di rumah Raisya, itu tidak mungkin. Raisya tidak akan pernah mau menerima diri nya.
"Pak, anak saya dan Dita akan segera menikah. Jadi kalian tidak bisa mengusir nya dari sini!" Tiba - tiba Mama Rika muncul dari dalam rumah.
"Kalau mau menikah ya silahkan, tapi sebelum mereka menikah kalian harus tinggal di tempat yang terpisah!" Warga yang lain ikut bersuara.
"Apa yang di katakan oleh warga memang bemar, pak, bu. Sebelum kalian resmi menjadi pasangan suami istri, maka kalian tidak di izin kan untuk tinggal di bawa satu atap dulu!" Pak Rt kembali berkata.
"Usir mereka dari sini!".
"Betul itu, usir mereka dari sini!" Warga yang lain ikut menimpali.
"Cepat usir mereka!" Warga yang lain nya tampak mulai marah.
Tubuh Mama Rika dan juga Dimas ikut menegang, mereka tidak mungkin keluar dari rumah sini malam ini. Mereka tidak mau luntang lantung di jalanan tidak jelas.
"Baik lah, malam ini juga saya akan menikahi Dita!" Dengan cepat Dimas mengambil keputusan.
"Mas?" Mata Dita membelalak mendengar ucapan Dimas.
"Iya Dit, kita menikah malam ini juga!" Jawab Dimas sambil menatap mata Dita.
Dita terdiam, dia sendiri bingung mau bicara apa. Sesungguhnya di dalam hati nya dia juga masih mencintai Dimas, sehingga dia mau membayar biaya resepsi pernikahan Neta dan Rian.
"Baik lah, saya akan panggil pak penghulu untuk menikahkan kalian berdua!" Jawab pak Rt dengan cepat.
Pak Rt segera menghubungi pak penghulu, karena pernikahan Dimas dan Dita akan di laksanakan malam ini juga. Mereka tidak bisa menunda lagi, karena ini bisa melanggar peraturan di komplek mereka.
Sementara itu, Mama Rika hanya bisa tersenyum. Di dalam hati nya dia bersorak gembira, dengan Dimas menikahi Dita maka dia akan nisa menjadi nyonya di rumah ini.
'Bagus lah kalau Dimas menikah dengan Dita malam ini, dengan begitu aku jadi punya hak yang sama atas rumah ini. Dita tidak bisa lagi memberikan perintah pada ku sesuka hati nya, aku yang akan memerintah nya nati!' Guman Mama Rika di dalam hati.
Tidak berselang lama, pak penghulu yanh tadi di telepon oleh pak Rt tiba di rumah ini.
"Pak Rt, mana pasangan yang akan menikah?" Tanya pak Penghulu.
"Ini dia pak!" Pak Rt langsung menunjuk Dimas dan Dita yanh sudah duduk bersisian.
"Kita langsung saja nikahkan mereka, karena saya punya urusan lain setelah ini!" Ujar Pak Penghulu.
"Baik lah pak, silahkan!" Jawab pak Rt.
Sebelum menikahkan mereka berdua, Pak Penghulu menanyakan beberapa hal pada Dimas dan Dita. Setelah semua di rasa lengkap dan cukup, pak penghulu langsung menikahkan mereka.
"Sah!"
"Sah!"
"Sah!"
Suara saksi yang terdengar lantang menjadi tanda bahwa saat ini Dimas dan Dita sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Mama Rika tersenyum puas, karena dia merasa bahwa malam ini Dita akan berada di bawah kendali nya.
raisya ga ktmu sm jdohnya yg lbh baik????😁😁😁....
mksh crtanya kk....smnggttt....😘😘😘
skrng nkmti aja ksmbongn klian....
udh d usir sna sni,bntr lg jg d pcat....
mkanyaaa....hdp tu mst brsykur,jgn songong....😫😫😫