Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.
Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A Sudden Cultivation Trap
Pagi hari di ibu kota Kekaisaran Tianming disambut oleh kabut tipis yang menyelimuti kediaman Pangeran Ke-14. Setelah kehebohan di Balai Lelang Xingzhou malam sebelumnya, Mu Xuanyuan terlihat sedang duduk santai di gazebo halaman belakang kediamannya seraya memberi makan ikan-ikan emas di kolam. Dengan jubah sutra longgar berwarna biru muda dan rambut yang terurai sebagian, ia memutar-mutar ukiran burung kayu di jemarinya seraya tersenyum lebar. Wajahnya memancarkan kepolosan yang luar biasa, sama sekali tidak mencerminkan sosok entitas paling mematikan yang memegang kendali atas benua. Namun, ketenangan pagi itu tidak berlangsung lama ketika udara di sekitar halaman mendadak bergetar halus, membawa tekanan spiritual tak kasat mata yang merayap dari empat penjuru angin.
Feng Wuchen dan Gu Juechen secara bersamaan muncul dari balik bayangan pohon bambu, mendarat tanpa suara beberapa langkah di belakang Xuanyuan. Feng Wuchen meletakkan tangannya pada gagang pedang di pinggangnya, sementara Gu Juechen memperketat genggaman pada kipas lipatnya. Tatapan kedua pengawal pribadi itu berubah sangat tajam, mengamati perubahan formasi energi di sekeliling kediaman yang secara bertahap mengisolasi tempat tersebut dari dunia luar. Sebuah susunan formasi pengikat kultivasi tingkat tinggi yang dikenal sebagai Formasi Pemutus Qi Jiwa telah diaktifkan secara rahasia, dirancang khusus untuk memblokir aliran energi spiritual dan mengunci mangsa di dalamnya tanpa bisa mengirimkan sinyal bahaya.
"Yang Mulia," bisik Feng Wuchen dengan suara sedingin es, matanya menyapu atap-atap bangunan di sekeliling halaman. "Ada dua belas pakar Ranah Soul Transformation yang menyusup ke kediaman. Mereka menggunakan jimat penyembunyi aura dari Sekte Pembunuh Bayangan Bintang. Dilihat dari pola formasinya, ini adalah jebakan kultivasi khusus yang ditujukan untuk melumpuhkan meridian target secara permanen."
Gu Juechen melangkah lebih dekat ke samping gazebo, terkekeh pelan dengan nada sinis. "Sepertinya Pangeran Ke-3 Lu Cangqiong atau Putra Mahkota Long Wuji sudah tidak sabar. Kekalahan finansial dan rasa malu malam kemarin membuat mereka mengirimkan pembunuh bayaran untuk memastikan bahwa Pangeran Ke-14 yang 'cacat' ini benar-benar tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk bangkit atau membeberkan rahasia apa pun."
Mu Xuanyuan tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Ia justru melemparkan segenggam pelet makanan ikan ke dalam kolam, tertawa konyol seraya bertepuk tangan gembira melihat ikan-ikan saling berebut. "Wah! Lihat, ikan-ikannya melompat tinggi sekali! Apakah mereka sedang bermain sulap?" sahut Xuanyuan dengan suara cempreng yang disengaja. Di balik aksi konyolnya, sepasang mata Immortal Emperor milik Xuanyuan telah menembus susunan formasi luar, membaca setiap simpul energi musuh dengan sangat mudah. Jebakan yang dianggab mematikan oleh para penyusup tersebut di mata Xuanyuan hanyalah seperti susunan jaring laba-laba yang rapuh.
Tiba-tiba, ruang di atas kolam terdistorsi hebat. Dua belas sosok berkerudung hitam melesat keluar dari udara hampa, membawa pedang pendek berkilat racun ungu yang membidik titik-titik vital Xuanyuan. Aura membunuh yang membekukan meluap seketika, menekan atmosfer halaman hingga rumput-rumput di sekitarnya layu seketika. Pemimpin pembunuh bayaran itu menyunggingkan senyum kejam di balik topengnya, merasa yakin bahwa tugas mereka untuk mengeksekusi pangeran gila ini akan selesai dalam hitungan detik.
Namun, sebelum bilah-bilah pedang beracun itu menyentuh jarak satu meter dari tubuh Xuanyuan, sesosok bayangan flamboyan berbalut jubah sutra merah menyala meluncur turun dari langit-langit gazebo dengan kecepatan yang mengagumkan. Kibasan kipas emas bertatahkan permata memotong jalur serangan para pembunuh bayaran tersebut, menciptakan gelombang angin bertekanan tinggi yang mengempaskan tiga pembunuh pertama hingga menabrak tembok batu hingga retak.
"Aduh, aduh... Betapa tidak sopannya para tikus hitam ini mengganggu pemandangan indah di pagi hari!" seru Leng Yan seraya mendarat dengan gaya yang sangat dramatis tepat di hadapan Xuanyuan. Kipas emasnya terkembang sempurna, memancarkan aroma bunga peony yang pekat seraya mengibaskannya pelan ke arah wajahnya sendiri. "Menyerang pangeran yang begitu tampan dan polos saat beliau sedang memberi makan ikan? Tindakan kalian benar-benar merusak estetika dan menyinggung rasa keindahanku!"
Tidak jauh dari sana, Leng Shuang mendarat dengan dentuman keras di atas atap gazebo, memegang sepasang pedang pendek bertangkai ganda dengan raut wajah yang sangat masam. Ia menatap ke arah kakaknya seraya berteriak kesal. "Leng Yan! Bisakah kau bertarung tanpa perlu membuat pidato konyol terlebih dahulu?! Kita datang ke sini untuk memberikan laporan, bukan untuk ikut serta dalam pertunjukan teatermu!"
"Leng Shuang, jaga bahasamu!" balas Leng Yan dengan nada tersinggung yang berlebihan seraya berpose di hadapan para penyusup. "Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan betapa gagah dan mempesonanya diriku di depan Yang Mulia!"
Pemimpin pembunuh bayaran yang lengannya agak gemetar akibat benturan angin tadi menatap Leng Yan dengan raut penuh kewaspadaan. "Pemilik Rumah Bordil Leng? Kenapa kau mencampuri urusan Kekaisaran Tianming?! Serahkan pangeran cacat ini jika kau tidak ingin bisnismu diratakan dalam semalam!"
Leng Yan mendengus dingin, senyum flamboyannya mendadak memudar berganti dengan ketajaman mata yang penuh dominasi. "Meratakan rumah bordilku? Kau dan majikan penakutmu itu bahkan tidak pantas untuk membersihkan lantai di tempatku. Siapa pun yang berani menyentuh sehelai rambut pun dari Pangeran Ke-14 ini, berarti sedang mencari jalan tercepat menuju neraka!"
Di belakang pertunjukan tersebut, Xuanyuan hanya duduk bersandar pada tiang gazebo seraya mengunyah sebutir buah spiritual dari ruang dimensinya. Ia mengedipkan matanya polos seraya berseru gembira. "Wah, Kakak Flamboyan hebat sekali! Mari kita lihat siapa yang terbang paling tinggi!"
Meskipun Leng Yan dan Leng Shuang telah mengambil posisi untuk bertarung, jebakan formasi kultivasi di sekeliling mereka mendadak berkilat makin terang, memancarkan rantai-rantai energi berwarna merah darah yang mulai melilit aliran Qi milik semua orang di halaman tersebut. Pemimpin pembunuh bayaran itu tertawa terbahak-bahak melihat reaksi tersebut. "Sudah terlambat! Formasi Pemutus Qi Jiwa telah aktif sepenuhnya! Di dalam ruang ini, seluruh kultivasi kalian akan ditekan hingga ranah terendah! Kalian semua akan mati di sini bersama pangeran idiot ini!"
Rantai-rantai energi merah itu meluncur cepat menuju tubuh Xuanyuan, berniat menghancurkan meridian jiwanya secara langsung. Leng Yan terbelalak kaget dan berusaha melompat untuk melindungi Xuanyuan, tetapi tekanan formasi sempat menahan gerakannya selama selapis detik. Namun, tepat ketika rantai raksasa itu berada beberapa sentimeter dari kening Xuanyuan, sang Pangeran Ke-14 hanya menguap pelan. Tanpa disadari oleh siapa pun termasuk para pembunuh bayaran, sebuah denyut aura Immortal Emperor yang amat halus memancar dari dalam tubuh Xuanyuan, menyusup masuk ke dalam simpul inti formasi tersebut. Jebakan kultivasi yang dirancang dengan sangat rumit itu seketika bergetar hebat, siap berbalik menghancurkan para pembuatnya sendiri dalam keheningan yang mencekam.