NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Kamar tapi Pisah

Malam ini harusnya biasa saja, sama seperti malam-malam sebelumnya. Bahkan langit malam di kota Jogja saja tidak ada yang memperlihatkan gemerlapnya bintang di atas sana. Seperti malam-malam kemarin.

Tetapi

Suasana malam Jogja yang biasa ini tidak berlaku untuk Jeviza. Gadis itu sedari tadi merasa tegang setelah masuk ke kamar yang kini ditempati dirinya dan Kean. Ia duduk di tepi ranjang, benda pipih di tangannya ia remas, tetapi sorot matanya sesekali melirik ke arah pintu. Benda yang saat ini masih membatasi ruangan dirinya dan Kean. Sebelum akhirnya pintu terbuka dan menampilkan sosok Kean dengan laptop di tangannya.

Buru-buru Jeviza pura-pura sedang mengirim chat dengan temannya, bersikap layaknya ia sedang sibuk dengan gawai berwarna hijau toska itu.

Kean melangkah lebih dekat, menaruh laptopnya di meja kecil bawah TV, sebelum akhirnya ia menuju ke lemari. Mengambil salah satu kaos rumahan untuk dikenakannya. Merasa aneh dengan diam dan antengnya Jeviza, Kean menoleh, membuat gadis itu buru-buru mengalihkan tatapan matanya. Dan berusaha terlihat biasa saja meski sebenarnya ia sudah tegang setengah mati sejak Kean masuk ke kamar.

Entah disengaja atau tidak. Kean melepas kemejanya begitu saja di depan Jeviza, tanpa berniat masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, perut kota Kean terlihat begitu nyata di depan Jeviza. Tanpa disadari tindakan Kean itu membuat Jeviza meneguk ludahnya kasar, meremas ponsel dan sisi ranjang.

Bohong kalau Jeviza tidak tertarik, ia bahkan sudah meneguk ludahnya beberapa kali. Ingin mengalihkan tatapan matanya juga sangat berat rasanya. Keindahan di depannya sangat sayang untuk dilewatkan.

Dan Kean

Cowok itu sengaja memperlambat gerakannya agar Jeviza bisa melihat dengan puas bentuk tubuhnya. Terdengar aneh memang, tetapi Kean sengaja melakukannya setelah sadar tatapan penuh minat Jeviza padanya. Lalu saat kaos putih polos miliknya menutupi tubuhnya dengan sempurna. Kean dapat melihat waja kecewa Jeviza.

Sudut bibir Kean tertarik ke atas menyadari itu, ia sengaja mendekati Jeviza yang masih sama posisinya seperti saat tadi ia masuk ke dalam kamar.

"Tidur, Je, udah malam," ujarnya di depan Jeviza.

Jeviza mendongak, menatap tubuh tinggi Kean yang terlihat semakin menjulang saat ia duduk di tepi ranjang. Lalu menganggukan kepalanya.

"Umm."

"Bentar," cegah Kean seketika membuat jantung Jeviza kembali berdetak tidak normal lagi.

Saat Kean mencondongkan tubuhnya, sebuah kecupan lembut dan sangat dalam Jeviza rasakan di keningnya. Matanya sempat menutup beberapa saat, sebelum kembali terbuka saat Kean menjauhkan diri.

"Tidur, besok berangkat bareng gue."

Jeviza hanya mengangguk saja. Ia lalu menaikan kakinya dan menarik selimut. Tetapi Kean yang masih berdiri di situ membuat Jeviza jadi merasa ragu dan kebingungan.

"Ada apa?" lirihnya melihat sosok Kean yang masih berdiri di tempat semula.

Seulas senyum terlihat dari wajah Kean, lalu Kean menaruh kotak kecil yang berisi benda keramat tadi di meja kecil sebelah ranjang.

"Ini." Kena menjeda ucapannya, menatap Jeviza dengan wajah datarnya, tidak ada senyum tipis seperti tadi. "Lo yang nyimpen."

Jeviza terperanjat, ia kembali duduk dan menggelengkan kepalanya.

"Kak, gue nggak mau, lo aja."

Kean yang awalnya sudah akan menuju sofa untuk tidur menoleh. Menatap Jeviza dengan helaan napas dalam.

"Kalau gue yang nyimpen, akan langsung kepake Je."

Satu kalimat ambigu yang mampu membuat Jeviza tercekat dan merinding, ia langsung mengangguk dan mengambil kotak tersebut.

Sementara Kean menaikan sudut bibirnya, memerhatikan wajah tegang dan takut Jeviza tadi.

Mungkin memang belum saatnya, Jeviza terlihat belum siap.

Sudah setengah jam dari ucapan Kean yang langsung menundukan Jeviza tadi. Tetapi Jeviza sama sekali belum bisa menutup matanya. Ia melirik ke arah sofa, dimana Kean sudah tertidur dengan sangat tenang, padahal jelas ucapannya tadi sangat mengguncang pikiran Jeviza sampai detik ini.

Maksud kak Kean tadi, bukan mau itu kan?

Jeviza paham maksud ucapan Kean, tetapi ia masih ingin menyangkal, rasanya selalu mendebarkan setiap kali ia mengingat hal yang lebih intim pada hubungan keduanya saat ini. Lalu menatap dirinya sendiri yang tertidur di ranjang, dan beralih menatap Kean yang rela tidur di sofa.

Gue cuma salah tanggap aja, maybe

Jeviza mencoba memejamkan matanya, tangannya tanpa disadari masih menggenggam kotak kecil yang Kean berikan tadi untuk ia simpan, sampai akhirnya ia sendiri terlelap.

Pagi pukul 7

Jeviza sudah bangun beberapa menit lalu, tetapi mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi membuatnya masih tertahan di atas ranjang. Kean lebih dulu bangun dan sudah menempati kamar mandi terlebih dahulu.

Jeviza termenung di atas ranjang. Bingung apa yang harus dilakukannya saat Kean keluar dari kamar mandi nanti. Menyapa dengan ucapan selamat pagi atau cukup dengan senyum saja.

Nikah ternyata selain bikin jantung nggak aman juga bikin gue tegang terus

Sampai sura pintu kamar mandi terbuka. Jeviza terperanjat, ia menoleh dan mendapati Kean yang muncul dengan handuk yang melilit tubuhnya. Ini kesekian kalinya Jeviza melihat perut kotak Kean tanpa penghalang, dilihat di pagi hari terlihat semakin jelas dan membuat Jeviza ingin sekali merabanya, jika saja hubungan keduanya tidak secanggung ini.

Jeviza meneguknya ludahnya kasar saat melihat setetes air yang menyusuri setiap lekuk tubuh Kean sampai ke perut kotaknya. Kejadian ini berulang seperti beberapa bulan lalu. Bedanya yang sekarang lebih jelas dan membuat Jeviza ingin teriak dengan isi pikirannya.

"Lo tidur sambil bawa pengaman dari eyang."

Jeviza langsung mengalihkan tatapan matanya, melirik kotak kecil itu yang terlihat tidak jauh darinya sekarang, lalu tersenyum tipis.

"Iya, gue belum sempet nyimpen." Jeviza langsung mengambilnya, bangkit dari ranjang dan membuka lemari untuk menaruh kotak kecil tersebut. Sebelum akhirnya mengambil baju ganti untuknya agar kejadian seperti kemarin sore tidak terulang lagi.

Saat Jeviza ingin masuk ke kamar mandi, suara Kean berhasil menghentikannya, membuat tubuh Jeviza kaku di tempatnya.

"Kenapa ngga dipakai aja?"

Kalimat Kean yang selalu terdengar ambigu itu entah kenapa sangat mudah Jeviza pahami. Ia meremat knop pintu kamar mandi, sebelum akhirnya bersuara.

"Maksud kak Kean?"

Jeviza langsung merutuk dirinya saat kalimat itu yang keluar dari mulutnya. Harusnya cukup diam tidak membalas dan masuk saja, dari pada mengatakan kalimat singkat itu yang jelas sangat memprovokasi Kean saat ini.

"Maksud gue, kita uda nikah Je, lo pasti paham apa yang dibutuhkan untuk laki-laki seumuran gue, dan kebetulan udah punya pasangan halal."

Laki-laki seumuran Kean?

Yang benar saja. Kean sendiri masih sangat muda untuk usia laki-laki menikah, tetapi keadaan memaksanya untuk lebih dewasa dari yang seharusnya.

Jeviza semakin meremat knop pintu kamar mandi, terlebih saat langkah Kean terdengar mendekat, membuat udara di sekitarnya terasa sangat menipis.

"Guys, buruan ada Tevi di bawah."

1
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
Septi Wulandari
weeeiiii mantaapppp
hareudang kak🤭😍🤭🤭🤭
Herman Lim
aduh panas dingin ku disini Thor mana suami lagi dia rmh 🤪🤪
Herman Lim
bagus kompor u berhasil buat jevi meleduk😭😭🤪🤪
Herman Lim
di naikin donk ke jevi nya 😭
Herman Lim
aku ke bar² banget sih ngomong nya
Riria Raffasya Alfharizqi: iya kan? kaya yang uda perna aja
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
yah..yah.. udah panas inii,,,
lanjut maljum😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!