NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAWAI KEMATIAN DAN KEHANCURAN HARAPAN

Gemuruh magis yang luar biasa mengguncang seluruh area Frozen Abyss ketika Elena memberikan perintahnya. Dari balik singgasananya, layar sistem memancarkan cahaya keperakan yang begitu menyilaukan hingga menembus awan badai di langit.

[Sistem: Memulai Peningkatan Istana Es Dewa ke Fase 3...]

[Mengonsumsi 40.000 Poin Sistem. Sisa Poin: 23.500 Poin.]

[Fasilitas Baru Fase 3 Dibuka: Altar Pemanggilan Legiun Es Kuno, Menara Meriam Es Penghancur Jiwa, dan Ruang Tempa Es Dewa.]

[Selamat! Fisik Es Dewa Anda telah meningkat menjadi 60%. Anda memperoleh kemampuan pasif: Absolute Zero Aura (Semua musuh dalam radius 500 meter akan mengalami penurunan kecepatan bergerak dan pemulihan mana sebesar 60%).]

Elena memejamkan matanya seketika. Rasa hangat yang kontradiktif dengan kekuatan esnya mengalir di sepanjang pembuluh darahnya. Rambut peraknya tumbuh sedikit lebih panjang, memancarkan kilau murni yang menyerupai es abadi. Di dalam inti mananya, lingkaran ketujuh berputar dengan begitu stabil, mendekati tahap menengah Penyihir Agung.

Di luar ruangan, Istana Es Dewa mengalami metamorfosis total. Struktur es yang tadinya setinggi tiga puluh meter kini menjulang hingga hampir seratus meter, menyerupai gunung es berbentuk kastil tirani yang megah. Di puncak-puncak menaranya, terpasang kristal es berbentuk mata raksasa Menara Meriam Es Penghancur Jiwa yang siap menembakkan laser es berdaya hancur masif.

"Poin yang tersisa sangat cukup untuk membangun barisan depan," gumam Elena. Dia melangkah menuju Altar Pemanggilan yang baru saja terbentuk di halaman luar. Altar itu berupa lingkaran sihir raksasa yang diukir dengan tengkorak naga kuno.

"Sistem, panggil unit tempur baru dari Altar Fase 3," perintah Elena.

[Sistem: Membuka Menu Pemanggilan Legiun Es Kuno.]

* [Panggil Frost Gargoyle (Unit udara, memiliki sihir petir es): 1.000 Poin per unit.]

* [Panggil Ice Vanguard Knight (Ksatria es lapis baja berat dengan kekuatan Lingkaran 5): 500 Poin per unit.]

"Panggil sepuluh Frost Gargoyle dan dua puluh Ice Vanguard Knight," ucap Elena tanpa ragu.

[Sistem: Memproses Pemanggilan... Sukses. Sisa Poin: 3.500 Poin.]

Tanah bersalju di depan altar retak. Dari dalam celah yang memancarkan uap membekukan, dua puluh ksatria setinggi dua setengah meter dengan zirah es padat berwarna biru tua melangkah keluar serentak. Mereka memegang kapak raksasa dan tameng menara yang memancarkan aura dingin yang pekat. Di langit istana, sepuluh makhluk bersayap batu es berkulit legam terbang berputar, mengeluarkan suara lengkingan yang memecah keheningan malam. Mereka adalah Frost Gargoyle.

Frost, yang masih berada di bahu Elena, tiba-tiba terbang ke udara. Tubuh kecilnya mulai membesar, memecah batasan sihir penyamarannya hingga kembali ke wujud aslinya: seekor Naga Es Kuno sepanjang lima puluh meter dengan bentangan sayap yang menutupi langit istana.

ROAAAAAARRRRRR!

Raungan Frost menggetarkan seluruh hutan terlarang. "Elena! Pasukanmu sudah siap! Waktunya telah tiba untuk meruntuhkan kesombongan manusia-manusia bodoh itu!"

Elena mendongak, menatap naga kontraknya dengan senyuman tirani. "Benar, Frost. Kita tidak perlu menunggu dua puluh hari lagi. Mari kita beri mereka kejutan yang tidak akan pernah mereka lupakan."

--------------

Sementara itu, di Ibukota Kerajaan Silversnow, fajar membawa berita yang lebih buruk daripada kematian itu sendiri.

Gerbang istana utama dihantam terbuka oleh seekor kuda yang sekarat. Di atas punggungnya, Komandan Galahad bersimbah darah, pakaian zirah emas putihnya hancur berantakan. Di tangan kirinya yang gemetar, dia memeluk sebuah kotak es transparan yang di dalamnya berisi kepala Uskup Agung Malakai yang membeku dengan ekspresi mata melotot horor.

"Y-Yang Mulia..." Galahad terjatuh dari kudanya tepat di hadapan Raja Alistair, Pangeran Julian, dan Alicia yang sedang memeriksa persiapan pasukan cadangan di halaman istana.

"Komandan Galahad?!" Julian berteriak, mundur selangkah karena terkejut melihat kondisi sang ksatria suci terkuat. "Di mana Pasukan Salib Kekaisaran?! Apa yang terjadi dengan Uskup Agung?!"

Galahad meletakkan kotak es itu di atas tanah marmer dengan sisa kekuatannya. "Musnah... semuanya musnah... Hanya dengan satu sihir... Putri Elena menghancurkan Aegis of Light seolah-olah itu hanya kaca... Dia... dia adalah iblis..." Setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya, Galahad pingsan karena kehilangan terlalu banyak darah dan tekanan mental yang masif.

Raja Alistair menatap kepala Malakai yang membeku di dalam kotak es. Lutut sang raja seketika lemas, membuatnya terduduk di atas lantai marmer istana. Keangkuhan seorang penguasa runtuh dalam sekejap. "Kekaisaran Suci... dikalahkan? Bagaimana kita bisa melawan monster seperti itu?!"

Alicia meremas gaunnya hingga robek di bagian samping. Wajahnya yang biasanya dipenuhi kepura-puraan kini murni memperlihatkan ketakutan yang menjijikkan. "Tidak mungkin... Ini tidak mungkin! Dia seharusnya mati! Julian, lakukan sesuatu! Panggil pasukan perbatasan! Sewa penyihir bayaran! Apa saja!"

Julian mencengkeram pedangnya, namun tangannya bergetar hebat hingga pedang itu berdentang melawan sarungnya. "Tenang, Alicia! Kita masih punya benteng pertahanan ibukota! Kita memiliki formasi sihir pelindung yang diwariskan oleh leluhur! Elena tidak akan bisa menembusnya dengan mudah!"

Namun, harapan Julian langsung dihancurkan oleh sebuah suara gemuruh yang datang dari arah utara.

Udara di sekitar ibukota yang biasanya sejuk mendadak berubah menjadi sangat dingin. Awan hitam pekat bercampur salju tebal mulai menutupi langit matahari pagi, mengubah siang hari menjadi kegelapan yang mencekam.

Dari atas menara pengawas ibukota, seorang prajurit berteriak dengan suara parau yang dipenuhi kepanikan luar biasa. "M-Musuh datang! Pasukan monster es sedang menuju ke arah ibukota!"

Raja Alistair, Julian, dan Alicia bergegas berlari menuju dinding gerbang utama ibukota. Ketika mereka melihat ke arah cakrawala, jantung mereka seakan berhenti berdetak.

Di atas hamparan tanah yang mulai membeku, sesosok gadis bergaun putih dengan rambut perak panjang berjalan dengan anggun di udara, memimpin sebuah pawai kematian. Di belakangnya, dua Golem Es Kuno setinggi berlian hitam menghancurkan pepohonan di sepanjang jalan mereka. Dua puluh Ice Vanguard Knight berbaris dengan ketukan kaki yang seirama, sementara puluhan Frost Specter melayang di antara baying-bayang salju. Di langit, sepuluh Frost Gargoyle terbang mengitari seekor Naga Es Kuno raksasa yang menutupi sinar matahari.

Elena von Silversnow telah tiba di gerbang ibukota, jauh lebih cepat dari batas waktu yang dia berikan.

Elena menatap ke arah dinding benteng, di mana Julian dan Alicia berdiri dengan wajah pucat pasi seperti mayat. Suara Elena yang diperkuat oleh mana esnya bergema di seluruh penjuru ibukota, meruntuhkan sisa-sisa keberanian para prajurit kerajaan.

"Julian, Alicia, Alistair," panggil Elena dengan nada suara yang sangat tenang namun dipenuhi tekanan Absolute Zero Aura yang menindas. "Aku datang untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku, dan mengirim kalian ke tempat yang jauh lebih dingin daripada Frozen Abyss"

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!