NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Maureen menatap nanar ibu mertua, lalu perlahan meraih uluran tangan nya dengan kedua mata sipit terlihat sangat sembab. "Terima kasih Mami. Tolong maafkan kami," Sesal Maureen. Suara nya serak parau hampir tak terdengar.

Ia berharap kemurahan hati mereka agar tidak melanjutkan tuntutan laki-laki yang sudah menjadi suami itu. Terhadap kedua orang tua nya.

"Maafkan aku tuan Hans," ucap Hans kembali memohon, berharap masalah yang telah terjadi tidak di perbesar lagi.

Mendengar kata-kata maaf dari Herman, membuat Hans tidak mudah untuk mentolerir. Dia sangat kecewa karena begitu berani membuat putra nya sangat marah.

"Masalah ini tidak cukup dengan kata maaf mu Herman, hutang mu masih akan tetap aku perhitungkan. Terkecuali putra ku bisa bahagia dengan Maureen, baru aku akan menghapus nya," Ujar Hans dengan keputusan tak bisa di gugat lagi.

Semua orang di sana tercengang terlebih lagi Susan dan Maureen. Mereka tidak menyangka, jika semua ini akan menjadi boomerang untuk keluarga nya.

"Ta-tapi..."

"Cukup! Tidak di penjara juga sudah untung bagi mu kan?" Sindir Tuan Hans mendelik tajam. Saat mencela perkataan Herman.

Harman menelan ludah beberapa kali, dia tidak berani berkata apa lagi. Karena tidak ingin hal buruk menimpa atas pelanggaran yang dia buat sendiri.

"Sekarang pergilah, sebelum aku berubah pikiran lagi!" Usir tuan Hans dengan bernada tinggi sampai urat-urat di kening nya menonjol saking emosi nya.

Herman dan Susan pun saling menatap, mereka kembali meminta maaf dan segera pamit dan pergi dari mansion mewah itu.

Baru saja Maureen ingin mengikuti Ibu dan ayah nya ke depan, namun melihat tatapan tajam ayah mertua nya seolah mengingatkan tidak boleh membuat nya marah.

Tuan Hans mengingatkan jika Maureen tidak boleh bertemu dengan kedua orang tua nya lebih dulu, sementara waktu ini sebagai hukuman yang sudah ditentukan.

Maureen terkejut, ingin sekali dia mengatakan tidak setuju. Tapi mengingat toleransi yang sudah diberikan kepada nya dan keluarga nya membuat nya tak berdaya, selain patuh.

"Maureen! Jika memang kamu yang ingin menjadi istri Arik, maka kamu harus membuktikan bisa membuat nya bahagia," kata Nyonya Marisa sedikit menekan.

Maureen pun mendengarkan dengan wajah yang tertunduk mencerna semua nasihat ibu mertua nya, yang ada benar nya. Apa lagi tadi mendengar hutang sang ayah yang dibatalkan karena telah terputus nya perjanjian di antara mereka.

Bahkan Maureen juga tidak mengerti kenapa ayah dan ibunya nekad, menyuruh nya menggantikan posisi Maura. Jelas-jelas orang yang berhadapan dengan mereka bukanlah orang sembarangan. Dan kuasa nya sangat besar saat membaca beberapa silsilah latar belakang keluarga Carlson.

Tapi karena semua telah terjadi begitu dramatis tanpa sepengetahuan nya, membuat Maureen tidak punya pilihan lagi selain memikirkan apa yang di katakan ibu mertua nya. Agar kelak hutang ayah nya bisa benar-benar di lunaskan.

Melihat Maureen bengong penuh keseriusan, membuat dahi nyonya Marisa berkerut lalu bertanya. "Maureen! Apa kamu mendengar kata-kata Mami tadi?" tanya Marisa.

Maureen seketika tersadar dari lamunan nya, lalu menjawab. "I-iya mi, aku dengar. Sekali lagi maafkan aku dan keluarga ku mi, aku akan berusaha membuat mas Arik bahagia," Jelas Maureen berusaha meyakinkan. Meskipun ia sendiri tidak yakin apakah Arik akan bisa menerima atau tidak.

Kedua paruh baya itu menghela nafas kasar sembari menggelengkan kepala nya, yang tak habis pikir dengan apa yang telah terjadi saat ini.

"Mami tidak bisa membantu lebih Maureen, kamu sendiri yang harus bisa membuat Arik menerima mu, besok acara keluarga bersiaplah dan tetap jadi istri dan menantu yang baik di depan nenek nanti," Peringat nyonya Marisa.

Lalu dia dan sang suami pergi penuh kekecewaan, pernikahan yang mereka harapkan agar Arik bahagia dan segera memberikan keturunan bagi keluarga seolah menjadi bayangan semu.

Yang entah bisa cepat terwujud cepat, mengingat Arik mau menikah jika wanita itu adalah Maura. Seketika tubuh Maureen melemas sampai duduk di atas sofa, wajah cantik nya memucat dengan penuh keraguan.

"Ya tuhan, kenapa Papa dan Mama tidak bilang, jika calon istri yang di inginkan mas Arik adalah kak Maura. Apakah aku bisa melakukan yang Mami Marisa bilang?" batin Maureen.

Bi Siti yang melihat nyonya muda rumah nya tengah bingung, membuat ia berusaha menghampiri dan memberikan sebuah nasihat.

"Nyonya, tidak ada cinta suami yang tidak bisa di dapatkan oleh istri nya, selama cinta itu di landasi dengan ketulusan," Imbuh Bi Siti, entah kenapa melihat seorang gadis seperti Maureen yang lembut dan lugu itu sangat cocok dengan tuan nya yang terkadang memiliki tempramen yang cukup buruk.

Maureen menoleh ke arah belakang, lalu dia tak lupa mengucapkan rasa terima kasih nya karena kepala pelayan itu sudah begitu baik pada nya.

Namun hati nya kembali meragu, apakah dia bisa menjalani pernikahan seperti ini. Tidak ada perasaan cinta. Terlebih lagi sikap Arik pada nya dan menatap wajah Maureen pun seolah enggan.

"Apakah aku bisa? Membuat suami ku mau menerima aku?" lirih Maureen.

Gadis yang telah menjadi istri itu memejamkan mata nya, saat beberapa pertanyaan menyeruak dalam hati dengan penuh keraguan.

Tapi dia tidak ingin menyerah apa lagi membuat ayah nya sedih dan jatuh sakit lagi. Harapan diri nya saat ini adalah harus bisa membuat Arik mau menerima nya sebagai seorang istri.

Suara dering ponsel berbunyi, terlihat satu pesan masuk. Membuat perhatian Maureen teralihkan sejenak dari kegundahan nya. Setelah meraih dan membuka pesan Maureen terkejut, ketika teman nya bertanya kenapa hari ini dia tidak masuk kerja tanpa ada alasan yang jelas.

"Ya ampun, aku lupa. Jika besok ada meeting penting. Aku belum menyelesaikan desain ku," Gumam nya menepuk dahi pelan.

Meskipun ayah nya memiliki perusahaan sendiri, tapi Maureen lebih suka mengejar karier nya dari hobi nya yang suka melukis. Membuat ia berharap saat kerja magang saat ini bisa mengantarkan gerbang lebih besar lagi sebagai seorang desainer handal kelak di masa depan.

"Nasya, aku besok masuk. Tolong sampaikan pada kepala tim," kata Maureen membalas pesan teman nya.

"Oke!" balas Nasya.

Setelah menutup pesan, Maureen yang tidak ingin menyerah demi keluarga nya. Seketika terlintas dari kepala untuk mencari beberapa artikel tentang agar bisa membuat seorang suami jatuh cinta pada istri nya. Berharap ada hal positif yang bisa dia lakukan.

Dan dalam sekejap beberapa point tips di ponsel dalam sebuah artikel terlihat jelas membuat Maureen terkejut. Lalu membaca dan menyimak baik-baik.

Dari point mulai mencari hal-hal yang di sukai oleh sang suami, seketika membuat wajah nya memerah karena merasa malu.

Dari mulai memahami, mencari hal-hal yang di sukai oleh pasangan. Dan juga cara menarik perhatian seorang pria dengan cara yang cukup menantang tapi memalukan untuk Maureen.

"Astaga! Apa aku harus sampai seperti ini? "Pekik Maureen saat membaca point yang membuat nya terkejut.

Sampai menutup bibir dengan kedua tangan nya karena malu sendiri saat membaca dan membayangkan saat ia mempraktekkan nya sendiri.

\*

Bersambung.....................

1
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!