NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Penyelamat Dari Pertemuan Kedua Part 2

     Angin malam berhembus dingin yang menghiasi di sepanjang jalan setapak. Namun suasana yang tadinya seram mencekam, kini berubah sepi dan sunyi tak ada suara apapun. Para perampok yang ternganga menatap wajah Ling Xie dengan terpesona. Wajah perampok itu berubah drastis menjadi penuh ketakutan. Kala Kilatan pedang yang di tangan Pangeran Zhong Yang, seolah memancarkan hawa dingin yang haus akan darah. Rasa kagum itu berubah menjadi ketakutan dengan tubuh gemetar hebat, bibir memucat.

"Pergi, atau nyawa kalian akan melayang!" suara Zhong Yang terlihat tegas, dingin dan menakutkan.

Tak butuh waktu lama, akhirnya perampok itupun segera pergi meninggalkan mereka berdua di sana. Para perampok itu lari terbirit-birit, tanpa menoleh ke arah belakang.

  Ling Xie buru-buru mengambil cadar putih nya yang masih tergeletak di tanah, menyapu debu yang menempel di cadar itu. Dan segera memakainya. Jantung mereka berdebar kencang saat kembali berpandangan. Ling Xie merasakan detak jantung nya yang berdetak kencang tak karuan itu, bukan karena takut pada perampok itu, melainkan ada rasa yang tiba-tiba muncul di hatinya. Yang sulit terucapkan. Ternyata rasa itu juga dirasakan oleh Pangeran Zhong Yang saat memandang Ling Xie. Ling Xie terasa begitu cantik dan membuat diri nya terpesona. Gadis yang menarik perhatian nya itu hanyalah seorang tabib wanita dari kalangan masyarakat. Namun yang membuat nya bingung, bagaimana bisa ada gadis biasa bisa memiliki aura PHOENIX EMAS milik kerajaan Feng Ling. Rasa penasaran nya itu, di simpan nya baik-baik. Suatu saat nanti, ia akan mengetahui nya.

"Apakah kamu tidak apa-apa, Nona?"tanya Pangeran Zhong Yang menghampiri nya dan menyerahkan benda milik Ling Xie yang sempat di rebut oleh para perampok tadi.

"Kalau boleh tahu, mengapa gadis cantik seperti mu berjalan bebas di jalanan sepi seperti ini? Bukan kah ini terlalu berbahaya?" tanya Pangeran Zhong Yang mulai membuka percakapan dengan Ling Xie.

 Ling Xie terdiam sejenak, dan berkata dalam hatinya,"Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, tentang upaya menyelamatkan nyawa selir Agung Ling Mei Rong."

"E...Hamba hanya mengambil ramuan herbal dan bahan obat-obatan, di pondok pengobatan milik Hamba. Tidak mungkin hamba meninggalkan ramuan-ramuan herbal itu di sana." sahut Ling Xie sambil menunduk.

"Mau di bawa kemana ramuan herbal dan obat-obatan itu?" tanya Pangeran Zhong Yang kembali.

"Ramuan ini akan di bawa ke Istana Kerajaan Feng Ling. Hamba berada di Paviliun Tamu Agung, beberapa waktu lalu Hamba diminta untuk mengobati Ibu Suri Zhao He." ujar Ling Xie sambil menunduk dengan tangan kanan mengepal tangan kirinya, sebagai tanda hormat.

“Bolehkah aku mengantarmu pulang? Aku tidak membiarkanmu kembali seorang diri ke Istana Kerajaan Feng Ling. Jalan itu terlalu berbahaya bagimu,” pinta Pangeran Zhong Yang dengan nada lembut namun tegas.

Ling Xie pun mengangguk pelan, seulas senyum tipis tersungging manis di balik cadar putihnya. Melihat persetujuan itu, sang Pangeran segera memintanya untuk menaiki dan duduk di atas punggung kuda miliknya.

"Naiklah dan duduklah di atas kuda ini, Biar aku berjalan di samping mu , mengiringi mu sepanjang jalan." ucap Pangeran Zhong Yang lembut namun tegas, matanya menatap Ling Xie penuh perhatian.

“Tidak usah, Pangeran. Hamba lebih baik berjalan saja. Hamba merasa tidak pantas diperlakukan sedemikian rupa,” sahut Ling Xie sambil menundukkan pandangan dengan penuh hormat.

* * * * *

   Pangeran Zhong Yang menatap kerendahan hati wanita itu, dengan pandangan penuh kekaguman dan kelembutan. Ia tak berniat memaksanya, namun ia juga tidak tega membiarkan wanita secantik itu berjalan sendirian di tengah malam, di jalan setapak yang sepi ini. Dengan senyum tipis yang menghiasi sudut bibirnya, Ia mendekatkan diri sedikit, berusaha mencari jalan tengah yang tidak akan melukai perasaan nya.

"Kalau begitu, bagaimana jika kita berdua menunggangi kuda ini bersama?" tawar Pangeran Zhong Yang dengan nada lembut penuh kelembutan.

“Em… Tidak usah, Pangeran. Hamba lebih baik berjalan saja. Hamba merasa tidak pantas menunggangi kuda bersama Yang Mulia,” tolak Ling Xie dengan suara yang sangat lembut namun tegas.

   Pangeran Zhong Yang tidak berhenti memohon dengan cara yang lembut namun tegas, menatapnya dengan pandangan yang tak bisa ditolak. Ia meyakinkan bahwa keselamatan dan kenyamanan Ling Xie jauh lebih penting daripada sekadar tatapan adat atau pangkat. Mendengar ketulusan di balik kata-katanya dan melihat keteguhan hatinya, akhirnya Ling Xie tak kuasa menolak lebih lama. Ia pun perlahan mengangguk pasrah, menyetujui permintaan sang pangeran demi menghargai niat baiknya.

“Baiklah, Yang Mulia. Jika Yang Mulia bersikeras memaksa, hamba akan menurut. Hamba sangat berterima kasih kepada Yang Mulia,” sahut Ling Xie dengan nada yang terdengar sedikit terpaksa, namun tetap mempertahankan kesopanan yang tulus.

 Lalu mereka berdua pun menunggangi kuda bersama. Di sepanjang perjalanan, Pangeran mulai berkenalan dengan nya.

"Kalau boleh tahu, siapa nama Nona?" tanya Pangeran Zhong Yang dengan suara lembut.

"Haruskah, hamba mengatakan nama Hamba kepada Yang Mulia. Padahal Yang Mulia, tidak boleh seperti itu." sahut Ling Xie dengan sadar diri.

"Mengapa tidak boleh? Bukan kah aku cuma menanyakan nama saja?" tanya Pangeran Zhong Yang kembali.

“Maaf, Yang Mulia. Hamba merasa tidak pantas disebut nama lengkap. Hamba hanyalah seorang tabib biasa, tidak lebih,” jawabnya dengan nada rendah hati dan pandangan yang tetap menunduk hormat.

“Tetapi aku ingin tahu namamu, Nona?” sahut Pangeran Zhong Yang dengan nada lembut namun tak ingin ditolak, matanya menatap lekat sosok yang tertutupi cadar itu.

“Maaf, Yang Mulia. Hamba hanyalah seorang tabib biasa. Yang Mulia jauh lebih pantas berteman dengan Putri Li Mei Feng,” ujar Ling Xie dengan nada rendah hati, menundukkan pandangan seolah memagari jarak di antara mereka.

“Tetapi… ada sesuatu yang tak kasat mata yang telah mengikat kita berdua. Izinkanlah aku menjadi temanmu,” pinta Pangeran Zhong Yang dengan nada memohon yang tulus.

Seorang Pangeran agung dari Kerajaan Shen Long rela merendahkan derajatnya untuk memohon pada seorang gadis yang mengaku hanyalah tabib biasa. Sungguh, tak ada keraguan lagi di matanya, gadis ini sangat istimewa dan tiada tara. Bukan hanya karena kecantikan atau kerendahan hatinya, tetapi karena dialah satu-satunya wanita yang memancarkan Aura Phoenix Emas yang suci dan agung. Lebih dari itu, kehadirannya secara ajaib mampu membangkitkan dan menyadarkan Aura Naga Emas yang bersemayam dalam darah dan jiwanya sendiri. Seolah dua kekuatan legendaris itu diciptakan untuk saling melengkapi, saling memanggil, dan menyatu menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Apakah itu tandanya sesuatu takdir berkaitan dengan mereka berdua?

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!