NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12 Menyesal nih?

Seperti hari-hari biasanya, di pagi buta ini Da Xie mendekam diruang kerjanya bersama tumpukan dokumen yang setia menemani.

"Huh? Kayaknya ini dokumen harusnya dibawa ke bagian umum bukan disini." Da Xie menatap salah satu dokumen yang sepertinya telah salah diletakkan dimeja kerjanya.

"Aduhhh~ Kayaknya aku harus bawa ini kebagian umum dulu deh~." Dengan riang Da Xie bangkit dari duduknya.

Dokumen yang dibawa Da Xie ini harusnya dibawa ke bagian umum untuk ditinjau lebih dulu, bukannya langsung dibawa keruang kerjanya. Jadi, sekarang Da Xie harus membawanya pergi kebagian pengerjaan umum.

Sebenarnya bisa saja sih Da Xie meminta Dayang untuk mengantarkan. Tetapi, dirinya ingin menggunakan alasan ini untuk bisa pergi keluar dan berjalan santai sebentar. Lagian, Da Xie juga agak merasa enek terus-terusan berada diruang kerja dengan bau kertas lama dan tinta itu.

"Oh! Kupu-kupu!" Da Xie bersenandung ria dan sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan disekitar paviliun.

Beranda dan halaman paviliun Da Xie sebenarnya sangat indah. Banyak bunga eksotis, kolam buatan, dan serangga imut lucu disini. Sayangnya, pemandangan seperti ini tak bisa dinikmati setiap hari karena Da Xie harus bekerja. Membuat kesal saja...

"Ah! Itukan kolam buatan dimana aku pernah terjebur saat episode 1. Wah~ Nostalgia sekali." Da Xie menunjuk sebuah kolam dekat paviliun-nya. Padahal episode 1 rilis 15 hari yang lalu, tapi bisa-bisanya Da Xie merasa nostalgia dengan itu, mungkin ini efek karena Da Xie sudah terlalu lama berada diruang kerjanya.

Ketika berjalan-jalan, Da Xie melihat dua Dayang kesayangannya sedang bergosip ria. Da Xie jadi penasaran apa yang membuat mereka terlihat asik sendiri bahkan sampai melupakan pekerjaan mereka.

Ketika Da Xie sudah cukup dekat dengan mereka, akhirnya dirinya bisa mendengar apa yang mereka ucapkan.

"Ugh... Maharani Agung ini kenapa sih sebenarnya? Sekarang daerah perbatasan timur kekaisaran Zhang kita ini hampir jebol akibat serangan dari kekaisaran Han. Para rakyat juga khawatir akan hal ini." Dayang Ra mengeluhkan kekhawatirannya.

"Pasukan kekaisaran Zhang yang dikirim ke perbatasan juga sudah banyak yang tumbang. Kira-kira kenapa Maharani Agung mengadakan perang ini padahal sudah tahu kalau kekaisaran kita tak akan bisa menang melawan kekaisaran Han yang terlalu kuat itu." Dayang Ya ikut menimpali.

"Maharani Agung sungguh aneh. Perang ini cukup meresahkan para rakyat. Aduh, semoga ibu kita di provinsi timur baik-baik saja."

"Hm... Semoga Maharani Agung cepat berubah pikiran sebelum semuanya benar-benar terlambat. Kalau kekaisaran kita kalah perang, maka nama Zhang akan dihapus dari peta benua dan digantikan dengan Han."

Da Xie mendengarkan setiap ucapan mereka dengan seksama. Tiba-tiba Da Xie jadi mempertanyakan pilihannya.

'Aduh... serius banget masalah ini ya? Ugh... Kalau begini, bukannya turun takhta dan hidup bahagia, yang ada malah leherku di ngekk para warga.' batin Da Xie resah.

"Hei kalian!!" Da Xie tiba-tiba berteriak kepada dua Dayang itu yang seketika mematung mendengar teriakan Da Xie.

"Maafkan kami Maharani Agung! Kami tidak bermaksud bergosip tentang anda!! Sungguh maafkan kami!!" Dayang Ra dan Dayang Ya langsung bersujud karena takut akan dihukum.

"Tidak perlu minta maaf. Ini, daripada kalian bergosip terus. Lebih baik kalian antarkan dokumen ini ke bagian umum." Da Xie menyerahkan dokumen ditangannya pada mereka berdua.

"Baik!" Mereka berdua dengan cepat pergi dari sana.

Da Xie dengan bimbang menggigit kuku jarinya dan berjalan berputar-putar karena bingung. Ia tidak menyangka kalau rencananya akan jadi begini.

"Ugh... Kukira kekaisaran Han itu baik hati dan tidak sombong. Siapa yang menyangka kalau mereka akan sesadis ini dalam berperang. Padahal wanita itu terlihat imut dan baik-baik loh... Kira-kira kalau aku mengirimkan surat permintaan maaf, bisa membuat aku selamat tidak yah?"

Dikala kebingungannya. Tiba-tiba seseorang menghampiri Da Xie dari belakang.

"Maharani Agung." Da Xie berbalik dan menemukan kalau Ni Xao berada dibelakangnya.

"Ah, ada apa?"

"Kenapa Maharani Agung berputar-putar disini selama dua menit seperti sedang meresahkan sesuatu? Apa ada yang bisa saya bantu?"

"Eh, aku hanya resah soal peperangan dengan kekaisaran Han."

"Oh... Tentang itu ya." Da Xie bisa melihat raut sendu dalam diri Ni Xao.

"Kenapa?"

"Hm? Tidak kok, saya hanya sedih karena tidak bisa membantu. Andaikan saja saya bisa ikut berpartisipasi dalam perang ini, tentu itu akan membuat saya bahagia."

Da Xie jadi ikut sedih mendengar ucapan Ni Xao itu. Tapi apalah daya, dia cuma seorang manusia buta yang tentu akan susah untuk berperang, bukan?

"Kau harus sema–" Sebelum Da Xie sempat mengucapkan kata-kata penenang untuk Ni Xao, seorang ksatria datang menghampirinya.

"Maharani Agung. Maaf, tetapi saya tidak bisa berbasa-basi. Panglima Sun mencari anda dan menunggu anda di gerbang depan." Ksatria itu langsung mengatakan intinya kepada Da Xie.

Da Xie bingung, kira-kira kenapa Panglima memanggilnya? Meskipun begitu, Da Xie bisa menebak kalau ini pasti masalah tentang perang dengan kekaisaran Han itu.

'Ck... Masalah ini benar-benar serius. Aduhhh, aku jadi menyesal telah melakukan hal bodoh kemarin.'

Meskipun dalam hati Da Xie menyesali perbuatannya, tetapi tak ada yang bisa dia lakukan sekarang. Mungkin mengirimkan surat permintaan maaf agar setidaknya ia dibiarkan hidup walau harus dipenjara.

Ksatria itu mulai menuntun Da Xie menuju gerbang depan. Da Xie juga mengajak Ni Xao karena ia tidak mau mendengar ocehan panglima sendirian, hehe.

–––

Setelah perjalanan menuju gerbang depan yang melelahkan karena seluruh bagian istana kekaisaran ini benar-benar besar seperti stadion bola, akhirnya mereka sampai di gerbang depan.

Panglima Sun terlihat menunggangi kuda dengan banyak sekali prajurit yang siap untuk berperang dibelakangnya. Panglima Sun kemudian menoleh ketika mendengar suara langkah kaki Da Xie.

"Akhirnya anda datang juga Maharani Agung."

"Ah... iya. Jadi, kenapa Panglima memanggil saya?" Tanya Da Xie berusaha tetap tenang walaupun dirinya sebenarnya ketar-ketir melihat tatapan tajam Panglima Sun.

"Saya sebenarnya hanya ingin menyampaikan kalau saya akan mengurangi bagian penjagaan di istana kekaisaran. Suka atau tidak suka, tetapi hal ini tetap harus dilakukan karena kita kekurangan prajurit digaris depan medan perang. Saya tidak peduli jika anda menolak, ini semua demi kebaikan kekaisaran kita, Maharani Agung."

"Oh baik–"

"Lalu, kalaupun anda tetap bersikeras untuk menolak. Maka ingatlah kalau semua ini adalah kesalahan anda, Maharani Agung. Andaikata anda tidak memprovokasi Putri Han Li Ya, maka kekaisaran kita tak akan mengalami keruntuhan didepan mata seperti ini."

"Y–Ya..." Da Xie tidak tahu harus berkata apa. Dirinya benar-benar dimasak oleh Panglima dan bahkan para prajurit lainnya juga menatapnya dengan tajam.

"K–Kalau begitu, aku akan kembali. Aku akan mengirim surat permohonan maaf kepada Putri itu walau mungkin ini agak telat."

Da Xie benar-benar ingin kabur dari masalah ini. Ia tidak tahan ditatap oleh Panglima yang mengerikan tersebut. Walau dia cukup tampan sih...

Ketika berbalik hendak pergi, Da Xie melihat Ni Xao yang sedari tadi hanya berdiri diam dibelakangnya. Oh iya, tadi Da Xie membawa pemuda itu ya, hampir saja Da Xie lupa.

'Hm... Karena dia sudah terlanjur disini. Mungkin aku bisa meminta Panglima membawanya perang. Lagian, kasian juga Ni Xao yang sangat mengidam-idamkan untuk berperang itu...'

"Panglima. Kalau tidak keberatan, tolong bawa anak ini juga. Mungkin dia bisa menjadi tambahan pasukan untukmu." Da Xie memegang tangan Ni Xao untuk mendekat kearah mereka.

"Eh?" Ni Xao bingung karena tiba-tiba ditarik Da Xie.

"Maharani Agung... Anda tidak menganggap serius perang ini ya sampai-sampai menyuruh orang buta untuk ikut dengan kami." Panglima Sun tambah menatap tajam Da Xie.

Da Xie hanya bisa nyengir kuda ditatap seperti itu, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ugh... Siapa tau dia bisa membantu. Ah, ngomong-ngomong aku lupa untuk mematikan komporku nih! Aku pergi duluan yaa!!"

Da Xie segera berbalik dan berlari kencang sekali seolah kabur dari terkaman singa. Dirinya benar-benar tak mau lagi berada ditempat itu dengan tatapan maut Panglima Sun.

'Tatapan Panglima itu... Ugh, membuatku mual saja...'

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!