NovelToon NovelToon
GOD OF MARTIAL

GOD OF MARTIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Panggung Maut

​Kehadiran Lin Tian di luar kabut ungu membuat Alun-Alun Pusat kembali diliputi keheningan yang mencekam. Para Tetua Sekte Pedang Azure menatapnya seolah melihat makhluk mistis, sementara ribuan penonton yang gagal hanya bisa memandang punggung tegap remaja itu dengan rasa hormat yang bercampur ngeri. Lin Tian memilih untuk duduk bersila di area tunggu, memejamkan mata, dan melanjutkan kultivasinya tanpa memedulikan tatapan dunia luar.

​Waktu dua jam yang disediakan akhirnya habis. Kabut ungu yang menyelimuti panggung perlahan memudar, menyisakan pemandangan yang cukup mengenaskan. Dari seribu dua ratus kandidat yang masuk, hanya sekitar seratus lima puluh orang yang berhasil keluar dengan selamat. Sisa peserta lainnya terkapar pingsan di atas lantai giok dengan busa di mulut mereka, langsung dievakuasi oleh para diaken medis sekte.

​Di antara mereka yang berhasil lolos, Gu Wei tampak berjalan keluar dengan langkah gontai. Jubah sutra merahnya yang mewah kini basah kuyup oleh keringat, dan matanya terlihat merah karena kelelahan mental setelah berulang kali "dibunuh" oleh bayangan Lin Tian di dalam ilusi ketakutannya. Namun, begitu melihat Lin Tian sudah duduk santai di area tunggu, rasa ngeri di hatinya mendadak berubah menjadi kegilaan yang dipicu oleh keputusasaan.

​‘Bakat emasnya mungkin tinggi, tapi kultivasinya baru Level 3 Pengumpulan Qi! Di babak pertarungan nyata, aku yang berada di Ranah Pemurnian Meridian Level 2 masih memiliki peluang mutlak untuk meremukkannya!’ pikir Gu Wei, menghibur dirinya sendiri dengan logika yang bengis.

​Diaken penguji kembali maju ke depan panggung, suaranya yang berat memecah keheningan fajar yang kian terang. "Ujian Kedua selesai! Seratus lima puluh kandidat yang tersisa, kalian telah membuktikan memiliki bakat dan mentalitas yang layak. Kini, tiba saatnya untuk ujian terakhir: Panggung Pertarungan Bebas!"

​RUMBLE...

​Lantai giok putih di tengah alun-alun kembali bergeser. Kali ini, formasi di bawahnya memunculkan lima buah panggung arena melingkar setinggi dua meter yang dilapisi oleh pelindung batin transparan (Barrier Qi) untuk menahan luapan energi agar tidak melukai penonton.

​"Aturan ujian ketiga sangat sederhana namun berdarah," lanjut sang diaken dengan mata berkilat dingin. "Kalian bebas memilih panggung dan menantang siapa pun. Setiap kandidat harus memenangkan tiga pertarungan berturut-turut untuk dinyatakan lolos sebagai murid resmi Sekte Pedang Azure. Di atas panggung ini, senjata tidak memiliki mata. Meskipun membunuh dengan sengaja dilarang, cacat atau luka berat adalah hal yang lumrah. Jika merasa tidak mampu, kalian boleh menyerah sebelum serangan mematikan mendarat!"

​Begitu aturan diumumkan, atmosfer di alun-alun langsung memanas dengan pekat. Aura-aura Qi dari berbagai elemen—api, air, tanah, dan angin—mulai meledak dari tubuh seratus lima puluh kandidat yang tersisa. Mereka saling memandang dengan tatapan penuh permusuhan, mencari lawan yang sekiranya paling lemah untuk dijadikan batu loncatan.

​Beberapa pertarungan awal segera dimulai di kelima panggung. Suara benturan senjata, ledakan Qi, dan jeritan kesakitan mulai menggema, memicu adrenalin para penonton di sekeliling alun-alun.

​Lin Tian tetap berdiri tenang di tempatnya, menunggu momen yang tepat. Namun, sebelum dia sempat memilih panggung, sesosok tubuh berjubah merah melompat dengan bertenaga, mendarat di atas Panggung Nomor Tiga dengan dentuman keras yang meretakkan lantai pelindung.

​Itu adalah Gu Wei.

​Dengan sisa-sisa harga diri klan besar yang dimilikinya, dia mengacungkan pedang apinya yang menyala-nyala lurus ke arah tempat berdiri Lin Tian. Matanya memancarkan niat membunuh yang sangat kental hingga membuat udara di sekitar panggung terasa memanas.

LIN TIAN!" Raung Gu Wei

suaranya menggelegar ke seluruh penjuru alun-alun.

"Kamu kemarin mempermalukanku di jalan kota, dan hari ini kamu merebut semua perhatian dengan bakat emas palsumu itu! Jangan bersembunyi di balik nama besar Ye Chuan lagi! Jika kamu benar-benar seorang laki-laki, naiklah ke panggung ini dan selesaikan utang darah klan Gu bersamaku!"

​Tantangan terbuka dari Gu Wei seketika mengalihkan perhatian seluruh alun-alun. Bahkan pertarungan di empat panggung lainnya seolah-olah kehilangan pesonanya. Semua orang—termasuk para Tetua di panggung utama—kini menatap lurus ke arah Lin Tian, menunggu bagaimana reaksi dari sang pemilik Bakat Emas tersebut.

​"Gu Wei itu benar-benar gila. Menantang Bakat Emas secara terang-terangan?" bisik salah satu kandidat.

"Tapi logika Gu Wei tidak salah. Lin Tian baru berada di Level 3 Pengumpulan Qi. Perbedaan ranah antara Pengumpulan Qi dan Pemurnian Meridian bukanlah sesuatu yang mudah dijembatani, apalagi Gu Wei memiliki teknik bela diri tingkat tinggi dari Sekte Api Langit!"

​Ye Chuan yang berdiri agak jauh segera melangkah mendekati Lin Tian, wajah cantiknya dipenuhi rasa khawatir.

"Saudara Lin, jangan terpancing oleh provokasinya. Kamu sudah membuktikan bakatmu, kamu tidak perlu mempertaruhkan nyawamu melawan seseorang yang berada di ranah yang lebih tinggi darimu sekarang," Bujuk Ye Chuan.

​Lin Tian menatap Ye Chuan, lalu tersenyum tipis—sebuah senyuman yang penuh dengan kepercayaan diri mutlak yang membuat hati gadis itu sedikit bergetar.

"Ye Chuan, jika aku menghindari tantangan dari seekor anjing yang menggonggong, bagaimana mungkin aku bisa menghadapi badai yang sesungguhnya di masa depan?" jelas Lin Tian

​Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Lin Tian melangkah maju. Tangan kanannya bergerak ke belakang, menggenggam gagang pedang besar Alat Fana Kualitas Top milik mantan Kepala Desa Gu Hong yang terbungkus kain hitam di punggungnya.

​WUSH!

​Menggunakan teknik gerak kaki Langkah Bayangan Langit, tubuh Lin Tian berubah menjadi seberkas cahaya emas tipis yang melesat melewati barisan penonton. Dalam sekejap mata, dia sudah berdiri tegak di atas Panggung Nomor Tiga, berhadapan langsung dengan Gu Wei dalam jarak lima meter.

​"Seperti yang kamu inginkan, Tuan Muda Gu," ucap Lin Tian dengan nada suara yang teramat sangat tenang, namun matanya yang menyala dengan kilatan emas-perunggu kuno menatap Gu Wei seolah-olah sedang melihat orang mati.

​"HEEHAHAHA! Bagus! Kamu benar-benar berani naik!" Gu Wei tertawa liar

wajahnya tampak bengis karena dipenuhi rasa dendam. Dia mengalirkan seluruh Qi elemen apinya ke dalam pedang di tangannya, membuat kobaran api merah membumbung setinggi satu meter dari bilah senjata tersebut.

"Hari ini, di depan puluhan ribu orang dan para Tetua sekte, aku akan membuktikan bahwa bakat legendarismu tidak lebih dari sekadar lelucon di hadapan kekuatan absolut Ranah Pemurnian Meridian!"

​Di panggung utama, Tetua Mo Feng mengepalkan tangannya dengan cemas. "Lin Tian terlalu gegabah. Jika terjadi sesuatu pada bakat emas kita..."

​"Tetua Mo, jangan khawatir,"

sela salah satu Tetua wanita yang sejak awal mengamati Lin Tian.

"Perhatikan kuda-kuda anak itu. Meskipun dia menghadapi lawan yang ranahnya lebih tinggi, detak jantung dan pernapasannya tetap stabil tanpa riak sedikit pun. Dia... tidak sedang bersikap bodoh, dia benar-benar memiliki kartu AS."

1
Alia Chans
Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉
Herman: mimin ucapkan terimakasih kak atas komentar nya. jangan lupa ikuti terus cerita nya. semoga gak bosen bosen ya. 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!