NovelToon NovelToon
Jangan Sentuh Anak-anakku

Jangan Sentuh Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Biah merupakan seorang Single parent yang membesarkan ke-tujuh orang anak, dan diantaranya adalah anak dari adiknya sendiri yang meninggal dalam kecelakaan.

Hidupnya yang dulu bisa berada dirumah setiap hari kini harus berjuang seorang diri untuk membesarkan mereka.

Suaminya meninggal karena menolong seorang perempuan yang hendak diperkosa oleh beberapa orang, dia meninggal sehari sebelum adiknya meninggal dunia dan menitipkan kedua putranya kepadanya

Mampuka dia membesarkan mereka dengan segala himpitan ekonomi dan juga penghinaan orang-orang??

Novel terbaru kami yang penuh kisah inspiratif dan juga tangis

Silahkan dukung kami🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Percakapan mereka terhenti melihat seorang yang masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan salam dan tidak punya tata krama.

"Oh ternyata kalian semua ada disini". Ucapnya dengan sombong.

Dia memandang jijik dan merendahkan kearah Biah dan ketujuh anaknya itu.

" Apa orang seperti mu tidak diajari tata krama saat berkunjung kerumah orang? ". Tanya Biah dengan dingin.

Dia melihat semua anaknya yang mulai tidak nyaman Atas kehadiran perempuan dihadapannya ini kemudian menghela nafasnya kasar.

" Kalian naik keatas yah nak, bunda akan bicara dengan tante Maya, tidak apa-apa kan??". Tanyanya dengan lembut.

Mereka semua mengangguk kemudian pergi dari sana dan naik keatas meninggalkan bunda mereka.

Maya tersenyum sinis, dia duduk tanpa dipersilahkan dan duduk dengan sombong dan angkuh.

"Aku tidak percaya, perempuan yang begitu dibanggakan ayah dan Universitas berakhir seperti ini, menyedihkan sekali". Ucapnya dengan nada merendahkan

Mereka memang bersaudara tapi berbeda ibu, karena saat itu ibunya sakit dan meminta ayahnya menikah lagi saat usianya masih 5 tahun dan dia masih memiliki 2 adik kecil.

"Berakhir seperti apa maksudmu?, bukankah aku baik-baik saja? ". Jawabnya dengan santai.

Dia sangat tahu apa maksud dari saudara tirinya ini, perempuan yang hobby menghina dan selalu merendahkan orang lain apalagi jika itu dirinya karena sejak dulu keluarganya begitu menyanjung kecerdasan nya.

"Berakhir menjadi penjual dijalanan dan tukang sayur, uh menyedihkan sekali". Ejeknya dengan sinis.

Biah tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya, penghinaan yang diberikan saudaranya itu sangat tidak berefek padanya.

"Memangnya kenapa?, penjual makanan dipinggir jalan dan juga tukang sayur ini bahkan bisa menghasilkan uang melebih gajimu 4 kali lipat dalam sebulan".

Biah melipat tangannya kemudian tersenyum tipis melihat wajah tegang adik tirinya ini.

"Aku memang penjual makanan dan sayuran Maya". Ucapnya penuh penekanan dan juga ketegasan.

"Tapi aku menghasilkan segalanya dengan tanganku sendiri sejak aku masih sekolah dan kuliah, kamu pasti tahu jika aku tidak pernah meminta apapun pada ayah, sedangkan kamu?".

Biah terkekeh pelan, nadanya memang tidak keras tapi penuh dengan ejekan tak kasat mata, dia melihat sang adik dari ujung kaki hingga kepala dengan tatapan meremehkan

"Bahkan untuk mendapatkan gelarmu sekarang dan juga pekerjaan yang kamu Terima itu adalah bantuan orangtua, bahkan hasil sogokan, bukankah itu membuktikan jika kamu tidak mampu secara mandiri dan kemampuan sendiri? ".

Mata Maya melotot tajam, dia sungguh tidak Terima perkataan kakak tirinya ini yang sangat mengejeknya walau semua yang dikatakannya benar adanya.

"Kau". Ucapnya berdiri kemudian mendekati Biah dengan tangan mengepal.

"Tidak usah banyak bicara, katakan saja apa maksud kedatanganmu kesini karena aku yakin manusia sepertimu tidak akan datang jika tidak ada tujuan yang jelas". Ucapnya to do point.

Maya mengepalkan tangannya kuat-kuat, harga dirinya seakan terlempar kedasar jurang karena penghinaan kakak tirinya ini, kakaknya ini hanya berbicara ringan seolah menghinanya hal biasa tapi entah mengapa perkataannya begitu menancap jelas pada dadanya.

"Ayah mengundangmu untuk kerumah merayakan hari pernikahan dan juga ulang tahun ibuku, biar bagaimanapun dia juga ibumu".

Biah mengangkat satu alisnya dengan santai seolah tidak terpengaruh apa yang dia katakan.

"Aku tidak akan datang, aku tidak mau berurusan dengan kalian lagi, bukankah kalian semua adalah orang hebat?, Penjual murahan seperti ku kan tidak pantas disana". Jawabnya mengembalikan kata-kata Maya tadi kepadanya.

Dia sengaja mempermainkan emosi sang adik tiri karena dia yakin jika pulang nanti adiknya ini akan mengadu pada kedua orangtuanya dengan dramatis, dia ingin tahu apa maksud ayahnya memanggilnya kesana padahal selama ayahnya punya istri lagi, ayahnya tidak pernah bersikap baik lagi kepadanya dan kedua adiknya karena hasutan istri barunya itu.

"Kurang ajar, kamu mau membuat ayah murka ha!!". Bentaknya dengan penuh emosi.

Matanya mulai memerah dan tangannya mengepal erat, bahkan urat-urat di lehernya terlihat menonjol.

Biah tertawa sarkas menatap Maya dengan seringai menyebalkan bagi gadis itu.

"Aku hanya anak yang tidak di inginkan ayahmu lagi Maya, bukankah kamu tahu apa penyebabnya tanpa aku beritahu? ".

Emosi Maya semakin menyala, dia tidak Terima ibunya dihina seperti itu oleh orang rendahan seperti kakaknya ini.

"Kurang ajar". Desisnya mengangkat tangannya hendak menampar Biah tapi tangannya berhenti di udara setelah mendengar ucapan kakaknya itu

"Dengar Maya, dirumah ini ada CCTV paling canggih yang bisa merekam suara dan gambar yang jernih di semua sudutnya, kamu tidak mau kan kelakuan dan perkataanmu terekspos didunia luar dan media sosial? ". Jawabnya santai.

Maya segera menurunkan tangannya dan mengepalkan tangannya menatap penuh kebencian kepada kakak tirinya itu.

Biah berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan mendekati sang adik dengan wajah tenang dan datar tapi penuh ombak yang akan menghempaskan siapa saja yang menghalanginya.

"Dengarkan baik-baik Maya, aku anak perempuan dari lelaki yang kau sebut ayah itu, lelaki yang tengah menelantarkan anaknya demi perempuan yang baru dalam hidupnya, dia lupa akan janjinya kepada ibuku untuk merawat dan membesarkan aku dan kedua adikku dengan penuh kasih sayang dan cinta, dia menyingkirkan kami karena permintaan ibumu seolah anak kandungnya ini tidak berharga sama sekali".

Matanya menajam seakan mengkuliti Maya yang berdiri dengan kaku saat melihat amarah dan kebencian yang mulai berkobar dalam mata sang kakak.

"Alasan utama ku untuk tidak menikah kembali karena aku tidak mau anakku merasakan hal yang kurasakan karena punya ibu tiri, kamu pikir aku senang dengan kehadiran kalian setelah kalian membuang ku dan kedua saudara ku seperti barang rongsokan? ".

Biah menggelengkan kepalanya dengan mata mulai mengembun, sekuat apapun dia menghadapi badai, hatinya tetap terasa amat sakit karena yang melakukannya dulu adalah orang yang paling dia sayangi dan cinta pertamanya.

"Kamu pikir aku tidak tahu apa tujuan ayahmu itu membiayai sekolah Akademi Militer Revan? ".

Biah terkekeh sinis sambil melipat kedua tangannya dengan penuh amarah.

"Dia ingin membuang ku pada lelaki egois dan ingin menang sendiri karena sifat Revan sama persis dengannya, selama membawa keuntungan maka dia akan baik tapi jika menghalangi jalan sekalipun anak dan istrinya akan dia buang".

Maya mundur satu langkah ketika kakaknya kembali melangkah dan kini hampir sejajar dengannya.

"Dia bisa membuang ku bukan berarti dia tidak bisa membuang mu juga, jangan lupa dia sengaja memasukkan mu kuliah dan pekerjaan berkelas karena dia tahu jika anaknya bisa hebat maka bisnisnya akan mulus dan banyak koneksi sayangnya dia tidak bisa melakukan itu padaku".

"Kamu dan ibumu hanya dijadikan alat untuk membuatnya berada diatas puncak kejayaannya seperti sekarang".

"Itu tidak mungkin". Desisnya dengan pelan.

Dia menggeleng menolak perkataan kakaknya itu tapi Biah tidak memberinya kesempatan berpikir jernih.

"Ibumu adalah dokter dan anak seorang anak Jendral, serta pemilik rumah sakit ternama dan sekarang kamu pasti tahu bagaimana seorang pensiunan militer bisa bekerja sebagai direktur rumah sakit ternama saat ini dan menyuruh ibumu hanya dirumah"

"Kalian terlalu baik untuk manusia seperti nya".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!