NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Tiga Bulan

Dua bulan tiga minggu telah berlalu di dunia luar.

Atmosfer di seluruh penjuru Benua Pusat dan Benua Barat kini telah mencapai titik didih tertinggi. Di wilayah perbatasan netral, sebuah fatamorgana raksasa berbentuk gerbang batu kuno setinggi gunung mulai memadat di langit, memancarkan aura kuno yang sanggup dirasakan oleh seluruh master di dunia.

Gerbang Alam Kuno akan terbuka sepenuhnya dalam hitungan hari.

Pasukan aliansi faksi Iblis yang dipimpin langsung oleh Jenderal Agung Tian Ming, armada raksasa Klan Naga Kegelapan, serta ribuan sekte hitam Benua Barat telah berkumpul di kaki gerbang, membentuk lautan manusia dan monster yang mengerikan. Di sisi lain, faksi ortodoks Benua Pusat bersama Kerajaan Peri yang dipimpin oleh Raja Peri juga telah mendirikan benteng-benteng pertahanan mereka di udara.

Di depan gerbang besi Ngarai Sembilan Kematian, Penatua Jiu berdiri dengan wajah yang dipenuhi kecemasan yang jarang terlihat. Sembilan segel naga pembatas di gerbang telah bergetar hebat sejak beberapa hari lalu, bukan karena api di dalam, melainkan karena tekanan energi yang mencoba mendobrak keluar dari dalam ngarai.

"Bocah... tiga hari lagi gerbang kuno akan terbuka seutuhnya. Jika kau tidak keluar sekarang, kau akan melewatkan perang ini," gumam Penatua Jiu lirih.

BOOOOOOOOOOMMMMMMMM!

Tepat setelah kata-kata Penatua Jiu selesai, gerbang besi raksasa seberat jutaan kati itu mendadak meledak hancur menjadi jutaan serpihan logam. Bukan hanya gerbangnya, seluruh tebing Puncak Arak bergetar hebat seolah-olah ada naga bumi yang sedang menggeliat bangun.

Dari dalam kegelapan ngarai yang membara, seluruh Api Purba yang telah bergolak selama ribuan tahun di tempat itu mendadak tersedot habis, lenyap tak bersisa.

Sesosok pria berjalan keluar dari dalam asap dan debu yang pekat.

Setiap langkah kakinya meninggalkan jejak kaki lahar yang membara di atas tanah batu. Pria itu mengenakan jubah baru yang terbuat dari jalinan energi api dan Asura berwarna hitam kemerahan. Sepasang matanya kini sepenuhnya berwarna ungu pekat dengan lingkaran emas ganda yang berputar di pupilnya, memancarkan keagungan absolut yang sanggup membuat master ranah Transformasi Dewa sekalipun menundukkan kepala.

Aura kultivasinya tidak lagi berada di Tingkat Awal. Riak energi yang keluar dari tubuhnya secara stabil menunjukkan bahwa dia telah mencapai Ranah Jiwa Nascent Lingkaran Sempurna (Great Perfection), hanya tinggal selangkah kecil lagi untuk menyentuh Ranah Transformasi Dewa!

"Guru," Lin Huang menyapa, suaranya tenang namun bergema dengan frekuensi ganda yang mistis, mengandung hukum alam kuno yang telah disempurnakannya. "Murid telah menyelesaikan penempaan."

Penatua Jiu menatap muridnya dari atas sampai bawah, lalu mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak hingga janggut putihnya bergetar. "Hahaha! Sempurna! Benar-benar lingkaran sempurna! Bocah sialan, dengan kondisi tubuhmu yang sekarang, bahkan jika Tian Ming turun dengan wujud aslinya, kau punya modal untuk mematahkan beberapa taringnya!"

Huang menoleh ke arah jendela cakrawala, di mana samar-samar bayangan Gerbang Alam Kuno telah memadat di langit jauh. Aura ungunya berkilat tajam penuh amarah yang telah dipendamnya selama tiga bulan.

"Tiga bulan lalu, dia menginginkan Jiwa Nascent-mu, Guru," ucap Huang sembari mengepalkan tangannya, memicu ledakan sonik murni di udara hampa sekitarnya. "Hari ini, mari kita lihat apakah seluruh pasukan Benua Barat sanggup menahan amarah dari Asura yang baru bangkit."

Dengan lambaian tangan Huang, seberkas pilar cahaya ungu-merah meledak di bawah kakinya, membawanya bersama Penatua Jiu melesat memotong langit menuju medan perang pamungkas di Gerbang Alam Kuno. Tabir konfrontasi terbesar abad ini telah resmi dibuka.

WUSH!

Dua berkas cahaya—ungu kemerahan yang membara dan putih perak yang tajam bagai pedang—membelah awan dengan kecepatan yang melampaui badai sonik. Dalam waktu singkat, Lin Huang dan Penatua Jiu telah tiba di wilayah perbatasan netral. Pemandangan di bawah mereka seketika membuat atmosfer terasa begitu berat hingga memicu sesak di dada.

Medan Perang Alam Kuno.

Di atas hamparan tanah gersang berwarna abu-abu, sebuah gerbang batu raksasa setinggi gunung berdiri megah menembus awan. Simbol-simbol kuno di permukaannya berkedip lambat, memancarkan fluktuasi ruang yang semakin tidak stabil. Gerbang itu berada di ambang pembukaan penuh.

Di sisi barat gerbang, membentang lautan kegelapan yang mengerikan. Ratusan kapal perang magis Klan Naga Kegelapan melayang angkuh, dikelilingi oleh ribuan kultivator faksi Iblis yang menunggangi binatang buas bertanduk.

Di tengah-tengah armada tersebut, sebuah kereta kencana raksasa yang ditarik oleh sembilan naga tulang melayang tenang. Di atasnya, diselimuti kabut hitam penuh mata merah yang berkedip, duduk sesosok wanita cantik dengan keagungan yang dingin dan absolut: Jenderal Agung Tian Ming.

Sementara di sisi timur, benteng-benteng melayang faksi ortodoks Benua Pusat berdiri kokoh. Pasukan Kerajaan Peri dengan zirah perak mereka membentuk barisan panah yang berkilau di bawah sinar matahari yang redup. Di garis depan benteng, Raja Peri bersama Kepala Akademi Empat Jagat berdiri dengan wajah tegang, menahan tekanan spiritual luar biasa yang terus dipancarkan oleh pihak Barat.

SHRIIIKKK!

Kedatangan Lin Huang dan Penatua Jiu yang memotong langit langsung menarik perhatian jutaan pasang mata di medan perang tersebut.

"Itu... Lin Huang! Murid Inti Utama Akademi!"

"Aura apa itu? Mengapa rasanya begitu menekan, padahal dia belum menembus Ranah Transformasi Dewa?!"

Bisik-bisik histeris bergema di barisan Benua Pusat. Dari arah pasukan Peri, Elysa dan Mu yang melihat sosok Huang langsung mengembuskan napas lega, meskipun mata indah Elysa dipenuhi keterkejutan saat menyadari perubahan drastis pada aura pemuda itu.

TAP.

Huang mendarat di udara hampa, berdiri tepat di tengah-tengah ruang kosong antara dua kubu raksasa. Jubah hitam kemerahannya berkibar perlahan, menahan distorsi hawa panas dari sisa Api Purba yang kini telah menyatu dengan eksistensinya.

Dari atas kereta kencana sembilan naga tulang, kabut hitam yang menyelimuti Jenderal Agung Gorgon mendadak bergolak. Sepasang mata merah raksasa yang terbentuk dari asap magis menatap lurus ke arah Huang.

"Jiwa Nascent Lingkaran Sempurna... dalam tiga bulan?" suara wanita yang berat dan berwibawa itu bergema di seluruh medan perang, memicu rasa ngilu di telinga para kultivator tingkat rendah. "Kau memang kejutan yang dikirimkan takdir untukku, Bocah. Sumsum tulang Asura di tubuhmu telah memasak jiwamu menjadi suplemen yang paling sempurna bagi hukum Keabadian-ku!"

"Tian Ming," Huang berbicara. Suaranya tidak keras, namun berkat dorongan Jiwa Nascent Asura berkepala dua dan bertangan empat di dalam Dantiannya, suara itu bergema dengan frekuensi ganda yang mistis, memotong dominasi suara sang Jenderal Agung.

"Beberapa bulan lalu, aku mendapat kabar bahwa pasukanmu membantai klanku di perbatasan barat hanya untuk mencari sisa darah Asura. Hari ini, aku berdiri di sini bukan sebagai mangsa... melainkan sebagai akhir dari dinasti kegelapanmu!"

"Sombong! Bocah manusia, matilah!"

Long Jiao, Raja Naga Kegelapan, tidak bisa lagi menahan amarahnya melihat pembunuh putranya berdiri dengan angkuh. Tubuhnya langsung meledak, bertransformasi menjadi seekor Naga Kegelapan raksasa sepanjang seribu meter dengan sisik lahar hitam yang membara.

ROAAARRR!

Naga raksasa itu menukik turun dari awan, membuka rahangnya yang dipenuhi Api Naga Hitam pemusnah untuk menelan Huang bulat-bulat.

"Mundur, Long Jiao! Kau bukan tandingannya lagi!" Tian Ming memperingatkan, namun kemurkaan telah membutakan sang Raja Naga.

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!