NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Si tangan emas

Dua hari berlalu sejak percakapan penuh teka-teki itu. Hubungan Arjuna dan Kirana kembali seperti biasa di permukaan, canda tawa, ejekan, dan pertengkaran kecil sehari-hari. Tapi di antara keduanya, ada jarak halus yang tercipta, sekaligus ikatan yang makin kuat. Arjuna tidak lagi bertanya soal masa lalu, tapi matanya tidak pernah lepas dari Kirana, mengamati setiap gerak-gerik kecil yang bisa memberi petunjuk.

Sore itu, saat langit mulai berubah warna menjadi ungu kemerahan, Kirana mendatangi Arjuna yang sedang duduk bersandar di tiang bengkel sambil minum kopi. Wajah gadis itu tidak ceria seperti biasanya, tapi terlihat serius dan sedikit tegang.

"Tuan Dingin, hari ini pulangnya agak malam ya," ucap Kirana singkat, nada bicaranya tidak memberi ruang untuk protes.

Arjuna mengangkat alisnya, meletakkan gelas kopinya perlahan. "Ada urusan penting? Kau mau pergi ke suatu tempat?"

Kirana mengangguk, matanya menatap lurus ke arah jalan raya yang sepi. "Iya. Ada 'barang' yang harus aku ambil. Barang khusus. Di luar kota agak jauh. Biasanya aku pergi sendiri ... tapi mengingat kejadian sama Bos Darto kemarin, dan kau sudah tahu terlalu banyak hal ... ada baiknya kau ikut. Siapa tahu kau berguna."

Arjuna tersenyum miring. "Berarti kau mulai menganggapku partner ya? Bukan lagi sekadar asisten atau beban?"

Kirana menatapnya tajam, tapi ada kilatan hangat di matanya. "Jangan ge-er. Aku cuma butuh pengawal tambahan. Kalau kau kabur atau pingsan karena lihat sesuatu yang aneh ... aku seret pulang pakai tali, paham?"

Sepuluh menit kemudian, sebuah truk tua berwarna hijau kusam melaju membelah jalanan kota. Di balik kemudi duduk Kirana, penampilannya berubah drastis: jaket kulit hitam tebal, sarung tangan khusus, dan ikat kepala yang menahan rambut panjangnya. Di sebelahnya, Arjuna duduk sambil memegang erat pinggiran kursi, wajahnya sedikit masam karena harus menaiki kendaraan yang berisik dan bergetar hebat itu.

"Mengapa tidak pakai mobilku saja? Lebih cepat, lebih nyaman, lebih aman," protes Arjuna saat truk itu melaju keluar dari kawasan padat penduduk menuju jalanan sepi di pinggiran hutan.

Kirana tertawa pendek sambil membelokkan kemudi dengan gesit menghindari lubang jalan. "Di tempat yang mau kita tuju ... mobil mewahmu itu malah jadi sasaran empuk. Di sana, penampilan bukan untuk gaya, tapi untuk menyatu. Kau harus belajar banyak hal lagi, Tuan Muda."

Perjalanan memakan waktu hampir dua jam. Mereka masuk ke kawasan pegunungan yang sepi, jalanan berkelok-kelok, dan semakin jauh dari keramaian. Arjuna diam saja, matanya waspada mengawasi sekitar. Dia tahu betul daerah ini. Kawasan yang terkenal rawan, tempat berkumpulnya orang-orang di luar hukum, tempat persembunyian, dan tempat pertemuan transaksi gelap.

"Kita mau ke sini? Kau gila? Ini wilayah bebas, tidak ada polisi yang berani masuk jauh ke sini," bisik Arjuna, nadanya sedikit waspada.

"Justru di situlah letak kebebasan yang sesungguhnya," jawab Kirana santai.

Truk tua itu akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan tua yang bentuknya seperti gudang besar, dikelilingi pagar kawat berduri dan dijaga ketat oleh beberapa pria berwajah garang yang memegang tongkat besi dan benda-benda keras lainnya. Tidak ada papan nama, tidak ada tanda pengenal. Tempat itu sunyi, menyeramkan, namun teratur.

Begitu melihat truk tua Kirana, salah satu penjaga maju menghadang, wajahnya sangar.

"Berhenti! Ini wilayah tertutup! Putar balik atau ..."

Pria itu terdiam mendadak.

Kirana menurunkan kaca jendela, mencondongkan wajahnya keluar sedikit. Dia tidak tersenyum, tidak juga menunduk. Dia menatap pria penjaga itu dengan tatapan dingin, tajam, dan berwibawa.

"Sampaikan pada Tuan Tua ... Elang Turun sudah datang. Dia tahu apa maksudku."

Suasana hening seketika. Pria penjaga itu yang tadinya angkuh dan kasar, seketika berubah wajahnya menjadi pucat dan penuh hormat. Dia menegakkan badannya tegak lurus, seolah sedang berhadapan dengan atasan tertingginya.

"M-maafkan kelancangan kami, Nona! Silakan masuk! Segera bukakan gerbang!" teriak pria itu pada rekannya, dan gerbang besar itu terbuka lebar seketika.

Arjuna di sampingnya sampai mematung. Jantungnya berdegup kencang. Elang Turun. Kode yang sama dengan yang dia dengar dulu di pinggir kali. Jadi Kirana ... memang benar-benar sosok yang dihormati dan ditakuti di dunia ini.

Truk itu masuk dan diparkir di halaman dalam yang luas. Di sana sudah ada puluhan kendaraan aneh, mobil modifikasi liar, motor balap, hingga kendaraan militer bekas yang dimodifikasi. Orang-orang yang ada di sana berhenti beraktivitas, menatap ke arah Kirana dengan pandangan kagum, hormat, dan takut bercampur jadi satu.

Kirana turun dari mobil dengan tenang. Dia merapikan jaket kulitnya, lalu berjalan tegak menuju pintu utama gudang besar itu. Arjuna buru-buru menyusul di belakang, merasa seperti anak kecil yang mengikuti ibunya.

Di dalam gudang itu, suasananya jauh lebih mengejutkan. Bukan tempat gelap kumuh seperti dugaan Arjuna. Di dalamnya ada bengkel raksasa yang sangat lengkap, peralatan canggih yang mungkin tidak dimiliki bengkel resmi mana pun, dan di tengah ruangan, duduk seorang pria tua berwajah bijaksana tapi tajam matanya. Dia duduk di kursi kayu besar, dikelilingi oleh beberapa orang yang terlihat seperti ahli teknik dan militer.

Begitu melihat Kirana masuk, pria tua itu langsung berdiri tegak.

"Kirana ... sudah lama kau tidak menampakkan wajahmu di sini. Kami semua mengira kau sudah lupa jalan pulang," ucap pria tua itu dengan suara berat namun hangat.

Kirana tersenyum tipis, senyum yang sangat jarang dia perlihatkan. Dia berjalan mendekat, lalu menyalami pria tua itu dengan cara khusus menempelkan punggung tangan kanan mereka satu sama lain.

"Aku tidak akan pernah lupa tempat yang membesarkanku, Pak Guru. Aku hanya ... sedang menjalani tugas penyamaran yang panjang dan melelahkan."

Pria tua itu, yang dipanggil Pak Guru, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Arjuna yang berdiri diam di belakang Kirana. Matanya menyipit, menatap tajam seolah bisa menembus isi kepala Arjuna.

"Dan siapa ini? Kau jarang sekali membawa orang asing ke sini. Apalagi orang yang aromanya ... sangat berbeda. Aroma kekuasaan, kemewahan, dan ... nama besar Adhitama."

Arjuna terkejut. Pria tua ini langsung mengenali siapa dirinya hanya dari pandangan sekilas.

"Dia Arjuna," jawab Kirana singkat, tidak memberi penjelasan lebih lanjut. "Dia ... terlibat sekarang. Dan dia bisa dipercaya. Setidaknya untuk saat ini."

Pak Guru mengangguk pelan, lalu mempersilakan mereka duduk.

"Tentu saja kau punya alasan kuat membawanya ke sini. Nah, sesuai pesanmu kemarin ... barang yang kau minta sudah kami siapkan. Ini bukan barang biasa, Kirana. Ini mesin prototipe yang dikembangkan khusus pasukan khusus dulu. Sangat kuat, sangat cepat, tapi rumit sekali sistemnya. Banyak yang sudah mencoba membongkar dan merakit ulang, tapi gagal semua. Bahkan insinyur terbaik kami menyerah."

Pak Guru memberi isyarat, dan beberapa orang menggeserkan sebuah benda besar tertutup kain putih ke tengah ruangan. Saat kain itu dibuka ... mata Arjuna membelalak tak percaya.

Itu adalah mesin kendaraan yang bentuknya rumit, indah, dan terlihat sangat canggih. Bukan buatan pasaran, bukan buatan pabrik komersial. Ini karya seni teknik tingkat tinggi.

"Ini barang curian dari gudang penyimpanan rahasia. Kami ambil sebelum dihancurkan pemerintah. Nilainya tak ternilai. Tapi ... kami serahkan padamu hanya jika kau bisa membuktikan kau masih layak menyandang nama Si Tangan Emas," kata Pak Guru dengan tantangan.

Kirana berdiri di depan mesin raksasa itu. Dia tidak terintimidasi sedikit pun. Dia melonggarkan sarung tangannya, lalu melangkah maju.

"Beri aku waktu satu jam," jawabnya tenang.

Dan di sanalah Arjuna menyaksikan keajaiban itu.

Bersambung ....

1
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
Lisa
Ceritanya menarik jg nih 👍
Lisa: Sama² Kak..oke Kak nanti aq review ya
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
azela
siapa Kirana? dari percakapan mereka yang penuh teka bisa di pastikan jika Kirana ini bukan gadis biasa/Right Bah!/
azela
lanjut kak semakin penasaran deh
azela
jangan-jangan Kirana ketua mafia/CoolGuy/
azela
/CoolGuy//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
azela
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ita Xiaomi
Menguasai martial arts.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!