📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa
Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤
Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.
Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.
Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇
yu baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12: KEKUATAN YANG TERSEMBUNGI, KEBENARAN YANG AKAN TERUNGKAP
Setelah kejadian itu, hari-hari berlalu dengan cepat. Aisyah tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa di sekolah — terlihat tenang, cuek di depan orang lain, dan hanya menunjukkan sifat aslinya yang manja serta suka berbicara banyak ketika bersama Alpin, Alfarro, dan orang tuanya. Tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa di balik ketenangannya, ada sebuah kekuatan yang sangat besar yang tidak pernah dia tunjukkan kepada siapa pun.
Sementara itu, Angel dan kedua temannya tetap berbuat semaunya seperti biasanya. Mereka merasa bahwa peringatan yang diberikan tidak membuat mereka takut, dan mereka tetap mengira bahwa mereka adalah orang yang paling berkuasa di sekolah. Mereka bahkan menjadi lebih berani, dan mulai mencari-cari kesalahan siswa lain, serta menindas mereka yang dianggap lemah. Aisyah dan Nuri tetap menjadi sasaran utama mereka, meskipun keduanya tidak pernah melakukan hal yang salah.
Suatu hari, saat jam pelajaran berlangsung, guru sedang menjelaskan materi di depan kelas. Semua siswa mendengarkan dengan tenang, kecuali Angel dan teman-temannya yang duduk di bangku belakang. Mereka terus berbisik-bisik dan membuat keributan, hingga akhirnya perhatian guru teralihkan.
"Angel, dan kalian berdua! Berhenti! Kalian mengganggu pelajaran siswa siswa lainnya !" tegur guru itu dengan suara yang tegas.
Angel hanya mengangkat bahunya dengan santai dan tersenyum sinis. "Maaf, Pak. Kami hanya berbicara tentang pelajaran, tidak ada yang berisik kok."
Guru itu menghela nafas pelan, tahu bahwa tidak akan ada gunanya menegur mereka. Dia hanya melanjutkan pelajarannya, berharap mereka akan berhenti dengan sendirinya. Namun, hal itu justru membuat Angel semakin berani. Setelah jam pelajaran selesai, dia dan teman-temannya langsung mendekati meja Aisyah yang sedang mengerjakan tugas.
"Kau pikir kau lebih pintar dari kita ya, Aisyah?" tanya Angel dengan suara yang lantang, cukup keras hingga semua siswa di sekitar mereka bisa mendengarnya. "Kau selalu menjadi juara kelas, tapi apakah kau berani bertarung dengan kami?"
Aisyah menoleh ke arah mereka dengan tatapan yang datar dan tenang. Dia tidak menunjukkan rasa takut atau marah sedikitpun, hanya menatap mereka seolah-olah mereka adalah hal yang tidak penting. "Aku tidak punya waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Aku hanya ingin menyelesaikan pelajaranku dengan baik."
"Kau berani menolak ajakan kami?!" seru Angel, lalu dia dan kedua temannya segera mendekati Aisyah dengan gerakan yang cepat. "Kau akan menyesalinya! Kita akan menberikan kau pelajaran yang tidak akan pernah kau lupakan!"
Tanpa peringatan apapun, mereka mulai mendorong dan menabrak Aisyah. Nuri yang melihat hal itu segera berdiri dan berusaha menghalangi mereka. "Berhenti! Jangan lakukan ini! Aisyah tidak melakukan apa-apa yang salah!"
Namun, usaha Nuri tidak berguna. Angel dan teman-temannya semakin marah, dan mereka mulai menarik lengan Aisyah untuk membawanya keluar dari kelas. Beberapa siswa yang melihat hal itu hanya bisa menonton dari jauh, takut untuk mencoba menolong karena mereka tahu betapa kejamnya ketiga siswi itu.
Mereka membawanya menuju halaman belakang sekolah yang sepi dan jarang dikunjungi orang. Begitu sampai di tempat yang sunyi, mereka melepaskan pegangannya dan menatap Aisyah dengan tatapan yang penuh kebencian.
"Sekarang kau tidak bisa lari lagi!" kata Angel sambil menggelengkan kepalanya dengan sinis. "Kau akan menerima apa yang pantas kau dapatkan hari ini!"
Sebelum mereka sempat berbuat apa-apa, tiba-tiba saja Aisyah bergerak dengan gerakan yang sangat cepat dan lincah. Gerakan yang tidak pernah dilihat oleh siapa pun sebelumnya. Dalam sekejap, dia sudah menghindari dorongan yang dilakukan oleh salah satu temannya, lalu dengan gerakan yang rapi dan terlatih, dia menahan tangan orang itu dengan kuat hingga orang itu tidak bisa bergerak.
Selanjutnya, dia menghadapi dua orang siswi lainnya. Dengan teknik yang sudah dia pelajari selama bertahun-tahun, dia dengan mudah menghindari setiap serangan yang mereka lakukan. Gerakan-gerakannya sangat terkoordinasi, terlihat rapi dan penuh kekuatan, seolah-olah dia sudah berlatih hal ini sejak kecil. Dalam waktu singkat, ketiga siswi itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka terjatuh ke tanah dengan posisi yang tidak nyaman, dan tidak bisa bergerak karena ditahan oleh Aisyah.
Mereka menatap Aisyah dengan mata yang terbelalak, penuh dengan rasa takut dan keheranan. Mereka tidak menyangka bahwa gadis yang mereka anggap lemah dan dingin itu memiliki kemampuan yang sangat hebat. Mereka tidak menyangka bahwa Aisyah bisa bergerak secepat dan sekuat itu.
"Kau... kau siapa sebenarnya?!" tanya Angel dengan suara yang bergetar, rasa takut mulai menyelimuti hatinya yang sebelumnya penuh dengan kesombongan.
Aisyah melepaskan pegangannya, dan ketiga orang itu segera berdiri dengan cepat sambil mengusap-usap tangan dan tubuh mereka yang terasa sakit. Dia menatap mereka dengan tatapan yang tetap tenang, tidak menunjukkan rasa marah atau kebanggaan sedikitpun.
"Aku adalah orang yang sama seperti yang kalian kenal selama ini," jawab Aisyah dengan suara yang lembut tapi terdengar tegas. "Hanya saja kalian tidak pernah mau melihat siapa aku sebenarnya. Kalian hanya melihat apa yang kalian inginkan untuk dilihat."
"Kau... kau tidak bisa melakukan ini kepada kami! Kami akan memberitahu guru dan orang tua kami! Kami akan membuatmu dihukum!" seru salah satu temannya dengan suara yang masih bergetar.
Aisyah mengangkat bahunya tanda dia tidak takut kepada ancaman angel dan dua teman temannya. "dan berkata kepada angel dan kedua temannya,"Silakan lakukan apa yang kalian inginkan. Tapi ingatlah satu hal, apa yang kalian lakukan kepada siswa atau murid yang kau sering di tindas akan kembali kepada kalian juga. Kalian sudah menindas orang lain, menyakiti hati mereka, dan membuat mereka merasa tidak nyaman. Sekarang kalian tahu bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu."
Sebelum mereka sempat menjawab, Aisyah sudah berbalik badan dan berjalan meninggalkan mereka. Dia berjalan dengan langkah yang santai dan tenang, seolah-olah apa yang baru saja terjadi hanyalah hal yang biasa dan tidak berarti apa-apa baginya. Ketiga siswi itu tetap berdiri di tempat mereka, menatap punggung Aisyah yang semakin menjauh, dan rasa takut serta penyesalan mulai menyelimuti hati mereka. Mereka akhirnya menyadari bahwa mereka telah membuat kesalahan yang sangat besar, dan mereka telah menyakiti orang yang tidak seharusnya mereka sakiti.
Sementara itu, kejadian itu dilihat oleh seorang siswa yang sedang melewati halaman belakang. Dia terkejut melihat apa yang terjadi, dan dia segera berlari untuk memberitahu Bapak Rian tentang apa yang baru saja dia saksikan.
Setelah mendengar laporan itu, Bapak Rian segera pergi ke tempat kejadian. Dia menemukan ketiga siswi itu masih berdiri di sana dengan wajah yang pucat dan ketakutan.
"Ada apa di sini? Mengapa kalian semua ada di sini?" tanya Bapak Rian dengan suara yang tegas.
Angel dan teman-temannya segera menceritakan apa yang terjadi, tapi mereka memutarbalikkan fakta dan menyalahkan Aisyah. Mereka mengatakan bahwa Aisyah yang menyerang mereka terlebih dahulu, dan mereka hanya membela diri. Namun, Bapak Rian tidak mudah dibohongi. Dia melihat kondisi tubuh mereka yang terasa sakit dan posisi mereka yang terlihat tidak wajar, dan dia bisa menyadari bahwa apa yang mereka katakan tidak benar.
"Kalian berbohong!" kata Bapak Rian dengan suara yang tegas. "Aku melihat semuanya. Aku melihat bagaimana kalian berusaha menyakiti Aisyah terlebih dahulu, dan bagaimana dia hanya membela diri dan menghentikan kalian dari berbuat lebih jauh. Kalian telah melakukan kesalahan yang sangat besar, dan kalian harus menerima konsekuensi dari perbuatan kalian."
Mendengar kata-kata itu, wajah Angel dan teman-temannya menjadi semakin pucat. Mereka tidak bisa berkata-kata lagi, dan mereka hanya bisa menunduk dengan rasa malu dan penyesalan yang sangat besar.
"Karena perbuatan kalian yang berulang kali melanggar aturan dan menindas siswa lain, maka mulai hari ini kalian diberi hukuman yang berat," lanjut Bapak Rian. "Kalian akan dikeluarkan dari sekolah ini. Tidak ada lagi tempat untuk kalian di sini, karena kalian tidak bisa menghormati orang lain dan tidak bisa mematuhi aturan yang berlaku."
Mendengar hukuman itu, hati mereka terasa sangat sedih. Mereka menyadari bahwa mereka telah kehilangan kesempatan yang berharga hanya karena kesombongan dan keinginan untuk berbuat semaunya. Mereka berjanji pada diri sendiri bahwa nanti mereka akan berubah dan menjadi orang yang lebih baik, tapi sudah terlambat sekarang.
Sementara itu, Aisyah sudah kembali ke kelas dan duduk di tempatnya seperti biasa. Tidak ada yang bisa melihat perubahan apa pun pada dirinya, dia tetap terlihat seperti gadis yang tenang dan biasa saja. Nuri yang melihat sahabatnya datang segera mendekatinya dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
"Aisyah... apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa ketiga mereka terlihat begitu takut dan sedih?" tanya Nuri dengan suara yang pelan.
Aisyah menoleh ke arah sahabatnya dan tersenyum tipis. "Tidak ada apa-apa, Nuri. Mereka hanya mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan. Sekarang masalah ini sudah selesai, dan kita bisa kembali ke kehidupan yang biasa seperti biasanya."
"Kau... kau tidak apa-apa kan? Kau tidak terluka?" tanya Nuri lagi, masih merasa khawatir.
"Tidak, aku baik-baik saja. Jangan khawatir tentang aku," jawab Aisyah dengan suara yang menenangkan.
Namun, apa yang tidak diketahui oleh Aisyah adalah bahwa kejadian itu juga dilihat oleh pengawal bayangan Alpin yang yang dikhususkan untuk menjaga angel dari jarak jauh demi kenyamanan adiknya tersayangnya untuk mengawasi setiap gerakan aisyah,jika ada terjadi hal yang membahayakan nona mudanya itu dan tiga pengawal bayangan itu segerah gerak cepat menolong nona nya.dan Mereka juga segera melaporkan semua yang terjadi kepada Alpin dan Alfarro secara terperinci.
Ketika Alpin dan Alfarro menerima laporan itu, mereka terkejut dan juga bangga sekaligus. Mereka tidak menyangka bahwa adik kesayangan mereka memiliki kemampuan yang sangat hebat yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya. Mereka merasa sangat bangga karena Aisyah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dengan baik, tanpa harus meminta bantuan mereka.
Malam harinya, ketika Aisyah sudah kembali ke rumah dan sedang duduk di ruang tamu bersama keluarganya, Alpin dan Alfarro saling bertukar pandangan. Mereka melihat bahwa Aisyah terlihat seperti biasa saja, tidak menunjukkan apa-apa yang terjadi di sekolah hari itu. Namun, mereka tahu bahwa di balik ketenangannya, ada sebuah cerita yang tidak pernah dia ceritakan kepada siapa pun.
"Aisyah," panggil Alpin dengan suara yang lembut tapi terdengar tegas, menarik perhatian adiknya.
Aisyah menoleh ke arah abangnya dan menatapnya dengan tatapan yang tenang. "Ya, Bang?"
"Kami mendengar bahwa ada hal yang menarik terjadi di sekolah hari ini," kata Alpin sambil tersenyum tipis. "Kami juga mendengar bahwa ada sesuatu yang tidak kami ketahui tentangmu. Apakah kau mau memberitahu kami apa yang sebenarnya terjadi?"
Aisyah menatap kedua abangnya dengan tenang, lalu mengangguk pelan. Dia tahu bahwa mereka pasti sudah mengetahui semuanya, jadi dia tidak perlu menyembunyikan apa-apa lagi. Dia menceritakan semua yang terjadi mulai dari awal hingga akhir, termasuk bagaimana dia menggunakan teknik bela diri yang sudah dia pelajari selama bertahun-tahun untuk menjaga dirinya walaupun aisyah sudah di berikan mengawal bayangan pribadi oleh kedua abangnya,tapi dia tetap harus waspada jika bahaya datang padanya dan juga bisa lebih waspada dan berhati hati jika bahaya datang tampa di beritahu aisyah sudah mempunyai bekal bela diri yang cukup handal yang sudah dia pelajari beberapa tahun yang lalu dan bisa menjaga dirinya sediri dari bahaya.
Setelah mendengar cerita adiknya, Alpin dan Alfarro hanya bisa menatapnya dengan kekaguman dan rasa bangga yang sangat besar. Mereka tidak menyangka bahwa adik kesayangan mereka yang selama ini mereka anggap sebagai adik kecil yang manja dan membutuhkan perlindungan dari keduanya dan tidak menyangka , sebenarnya adik manjanya itu memiliki kekuatan dan kemampuan yang sangat hebat.
"Kau tidak pernah memberitahu kami tentang hal ini, dekkk," kata Alfarro dengan suara yang lembut. "Kami hanya mengira kau adalah adik kecil kita yang manja dan suka bercerita banyak hal. Kami tidak pernah menyangka bahwa kau memiliki keahlian yang sehebat ini."
Aisyah tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya dengan lembut. "Aku tidak mau memberitahu kalian karena aku tidak ingin kalian menganggap aku berbeda. Aku hanya ingin hidup dengan tenang dan damai, tanpa harus terlibat dalam pertengkaran atau masalah apapun. Aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri, jadi aku tidak mau kalian merasa khawatir atau terganggu karena hal-hal yang tidak penting."
Ayah dan bundanya yang mendengar cerita itu juga merasa sangat bangga. Mereka merasa bahwa mereka memiliki anak-anak yang sangat hebat dan luar biasa. Mereka menyadari bahwa di balik sifat manja dan suka berbicara banyak hal itu yang sering ditunjukkan Aisyah kepada kedua orang tua dan kedua abangnya.di balik kehebatan dan kecerdasan yang di milik aisyah dan kedua kedua putranya itu yang sangat cerdas, tangguh, dan kuat,mereka merasa banga sama ketiga anak-anaknya yang saling menjaga dan menyayangi satu sama lainnya.bundanya sangat terharu dan dia dan suaminya bisa tenang dan tidak perlu hawatir lagi dengan anak anak nya karena mereka anak anak hebat yang bisa saling menjaga dan saling melindungi
"kalian bertiga adalah anugerah terindah untuk kami berdua , Aisyah,alfin,Alfaro" kata ayah nya dengan suara yang penuh perasaan. "Kami sangat bangga mempunyai anak anak hebat seperti kalian dan kami juga sangat bangga memiliki putra dan putri yang sangat sehebat seperti kalian bertiga."dan kelimanya sambil berpelukan bersama.
Aisyah menatap keluarganya dengan tatapan yang penuh cinta dan kebahagiaan. Dia merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang mencintai dan memahaminya sepenuh hati. Dia tahu bahwa meskipun dia menyembunyikan banyak hal dari mereka, mereka akan selalu ada untuknya dan selalu mencintainya apa pun yang terjadi.
Mulai hari itu, Aisyah tidak lagi perlu menyembunyikan kemampuannya dari keluarganya. Dia tetap hidup dengan tenang dan damai, dan dia bisa hidup dengan cara yang dia inginkan — menjadi gadis yang manja dan suka berbicara banyak di hadapan keluarganya, dan menjadi gadis yang tenang dan dingin di hadapan orang lain. Dan semua orang yang mengenalnya akhirnya menyadari bahwa mereka hanya melihat sebagian kecil dari diri Aisyah, dan bahwa sebenarnya dia adalah gadis yang sangat hebat dan luar biasa yang memiliki kekuatan yang tidak terduga.
📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷
Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰
Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷
Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi.
akun TikTokku: lisalestari310
akun Instagramku: Lisa Lestari.
Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷
Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷
buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥